The first 193 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Episode 18 -
Aku sudah menuliskan dalam catatan ini
semua kebiasaan makan Xiaoyu.
Linjie, saat Xiaoyu menikah denganmu nanti, kita akan jadi satu keluarga.
Aku pasti akan menyurus para pelayan untuk mengurusnya dengan baik.
- Terima kasih. - Kembali.
Linjie, terima kasih.
Waktu Wenbing mendengar dia akan bertemu dengan kakak iparnya besok, dia sangat gembira.
Terima kasih karena kau sudah mengundangnya.
- Aku akan ke dapur sekarang untuk memberikan instruksi, oke? - Oke.
Jadi ini semua idemu.
Apa?
Apakah kau yang mengatur agar Wenbing bisa datang kesini?
Kalau aku tidak mengizinkannya datang ke pesta pernikahanku, Bibi Lan pasti sedih.
Kenapa kau harus peduli dia senang atau sedih?
Aku tidak mau dia muncul di hadapan teman-temanku.
Kau tidak tahu, kan?
Bibi Lan sudah lama tidak bertemu dengannya.
Kalau dia ingin bertemu anaknya, dia bisa pergi kesana.
Aku hanya mengundangnya untuk makan bersama kita. Dia akan kembali kesana dalam beberapa hari.
Apa kau akan mengusirnya kalau Bibi Lan memintanya tinggal?
Jangan kira orang lain sama naifnya denganmu.
Ingat ini.
Marga Wenbing bukanlah Kong. Tapi itu margamu.
Dia tidak punya ikatan darah dengan kita.
Pendeknya, kalau aku mati,
dia tidak akan mendapatkan satu sen pun.
- Jika kau baik pada orang lain, bukan berarti mereka akan baik padamu juga. Mengerti? - Ya.
Aku akan buka pintunya.
- Tn. Wang. - Halo, Ny. Kong.
- Mari masuk. - Apa Linjie ada?
Ada.
Ayah angkat? Kenapa kau mencariku malam-malam begini?
Ada hal yang sangat penting,
jadi aku sengaja langsung datang kesini untuk memberitahumu.
Ayo.
Aku masih mau nonton.
Aku tidak mau buru-buru pergi.
Tapi ini sudah film terakhir.
Bioskopnya akan tutup.
Selama kau percaya tidak akan berakhir, maka tidak akan berakhir.
Aku tadi keluar untuk meminta mereka kerja lembur.
Supaya filmnya bisa terus diputar.
Sampai sebelum subuh nanti.
Apa kau masih mau menemaniku?
Ada apa?
Tidak ada kabar dari hotel. Aku juga mencari ke taman hiburan.
Aku bahkan mencari ke pasar.
Kau tidak menerima telepon darinya?
Maaf. Itu salahku.
Kebetulan kau tidak ada disana.
Kalau aku tidak membiarkan Yanmei menjawab telepon dari pemilik bioskop itu,
Tn. Wang tidak akan tahu dia sudah kembali.
Itu bukan salahmu.
Salahku yang tidak menjelaskannya dengan baik.
Sudah malam. Feifei, pulanglah.
- Kalau begitu aku pulang. - Oke.
Pergilah.
Bahkan para biarawati tidak tahu kemana Xiaoyu pergi?
Tidak, aku juga tidak bisa tidur meskipun aku kembali ke hotel.
Ya. Baiklah. Aku akan memberitahumu kalau ada kabar terbaru.
Oke. Selamat malam.
Tidak ada gunanya melihatku seperti itu. Aku juga tidak bisa menemukannya.
Kau mau apa? Jangan datang kesini lalu mengamuk.
Kau yang paling mengenal Xiaoyu! Apa kau juga tidak bisa menemukannya?!
Kenapa kalian keluarga Gu begitu menyebalkan?
Tn. Kong, kau harus bertanggung jawab atas kata-katamu.
Kita masih belum tahu apakah Yanmei memang bersama dengan Xiaoyu atau tidak.
Jelas dia ingin merampas Xiaoyu dariku!
Lao'si sudah berjanji padaku
bahwa dia tidak akan memisahkan kalian berdua.
Dengarkan aku. Kalau sampai ada kejadian tidak mengenakan saat pesta pernikahan besok,
aku tidak akan melepakannya.
Yanmei! Linjie!
Berhentilah menghajarnya! Cepat berhenti! Berhenti memukul!
Linjie! Ini bukan salahnya!
Semua ini salahku.
Aku tidak akan pernah membatalkan pertunangannya.
Aku bisa menganggap tidak ada yang terjadi di atas kapal ini.
Apa ini pemberiannya? Mulai sekarang dia tidak boleh memberikan apapun padamu.
Karena setelah kita menikah nanti, apapun itu
aku yang akan membelikannya untukmu.
Sudahlah, sayang. Sudahlah.
Kau baik-baik saja?
Kau.
Kau menabraknya. Apakah di Shanghai orang biasa tidak meminta maaf?
Aku yang ceroboh dan menjatuhkan setelan itu.
Bagus sekali! Akhirnya aku punya teman makan duren!
Kalian berdua sedang apa?
Dia ternyata senang makan durian seperti aku.
Kita berhenti menonton sekarang.
Ayo pergi.
Kenapa?
Aku akan mengantarmu pulang.
Aku tidak mau pulang.
Filmnya sudah selesai.
Apa ada masalah yang bisa selesai dengan berulang-kali menonton film?
Kita tetap saja berdiri di titik awal.
Benar. Karena aku tidak tahu apakah aku mampu
dan memiliki keberanian untuk menolak Linjie.
Aku tahu aku tidak bisa mengubah semuanya.
Karena itu, aku ingin lebih lama bersamamu.
Aku tahu setelah fajar menyingsing,
kita mungkin tidak akan bisa bertemu lagi.
Ini sedikit permintaan dariku. Apakah terlalu mustahil?
Tapi setelah fajar nanti,
apa gunanya?
Aku tidak peduli! Aku hanya ingin kau menemaniku lebih lama. Oke?
Dengarkan aku.
Biar aku mengantarmu pulang.
Kenapa kau begitu kejam?
Kenapa kau ingin berpisah denganku sekarang?
Xiaoyu!
Saat kau kecelakaan, aku memikirkanmu setiap hari.
Kalau aku memang ada di hatimu, kau pasti sudah memberitahuku.
Aku lalu tidak perlu...
berjanji pada orang tuaku untuk menikah dengan Linjie.
Tapi kau tidak melakukannya.
Ini pasti takdir. Kita ditakdirkan untuk tidak bisa bersama.
Aku akan pulang sendiri.
Semakin lama aku memandangmu, semakin sulit untuk melupakanmu.
Xiaoyu, dia...
sudah pulang sejak tadi.
Kau sudah tahu dia adalah tunanganku. Kenapa kau merebutnya?
Maaf.
Pergi! Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.
Dan jangan ganggu istriku lagi.
Aku meminta maaf karena aku ingin mengatakan padamu
kalau aku menyukai Xiaoyu.
Apa kau bilang? Coba katakan lagi?
Maaf, kukira tadi adalah pertemuan kami yang terakhir.
Setelah itu, aku akan mencoba untuk melupakannya.
Tapi aku tidak mampu. Aku datang kesini untuk mengatakan padamu
bahwa aku sudah memutuskan untuk membawanya pergi dan meninggalkan tempat ini.
Yanmei! Linjie! Berhenti berkelahi!
Aku mohon jangan pukul dia lagi.
Yanmei...
Xiaoyu...katakanlah...
bahwa dia berbohong padaku.
Dia bilang kau menyukainya dan kau akan pergi bersamanya. Itu tidak benar, kan?
Tidak mungkin. Itu tidak mungkin!
Xiaoyu, kita dibesarkan bersama.
Dua jam lagi, aku akan menjemputmu di rumah.
Bagaimana kalau kita tidak perlu menunggu yang lainnya? Kita tidak usah menunggu lagi. Kita menikah sekarang saja, oke?
Maaf.
Meskipun Yanmei tidak datang kesini untuk mengatakannya padamu, aku juga berencana untuk datang dan menjelaskan padamu.
Aku tidak bisa menikah denganmu karena sudah ada dia di hatiku.
Xiaoyu, kalau kau tidak mau menikah secepat ini, kita ganti saja tanggalnya.
Kita ganti tanggalnya, ya?
Pasti dia. Pasti dia yang mengajarimu untuk bicara seperti itu padaku, benar?
Maaf.
Ini semua pilihanku.
Semuanya hasil pemikiranku.
Aku bersalah. Harusnya aku memberitahumu sejak awal.
Sejak Yanmei kecelakaan,
aku sudah tahu dialah orang yang kucintai.
Berhentilah mengatakannya!
Aku berjanji untuk melanjutkan pernikahan karena itu tugasku.
Aku tidak ingin menyakitimu.
Aku mohon. Berhentilah mengatakannya.
Aku....
Cukup! Aku bilang berhenti mengatakannya!
Kau mau apa? Kau kira aku akan memukul Xiaoyu?
Dengar. Di dunia ini, hanya aku
yang tidak akan pernah menyakiti Xiaoyu.
Kata-kata ini...
Hanya akan kuucapkan sekali dalam seumur hidup.
Jangan sampai aku melihat kalian berdua lagi.
Pergi dari hidupku mulai saat ini.
Linjie, kau sudah kembali!
Linjie datang.
Dimana Xiaoyu?
Linjie....jangan membuatku takut. Dimana Xiaoyu?
Dia sudah pergi.
Tunggu! Coba jelaskan.
Xiaoyu pergi? Apa maksudmu?
Xiaoyu pergi bersama si Gu itu. Dia meninggalkanku.
Pernikahannya dibatalkan.
Apa penjelasan ini sudah cukup?
Dimana Xiaoyu sekarang?
Maaf, aku tidak bisa lagi menjaga Xiaoyu.
Oh ya, kalau menurutmu itu terlalu memalukan,
tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan pada rekan bisnismu,
aku yang akan menjelaskan pada mereka.
Aku tidak takut.
Kau bisa membeil durian di Hong Kong. Kalau kau mau, katakan saja padaku. Aku akan membelikannya dan mengirimnya untukmu.
Kau tidak takut dengan bau durian?
Tidak masalah. Aku bisa masukkan dalam kopernya.
Kalau kau ada waktu, seringlah datang ke panti asuhan untuk membantu atas namaku.
Bagaimana dengan bunga anggrekmu?
Tolong jaga baik-baik juga. Saat aku kembali nanti, aku akan melihatnya.
Aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.