Release info

[Parasit - Sang Bidal] 19 Berdarah Dingin
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa-apaan orang ini?

Jangan-jangan

dia parasit?

Bukan, dia jelas-jelas manusia.

Pokoknya, hanya itu yang bisa kupastikan.

Tapi, Migi...

Dia tidur?

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kita adalah predator alami

we are absolute predators

kita pun tak mempunyai musuh

we do not even have any enemies

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

maybe there are other animals watching us

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

and thinking that someday "we will beat them down"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

oh, we have the brains to think hard

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

dengan berpakaian sesuka kita

wear our favorite clothes

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

we are at no doubt human beings

akan banyaknya kehidupan kecil

many small lives

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

they were born with the fate of dying for someone

bayi manusia

a human baby

kapankah mereka 'kan mengetahui

when will they find out

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

that at the point they were born, we are

sang penguasa bumi?

winners of earth

ah, diriku menangis seorang diri

aa hitori naiteita

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

tonari no kimi ga tooikakeru

maka dari itu, kujalani hidup ini

dakara bokura yorisoi ikiru

segemerlap mungkin

kirameku made

untuk apa aku hidup selama ini?

for what have I been living for?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

when will I find out the answer?

jawaban yang hanya untukmu

an answer that is only for you

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

what will myself and (the) first scenery I saw

Berdarah Dingin

Apa-apaan dia?

Sekarang, dia jadi kelihatan sangat berbeda.

Justru beginilah aslinya dia.

Apa dia manusia?

Dia manusia, atau bukan?

Sebenarnya...

Sebenarnya, aku tak merasa diriku seistimewa itu, sih.

Alasan kenapa aku bisa bedakan manusia dan monster?

Eh, sebentar.

Karena aku sering permainkan banyak orang?

Intinya,

aku lebih tahu sifat-sifat makhluk hidup ini, dibanding orang lain.

Mainan ini gampang amat rusaknya, ya.

Terus permainkan mereka.

Tapi, bukannya kemampuanku juga banyak dimiliki oleh kebanyakan hewan, ya?

Contohnya, soal bedakan spesies sendiri dengan makhluk hidup lain.

Awal punya kemampuan ini sih, aku juga cukup terkejut.

Jarang-jarang bisa lihat alien berbaur di kerumunan

sambil berpakaian layaknya manusia, lo.

Saat kufokuskan penglihatanku ke kerumunan orang,

kalau beruntung, dalam satu jam aku bisa lihat dua makhluk itu lewat.

Memang aneh rasanya tak ada yang sadari keberadaanku,

tapi, makhluk itu juga seolah memang tak peduli.

Aku juga tak mau dekat-dekat.

Tentu saja karena mereka terlalu berbahaya.

Ya, bisa dibilang insting hewanku yang katakan begitu.

Sebenarnya, aku penasaran untuk nantikan

apa yang akan diperbuat makhluk itu.

Tapi, tahunya,

yang mereka lakukan ternyata tak jauh berbeda dengan yang biasa kulakukan.

Walah.

Acak-acakan begini.

Kalau sudah puas bermainnya, bereskan sampai rapi, dong.

Jangan bergerak!

Eh?

Ja-Jangan asal tuduh!

Bukan aku!

Kalian salah paham!

Mana mungkin aku...

Lama sekali, ya.

Pak Hirama, kalau didiamkan terus...

Saat kita menanyainya,

raut wajah Shinichi Izumi tetap kelihatan tenang,

tapi, justru sekarang dia kelihatan sangat ketakutan.

Uragami.

Bukan.

Apa?

Apanya yang bukan?

Ya, kemungkinan dia memang memilikinya.

Tapi, menurut instingku sih,

dia berbeda dari makhluk itu.

Aku hanya terpancing olehnya saja. Tak lebih.

Maksudnya terpancing, bagaimana?

Kurasa hanya perasaanku saja,

tapi, setelah sekilas lihat matanya,

aku sangsi kalau dirinya itu sepenuhnya manusia.

Apa?

Gila.

Tak perlu teriak di depan mik juga, kali.

Aku 'kan sudah bilang, hanya perasaanku saja.

Setelah kuterawang lebih jauh,

tahunya tak ada apa-apa di dalam tubuhnya.

Jadi, untuk beberapa hari ke depan, kalian akan tinggal di hotel.

Kami akan kirim petugas untuk jemput kalian

kalau ada perlu di rumah.

Pokoknya, usahakan kabari kami dulu.

Aduh, tak perlu repot-repot.

Tidak, kumohon.

Anu, Pak Hirama.

Soal bayinya...

Kalau yang kaumaksud itu bayi yang digendong Reiko Tamura,

dia masih dalam proses pemeriksaan.

Meski terlihat normal, tapi, yang mengasuhnya adalah parasit.

Jadi, kalau Anda sudah pastikan bahwa bayi itu normal...

Setelah itu...

Kami akan membawanya ke panti asuhan.

Ada masalah?

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left