Release info

해피ㅡ선데이ㅡ1박2일ㅡ1N2DㅡS04 E22 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2020-05-04
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Pekan lalu, para anggota pergi ke sekolah!"

"Tes kebugarannya sangat sengit"

"Mereka berjuang keras untuk menjadi juara pertama"

"Kertakkan gigimu dan tahan!"

"Aku sudah muak! Aku menyerah!"

"Evaluasi Prestasi Akademik"

"Jong Min tidak berhenti bertanya"

"Permisi, Pak"

"Siswa yang lebih tua dalam krisis"

"Sangat sensitif"

"Impian bisa terwujud"

"Apakah murid yang pintar akan tidur di dalam?"

"Kebahagiaan bukan hanya soal nilai"

"Kru yang jahat mulai lagi!"

"Entah mereka tidur di dalam atau di luar"

"Diputuskan dengan undian"

"Nilai di kertas mereka menentukan di mana mereka akan tidur!"

"Ada yang bahagia, ada yang sedih"

"Murid terakhir menempati peringkat pertama!"

"Tidur di dalam ruangan, Tidur di luar ruangan"

"2 Days 1 Night"

"Bersiap untuk tidur"

Tersenyumlah.

Tersenyumlah. Mari tersenyum.

- Senyum. - Mari tersenyum.

Bagaimana jika aku tidak mau?

Kita bersenang-senang. Jangan sedih.

Aku tidak mau.

"Menggoda Seon Ho menyenangkan"

Panas. Panas sekali.

"Panas karena rasa marah"

Panas sekali.

- Panas. Astaga, panasnya. - Ini benar-benar panas.

Panas.

- Apakah benar-benar panas? - Tanganku bisa terbakar dengan ini.

Aku senang sekali.

Sudah berapa pekan sejak DinDin tidur di dalam ruangan?

Selain di episode pertama, ini kali pertama

aku bisa tidur di dalam ruangan.

"Bagus untukmu"

Selamat. Tuliskan di buku harianmu.

- Tidurlah yang nyenyak. - Kamu juga.

Tidurlah yang nyenyak. Nanti dingin. Hati-hati.

"Astaga..."

- Ini masih dingin. - Dingin sekali.

"Berteriak"

- Ini kali pertama bagi Jung Hoon. - Ini kali pertamanya.

Ya.

Ini tempatnya?

"Selamat datang, Jung Hoon"

Kita menyimpan sepatu di dalam?

- Aku akan masukkan sepatuku. - Begitu rupanya.

Kita memakainya besok pagi. Nanti akan basah karena embun.

- Begitu rupanya. - Tunggu.

Kamu tidak tahu kiat apa pun karena ini kali pertamamu.

Ini kali pertamaku tidur di tenda.

Ini bagus.

Ini lebih baik daripada tidur di dalam.

Apa aku salah?

Saat aku tidur di luar ruangan bersama Jong Min,

ini yang dia katakan kepadaku.

- Apa? - Apa katanya?

Jika seseorang memanggilmu selagi kamu tidur,

jangan ikuti orang itu.

Seseorang akan memanggil kita?

Bahkan jika ada yang memanggilmu, jangan ikuti orang itu.

"Hari yang panjang telah berakhir"

"Mereka menyambut"

"Hari baru di sekolah"

"Sebuah mobil menembus embun di jalan"

"Dan menuju penginapan"

"Dan di dalamnya"

"Terdapat Malaikat Pagi"

"Siapa Malaikat Pagi kedua ini?"

Halo.

Halo.

"Terdengar elegan"

Terima kasih atas kerja kerasmu.

"Tidak tahu apa yang terjadi di luar"

"Mereka masih tidur saat matahari sudah terbit tinggi"

"Inilah sang Malaikat Pagi"

"Bangun, Kalian Tukang Tidur!"

"Melangkah perlahan"

"Apakah para tukang tidur itu"

"Ada di dalam tenda ini?"

Nak, bangun.

"Nak?"

"Siapa dia?"

Matahari sudah begitu tinggi.

- Baiklah. - Bangun, Anak-anakku.

"Setengah tertidur"

"Terlihat berantakan"

Astaga. Kalian tidur di tenda yang dingin ini.

Kalian terlalu lama tidur di sini.

Kalian akan keluar, bukan?

Ya.

"Dia membangunkan tiga putra di dalam tenda itu"

"Dia dalam perjalanan untuk membangunkan anak-anak lainnya"

"Melangkah cepat"

"Kurasa tadi ada yang datang"

"Kurasa aku tidak bermimpi, Jung Hoon"

"Siapa dia?"

Menurut kalian siapa dia?

"Tebak siapa dia"

Apakah itu ibuku?

- Apa itu ibumu? - Bukan.

Itu bukan ibuku.

"Aku jelas melihatnya"

"Jong Min bangun pagi karena dia di dekat jendela terang"

"Dia menuju ke kamar mandi, setengah tertidur"

"Dia membeku"

"Pintunya terbuka"

"Berjalan mundur"

Kamu sudah bangun.

"Melangkah maju"

- Bangun, Nak. - Apa ini?

"Bangun, Nak"

- Kamu tahu sekarang pukul berapa? - Apa yang terjadi?

"Apa yang terjadi?"

"Apa ini?"

Apa ini?

"Senang bertemu denganmu"

Bangunlah.

Apa yang terjadi?

"Apa ini? Aku bermimpi?"

"Identitas Malaikat Pagi ini adalah..."

Ibu kemari karena merindukanmu, Nak.

"Ibu DinDin, Kim Pan Rye"

"Kenapa Ibu ada di sini?"

Kamu sungguh tidur di dalam ruangan.

- Apa ini? - Apa?

"Dia mengatakan ini untuk kali ke-100"

"Ibumu datang. Bangunlah sekarang"

Kamu tidak tahu Ibu akan datang, bukan?

- Ya. - Apa?

- Apa ini? - Halo.

"Maaf karena tidak menyapa tadi"

"Ini bukan cara yang baik untuk bertemu kali pertama"

Bagaimana dengan Ayah?

- Ayah ada di rumah. - Benarkah?

Para staf mengirim mobil untuk Ibu?

Tentu saja. Mereka mengirim mobil.

Ibu datang dengan penulis bernama Na Mi.

- Na Mi? - Ya.

- Terdengar seperti teman lama Ibu. - Kami sudah lama berteman.

Apa ini?

- Ibu benar-benar mengejutkanku. - Sungguh.

Ini benar-benar tidak direncanakan.

Kalian benar-benar tidur di luar. Aku tidak tahu itu.

Bu, halo. Aku tidak bisa menyapa dengan layak tadi.

- Aku sangat terkejut. - Kamu tahu aku ibunya?

Malam kalian berat.

Kalian benar-benar tidur di luar.

- Air menetes di ritsleting itu. - Sulit kupercaya ini.

- Astaga, lihat dirimu, Ravi. - Ya, Bu.

Wajahmu kecil sekali.

Aku tahu Seon Ho tampan.

Halo. Aku Malaikat Pagi pertama.

"Itu saat mereka pergi ke pulau terpencil"

"Malaikat Pagi dari Musim Empat muncul dengan begitu mengejutkan"

"Mungkin sulit dipercaya, tapi aku Malaikat Pagi yang pertama"

- Begitukah? - Kita Malaikat Pagi.

- Senang bertemu denganmu. - Kamu mempekerjakan orang terdekat.

- Jangan terlalu akrab dengannya. - Apa?

- Jangan terlalu akrab dengannya. - Dengar.

Seon Ho baik hati. Ibu harus ramah dengannya.

Siapa di antara kami putra Ibu?

Apa?

- Kemarilah. - Tapi Seon Ho...

- Kamu dan Seon Ho mirip. - Kemarilah.

Aku selalu bersamanya.

- Aku akan bersamanya hari ini. - Seon Ho.

Kamu dan Seon Ho mirip.

- Kalian mirip. - Bukan begitu?

- Fitur kami berdua lembut. - Fitur lembut.

- Fitur lembut. - Ya, kalian tampak licik.

Saat tahu putramu akan tampil di acara kami,

Kamu mendatangi spanduknya dan berfoto.

- Ya. - Benar.

Kudengar ada poster acaranya di sana.

Jadi, aku berdoa untuknya di depan poster itu.

Aku mendoakan keselamatan semua orang di acara ini.

Bu Kim tadinya benar-benar

tidak nyaman dan berhati-hati untuk tampil di acara ini.

Tapi kami memohon kepadanya dan dia setuju untuk tampil.

Pada akhirnya, dia memutuskan tampil di acara ini

karena ingin memasak sarapan lezat untuk kalian.

- Benarkah? - Dia ingin memasak untuk kalian.

Bukankah kamu mengunggah foto makananmu di media sosial?

Ya, aku selalu mengunggah foto makananku di media sosial.

Astaga, makanannya...

"Kelas masakan rumahan DinDin"

"Aku harus mulai dengan yang mana?"

"Bahkan Se Yoon tertarik dengan makanan ini"

- Aku menyiapkan makanan yang sama. - Astaga.

- Aku... - Kamu menyiapkannya?

Aku menyiapkan semuanya

- dan membawanya ke sini. - Sungguh?

Aku sempat khawatir mungkin tidak ada cukup ruang di sini.

Tapi aku khawatir kalian tidak menyukainya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left