The first 200 lines.
^_^ LeeLeeAndo ^_^
Yeongchun bilang Tuan Han melamarnya.
Dan dia akan menerimanya.
Siapakah Tuan Han ini?
Aku bertemu sebentar dengannya, dan dia kelihatan baik.
Sepertinya dia mencintai Yeongchun.
Kamu tidak menghubungiku selama 9 bulan,
jadi kupikir kamu sudah mati.
Yeongchun bilang dia sangat sukses dan..
masih mau melamar bahkan setelah tahu kebenarannya.
Dia mendekam di penjara Cheongju selama 6 bulan?
Jadi bisakah kamu bicara dengan Donghui dan...
Ada apa?
Uh, bukan apa-apa.
Siapa yang kamu lihat?
Dia terlihat seperti pria yang ditemui Yeongchun.
Benarkah?
Tidak, aku pasti salah.
Kenapa kamu bengong?
Apa itu masih mengganggumu?
Tidak.
Aku yakin aku sudah salah.
Oh!
Itu Donghui dan Dongok.
Ada lainnya? Akan kubelikan apapun itu.
Akan kulakukan ini setiap hari.
Dongok.
Iya?
Setelah aku pergi, kalau ada orang jahat mengganggumu..
telpon aku ya.
Tekan saja angka 1.
Tapi kamu tidak akan kemana-mana.
Yeongchun bilang dia tidak akan membawamu.
Donghui.
Haewon, Yeongchun mengatakan padamu juga, kan?
Dia bilang dia tidak akan membawa Donghui, ya kan?
Ayo kita pulang.
Tidak. Aku akan pergi bersama dia.
Tidak! Yeongchun sudah berjanji!
Dia bilang padaku, dia juga bilang pada Ibu,
dan dia bilang ke Haewon.
Tipuan apa yang kamu lakukan di belakangku?
Kenapa kamu tidak bisa biarkan aku pergi dengan damai?
Jangan pergi, Donghui.
Aku minta maaf, jangan pergi, ya?
Kenapa kamu minta maaf!
Donghui!
Donghui...
Kamu tidak melakukan hal yang salah.
Katakan dengan benar apa salahmu!
Dongok.
Donghui, apa kamu sudah gila?
Kenapa kamu membentak Dongok?
Ini sebabnya Nenek tua..
berkata dia akan pindah sendirian!
Kalian selalu merengek padanya tentang hal ini,
membuat dia merasa telah menyebabkan masalah,
dan itu sebabnya dia ingin pindah sendirian!
Donghui...
Jadi apa yang ingin kamu lakukan?
Ibu dan Dongok tidak bisa hidup tanpa kamu.
Aku tidak sebaik itu. Kenapa mereka terlalu peduli padaku?
Ibu merelakan uang kuliahku yang sudah disimpan selama 10 tahun.
Aku, darah dagingnya sendiri..
untuk membayar kebakaran yang kau sebabkan!
Mereka kehilangan anak, saudara.
Kamu sudah ada bagi mereka selama 29 tahun.
Dan tiba-tiba, kamu pergi bersama..
ibu kandungmu?
Bagaimana mereka bisa acuh terhadap itu!
Keluarga ini tidak bisa begitu.
Mungkin kamu ingin kami untuk tidak peduli.
Tapi keluarga kita tidak seperti itu.
Kalau memang harus, lakukanlah sendiri.
Kalau kamu mau pergi dengan damai,
pikirkanlah caranya.
Episode 39
Dongok sepertinya terguncang.
Kadang Donghui memang seperti keparat.
Kenapa? Tidak suka aku memanggil dia keparat?
Haduh...
Aku tidak bisa sopan kalau sedang marah.
Aku paham.
Haruskah aku pergi dan menghajar keparat itu?
Tentu.
Baik. Tunggu disini.
Aku benar akan pergi untuk menghajarnya?
Baik!
Tapi kalau kulakukan, nanti dia masuk rumah sakit.
Tidak mengapa.
Jadi kamu akan bertanggung jawab?
Iya!
Baiklah.
Kenapa kamu mengatakan yang tidak kamu inginkan?
Aku tahu kamu kasihan kepadanya.
Itu tidak benar!
Kenapa aku harus kasihan kepada dia?
Kalau begitu aku akan benar-benar menghajarnya.
Pergilah!
Maaf. Aku menikahimu untuk membuatmu bahagia,
tapi aku malah memberikan masalah untukmu.
Tidak mengapa.
Aku tidak menikahimu agar berbahagia.
Aku hanya ingin ada di sisimu.
Melalui kesulitan dan kebahagiaan,
aku ingin bersama denganmu.
Itu sebabnya aku menikah denganmu.
Kenapa kamu merekam ini?
Aku akan merekam lalu mempelajarinya nanti.
Oh, tidak perlu begitu. Cuci saja piringnya.
Aku sudah mengawasimu,
dan menurutku kamu paling cocok di bagian membersihkan.
Baiklah.
Donghui, jangan minum itu.
Minum teh jamur spesial ini, ya?
Lekas, sebelum Paman dan..
saudaramu menghabiskannya.
Ibu!
Ini tidak adil untuk suamiku!
Donghui mengerjakan pekerjaan kasar.
Dongseok bekerja sama beratnya dengan Donghui!
Lekas minum ini.
Dengarkan aku! Minum teh jamur ini!
Aku tidak mau.
Berikan saja untuk Dongok dan Kang Dongseok.
Apa kamu marah?
Lihat perbuatanmu! Kamu membuat Donghui marah.
Waktu aku bilang tidak adil bagi Dongseok,
aku hanya bercanda!
Lekas minum ini.
Jamur ini sangat mahal.
Ini bagus untukmu!
Aku tidak mau.
Kubilang minum ini!
Kubilang aku tidak mau itu.
Ini sangat spesial dan mahal,
berikan saja ke anak kandungmu!
Bukankah seharusnya begitu?
Apa katamu barusan?
Donghui!
Kamu bukan Budha! Kamu manusia biasa!
Donghui.
Aku ini anak haram dari suamimu!
Kenapa kamu sangat menyayangi aku!
Ini sangat tidak masuk akal.
Dan waktu aku menyebabkan kebakaran dan akan masuk penjara,
seharusnya Ibu tidak melakukan hal itu!
Seharusnya Ibu biarkan aku masuk penjara..
dan biarkan Kang Dongseok masuk universitas.
Itu yang seharusnya Ibu lakukan!
Donghui!
Apa Ibu tahu pikiranku..
tiap Ibu memberiku..
perhatian lebih dibanding anak kandung Ibu?
Ingat wanita gelandangan dengan..
bayinya yang pernah kita temui.
Kamu memberi dia syal yang sedang kamu kenakan.
Kamu memberi dia semua uangmu. Aku teringat dia!
Kenapa kamu teringat dia?
Karena aku merasa dia adalah aku.
Aku merasa kamu kasihan padaku,
seperti kamu mengasihani gelandangan itu.
Apa?
Donghui, kenapa kamu berkata itu?
Waktu Dongtak minta uang padamu,
kamu hanya memberinya sedikit, tapi untuk..
gelandangan itu, kamu memberikan dompetmu.
Waktu itu saat musim dingin,
aku takut dia dan bayinya akan mati kedinginan!
Saat Dongseok meminta..
uang, kamu bertanya alasannya.
Tapi kalau aku yang minta, kamu akan memberiku..
lebih banyak dari yang kuminta, bukan?
Jadi? Kenapa memangnya?
Ibu.
Bagimu, aku ini seperti gelandangan itu.
Iya kan, jujur saja!
Dia jadi gila lagi.
Kenapa dia mengatakan hal seburuk itu?
Ibu.
Apa kamu itu manusia?
Teganya kamu berkata itu kepada dia?
Teganya kamu.. Terhadap Ibumu...
Teganya kamu berkata itu ke Ibumu?
Oh, Donghui!
Aku melihat pria aneh di supermarket.
Dia seorang pria, tapi rambutnya panjang sampai menutupi...
Dongok, apa kamu pikun?
Apa?
Apa kamu lupa semalam aku membentakmu?
Tidak, aku tidak lupa.
Jadi kenapa kamu tersenyum padaku?
Aku tidak meminta maaf! Kita belum berbaikan!
Jadi kenapa kamu tersenyum, seperti tidak ada masalah?
Donghui...
Aku tidak bisa menahan senyum tiap melihat kamu,
meskipun saat kamu marah.
Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu?
Inilah sebabnya orang memanggilmu bodoh!
Beraninya kamu berkata itu pada kakakmu!
No comments yet. Be the first to leave one.