The Premise

The Premise

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Premise S01E02 Moment of Silence-DSNP-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝘿𝙞𝙨𝙣𝙚𝙮 𝙃𝙤𝙩𝙨𝙩𝙖𝙧

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-03-08
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 197 lines.

Ini The Premise.

Harap tenang di lokasi.

MENGHENINGKAN CIPTA

Diam, Semuanya.

Jadi, kami sebenarnya tidak membuka lowongan pekerjaan saat ini.

Aku mengerti itu.

Namun, kami akan menyimpan ini...

Aku bisa menjadi advokat yang sangat efektif dan bersemangat untuk hal ini.

Aku yakin itu panggilanku.

Kami sangat menghargai itu.

Aku terlahir untuk melakukan pekerjaan ini.

Aku mengagumi semangat itu.

-Sekali lagi, aku tidak... -Aku pindah kemari demi pekerjaan ini.

Kau pindah kemari?

Untuk pekerjaan yang kau lamar ini? Di bagian Humas?

Ya, Bu.

Meski kau tidak punya pengalaman Humas sebelumnya?

Ya, Bu.

Apa kau menyelidikiku?

Tolong,

cari saja namaku.

Baiklah.

Baiklah.

Baiklah, aku...

Maafkan aku.

-Bisa permisi sebentar? -Tentu saja.

Aku...

Aku akan segera kembali.

-Terima kasih. -Terima kasih. Hanya...

Selamat bergabung.

Hei. Orang baru. Chase, bukan?

Kurasa kau butuh teman.

Aaron? Keanggotaan. Kau orang Humas yang baru, bukan?

Artinya kita di lantai yang sama.

Juga pemandu wisata yang ditunjuk sendiri di sekitar sini.

Ayo, aku akan mengajakmu berkeliling,

menunjukkan siapa yang harus dihindari, semua hal menyenangkan.

-Kau sudah bertemu semua departemen? -Belum.

Sudah pernah turun ke kantin? Mengambil Yoo-hoo?

Kurasa belum.

Semuanya, ini Chase. Dia pria yang sangat baik.

Lihat aku. Aku melakukan humas untuk pria Humas. Kau mencatat, Chase?

Hei, Marco. Chase.

Maaf aku melewatkan acara masaknya.

Hei, aku ingin kau bertemu mereka. Akuntansi, sapalah Chase.

-Hei, Chase! -Hei, Pamela.

-Hei, Matt, sapalah Chase. -Hei.

-Kau sudah tunjukkan rubanahnya? -Kami menuju ke sana sekarang.

Baiklah. Selamat datang, Chase.

Sial.

Lihat dirimu!

-Silakan. -Terima kasih.

Hei, apa rencanamu akhir pekan ini? Call to Action baru sudah keluar.

Aku mendapatkannya semalam.

Aku kalah. Bagus, aku akan datang besok. Mari kita bermain.

Tempatku belum siap.

Apa yang harus disiapkan? Kau punya Call to Action.

Percayalah, aku harus kabur dari keluargaku.

Ini akan seperti menginap di hotel bintang lima.

Entahlah.

Yang benar saja.

Kau tak punya teman.

Kau jelas tidak ada kegiatan di akhir pekan.

Aku? Aku akan datang besok. Lalu kau?

Kau akan bermain gim video dengan rekan kerjamu

seperti pria lajang kesepian di pekerjaan baru seperti seharusnya.

-Sampai jumpa. -Ya.

Bung, gim ini baru keluar sehari.

Kurang lebih sama dengan yang terakhir.

Ya, berapa kau membayar untuk permainan sebelumnya?

PERMAINAN BERAKHIR

Bung, apartemenmu sangat menyedihkan.

Namun, itu hanya karena kau kalah.

Sekitar 10 persen karena kekalahan.

Ayo.

Ya, aku sudah di sini selama 10 tahun.

Pekerjaan pertama dan satu-satunya. Tempat kedua yang kulamar.

Apa yang pertama?

Biro Alkohol, Tembakau dan Senjata Api.

Tiga hal favoritku.

Seharusnya tak kukatakan saat wawancara.

NGL itu penting bagiku.

Kenapa?

Aku tumbuh di keluarga penggemar senjata besar.

Kami semua masih sangat dekat.

Ayahku akan pergi berburu selama tiga minggu.

Ada sesuatu yang primitif tentang itu.

Ayahmu pergi ke hutan, kembali dengan membawa makanan untuk keluarga.

Kau pernah makan dendeng rusa?

-Tidak. -Biar kuberi tahu sesuatu.

Itu yang terburuk.

Ada alasan kenapa orang memelihara sapi.

Namun, beliau akan memenuhi sepen dengan itu. Itu terdengar keren. Benar.

Hanya terpikir olehku saat dewasa, "Tunggu, itu payah."

Jika kau mengagumi orang tuamu,

kau hanya menyukai apa yang mereka sukai,

tanpa mempertanyakannya.

Ikatan orang tua seperti itu, tak ada yang bisa mematahkannya.

Seperti apa rasanya kehilangan anak?

Rasanya...

Kau orang pertama yang menanyakan itu.

-Aku... -Tidak, tidak apa-apa.

Kau tak perlu menjawabnya.

Kurasa itu jawabanku.

Kau pernah menggigit kelinci?

Cokelat kelinci Paskah, saat kau masih kecil?

Aku memimpikan dia.

Kami bersama saat Paskah dan kami

menggigit kelinci itu.

Namun, itu berongga, jadi...

Aku tak yakin bahwa...

Aku tak yakin itu masuk akal, tapi begitulah...

Itu sangat masuk akal.

Aku senang kau di sini.

Aku akan memberikan apa pun agar kau tak berada di sini, tapi...

Orang-orang akan melihatmu.

Mereka akan mendengarkanmu.

Kau bisa memiliki dampak yang sangat besar.

Hei, itu idenya, bukan? Itu sebabnya aku di sini.

Humas adalah kurang penting bagi kebanyakan perusahaan,

tapi itu penting bagi kita.

Kau tahu pepatah lama, "Pena lebih kuat daripada pedang."

Pedangnya sudah cukup banyak berubah sejak mereka menciptakan itu.

Begitu juga penanya.

Jadi,...

berikan argumen terbaikmu.

Pertama, aku tidak akan memulai dengan apa pun

yang sudah kau lihat di stiker slogan.

Senjata tidak membunuh orang, orang membunuh orang.

Tidak, aku akan bertemu pihak lain

dan aku akan melakukannya di wilayah mereka.

Aku akan mulai dengan nilai mereka.

Aku akan menatap mata mereka dan bertanya,

Apa kalian peduli dengan risiko pemerintah otoriter atau fasis?

Atau kau sungguh tidak masalah tinggal di negara

saat hanya polisi dan militer saja yang punya akses persenjataan?

Bagaimana dengan kesehatan mental? Kau percaya itu masalah pribadi?

Apa kau yakin hal itu harus dilindungi dari diskriminasi?

Atau kau baik-baik saja dan menurutmu adil

bahwa pemerintah yang memutuskan siapa yang waras dan tidak?

Lalu memberikan hak berbeda kepada orang yang berbeda?

Bagaimana dengan bias polisi?

Dalam sejarah negara ini, apa kita pernah memakai UU narkoba

sebagai alasan yang tak adil

untuk menuntut dan memenjarakan kaum minoritas secara tak proporsional?

Kini menurutmu bijak jika kita menambahkan hukum serupa

yang akan memberi pengadilan hak untuk memenjarakan lebih banyak orang

dengan cara yang sama persis?

Bagaimana dengan pertanian pabrik?

Apa kita cukup memercayainya untuk menghapus hak individu

untuk berpartisipasi langsung dalam rantai makanan?

Jika hal ini membuatmu khawatir, jika itu mengganggumu,

kau tak bisa memperdebatkan hukum senjata lagi.

Ya.

Maka aku akan menjadikannya masalah pribadi.

Aku bertanya pada mereka, "Apa yang akan kau lakukan

jika ada ancaman terhadapmu, terhadap keluargamu?

Jika kau tahu pasti bahwa seseorang sedang dalam perjalanan

untuk membunuhmu, membunuh anak-anakmu,

apa yang paling kau inginkan di dunia ini?

Apakah kau ingin RUU lain? Legislatif negara bagianmu?

Atau kau menginginkan pistol di tanganmu?

Baiklah. Ini bagian yang sulit.

Bisakah kau membuat kasus untuk pihak lain?

Makin banyak senjata, makin banyak kematian senjata.

Di seluruh dunia, ini korelasi satu untuk satu.

Makin dekat pistol dengan orang tercintamu makin besar nyawa mereka dalam bahaya.

Titik. Itu fakta.

Kau pikir jika ada benda yang terikat langsung

pada kematian orang tidak bersalah yang tidak akan kita perdebatkan

dan kau tahu? Kau setengah benar.

Itu bukan diperdebatkan. Itu diabaikan.

Lalu jika aku membantah tentang alasan lain?

Pengaruh kekerasan di media massa, kesehatan mental.

Menurutku itu bukan argumen, itu gangguan.

Dibuktikan oleh fakta bahwa setelah penembakan massal,

orang yang membuat argumen itu, mereka tak pernah benar-benar mengejarnya.

Dengar, aku memainkan gim video penuh kekerasan. Apa aku sebuah ancaman?

Putriku direnggut dariku, jadi, apa aku masih waras?

Bagus.

Jauh lebih banyak orang di negara ini yang suka es krim daripada senjata, bukan?

Namun, bagaimana jika orang memakai es krim

untuk secara kejam membunuh

lebih dari 30.000 warga Amerika tak bersalah setiap tahun?

Aku jamin kita akan menutup setiap gerai Dairy Queen di negara ini.

Kita akan melakukannya dalam semalam. Kau tahu? Itu akan mudah. Kenapa?

Tidak ada Lobi Es Krim Nasional.

Kita berada di NGL, bukan?

Titik nol dari Amandemen Kedua.

Kita punya kebijakan diizinkan membawa senjata di seluruh gedung ini.

Ada penjaga bersenjata di pintu depan. Ada lapangan tembak di basemen.

Jika kita percaya diri, kita di tempat teraman di dunia, bukan?

Apa yang akan menghentikan orang gila?

Seseorang yang bertekad membuat pernyataan,

seseorang yang tidak takut kehilangan apa pun.

Untuk menyusup ke kantor ini dan menembaki tempat ini.

Pikirkanlah.

The Premise subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Premise

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left