Release info

인생술집 Life Bar EP106 190117-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 106 [VIU Ver.] "Childcaring Daddies" Guests : Shin Sung-woo, Yang Dong-geun, Ki Tae-young. Special Guest : Choi Hyun-ho. Note : VIU started subbing from Ep 73

Tags

other
Published on: 2019-01-18
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Life Bar ke-106 dibuka"

Kita mengubah suasana hari ini

dari Life Bar menjadi Tea Talk.

Kita mulai lebih cepat daripada biasanya hari ini.

Mereka harus mengasuh bayi.

Setelah ini.

Seniorku. - Senior..

"Tarian ini milik orang yang sibuk mengasuh anak?"

"Apa girl group generasi pertama mengunjungi Life Bar?"

Dia hebat. - Dia hebat.

Aku harus melakukannya sebelum mereka datang

karena mereka akan memukulku jika mereka melihat ini.

"Hee Chul menari"

"Para tamu datang menembus angin musim dingin"

Dingin.

Aku lapar.

Aku meneteskan liur.

"Siapa ketiga pria ini yang muncul untuk mengatasi dingin dan lapar?"

Mereka datang. - Berakhir sudah.

Halo. - Halo.

Sung Woo.

"Alamatnya berbeda. Semoga mereka tidak tersesat"

Halo. - Halo.

Halo. - Halo.

"Tiga pria ini dilengkapi ketampanan di dalam jaket musim dingin"

"Shin Sung Woo, Yang Dong Geun, Ki Tae Young"

"Ketiganya populer di masa lalu?"

"Tapi sekarang, mereka hanya seorang ayah"

"Ayah baru di umur 50-an"

"Sang raja mengasuh bayi"

"Dan ayah hiphop ini membanggakan anak-anak mereka"

"Apa ini gelar wicara mengenai kecantikan?"

"Bukan, ini gelar wicara mengenai ayah"

"Apa kamu ingat itu, Dong Geun?"

"Tae Young mengungkap masa lalu Dong Geun"

"Dong Geun bingung"

"Dan"

"Seorang pria misterius mendekat"

"Orang yang mengejutkan semua orang akan segera terungkap"

"Life Bar"

Omong-omong, lama tidak bertemu, Sung Woo.

Selamat sudah menjadi seorang ayah.

Terima kasih.

"Selamat sudah menjadi seorang ayah"

"Selamat"

Apa umurnya satu tahun sekarang?

Dia sudah berulang tahun pertama. - Benarkah?

Sudah 1 tahun 10 hari.

Dia pasti menggemaskan sekali.

Apa dia sudah bisa berjalan?

Tapi dia pintar.

Aku mengawasinya dari belakang.

Tadinya dia mau berjalan sekitar empat langkah,

kemudian mata kami bertemu, lalu dia duduk.

Anak-anak seperti itu. - Kenapa?

Lalu dia merengek.

Dia memintaku menggendongnya.

"Dunia mengasuh bayi selalu baru setiap harinya"

Tadi aku melihat ponselmu.

Bayimu sangat tampan dan menggemaskan.

Bisa tunjukkan fotonya? - Bisakah?

Kalian mau lihat?

Dia paling tua tapi paling sedikit pengalaman sebagai ayah di sini.

Ya. - Benar.

Astaga.

Anak pertamaku berusia dua tahun.

Ya. - Tuan.

Kalau ada pertanyaan...

"Waktunya melihat foto anak dari ayah baru ini"

Dia tampan.

Seperti ini? - Dia tampan sekali.

Banyak orang mengatakan itu.

Sulit memiliki satu fitur yang jelas.

Pujianmu membuatku sangat senang.

"Memuji anaknya membuat ayahnya menari"

Rasanya aneh melihat kalian bertiga melakukan itu.

"Terpikat pada anak"

Kupikir kamu akan selamanya melajang.

Di umur 50 tahun, - "50 tahun."

kamu punya anak.

Saat ulang tahun ke-70, anakmu akan masuk universitas.

Semua orang mengejekku soal itu. - Benar, bukan?

Tapi aku tidak pernah mengira akan menikah.

Kupikir aku akan hidup sendiri.

Tapi itu terjadi saat bertemu orang yang tepat.

Benar.

Apa ada yang berubah setelah punya bayi?

Seperti pola di rumah?

Pertama, peringkat di rumah berubah.

Bayiku menjadi pusat.

Bayiku menjadi direktur. - "Direktur".

Akulah yang mengurusnya.

Karena kini aku sudah punya bayi...

Tapi dia terlihat bahagia. - Tentu saja.

Seperti yang kita tahu,

setelah ulang tahun pertama,

akhirnya kalian bisa berkomunikasi.

Benar. Kudengar dia akan menjadi anak baik sampai umur tiga tahun.

Aku akan menikmatinya untuk saat ini.

Benar.

Mereka masih baik sampai umur 4 atau 5 tahun,

tapi akan mulai mengalami masa sulit saat umur mereka empat.

Mereka tidak mau mendengarkan.

Saat mereka berumur 4 dan 7 tahun,

mereka bertingkah.

Tapi umur empat tahun jauh lebih sulit.

Aku ingin menanyakan ini,

tapi teman-temanku sudah mengirim anak-anak mereka ke wamil.

Dan mereka memberiku undangan pernikahan anak mereka.

Benar. - Mereka terkejut.

Tahun lalu, Tae Young juga...

Ya, anak kedua. - Anak kedua. Tae Young.

"Pasangan Eugene dan Tae Young punya anak kedua bulan Agustus lalu"

Apa anak keduamu perempuan?

Ya. - Mirip siapa dia?

Yang pertama sangat mirip denganku,

tapi yang kedua mirip istriku.

Penampilannya. - Entah dia mirip ibu

atau ayahnya, - Benar.

itu tidak penting. - Tidak akan ada bedanya.

Sebenarnya, hidung Tae Young tidak biasa untuk orang Korea.

Dia tampan. - Benarkah?

Hidungnya mancung.

Bisa beri aku 20 persennya saja?

Hidungku datar sekali.

Tidak menonjol. - Akan menonjol kalau beratmu turun.

Hei, beratku sudah pernah turun, tapi tidak berhasil.

Jadi, beratku naik lagi. Itu tidak berhasil.

Dong Geun berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dia melakukannya untuk tanah airnya.

Dia punya banyak anak. - Dia punya tiga anak.

Punya banyak anak itu hebat.

Pertama... - Aku menghormatimu. Tiga anak.

Berapa umur mereka? - Sekarang umur mereka

tujuh, lima, dan tiga tahun.

Tujuh, lima, dan tiga tahun. Astaga.

Kamu menangis karena gembira atau karena menderita?

Entahlah. Aku jadi lebih sering menangis.

"Dia terharu mengingat kembali 6 tahun terakhir ini"

Aku menghormatimu. Bagaimana kamu membesarkan tiga anak?

Kamu punya putra, putri, dan putra.

Total anaknya ada tiga.

Aku ingin tahu apa mungkin kamu berencana punya anak keempat.

Orang sering sekali menanyakan itu.

Namun, istriku

makin kesulitan.

Setelah punya anak ketiga, aku juga berpikir...

Itu bukan tugas mudah. - Itu bukan main-main.

Aku benar-benar menyadarinya.

Secara fisik maupun mental,

di segala aspek, aku merasa itu sulit.

Jadi, kukatakan pada orang-orang aku tidak akan menambah lagi.

"Dia tidak akan menambah lagi"

Dia tidak akan menambah lagi. - Kamu melakukan tindakan.

Begitu. - Apa tidak masalah melakukannya?

Apa sakit?

Itulah maksudku. - Sung Woo berada di tengah.

Jika bisa melakukannya sambil tidur, aku merekomendasikannya.

Astaga, itu - Pasti sakit.

sesuatu yang tidak ingin kupikirkan.

"Pengalaman menyedihkannya mengakhiri keturunan"

Jadi, karena kamu kelelahan

mengasuh anak...

Pelan-pelan saja. - Kita akan minum teh.

Kudengar Tae Young punya sertifikat.

Sertifikat barista. - Ya.

Kamu mendapatkannya bersama Eugene.

Dahulu aku memikirkan hobi apa yang bisa kunikmati bersama istriku.

Masalah hobi. - Ya. Jadi, kami belajar bersama

untuk ikut ujian, dan lulus. - Itu pasti menyenangkan.

Itu sangat menyenangkan.

Apa kamu akan membuatnya untuk kami?

Ya.

Tolong buatkan untuk kami. - Kamu mau minum apa?

Kamu mau minum apa? - Aku mau espreso.

Kamu mau espreso? - Ya.

Kalau begitu tolong buatkan kopi untuk kami.

Boleh kugunakan mesinnya? - Tentu.

Lagipula itu bukan punyaku.

Sudah cukup lama sejak aku berhenti membuatnya.

Dia akan melakukannya. - Dia akan membuat kopi untuk kita.

Dia hebat. - Kakinya panjang sekali.

Dia hebat.

"Menggiling biji kopi dahulu"

Kamu tidak hanya menekan tombol yang sudah disiapkan staf, bukan?

Bisakah kamu menggambar hati dan menulis Life Bar

dengan krim di atas kopinya?

"Apa?"

Kurasa dia tidak akan melakukannya.

"Sangat kagum"

Aku akan membuat espreso dahulu.

"Apa dia pangeran kopi?"

Itu hebat. - Dia membuat espreso.

Dia hebat.

Jika pria setampan itu yang membuat kopi,

para wanita akan datang ke kedai kopi itu setiap hari.

Kamu bisa buat Americano?

Aku bisa buat Americano. - Kalau begitu aku pesan Americano.

Aku pesan espreso pakai gula dengan gaya Italia.

Tae Young, biasanya aku tidak minum kopi,

Life Bar (Tipsy Talk / 인생술집) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Life Bar (Tipsy Talk / 인생술집)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left