The first 200 lines.
Tuhan terkadang tidak adil.
Bagi orang-orang yang tak ingin buat masalah, tak pernah mengejar hidup mewah,
dan hanya ingin hidup tenang,
...suatu waktu, kemalangan pasti tetap akan menimpa mereka.
Ah! Ah!
Hentikan!
Tidak, hentikan!
Wah!
Selain bunuh diri,
kami juga mengurus rumah bekas terjadinya pembunuhan.
Kemudian penghuni berikutnya biasa diberitau soal fakta yang sebenarnya.
Eh?
Kalau mereka diberitau soal itu,
bukannya tak ada lagi yang akan mau tinggal disana?
Tapi, kewajiban untuk menjelaskannya,
sebenarnya....
Tak ada aturan harus berapa lama dan berapa kali dijelaskan...
soal masalah itu.
Begitu ya.
Kami yang atur semuanya...
dan membiarkan mereka tinggal lebih dulu.
Tunggu sampai waktu yang tepat, dan mereka akan pindah dari rumah itu.
Rumah bekas terjadinya kasus itu "dibersihkan" dan berubah jadi rumah biasa lagi.
Tidak perlu cemas.
Pencucian uang istilahnya Money Laundering.
Tapi dalam bisnis kami,
pekerjaan pencucian rumah ini disebut Room Laundering.
ROOM LAUNDERING ~ Sub indo by ch4nk-san ~
Kuncinya kutaruh disini ya.
Barang-barangmu akan dikirimkan nanti.
Di kamar mandi itu...
...bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya.
Ada apa?
Oh.
Sakura.
Jalan dulu ya.
Berhati-hatilah agar tetangga tak curiga ya.
Uang buatmu... ambil besok di tempatku.
Kehidupan keluargaku sangat berantakan.
Saat usiaku 5 tahun, ayahku meninggal karena kecelakaan.
Nanti Ibu datang jemput kamu lagi.
Maaf ya.
Ya.
Miko.
Nenek~
Pada tahun berikutnya,
setelah meninggalkanku dengan lampu bebek hadiah ulang tahunku,
Ibuku menghilang.
Miko.
Ayo pergi.
Sejak saat itu, aku selalu sendirian.
Seolah-olah dunia bersembunyi dariku.
Nenek yang merawatku setelahnya,
juga meninggal saat usiaku 18 tahun.
Kenapa hanya aku yang ditakdirkan hidup sendirian?
Kenapa...
Hanya aku yang menderita seperti ini?
Hanya itu yang selalu ada di pikiranku.
Oi, wanita tua sialan!
Siapa yang mengijinkanmu meninggal lebih dulu?
Dasar wanita tak berguna!
Jangan nangis!
Tertawalah!
Mulai sekarang, aku yang akan menjagamu.
Eh?
Aku baru saja putuskan.
Ayo pergi.
"So! Good Bye!" ?
Satu kamar tidur + dapur 40.000 yen bunuh diri
Goro-san benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan orang..
Ini mau ditaruh dimana?
Ah, baik.
Selesai juga.
Ah, melelahkan.
Ah... Ehm...
Tenggorokanku...
rasanya kering nih...
Haus banget ya..
Ok, aku balik dulu ya.
Sampai nanti.
Eh?
Masih seperti itu juga ya?
Sweet and Sour Pork ya...
Sup nya tanpa daun bawang kan?
Satu set makanan seperti biasa.
Eh?
Kau bisa melihatku?
Seperti apa poseku sekarang?
Ah, maaf maaf...
Oi!
Ngomong-ngomong,
apa kau tak takut melihatku?
Kau tak terganggu tinggal di rumah bekas orang bunuh diri?
Kenapa kau mau tinggal disini?
Ini sudah rumah keempat jadi bukan masalah.
Ah~
Begitu ya...
Aku juga baru saja meninggal, dan situasi disini begitu tidak jelas.
Kenapa kamu tak pergi ke langit?
Itu...
Aku masih mau sedikit bernostagia.
Apa kamu mau dengar?
Tidak sama sekali.
Aku mau tidur.
Eh~
- Apa Orang ini bisa dipercaya? - Ya.
Jangan menilai orang dari penampilannya.
Hanya ini satu-satunya cara. - Baik.
Jika kau tak setuju, kau bisa kembali ke negaramu loh.
- Kamu tak masalah dengan ini? - Ya.
Berdirilah disana.
Siap ya...
2 hari lagi, kuberikan KTP mu dengan bayaran 100.000 yen.
Berikutnya.
Kau tinggi juga.
Siap ya.
Ok.
Ayo..
Woah
Jadi kamu sudah datang?
Kamu tak bisa bilang, "selamat siang" dulu apa?
Baik, ini dia...
Isi ini.
Bagaimana rumah kali ini?
Beneran ada ya?
Ya, laki-laki.
Baru saja meninggal, pria Punk?
Begitu ya. - Ya.
Oh, selamat datang.
Goro-chan, terima kasih yang terakhir kali ya.
Tidak tidak.
Ada seseorang yang mau kuperkenalkan padamu.
Ya.
Silahkan.
Nama saya Saruwatari.
Saya dengar tempat ini adalah Room Laundering terbaik yang ada di Tokyo.
Tidak, tidak...
Silahkan diterima ini
- Duh, maaf ya merepotkan. - Tidak.
Ah...
Dia pegawai part-time kami disini, Yakumo Miko.
Gadis ini?
Apa dia juga biasa mengerjakan proyek lain?
Tidak, tidak, aku tak bisa serahkan padanya.
Goro-chan, ada yang yang ingin kami diskusikan denganmu.
Benar... - Kamu ada waktu?
Ah~
Miko...
Aku tak tau berapa lama, mungkin kamu pulang saja dulu.
Ambil uang ini.
Tidak, anu...
Aku kemari juga mau tanya sesuatu padamu.
Lain kali saja ya.
Kunci saja pintunya, lalu taruh di kotak pos.
Baik, ayo pergi. - Ayo.
(Dilarang masuk di sini. Kami sama sekali tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan, masalah, atau lainnya di sini.)
Hagumu~
Hagumu~ kamu ada dimana?
Masih berwajah kusut seperti biasa, Miko.
Berisik, bodoh~
Wah~
Ada sake.
Sial, aku benar-benar pengen minum.
Aku juga mau ngerokok.
Ciuman dan juga ngeXX sama wanita.
Apa?
Selain "Obake", burung gagak juga bisa melihatku.
Aku tak suka panggilan itu.
Mau gimana lagi, kan.
Soalnya kamu selalu duduk di pojokan.
Makanya kamu dipanggil "obake".
Dan sekarang, kamu benar- benar bisa melihat hantu...
ironis sekali, ya.
Kemampuan bisa melihat hantu ini...
Aku tak menginginkannya.
Eh~ Jangan bilang seperti itu.
Cuma kamu yang tak menyangkal keberadaanku.
Ibuku menelantarkanku.
Mungkin karena kemampuan yang membosankan ini.
Tidak, masih belum pasti dia menelantarkanmu kan.
Belum pasti ya...
(Aku tidak akan menjualnya dan membiarkanmu membangun, aku menentang konstruksi mansion besar)
Berhentilah datang kemari setiap hari...
Kalau tak berhenti juga, aku takkan segan-segan pada kalian.
Aku takkan menyerah meski kalian berbuat apa saja.
Segeralah pindah dari sana!
Kami akan bangun mansion disana!
Datang lagi besok ya!
Datang lagi besok ya. Mengerti!
Hei...
Tak boleh bawa hewan piaraan di apartemen ini.
Dilarang komunikasi dengan tetangga.
Sudah waktunya makan malam ya, Miko.
Jangan seenaknya memanggil namaku.
Wine, wine, wine, wine..
Ini Denshu kan.
Sangat susah dapat ini.
Dari mana kau dapat wine seperti ini?
Sudah lama sekali ya...
Aku sering minum ini saat masih di Aomori.
No comments yet. Be the first to leave one.