The first 168 lines.
Dr. Patterson, dimohon ke bagian 3422.
Dr. Patterson, bagian 3422.
Elliott.
Hey.
Anda terhubung dengan Dave Anderson. Silakan tinggalkan pesan.
David, ini Elliott.
Aku akan pulang.
Mereka akan bawa jenazahnya ke Richter Memorial.
Aku akan kembali besok pagi, menemui mereka, pergi bersamanya,
lalu lihat bagaimana selanjutnya.
Kita bicarakan besok pagi.
Saudaraku.
- Dia sudah meninggal? - Yeah.
Apa yang dokter katakan?
Mereka bilang...
Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin.
Ya Tuhan, Elliott... aku turut berduka.
Aku tak percaya ini.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Aku tak tahu. Mungkin pulang.
Kau mau ditemani?
Aku bisa datang dan menemanimu.
Sekedar menemani minum, ngobrol, atau mendengarkanmu.
Mungkin menceritakan sesuatu, pergi jalan-jalan, atau...
Aku agak berharap kau akan mengatakan "tidak" di sini
- jadi aku tak perlu lanjutkan ini. - Tidak. Tapi, terima kasih.
- Aku merasa sangat sedih. - Aku tahu. Aku turut berduka.
Nenek? Papa?
Diilhami dari kisah nyata
Nenek? Papa?
Sebentar, sayang.
Ok, masuk.
Hey.
Mana nenek?
Dia tidak di sini. Ayo, cium papa.
Bagaimana kabar anak anjingku?
Mm.
Apa nenek akan mengantarku ke sekolah?
Aku tak tahu. kurasa...
aku yang akan mengantarmu ke sekolah.
Bisa kau bersiap?
- Ya. - Ok.
Ada apa?
Kau harus menyisir rambutku.
- Sungguh? Kau tak bisa lakukan sendiri? - Tak bisa.
Bukan dari atas ke bawah, dari bawah ke atas.
Ok.
Wow.
- Setiap hari begini? - Ya.
- Eloise! Kita tak boleh terlambat, sayang. - Ok.
Tunggu. Tutup pintunya.
- Ini. Tolong pasang di rambutku. - Rambutmu?
Ok.
Rosita, tolong carikan kacamata hitamku.
- Ok. - Sudah.
Kau mengikatnya seperti tali sepatu. Aku ingin seperti pita.
- Seperti yang nenek lakukan. - Ok.
Ayo ulangi lagi.
Biar kucoba lagi.
Ok, ini pitamu.
Apa lagi?
Seharusnya kau menyuruh aku menyikat gigiku.
- Aku? - Ya. Nenek menyuruhku setiap hari.
- Memaksaku. - Ok, kalau begitu, kau...
kau naik ke atas dan gosok gigimu, gadis kecil. Sekarang.
Katakan dengan sungguh-sungguh.
Ok, Aku sungguh-sungguh. Sekarang!
Bagus.
- Kau tersesat? - Tidak, aku...
Aku kira di jalan ini. Aku hanya...
Aku salah jalan.
Kurasa ini di jalan yang lain.
Bukankah itu namanya tersesat?
Ya, normalnya.
Maksudku, bisa saja, tapi bukan sekarang. Aku... tidak tersesat.
Kenapa kau tidak hapal? Setiap hari kau ke sekolah.
Kau tidak tahu rutenya?
Aku tidak menyetir. Aku cuma duduk di belakang.
Jika kau tersesat, bilang saja. Aku tak peduli, Papa.
Ya, aku tersesat.
Kita harus cepat. Mereka semua sudah masuk.
Aku tahu, sayang. Ok, kita sudah sampai. Lihat?
Aku akan terlambat! Mereka semua sudah masuk.
Tidak apa-apa. Bilang saja kakekmu...
- Tersesat? - Ya, kau bisa bilang aku tersesat.
- Itu membuatmu senang? - Ya.
Masuklah.
Aku tidak sanggup mengatakan padanya.
Aku khawatir ada temannya yang akan mengatakan sesuatu padanya.
Aku harus ada di sana saat dia pulang sekolah.
Aku harus katakan padanya.
Tidak apa-apa. Kau akan katakan padanya.
Sementara itu, kami sudah siapkan makanan enak untuk kalian berdua.
Yeah, aku menelepon soal pemakaman.
Aku sudah bicara dengan Pastur Mackley.
Dia menyarankan untuk menghubungimu.
Aku akan siapkan makanan untukmu, Elliott. Masakan instan
untuk kalian berdua.
Ok.
Kau perlu hubungi neneknya? Ibu Reggie?
Apa panggilan dia padanya? "Wee Wee"?
- Nenek Wee Wee? - Yeah.
Kenapa aku harus hubungi dia, Rick?
Maksudku, sungguh, untuk apa kuhubungi mereka?
Tidak ada kaitannya. Ok?
Carol tidak berkaitan dengan mereka.
Jika aku harus... menghubungi seseorang, maka itu adalah putranya yang brengsek
yang tak pernah terdengar kabarnya selama tiga tahun.
Percaya padaku, orang terakhir yang ingin kutemui saat ini
adalah Nenek Wee Wee.
Aku sudah cukup punya... kalian berdua.
Maaf.
Kalian tak perlu lakukan ini, aku bisa...
- aku bisa datang sendiri. - Oh, ayolah.
- Kami ingin bersamamu saat ini. - Sekolah yang cantik.
Kudengar ini salah satu yang terbaik.
- Siapa tadi namamu? - Fay.
Benar.
Kau benar, Fay.
Hey, itu dia.
Hey, kau yakin sudah siap?
Kenapa tidak aku saja yang jemput dia, kami antar dia pulang,
- ceritakan padanya nanti saat kau... - Aku tidak apa-apa. Tenang, Rick.
Fay?
Itu tak akan membantu.
Papa, Andi Jacobson mengajakku ke rumahnya untuk membuat kliping.
Kau mau lakukan itu?
Membuat kliping di rumah Andi Jack... ogym... Johnson?
Tidak. Tapi aku bilang aku akan minta izin dulu padamu.
Ok, kau sudah minta izin dan aku tidak izinkan.
Terima kasih.
Mari duduk di sana sebentar, Eloise.
Aku ingin ceritakan sesuatu.
Kemarin adalah malam yang buruk bagi kita, Eloise.
Nenek Carol meninggal karena kecelakaan.
Kecelakaan mobil.
Seorang pria menabraknya dan...
dia serta beberapa orang lainnya,
semuanya meninggal.
Kau habis minum?
Aku... aku, ya. Itu sebabnya...
Itu sebabnya Rick dan kekasihnya Fudge menunggu di mobil,
karena aku tadi minum.
Aku tak suka saat kau minum.
Aku tahu.
Namanya bukan Fudge.
- Kekasih Rick, namanya bukan Fudge. - Siapa yang bilang Fudge?
- Bukan itu. Kau tadi bilang begitu. - Tidak.
Kau bilang Rick dan kekasihnya, Fudge.
Tidak, aku bilang...
namanya...
- Sesungguhnya aku tak ingat namanya. - Namanya bukan Fudge.
- Aku tahu itu. - Bukan. Tentu saja bukan.
Bukan Fudge.
Aku sangat berduka soal nenekmu, Eloise.
Aku tahu kau sangat mencintainya.
Dan dia juga sangat mencintaimu.
Aku sangat berduka.
- Kau tidak apa-apa, sayang? - Tidak. Aku sangat sedih.
Aku juga, sayang.
Itu hari terburuk dalam hidupku.
Oh... Mm.
Mm-mm. Mm-mm. Peluk aku.
Uh...
Uh...
Elliott, Elliott, Elliott.
Uh.
Setiap kali aku datang kemari,
No comments yet. Be the first to leave one.