The first 200 lines.
Di daratan mitos dan jaman sihir,
takdir sebuah kerajaan besar berada di pundak seorang pemuda.
Ia bernama... Merlin.
Cepat, ramuanku.
Lady Catrina tidak seperti yang terlihat.
Dia itu Troll. /Dia tidak sejelek itu.
Troll itu tamak, dan Lady Catrina seperti makhluk sejenisnya.
Dia mengejar kekuasaan dan kekayaan.
Kekayaan dan kekuasaan Uther.
Ada lebih dari satu cara untuk memelet pria.
Aku ingin kau memilikinya. /Akan selalu kupakai.
Mungkin kau punya sihir, sialan, tapi kau bukan tandinganku.
Kunyatakan kalian sebagai suami istri.
Terjemahan Indonesia: RED_dahLIA
Enjoy.. :)
Kau terlihat sangat buruk.
Mm. Apa peletnya berfungsi?
Berfungsi dengan bagus. Uther seperti sebuah boneka.
Bagaimana dengan pemuda itu, Merlin? Dia tahu rahasiamu.
Serahkan dia padaku.
Yang Mulia.
Sayang.
Akhirnya kita sendirian.
Ada apa?
Maaf. Bukan kau. Aku menginginkan ini melebihi segalanya.
Ini adalah hari paling membahagiakan dalam hidupku.
Lalu ada apa?
Saat aku terpaksa kabur dari rumahku...
...satu-satunya benda yang bisa kubawa adalah lambang keluargaku.
Kau menunjukkan itu padaku saat pertama kali kau tiba.
Itu satu-satunya penghubung antara aku dan ayahku.
Dan sekarang itu hilang.
Dicuri dari kamarku.
Siapa yang melakukan hal seperti itu? /Oh, tidak, tolong.
Aku tak mau membuat masalah.
Tidak di hari yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Catrina.
Siapa yang mengambil lambangmu?
Pelayan Arthur. Merlin.
Cari di kandang. Kau, periksa dapur.
Peringatkan penjaga di gerbang selatan.
Ada apa di sini? /Di sini. Cepat.
Di mana Merlin?
Di mana dia di saat seperti ini-- Bekerja untuk Arthur.
Ada apa ini?
Kami datang untuk menangkapnya, perintah sang Raja.
Kau harus keluar dari sini.
Raja memerintahkanku menangkapmu. /Apa? /Catrina menuduhmu mencuri lambangnya. /Tapi aku tidak.
Aku tak mau tahu, dan kau tak punya waktu untuk menjelaskan.
Jika kau menghargai hidupmu, kau akan meninggalkan Camelot sekarang juga.
Tapi... Dia itu Troll.
Dia berusaha menjebakku.
Kita pernah membicarakan ini.
Aku berkata jujur.
Aku melihatnya.
Aku tak peduli. Kau harus pergi, Merlin.
Yang Mulia?
Pergi.
Pergi!
Aku takut dia sudah menerobos penjagaan kita.
Kau cepat sekali menyerah. /Karena aku tahu buruanku sudah lama pergi.
Bagaimana kau bisa seyakin itu? /Di balik penampilannya...
Merlin tidak bodoh. Dia pasti tahu kalau kita sedang mencarinya dan pergi.
Mengecoh pasukanmu dalam pelariannya?
Kelihatannya begitu.
Kukira pasukanmu punya standar yang sama tingginya...
...dengan yang ayahku ajarkan kepadamu.
Saat aku memimpin pasukan, memang iya. /Kita bahkan tak tahu apa dia masih di Camelot.
Dia bisa ada di mana saja. /Dan itu alasan bagus untuk menyerah?
Tidak. Hanya aku yakin sumber kita akan...
Aku sudah cukup mendengar alasanmu. Kami berdua.
Aku mau pemuda itu ditemukan.
Paduka.
Yang Mulia.
Rencanaku menyingkirkan Arthur sedang berjalan.
Uther akan segera membenci anaknya sendiri.
Apa itu?
Bau apa itu?
Sebuah suguhan.
Untuk merayakan.
Masih segar dari kandang.
Oh, Jonas, kau memang tahu cara untuk menyenangkan wanita.
Peringatkan seluruh penjaga. Ikuti aku.
Mereka menemukan jejak Merlin. Mereka bilang ia menuju ke perbatasan utara.
Aku yakin dia akan lolos. /Bagaimana kalau tidak?
Uther tak akan memberinya ampun.
Jangan cemas, Gwen.
Ini nyaman.
Kemalangan yang diperlukan. Mereka mengikuti jejak yang kita tinggalkan.
Tapi itu takkan menipu mereka untuk waktu lama.
Maka sebaiknya aku segera sibuk. /Dan Merlin... Hati-hati.
Para prajurit masih mencarimu.
Nyonya, sudah waktunya.
Apa harus? /Kau harus mempertahankan penampilan.
Aku benci terlihat begini. Begitu bersih. Ini menjijikkan.
Aku tak tahan.
Kulit ini, wajah ini.
Aku ingin mengulitinya.
Pikirkan tentang semua uang dan kekuasaannya.
Itu semua akan segera jadi milikmu.
Ada hal penting yang aku...
...kami ingin kau lakukan.
Sudah begitu lama rakyat hidup enak.
Mereka semakin bertindak sesuka hati.
Masa?
Kita memberi kedamaian, perlindungan, makanan, mereka membalas kita dengan sedikit sekali.
Kebanyakan rakyat kita miskin. Mereka hidup dari sedikit panen yang bisa mereka tanam.
Mereka ingin kita percaya itu.
Itulah yang kulihat setiap hari. /Kita akan umumkan tarif pajak yang baru.
Rakyat harus membayar untuk perlindungan yang diberikan Camelot.
Kau tak bisa melakukannya. Mayoritas tentu tak bisa membayarnya.
Yang menolak membayar akan ditangkap dan dipasung di depan umum.
Kita sudah seperti ini selama bertahun-tahun.
Kau tak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.
Mungkin tidak bagimu, tapi raja merahasiakan ini padaku...
...bahwa dia telah menyadari ini sejak lama, benar?
Ya, benar.
Kau akan mulai mengumpulkannya sekaligus.
Tospringe.
Aku lihat dia minum ramuan ini...
...dan kulit Troll di tangannya lenyap.
Ini pasti sihir yang sangat kuat untuk mengubah fisiknya seperti itu.
Bisa kau membuat ramuan yang punya rasa dan penampilan sama seperti ini?
Aku tak tahu. Ya, kurasa.
Tapi tanpa sihir Troll. Itu takkan punya efek yang sama.
Tepat. Jika aku bisa menukar ramuan ini dengan yang tak mengandung sihir...
Ah.
Jadi Catrina akan tetap meminumnya, tapi ini tak akan bereaksi.
Dan dia akan kembali ke wujud Troll. /Kau bisa melakukannya? /Tak tahu.
Kita harus menukar ini sebelum besok pagi atau Jonas akan sadar.
Maka ini akan jadi malam yang panjang.
Yang Mulia.
Suamiku.
Kubawakan kau bunga. Dipetik dari taman kerajaan.
Oh. Ini...
Ini cantik.
Tidak secantik dirimu.
Kau tak apa-apa?
Tidak. Maaf.
Kupikir aku tak bisa menahannya lagi.
Menahan apa? /Kebohongan. Aku tak bisa terus berpura-pura begini.
Aku mulai bertanya-tanya apa benar kau pria yang kukenal.
Pria yang kucintai.
Pria yang kunikahi kuat dan tegas.
Baik pikirannya dan tubuhnya.
Percayalah, aku seperti itu, dan lebih.
Aku mencemaskan Camelot.
Arthur tak seperti ayahnya.
Dia terlalu lemah untuk membuat keputusan sulit.
Lalu untungnya aku sangat tegas. /Memang beruntung.
Tapi bagaimana jika ada tragedi menimpamu?
Biarkan aku mengkhawatirkan Arthur.
Tidak. Kasih sayangmu padanya telah membuatmu buta akan kesalahannya.
Aku menilai Arthur sama seperti seluruh prajuritku.
Jika dia berprestasi, dia diberi hadiah. Jika dia gagal, dia dihukum.
Well...
...selama kau yakin itu.
Aku yakin.
Biarkan aku membuatmu melupakan ini.
Aku janji malam pertama kita sebagai suami istri akan indah untuk dikenang.
Apa isinya? /Bukan hal yang manjur.
Usus tikus. /Bagus. /Lendir kodok.
Kau ambil dua ekor kodok, menggilasnya.... /Bisa kubayangkan.
Tahi kuda, bola mata domba tumbuk. /Oh, enak!
Buih kolam, tiga laba-laba serigala, dan ramuan ini tak akan lengkap...
...tanpa sedikit otak domba.
Terdengar... lezat.
Bagus. Karena kau akan mencicipinya. /Tidak.
Ini tidak berbahaya. /Tidak!
Ini...
Ini menjijikkan!
Ya. Bagimu. Tapi tidak bagi Troll.
Aku bahkan tak percaya kau membiarkanku meminumnya.
Ya. Sekarang... cicipi yang asli.
Ambil sedikit saja, dan pastikan kau ludahkan lagi.
Apa rasanya persis sama?
Ya, ini mengerikan!
Kau yakin? Karena kalau terlalu lain, Catrina akan menyadarinya.
Rasanya benar-benar sama. /Mari berharap dia juga berpikir begitu.
Tospringe.
Fyrbendum faest!
Apa yang kalian lakukan? /Dia menolak membayar pajak raja.
Kalian meminta terlalu banyak.
Aku sudah memberikan sebisaku. /Ini tak cukup.
Biar kulihat.
Lepaskan dia. /Raja bertitah...
Lepaskan dia!
Kembalikan uang mereka. Semuanya.
Aku memberimu perintah langsung. /Rakyat tak mampu membayar pajak.
Jangan bilang kau cukup naif untuk membenarkan perkataan mereka?
Kita punya kesetiaan mereka, jasa mereka.
Jangan abaikan itu dengan membuat permintaan tak masuk akal.
Apa tak masuk akal bagi seorang raja...
...untuk mengharapkan rakyat menghormatinya? /Mereka akan kelaparan.
Omong kosong.
Hatimu terlalu lembut.
Ingatlah, mereka itu rakyatmu, bukan kawanmu.
Kenapa mereka tidak bisa jadi keduanya?
Karena kita mengatur rakyat ini, bukan dengan cara lainnya.
Kupikir kau salah.
No comments yet. Be the first to leave one.