The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Geralt!
Aku hanya ke pasar, Yen.
Penghasilanku lebih banyak karena tamanmu.
Aku tak sabar menua bersamamu.
Kau, aku, dan dia.
Keluarga idaman kita.
Mimpi yang indah.
Geralt!
Berikan dia padaku.
Dia putri kami .
Sial.
Jangan sentuh aku.
Jangan sentuh aku.
Bangunlah.
Jangan sentuh aku!
Kita menjauh dari Cintra.
Sial.
Akhirnya, respons yang jujur.
Kita sama-sama terjebak.
Siapa tahu mungkin kita bisa berteman lagi.
Kita akan selamat.
Aku punya keyakinan.
Lupakan keyakinan. Kita punya kekuatan.
Awasi mereka.
Ke mana kalian membawa kami?
Aku warga Nilfgaard.
Prajurit yang kalian bunuh adalah warga Nilfgaard.
Istredd pernah membicarakan ini.
Tempat ini seperti Aretuza.
Dibangun kaum elf untuk menghormati para nabi.
Kau membakar mereka di awal perang.
Lebih baik ditelan masa daripada dikuasai manusia.
- Aku tak pernah melihat elf sebanyak ini. - Aku harus menemuinya.
Aku datang membawa hadiah.
Tempat apa ini?
Tetap di belakangku.
Tutup mulutmu.
Nilfgaard bertarung dengan Kerajaan Utara, bukan dengan elf.
Bebaskan kami.
Kami berjanji memberimu…
Kau bilang hadiah.
Tawanan. Manusia…
Seharusnya kau menggantung mayat mereka di dekat sini.
Mereka bisa berguna.
Ini hutan manusia.
Ini hutan kita.
Yang ini didimeritium?
Yang ini tawanan Nilfgaard.
Aku juga seorang elf.
Inikah caramu memperlakukan kaummu sendiri?
Kau menyanyikan lagu kami?
Apa kau menghormati tetua kami?
Pernahkah kau menangisi sesuatu tentang elf?
Kau bukan elf.
- Gantung mereka. - Kita sudah lama menggali di sini.
Makin lama kita berisiko ditemukan.
Kau bukan pemimpin kita lagi, Filavandrel.
Atau apakah Jubah Putih itu mengunjungi mimpimu juga?
Aku berusaha semampuku untuk menjagamu.
Begitu menemukan yang kita cari,
kita kirim kepala mereka ke Aretuza sebagai pengingat kejayaan elf.
Kita hampir sampai.
Ini rumahmu?
Ada berapa banyak kau bilang?
Aku tak bilang.
Terakhir kuperiksa,
kami 20 orang.
Sekarang?
Mungkin kurang.
Yakin kita aman di sini?
Terus jalan.
Lambchop.
Masalah datang!
Dari mana saja kau?
Kami pikir kau tersesat.
Atau dibunuh.
Belum.
Maaf.
Saudaraku!
Dia kembali.
- Seharusnya tahu saat kau masuk. - Dia kembali.
Akhirnya, Saudaraku.
Serigala.
Kau pulang.
Akhirnya.
Vesemir.
Ya.
Aku harus mampir.
Dia pulang!
Itu baru temanku!
Jadi,
aku di sana,
membeku di tengah ladang gandum
dua malam berturut-turut,
saat istri petani menyelinap keluar
untuk bilang bahwa aku membuang waktuku.
Bukanlah monster mora
yang dilihat suaminya keluar dari kamar itu,
bukan.
Ternyata itu buruh tani!
Kini dia meratap, "Apa yang akan kita lakukan?"
"Suamiku tak akan membayarmu jika kau tak mengantar kepala mora!"
Aku menarik pedangku dan berkata,
"Dia pasti akan membayar dua kali lipat untuk kepala buruh tani itu."
Dasar Lambchop.
Dia kembali membawa dua kuda dan karpet bulu.
Pekerjaan terbaik sepanjang tahun.
Kehadiran kalian semua pantas dirayakan.
Kalian aman.
Kalian kembali.
Kalian pulang.
- Ya. - Setuju!
Ini untuk musim dingin bersama.
- Ya. - Benar.
Untuk bisa bernapas.
Setuju!
Untuk saudara-saudara.
Saudara-saudara!
Untuk lupa Jalur!
Untuk satu malam.
Siapa yang siap?
Eskel!
Kau baik-baik saja?
Kau tampak berantakan.
Kau harus lihat lawanku.
Pertarungan selama enam jam.
Aku nyaris membunuh bajingan itu,
jika tak kehilangan eliksirku.
Tapi aku ambil tangannya.
- Apa itu? - Leshy?
Apa itu leshy?
Berjalan seperti leshy.
Bicara seperti leshy.
Semacamnya.
Semacamnya?
Sudah lama aku tak bertemu leshy.
Tidak di Kaedwen.
Anggap saja kau beruntung.
Kecuali kau ingin terkena sengatan salah satu akarnya.
Api menembus jantung satu-satunya cara untuk menaklukkannya.
Enam jam, itu tak terpikir olehmu?
Siapa kau?
Putri Cirilla dari Cintra.
Senang bertemu.
Saat kau bilang kau meminta Hukum Kejutan,
kubilang, "Kesalahan besar."
Katamu
kau berjanji tak akan mengeklaim anak itu.
Kubilang, "Bagus."
"Tetap saja kesalahan besar."
Aku harus menyelamatkannya.
Aku tahu.
Kau tahu aku akan mengomelimu.
Ya.
Kau tetap membawanya.
Jadi, maksudmu dia lolos dari Nilfgaard.
Selamat dari pembantaian besar kerajaannya.
Bagaimana?
Aku bertanya.
Dia berbohong.
Tak biasanya kau mengalah.
Witcher mencari jawaban.
- Kurasa kau bilang begitu. - Apa yang kupikirkan?
Kubawa dia ke sini agar aman.
Lebih mudah bagiku melindunginya di dalam tembok ini.
- Cukup lama untuk mencari jawaban? - Ya. Mempelajari siapa dia. Dia itu apa.
Dan cara aku bisa membantunya.
Kau bilang begitu,
tapi ingat yang terjadi
saat terakhir witcher mencampuri drama istana dan kerajaan.
Bagaimana jika putrimu lebih dari dugaanmu?
Aku sudah tahu itu.
Putri!
Eskel.
Aku hanya berkeliling.
Kubilang Geralt akan mencari kamar bagus.
Begini,
ini bukan istana,
Yang Mulia.
Semua kamarnya busuk.
Tissaia bilang penyihir elf sudah punah.
Dia salah.
Atau berbohong.
Tak mengherankan.
Kau bermimpi buruk.
- Itu lumrah setelah pertempuran. - Apa mimpimu?
Pikirmu sekarang waktunya berbagi cerita?
Kau pikir aku bertanya karena aku peduli?
Apa kau memimpikan seseorang berjubah?
Jubah hitam. Bagaimana kau tahu itu?
Aku memimpikan yang berjubah merah.
Penyihir elf kita memimpikan yang berjubah putih.
Mimpi bersama adalah pertanda kuat.
Ya, aku muak dengan misteri sihir saat ini.
Yang penting, kita bisa manfaatkan ini.
Kita harus bicara dengan Francesca.
Dia tak akan percaya.
Kita harus mengambil hati.
Mengejutkan.
No comments yet. Be the first to leave one.