The first 200 lines.
Ibu dan ayah mengirim pesan video padaku di komputerku.
Judulnya adalah "Hasil Ujian Kedua Mutta."
Kita semua bisa menonton bersama di sini.
Aku Mutta Nanba, tiga puluh dua tahun.
Berkat kecerdasan dan kemampuanku, aku lolos di ujian seleski astronot JAXA babak kedua.
Anda lulus ujian kedua.
Dan sekarang,
akhirnya waktu ujian ketiga tiba.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ah
Berbeda dari biasanya, Feel So Good
Aku tak tahu apa yang terjadi
Feel So Good
Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi di sekitarku
Tak ada yang membuatku tertarik
Penuh tanda tanya
Feel So Moon
Ku berdansa denganmu di gurun yang bercahayakan sinar rembulan
Aku takkan kalah pada kelinci dan terbang tinggi
Aku akan terbang tinggi
#10 Bus yang Berjalan
#10 Bus yang Berjalan
Dasar.
Padahal anaknya mau menghadapi ujian yang bisa mengubah total hidupnya.
Camilan
Kenji punya tanggung jawab.
Itu berarti dia harus berpikir dua kali
apa dia diminta untuk membahayakan hidupnya atau tidak.
Serika punya tujuan yang kuat.
Tujuannya sangat penting.
Sementara aku?
Apa aku punya alasan?
Harusnya aku tak hura-hura sementara tak punya alasan.
Aku berhasil masuk ujian ketiga karena menjadi astronot adalah impianku.
Benarkah itu saja sudah cukup?
Tak apa-apa.
Sudah kuduga Bibi akan bilang begitu.
Astronot itu punya peran yang berbeda-beda.
Tapi kebanyakan dimulai dengan alasan yang sama.
Mau mereka dibawa oleh keingintahuan ataupun inspirasi,
mereka dulunya adalah anak kecil yang memiliki mimpi, sama sepertimu.
Ini, sudah siap.
Bibi yakin kalau Serika
punya nada dering Star Wars.
Masa, sih?
Setelah kau menjadi astronot, kau bisa temukan alasanmu.
Tasnya besar sekali.
Untuk ujian ketiga, katanya kami akan ke luar selama dua minggu.
Ya sudah, aku berangkat, Bibi Sharon.
Kenapa?
Tidak, Bibi hanya merasa...
Pasti ini rasanya mengantarkan anak.
Memang benar.
Bibi itu lebih keibuan ketimbang ibuku sendiri.
Waktu aku pergi dari rumah tadi pagi saja, ibu masih tidur.
Hati-hati.
Aku berangkat!
Sudah dua puluh tahun.
Eh? Siapa, ya?
Eh, salam kenal.
Kami dengar ada teleskop di sini, jadi kami ke sini.
Apa?
Kata orang, rumah ini berhantu.
Diam kau, Hibito!
Eh...
Bolehkah kami melihat bulan secara dekat seperti di gambar ini?
Silakan masuk.
Bibi kagum kalian jalan melewati hutan untuk sampai ke sini.
Kalian tak takut?
Sangat menyeramkan!
Hah? Ini bukan rumah hantu, ya?
"Setelah kau menjadi astronot, kau bisa temukan alasanmu"?
Untung aku mampir dulu sebelum ikut ujian ketiga.
Bibi Sharon memang selalu membantu menjernihkan otakku.
Ujian Ketiga Orientasi
Aku juga.
Senangnya.
Aku yang senang.
Tiga belas, empat belas, lima belas.
Ada lima belas orang di sini!
Ada apa ini?
Kukira mereka hanya memilih delapan orang untuk ujian ketiga.
Tadinya kukira juga begitu.
Terakhir kali, hanya ada delapan orang.
Tapi kenapa mereka tetap menahan kita di sini selama dua minggu?
Kakaknya Hibito Nanba, ya?
Nanba, Makabe.
Oh, Seri...
I-Itou.
Hei.
Akhirnya ujian ketiga tiba juga.
Ayo kita berusaha.
Ya.
Te-Tentu.
Ya sudah, sampai nanti.
Tak masalah seperti apapun ujiannya.
Kalau aku bisa bersama Serika,
tak apa.
Sepertinya mereka mau mulai, Mu.
Baiklah, aku mau berterima kasih pada kalian karena sudah hadir untuk ikut ujian ketiga meski sedang sibuk.
Kali ini, kami akan memilih beberapa astronot
dari lima belas orang yang ada di sini.
Hah?
Apa?
Sepertinya pernah lihat.
Selanjutnya, kami akan adakan perkenalan singkat
dari Direktur Nasuda.
Oh!
Apa kau sudah temukan hal baru tentang dirimu belakangan ini?
Di-Dia direktur yang itu?
Aku mau menyambut kalian semua di JAXA.
Seperti yang sudah kalian dengar, aku Nasuda.
Kalau begitu, mari kita mulai ujian ketiganya!
Sekarang?
Mulai!
Apa maksudnya itu?
Baiklah, semuanya!
Kita akan pergi sekarang,
jadi silakan masuk ke dalam bus yang ada di luar!
Pergi?
Kita mau ke mana?
Bukankah ujiannya diadakan di sini?
Perjalanannya akan panjang.
Jadi gunakanlah kamar kecil selagi bisa.
Hei, Kenji.
Aku belum persiapan naik bus.
Untungnya aku bawa camilan.
Baiklah, silakan masuk ke bus!
Hampir mirip seperti wisata, ya?
Bukan, Mu.
Sepertinya tak seperti itu.
Bus apaan ini?
Semuanya, silakan masuk.
Silakan simpan barang bawaan yang besar di bawah.
Tinggalkan juga ponsel dan jam di depan.
Ini aneh.
Mereka tak mau kita melihat pemandangannya.
Kurasa kita mau ke tempat yang rahasia.
Agak menakutkan, ya?
Hei, Mu, apa kau sadar?
Hmm?
Ya.
Aku kaget sebentar waktu masuk ke dalam.
Oh, begitu.
Kau selalu saja jeli.
Tak kusangka ujian JAXA akan seperti ini.
Setiap kursi dimonitori oleh kamera.
Aku tahu apa yang terjadi.
Sopir bus itu
botak!
Harusnya tak perlu khawatir.
Benarkah?
Kau tenang sekali.
Baiklah, semuanya sudah ada di dalam sekarang.
Kalau begitu, kita berangkat.
Kita takkan bisa melihat apa-apa yang ada di luar.
Oh, aku tahu.
Serika.
Mulai!
Saat itulah
ujian ketiganya dimulai.
Apa mereka sudah menyadari kameranya?
Apa yang mau mereka lihat dari kami di bus ini?
Anu, maaf.
Kapan kita akan sampai tujuannya?
Kami belum diberi tahu mau pergi ke mana.
Aku tak bisa bilang.
Saat kalian lihat bus ini, harusnya kalian sudah sadar.
Kita ini sedang menuju tempat fasilitas rahasia.
Kami tak bisa berikan informasi apa pun yang bisa menggambarkan lokasinya.
Itu sebabnya kami minta
kalian menyerahkan ponsel dan jam kalian tadi.
Memang siapa yang perduli di mana tempatnya?
Fasilitas itu pasti sangat khusus kalau mereka sampai sehati-hati ini.
Hei, mau sampai kapan kita ada di bus ini?
Bisa-bisa selamanya.
Aku mana tahu.
Lagi pula, baru juga satu jam.
Hei, Teshima.
Jangan sentak-sentakkan kakimu.
Mengganggu.
Amarahmu itu disaksikan
oleh juri-juri di balik kamera-kamera itu.
Sekarang, semuanya.
Kita akan memulai pembauran.
Ini adalah kotak yang berisikan nomor kursi.
Masing-masing dari kalian ambil satu, lalu duduk di kursi yang sudah ditandai.
Kalian akan habiskan waktu 10 menit
untuk berbicara dengan orang di sebelah kalian.
Tapi ada nomor yang aneh,
jadi nanti satu orang harus menunggu selama 10 menit.
Semoga di sebelah Serika! Semoga di sebelah Serika!
Semoga di sebelah Serika.
Mu, giliranmu.
Nah!
Sekarang, bisa kalian pindah ke tempat duduk kalian?
Dan dimulai...
Sekarang.
Salam kenal, Mutta Nanba.
No comments yet. Be the first to leave one.