The first 200 lines.
"Episode 64"
Kenapa kamu ingin menunjukkan bintang-bintang ini kepadaku?
Sejujurnya, aku juga pernah takut kegelapan saat kecil.
Kukira aku akan melihat hantu.
- Hantu? - Ya.
Dahulu aku tidak mematikan lampu saat akan tidur.
Tapi suatu hari ibuku bercerita tentang bintang.
Dia bilang bintang bisa bersinar dengan terang berkat kegelapan.
Kegelapan tidak menakutkan. Justru menenangkan.
Karena kegelapan berkorban menjadi hitam
agar orang-orang bisa melihat bintang.
Demi semua bintang itu.
Kukira dia pendiam, tapi ternyata romantis.
Setelah itu, aku memikirkan bintang saat memikirkan kegelapan.
Jadi, aku tidak takut lagi.
Itu sebabnya aku tidak takut lagi pada kegelapan.
Ayahku pernah bilang begini saat aku masih kecil.
Jika ingin tahu seseorang baik atau tidak,
kita akan melihat perubahan dia saat menghabiskan waktu bersamanya.
Lihat?
Kurasa aku mulai bersinar terang setelah bertemu denganmu.
Kamu bagaikan bintang dalam hidupku.
Hari ini juga kamu sangat cantik.
Sebaiknya kamu tidur.
Selamat pagi, Pak Min.
Ada apa?
Astaga.
Aku tidak melihat apa pun.
Kenapa datang pukul sebegini?
Apa maksud Anda? Aku hendak bekerja.
- Bekerja? - Ya.
- Tidak. - Gawat.
Kurasa kita ketiduran.
Aku hendak membangunkanmu setelah 10 menit.
Tamat riwayatku.
- Keluargaku terus menghubungi. - Kita harus bagaimana?
Aku harus pergi.
Aku ikut. Aku akan mengantarmu.
Sampai jumpa.
Ini mimpi atau kenyataan?
Sakit.
Baiklah, bagus.
Terus kayuh.
Belok kanan. Tekan remnya.
Andaikan saja Kak Go Ya berkencan dengannya.
Aku sungguh harus menemui pacar Kak Go Ya.
Ibu, apa itu?
Kenapa ada mangkuk berisi garam?
Ibu aneh.
Ada mangkuk berisi garam di sebelahnya.
Jangan menyentuhnya sekarang. Dia bagaikan bom waktu.
Kenapa?
Kakak sulung kesayanganmu bermalam di luar.
Sungguh? Kenapa?
Dia melawan karena kami semua menentang pernikahannya.
Jangan mengatakan hal yang tidak benar.
Apa? Aku benar.
Sebenarnya di mana dia? Kenapa tidak menjawab ponselnya?
Terima kasih sudah mengantarku.
Kamu yakin akan baik-baik saja masuk sendiri?
Ya, sebaiknya kamu pergi.
Go Ya, apa yang terjadi kepadamu?
Ya, kamu dari mana?
Kenapa tidak menjawab ponselmu?
Maafkan aku, Semuanya.
- Kakak bersamanya, bukan? - Apa?
Lihat wajahnya. Aku benar.
Aku ketiduran.
Apa? Kamu tidur dengannya?
- Kakak di hotel bersamanya? - Hei.
Bukan begitu.
- Ibu. - Apa yang kamu lakukan?
Yang terjadi sebenarnya...
Kamu tidak memedulikan apa pun karena kami semua
menentang pernikahanmu?
Tidak memedulikan apa pun? Itu salah paham.
Beraninya kamu melawan ibu!
Jika ingin hidup seenaknya, kenapa pulang ke sini?
Beraninya kamu bersikap begini!
Ini semua salah paham, Bu.
Semalam kami di kantorku.
Dia tampak lelah, jadi, aku ingin membiarkannya tidur 10 menit,
tapi aku juga ketiduran di sampingnya.
Hanya itu. Tolong jangan salah paham.
Semuanya salahku.
Ikut aku.
Ibu!
Kekacauan macam apa pagi-pagi begini?
Itu pacarnya Go Ya?
Pria itu benar-benar pacar Kakak?
Pikirmu aku bergurau?
Tidak, sebenarnya aku takut.
Lantas apa? Aku sudah menekankan bahwa kamu tidak bisa menikahinya.
- Bisakah Anda memberiku kesempatan? - Mana bisa?
Ibumu membenci Go Ya melebihi apa pun di dunia ini.
Pikirmu semangkuk garam itu membuatku lebih baik?
Jika itu bisa membuat Anda merasa lebih baik,
aku akan datang setiap pagi dan siap disiram dengan apa pun.
Apa?
Aku tahu Anda tidak memercayaiku.
Tapi akan kupastikan...
Aku akan berusaha lebih keras agar tidak mengecewakan Anda.
Aku juga akan menjadi orang yang lebih baik demi Go Ya.
Aku tidak peduli meski hanya kamu orang baik yang tersisa.
Keluargamu kacau.
Jika begitu, kamu siap meninggalkan keluargamu?
Hanya dengan begitu aku akan menerimamu.
Kakak, itu sangat salah.
Apanya yang sangat salah? Kakak kira kamu juga membencinya.
Apa?
Kita bisa apa? Mereka saling menyukai.
- Tae Ran. - Ini bukan tahun 70-an.
Mungkin kita bisa berlibur ke bulan sebentar lagi.
Tidak masuk akal jika orang tua mencampuri masalah pernikahan.
Apa katamu?
Kamu akan terlambat bekerja. Ayo, bangunlah.
Akan kuurus sisanya. Ayo.
Aku akan datang lagi, Bu.
Ayo. Sampai jumpa.
Tae Ran, ada apa denganmu?
Kamu baik-baik saja?
Tentu saja. Aku tidak bisa menyalahkan kemarahannya.
Apa pun alasannya, tadi malam aku tidak mengantarmu pulang.
Astaga.
Ada garam di mana-mana.
Ini bukan apa-apa dibandingkan penderitaanmu.
Menyakitkan sekali.
Pria yang memberiku undangan
adalah mantan istriku.
Mantan istri?
Kalian bercerai?
Ya.
Siapa yang menyangka?
Dia tidak punya pacar, tapi pernah menikah?
Mantan istrinya juga biasa saja.
Tunggu. Aku cemburu?
"Lee Soo Kyung, Ham Do Jun"
Hai, Ibu.
Ji Seok bersamamu?
Tidak. Dia tidak di rumah?
Dia tidak pulang.
Apa?
Tampaknya pencernaan Ibu terganggu.
Tentu saja.
Ibu sarapan sendiri bersama nenekmu di rumah besar ini.
Kenapa Ji Seok bermalam di luar?
Ibu tidak percaya betapa sialnya dia.
Bisa-bisanya dia berpacaran dengan wanita mengerikan begitu.
Dia enggan melepaskan Ji Seok.
Itu sebabnya Ibu dan Ji Seok bertengkar?
Ibu tidak bisa membiarkan putra ibu menghancurkan hidupnya.
Tanyalah kepada orang tua mana pun.
Tidak ada yang akan membiarkan ini.
Kamu pikir ibu melakukan ini demi siapa?
Setelah menolak banyak wanita berlatar belakang bagus,
bisa-bisanya dia memilih wanita itu.
- Ibu. - Ini salahmu.
Kamu yang harus bertanggung jawab karena dia tidak pulang.
Dia bilang
kini dia mengerti alasanmu pindah.
Maafkan aku.
Jangan menyalahkan Eun Seok.
Ji Seok ada di kantornya semalaman.
- Di kantornya? - Ya.
Dia menghubungi ibu pagi ini
dan meminta maaf atas kekacauan ini.
Ibu tidak yakin dia yang memulai kekacauan ini.
Dasar berandal.
Teganya dia malah menghubungi neneknya alih-alih ibu.
Dia jelas-jelas mengetahui ibu mencemaskannya semalaman.
Mungkin dia tidak ingin bertengkar lagi dengan Ibu.
Teganya dia melakukan ini kepada ibu.
Hanya kamu dan Ji Seok yang bisa ibu andalkan di dunia ini.
Ibu benar.
Beraninya kamu bersikap begini!
Tadi itu seperti film.
Ibu kenapa?
Apa maksudmu?
Kenapa Ibu berubah pikiran?
Kukira kita semua menentang pernikahan Go Ya.
Sepertinya ibu akan mendukung Go Ya.
Ibu!
Dia bilang belum pernah amat menginginkan seorang pria.
Kamu sungguh ingin memisahkan mereka?
Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Go Ya?
Bagaimana jika pernikahan ini menghancurkannya?
Ibu akan bertanggung jawab?
Ibu akan memikirkan itu jika Go Ya sudah menikah dengannya.
Apa maksud Ibu?
Kamu ingat ibu pernah bermimpi Go Ya menerima cincin pernikahan?
- Ada apa? - Ada yang tidak ibu ceritakan.
Apa itu?
Sebelumnya, cincinnya bersinar terang,
tapi kemudian berubah menjadi hitam.
Lihat? Ada yang tidak beres.
Berarti kita harus memisahkan mereka.
Aku juga tidak menyukai penampilan pengacara itu.
Kenapa tidak?
Dia terlalu tampan.
Kamu lebih tampan darinya.
No comments yet. Be the first to leave one.