The first 200 lines.
"Sim Jung Woo, 25 tahun"
"Janda menantu raja dan seorang inspektur"
Alasan aku menulis permohonan untuk menikahi seorang tuan putri
adalah aku tidak berada di pemerintahan
akan menyia-nyiakan sumber daya untuk Joseon.
Seperti yang dinyatakan dalam banding, gaya hidupku adalah
gaya hidup seorang cendekiawan.
"Jangakwon"
Selain studiku, aku juga
rajin dalam menguasai seni.
Luar biasa.
Hanya setelah enam bulan,
kamu sudah mengimbangi kemampuanku.
Tapi kita tidak setara.
Kamu bilang dasar-dasar daegeum adalah
memainkannya sesuai ketukan dan mengendalikan napasmu.
Bagian terbaiknya adalah
memainkannya dengan warnamu sendiri, bukan?
Benar.
Namun, penampilanmu kurang warna pribadi.
Bagaimana bisa membandingkan dirimu dengan pemain sempurna sepertiku?
Sepertinya tidak ada lagi yang bisa kupelajari di sini.
Aku tidak akan kembali lagi.
"Dohwaseo"
Seolah-olah sinar matahari mengintip melalui kertas.
Lukisanmu ceria.
Jangan duduk di dalam ruangan
dan hanya menggambar dari imajinasimu.
Cobalah keluar dan gambarkan cahaya dan pemandangan Joseon.
Tapi akan sulit mengikuti paradigma baru ini.
Semoga sukses.
Kurasa harus lebih rendah. Haruskah aku mencobanya?
Dia selamat.
Apa tidak panas?
Aku baik-baik saja.
- Biar kudinginkan. - Astaga, aku baik-baik saja.
Hei!
Astaga, ini membuatku stres.
Aku mengajarimu bertahun-tahun,
dan kamu tidak bisa memasukkan jarum.
Bagaimana kamu bisa pandai berkencan tanpa diajari?
Apa boleh buat.
Kencan hanya untuk orang rendahan dan bodoh
yang tidak bisa mengendalikan perasaan mereka.
Kenapa kamu mencoba belajar pengobatan padahal itu amat hina?
Mungkinkah kamu mencoba mencari penyebab kejadian
delapan tahun lalu?
Tidak.
Tidak ada tabib di Joseon
yang bisa mengobati nyeri dada kronisku.
Jadi, aku mencoba mencari obatnya sendiri.
"Episode Dua: Firasat Buruk Tidak Pernah Salah"
Berikan racun itu ke pengkhianat ini sekarang juga!
Baik, Yang Mulia.
Yang Mulia, ini hukuman yang tidak adil.
Ini tidak adil.
Jika menurutmu itu tidak adil, haruskah kuberi kesempatan lagi?
Membuat Putra Mahkota menikah itu mudah.
Pernikahan Putra Mahkota
dihentikan karena para perawan tua dan bujangan.
Jika kita singkirkan para perawan tua, semuanya beres.
Begitu rupanya.
Bahkan raja sebelumnya, dan raja sebelumnya lagi,
serta raja sebelumnya yang jauh sebelum dia tidak bisa menyelesaikan
masalah perawan tua dan bujangan.
Aku hanya perlu menyelesaikannya dalam dua bulan, bukan?
Dasar kamu...
Semua orang di Joseon tahu
kita tidak bisa segera menyelesaikannya.
Jadikan contoh perawan tua
dengan menikahkan mereka ke bujangan tua.
Melalui ini,
umumkan minat kerajaan pada isu perawan tua dan bujangan.
Saat Anda melaksanakan pernikahan putra mahkota,
tidak ada yang bisa menghentikannya.
Dia hanya menyarankan hiasan.
Kenapa kamu mengangguk?
Jika Anda terus memperhatikan masalah ini,
ini bukan sekadar hiasan.
Anda tidak akan membiarkan masalah ini berlanjut, bukan?
Apa?
Ya?
Tentu saja tidak.
Namun, ide contoh perawan tua
terlalu abstrak, bukan?
Yang Mulia!
Ada perawan tua yang terlintas di benakku.
- Benarkah? - Ya, Yang Mulia.
Ketiga putri Maeng Sang Chun di Lembah Gunung Nam adalah
perawan tua.
- Ketiga putri Maeng Sang Chun? - Ya.
Dia... Namanya terdengar tidak asing.
Ya, dia teman bermain Anda saat Anda menjadi putra mahkota.
Aku mengenalnya.
Benar. Dia suka belajar.
Apa itu lima tahun lalu? Kudengar dia sudah meninggal.
Bagaimana bisa ketiga putrinya masih belum menikah?
Aku tidak tahu detailnya.
Tapi tidak biasanya ketiga saudari itu tidak menikah.
Jadi, orang-orang menyebut mereka
Wanita Tua Lembah Gunung Nam.
Melihat bagaimana rumor itu sampai kepadaku,
kurasa mereka perawan tua sempurna
yang disebutkan Tuan Gyeongunjae.
Tapi aku raja bangsa ini.
Jika aku membantu para saudari itu saja,
orang mungkin mengkritik keadilanku.
Itu...
- Aku mengerti. - Kamu mengerti?
Ya.
- Begini... - Keyakinan di antara teman!
Ini bukan hanya satu, tapi ketiga putri teman Anda.
Jika membiarkan mereka tetap menjadi perawan tua,
Anda bertentangan dengan moral Anda.
Yang Mulia punya alasan lebih dari cukup
untuk membantu para wanita itu.
- Dia pintar. - Ya.
Kalau begitu, Jung Woo. Kamu harus menikahkan ketiga
putri Maeng Terpelajar dalam dua bulan.
Apa? Bagaimana aku bisa menikahkan mereka?
Aku sudah membaca semua permohonanmu.
Kedengarannya di Joseon,
kamu yang paling tahu tentang arti dan proses pernikahan.
Jika kamu berhasil,
aku akan meninjau banding ini dengan pikiran terbuka.
Tapi jika kamu gagal,
aku akan menuntutmu atas penghinaan terhadap takhta.
Kamu harus meminum racun ini.
Amankan racun ini.
"Sim Jung Woo"
"Gwanghwamun"
Tuan!
Mereka menyebutmu pengkhianat?
Bagaimana ini bisa terjadi?
O Bong.
Aku akhirnya melihat jalan untuk masuk ke pemerintahan.
Apa Yang Mulia menerima permohonanmu?
Belum.
Tapi kesepakatannya sudah beres.
Aku bakat paling luar biasa di Joseon.
Perjodohan itu mudah.
Jika dia berhasil,
Anda akan membatalkan pernikahan Tuan Gyeongunjae?
Itu konyol.
Putriku sudah cukup menyedihkan karena mati di usia muda.
Aku tidak bisa membiarkannya sebagai hantu lajang.
Mengetahui bahwa aku tidak akan menemuimu setelah kamu menikah
membuat hatiku berat.
Nona.
Kita bisa bersama selamanya.
Jika minum ini,
kita akan tidur abadi tanpa rasa sakit.
Baiklah, Tuan Muda.
Kalian berdua sudah gila?
Apa?
Apa yang akan terjadi jika aku tidak di sini?
Nona Yeoju?
Tolong rahasiakan ini dari ibuku.
Untuk seseorang yang berencana mati,
kamu takut pada ibumu?
Aku berharap kekasihmu
akan mulia.
Tapi dia terlalu mulia.
Nona, siapa ini?
Tuan Muda Kim Ho, putra kedua kepala sekretaris kerajaan.
Itu kamu, bukan?
Nona, saat kamu bilang bisa menduga pasangan seseorang,
maksudmu kamu bisa mengetahui
keluarga orang itu dan bahkan nama mereka dari penampilan?
Tentu saja,
aku tidak tahu nama orang itu.
Tapi dia berpakaian seperti putra pejabat tinggi.
Seperti dugaanku, dia kaya karena sering datang
ke penggilingan terbesar di kota,
aku melihat tanda pengenal yang jatuh ke lantai.
Jika dia putra kepala sekretaris kerajaan,
bukankah dia jauh di atas level wanita muda itu?
Itulah masalahnya.
Sekaya apa pun keluarga Pejabat Hong,
Kepala Sekretaris Kerajaan akan anggap mereka orang tidak berkelas.
Dia tidak akan membiarkan mereka menikah.
Namun, bukan aku yang menyerah untuk menikahkan
pasangan yang serasi.
Kenapa kamu berusaha begitu keras?
Apa?
Kamu tidak akan menghasilkan lebih banyak uang
dengan menikahkan pasangan yang baik untuk satu sama lain.
Tapi kamu selalu bekerja terlalu keras.
Karena itu acara sekali seumur hidup.
Wanita dari keluarga bangsawan hanya bisa menikah sekali.
Itu sebabnya dia harus menikahi
seseorang yang ditakdirkan bersamanya.
Pernikahan adalah menggabungkan kekuatan dua keluarga
untuk melayani leluhur mereka
dan meneruskan garis keturunan keluarga mereka.
Tapi bukankah seharusnya kamu menemui wanita yang kamu nikahkan?
Aku sudah menulis permohonan soal pernikahan selama delapan tahun.
Aku tahu semua yang perlu diketahui tentang adat pernikahan.
Menurut tradisi, proses pernikahan dimulai
saat dua keluarga berkumpul dengan makcomblang
No comments yet. Be the first to leave one.