The first 200 lines.
Kepada Yth. Kepala Kantor Urusan Sipil Industri Sekala Kecil - di Kantor Pemerintahan
Saya Bilas Pardesi, alias Billu
Alamat : Desa Budbuda, Kecamatan Kamal Chowk Jalan Lajpat Rai
Pernahkah Anda melihat Salon Billu?
Terimakasih jika Anda pernah melihatnya Inilah mata pencaharian saya
Dan saya menamainya sama dengan nama saya
Kondisi salon saya menyerupai kondisi pemerintah
Keadaan sekarang menyedihkan dan masa depan yang suram
Peralatan yang saya miliki adalah sebagai berikut:
Sebuah kursi rusak, anak saya menyebutnya ayunan
Sebentar lagi kursi itu akan hancur dan mengakibatkan pelanggan saya cidera
Sebuah gunting yang tidak bisa digunakan untuk memotong apapun
Sebuah sisir yang menyerupai rahang orang tua
satu gigi di sini dan beberapa gigi di sana
Maka dengan ini saya bermaksud untuk meminta pinjaman modal usaha ke kantor Anda
Anda mungkin berfikir kenapa saya tidak menemui Anda secara langsung
Sebenarnya saat ini saya sedang berada di luar sambil menghitung lalat
Saya pernah mendengar bahwa di Kantor Pemerintah berkas seseorang tidak akan disentuh ...
kecuali jika mereka memberikan sesuatu kepada petugas untuk menyenangkan hatinya
Sedangkan saya tidak memiliki pengalaman dalam hal suap-menyuap
Sehingga saya berfikir "BAGAIMANA KALAU SAYA SALAH?"
Karena itu saya mengajukan permohonan dengan cara tertulis
Sehingga saya bisa bertanya terlebih dahulu "Apakah Anda menerima suap?"
Jika Anda menerima suap, maka ...
... saya ingin Anda tahu bahwa saya tidak punya uang
Jika Anda tidak menerima suap maka panggillah saya masuk
Calon Debiturmu ... Billu
Ya, Pak?
Saus kacang yang ada di luar Suruh dia masuk
Salam, Pak Petugas Bolehkah saya masuk?
Selamat Datang! Selamat Datang! Silakan masuk
Raja Harischandra Mahatma Ghandi Dharamraj
Bagaimana mereka bisa masuk? Mereka semua sudah mati
Saya melihat mereka datang dalam diri Anda
Saya sangat menghormati Anda lebih tinggi ...
... dan lebih mulia daripada mereka
Dan saya merasa mendapat kehormatan bertemu dengan Anda
Anda telah menanyakan secara langsung kepada seorang petugas ...
... apakah dia menerima uang suap
Mngagumkan! Bagus!
Saya layak menghormati seorang idealis seperti Anda
Tapi tampaknya Anda tidak cukup layak untuk mendapatkan pinjaman
Tidak...! Jika kalimat tentang suap menyinggung perasaan Anda ...
saya akan menariknya lagi
Itu tidak sama seperti Anda memberikan bola kepada anak-anak sehingga Anda bisa mengambilnya lagi
Pergilah Tuan Mahatma Anda tidak akan mendapatkan pinjaman
Pak petugas, tolonglah... Paling tidak berilah saya bantuan sekedar untuk membeli sebuah kursi putar
Silakan Anda memintanya di tempat lain Tapi yakinlah, Anda tetap tidak akan mendapatkan pinjaman
Terima kasih - Untuk apa?
Untuk tidak bertanya kepada seorang aparat
Apakah dia akan mengambil uang suap atau tidak
Anda telah mengajari saya pelajaran ini
Keluar! - Apa?
KELUAR!
Kenapa kalian duduk di luar? Apakah ada pemadaman listrik?
Itulah kenapa kami menyalakan lampu minyak
Perusahaan listrik memutuskan aliran listriknya
Ok, tidak masalah. Ini bagus
Orang-orang terkenal seperti Mahatma Gandhi dan Ambedkar
belajar di malam hari dengan bantuan lampu minyak
Apa yang dilakukannya di siang hari?
Mereka gunakan untuk pergi ke sekolah
lalu membantu orang tua mereka mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Ya, Ayah. Abraham Lincoln belajar di bawah lampu jalanan - Ya
Mulai besok, saya akan belajar di bawah lampu jalanan
Kenapa kamu tidak bisa mengerti? Gallu! - Gungi!
Hei, dimana ibu kalian?
Ibu mencari minyak goreng!
Bodoh! Bisakah kamu mengatakan di mana ibu?
Ibu memang pergi untuk mencari minyak goreng - Ya
Ibu pergi ke rumah bibi Meena
Katanya kamu akan membeli gandum?
Pasar sudah tutup saat aku menutup toko
Katakan yang sebenarnya Bukankah hari ini tidak ada yang datang ke salon?
Ada, tapi hasilnya sudah aku gunakan untuk membayar sewa rumah
Senang? - Saaangat senang!
kenapa ibu tidak mengatakan hal lain kepada ayah? - Hal yang mana?
Kepala sekolah memanggilmu ke sekolah - Kenapa?
Karena ada kabar baik
Ibu Kepala Sekolah! Salam
Anak-anak bilang kalau biaya sekolah tidak dibayar hari ini
Anda akan menyuruh mereka meninggalkan sekolah
Di luar! Kantor yang di luar Ingin membayar uang sekolah di luar. Pergilah!
Saya tidak membawa uang sekolah
Apakah Anda membawa ingatan Anda?
Terakhir kali Anda memohon kepada saya, saya sudah mengatakannya
Saya hanya mengulangi kata-kata saya sebelumnya
Jika Anda tidak membayar biaya sekolah bulan ini
Saya akan menyuruh anak-anak Anda untuk meninggalkan sekolah
Tapi, apakah Anda tidak bisa membantu?
Kita lihat saja nanti. Saya bisa membantu atau tidak
Jika Anda mengeluarkan mereka dari sekolah maka ada dua hal yang akan terjadi
Yang pertama, biaya sekolah tidak akan dibayar ...
karena saya tidak memiliki uang
Yang kedua, mereka akan kehilangan pendidikan
Anda dapat menghentikan salah satu diantaranya
Yang mana? - Pendidikan anak-anak itu
Apa?
Saya bersumpah, saya sudah memecahkan semua celengan babi di rumah saya
Dan saya hanya mampu mendapatkan satu rupe
Saya ingin menjual kambing kami, tapi istri saya jadi sangat marah
Mintalah kambing mengajar anak-anakmu
Bolehkah saya mengantar kambing kemari?
Untuk Anda ajari agar nanti kambing itu mengajari anak-anak saya
Tapi nantinya Anda juga akan meminta biaya belajar kambing juga kan?
Apakah kamu memperolok saya?
Siapa yang memulai?
Pergi! Pergi! Keluar!
Ayah akan datang ke sekolahmu dengan sikap yang baik ...
... Ayah punya banyak uang
Dan ayah pasti akan membayar semua biaya sekolah
Bukankah aku sudah memberitahumu kalau aku akan segera menyelesaikannya
Saya senang karena tidak mendengarkan penjelasan ayah yang membosankan
untuk menjadi yang pertama di kelas
Tapi ayah telah membelikan semua buku sekolah untuk kalian
Bagaimana kalau kalian dikeluarkan dari sekolah?
Apakah kalian akan mengintip dari jendela kelas untuk mendengarkan dan belajar?
Kenapa kami harus pergi ke sekolah? Kami bisa saja belajar di rumah
Kami juga tidak perlu lelah berjalan bermil-mil ke sekolah
Tapi untuk menempuh ujian kalian harus pergi ke sekolah
Apakah kalian tidak ingin jadi orang yang sukses saat dewasa nanti?
Disini Budbudha. Turunlah dengan cepat!
Kita akan menuju Aaramnagar, Durgapaur! Cepat naik!
Ayo cepat! Ayolah! Ayolah!
Kenapa kalian duduk di depan salonku setiap pagi?
Kami sedang bermain Flash
Untuk hari ini misalnya
Dharmendra mengatakan kepadaku dia akan memberiku 10 juta rupee
Dari mana dia mendapatkannya?
Pastinya bukan dariku Dia berhutang padaku
Akhirnya hutang itu akan menjadi 100 juta
Kamu pikir uang jutaan akan datang dengan duduk di jalan?
Tapi kenyataanya satu penny pun tidak ada di kantong mu
Paling tidak jiwa kita kaya
Kamu seharian tidak dapat uang karena itu kamu marah-marah
Tidak bisakah kalian mencari tempat lain untuk bermain?
Tidak ada tempat lain yang lebih baik Di sini tidak ada yang datang
Karena tidak ada pelanggan permainan kami jadi tidak terganggu
Kami bisa bermain dengan tenang di sini
Ya, Tuhan Ketenangan ini membawa nasib buruk untukku
Biarkan lampu minyak ini menerangi-Mu hari ini
Karena aku tidak bisa menjamin besok minyaknya masih ada
Pencahayaan ini menggunakan sumbu terakhirku Setelah ini semuanya kuserahkan pada-Mu
Dia tidak akan membantumu Ada semacam masalah besar tepat di depanmu
"Modern Madan"
Sejak Salon Modern Madan buka
Salon Billu kehilangan bisnisnya - Ya
Riasannya hebat
Orang yang dihias di Salon Madan terlihat seperti Rakhi Sawant
Dan kamu terlihat seperti Nirupa Boy
Setiap rambut yang tumbuh di Budbudha dipangkas di salon itu
Billu, lakukan sesuatu untuk mengatasinya
Orang gila!
Hei, pikirkan dulu yang dikeluarkan lidahmu!
Aku hanya memanggil pelanggan berikutnya
Terlalu banyak pelanggan di sini Aku tak punya waktu untuk berurusan denganmu
Ayo
Lihat ini
Tarif lama... Tarif baru...
Biaya potong rambut turun dari 15 rupee menjadi 10 rupee?
Apakah ini trik baru Billu?
Apakah Billu mengurangi angka ini ...
... karena tidak ada pelanggan untuk di servis?
Matikan mesin! Jangan buang bahan bakar yang berharga!
Yang itu harganya Rs. 2.000 Yang itu Rs. 2.475
Apa yang dilakukan si bodoh itu di sini? Panggil dia!
Billu! Kemari! Tuan Doomchand memanggilmu!
Berapa kali kubilang Panggil Daamchand! Daamchand!
Apakah kamu tidak mengerti?
Apa yang aku lakukan Tuan? Apakah aku salah menyebut namamu?
Malam ini, tulis 101 kali Daamchand! Daamchand!
Jika kamu masih tidak bisa mengingatnya kamu dipecat!
Salam - Salam
Apakah karena salonmu sudah akan bangkrut
sehingga kamu mau bekerja dipabrikku?
Tidak! Tidak!
Saya ingin membuat kursi baru, jadi ... - Jadi bisnismu sudah mulai membaik?
Bisnis yang baik
Bukan begitu Tuan. Dalam hidup ini kita harus merencanakan segala sesuatu
Jika saya tau berapa biaya membuat sebuah kursi
maka saya akan mulai menabung untuk membuatnya
Jadi kamu tidak ingin membuat kursi sekarang? Kamu sekarang tidak punya uang?
Tidak, aku tidak ingin membuatnya sekarang
Sekarang ini aku hanya memiliki satu rupee
Lalu kenapa kamu membuat saya repot?
Kenapa kamu ingin melihat balok-balok kayunya?!
Apakah kamu pikir aku ini bodoh?!
Dengarlah. Mungkin hal ini hanya kebetulan
Semua bisnis yang maju di kota ini karena telah mengambil pinjaman kepadaku
Sedangkan kamu tidak Karena itu bisnismu tidak berjalan dengan baik
Jangan khawatir. Ambil uang tunai
Lupakan jumlah awalnya dan teruslah membayar bunga
Aku tidak membeli apapun Jadi kenapa aku harus meminjam sekarang?
Membayar bunga pinjaman hanya akan membahayakan hidup saya
Biarkan saja - Lalu kenapa kamu masih berdiri di sini?!
Usir dia! - Ayo pergi!
Jangan apa-apakan aku Aku akan pergi
Tinggalkan itu! Kayu itu berikan kepadaku!
Beri aku kayu itu! Kemarikan! Pergi! Pergi!
Kalau tidak punya uang di kantong jangan bermimpi yang berwrna-warni!
No comments yet. Be the first to leave one.