The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Siapa yang meninggal?
Apa? /- Berhentilah berpura-pura.
Nenek masih hidup!
Apa maksud kalian?
Ibuku masih hidup? Benarkah?
Berhentilah menipu kami.
Beraninya kamu bersikap lancang kepada orang yang sudah meninggal.
Nenek masih hidup.
"Nenek"
Se Hu,
Sayang.
Se Hu.
Ibuku ternyata masih hidup.
Aku yakin ini suaranya.
Benarkah? Dia masih hidup?
Di mana dia?
Di mana dia sekarang?
Dia akan segera kemari.
Apa?
Anda Pimpinan Geum.
Kenapa Anda sendirian?
Di mana Nenek? /- Seharusnya dia datang dengan Anda.
Dia sakit lagi?
Pimpinan Geum.
Ibuku masih hidup?
Benar. Dia masih hidup.
Benarkah?
Ini bukan mimpi? Dia sungguh masih hidup?
Aku putranya.
Kenapa Anda tidak memberitahuku?
Kenapa aku tidak memberi tahu Anda?
Karena dua wanita itu.
Mereka berusaha membunuh Bu Sa.
Di mana ibuku?
Aku akan menemuinya sekarang.
Aku tidak bisa memberi tahu soal itu.
Dia menolak untuk kembali.
Ini rumahnya. Keluarganya ada di sini.
Kenapa dia menolak kembali?
Katanya dia tidak ingin kembali ke rumah ini
karena dua wanita itu ada di sini.
Sebenarnya dia membenciku karena sudah menyelamatkannya
karena dia berpikir mereka akan menjahatinya lagi.
Dia tidak senang bisa selamat secara tidak terduga.
Maksud Anda dia tidak mau kembali selamanya?
Tidak mungkin. /- Aku akan menemuinya sekarang.
Beri tahu aku di mana dia.
Tidak bisa.
Dia tidak ingin pulang, kecuali semua kembali seperti dahulu.
Anda tahu bagaimana sifatnya.
Dasar kalian penyihir jahat.
Dia tidak mau pulang karena kalian.
Keluar dari sini!
Mati saja kalian.
Bibi.
Dia menyuruhku memberikan ini kepada Anda, Pimpinan.
Kenapa dia menyuruh Anda memberiku gambar ini?
Aku tidak tahu. Dia hanya memintaku untuk menyampaikannya.
Anda akan mengetahui maksudnya sendiri.
Itu pesan dari Bu Sa.
Biar kulihat.
Ibuku yang menggambar ini?
Benar.
Ini rumah yang biasa digambar ibuku.
Kakak tidak ingat?
Bangunan rumah indah di atas hamparan rumput.
Rumah ini diceritakan di lagu itu.
Tiap kali dia minum makgeolli,
katanya dia ingin tinggal di rumah yang tenang seperti ini.
Kakak tetap akan pergi dari rumah ini?
Kakak tidak boleh pergi.
Berbuatlah sesuka Kakak jika ingin aku mati.
Aku tidak akan membiarkan Kakak pergi.
Pimpinan, aku ingin bicara berdua dengan Anda.
Denganmu juga.
Baiklah.
Kudengar Grup Gongryong mengalami masalah keuangan.
Konon terancam akan bangkrut juga.
Itu terjadi berkat seseorang.
Jika Anda menjual bangunan yang diwariskan Bu Sa kepada Se Hu,
masalah ini mungkin bisa diatasi.
Anda ingin aku melakukan apa?
Dia mewariskannya kepada Se Hu,
jadi, rumah itu milik berandal itu.
Bagaimana menurutmu, Se Hu?
Dia tidak menerimaku sebagai Se Hu.
Aku juga tidak ingin kembali menjadi Se Hu.
Rumah itu bukan milikku. Aku tidak mau mengambilnya.
Aku lebih memilih mati kelaparan.
Aku tidak membutuhkannya.
Akhirnya sekarang aku mengerti perasaan Bu Sa.
Butuh waktu 20 tahun bagi kalian untuk kembali bersama,
tapi kalian saling membenci.
Pantas saja dia tidak mau kembali.
Mungkin dia tidak ingin kembali
bukan karena Gye Hwa dan Dal Hee, tapi karena kalian.
Jika kalian tidak mau melihatnya lagi,
lakukan saja yang kalian suka.
Kenapa kamu berbohong? Katamu itu bukan Bu Sa.
Apa yang kamu rencanakan? Kenapa kamu membohongiku?
Tidak ada bedanya meski Ibu tahu soal itu juga.
Ibu bisa cemas berlebihan.
Kukira dia bisa cepat mati karena keadaannya sangat lemah.
Tapi dia masih hidup. /- Aku tahu.
Dia sangat gigih.
Tamatlah riwayatku.
Jika dia kembali dan menceritakan semuanya...
Ibu pengecut sekali.
Apa? /- Dia tidak lebih
dari sekadar macan tidak bercakar, apa yang perlu ditakutkan?
Dia sudah lama terbaring sakit. Mentalnya pasti terganggu.
Ucapannya akan sulit dipahami.
Dia menderita demensia dan pernah mati suri.
Kita hanya perlu menyangkal semua yang dia katakan.
Aku tidak takut kepadanya sama sekali.
Jangan senang dahulu.
Kamu tidak tahu betapa pintarnya Bu Sa.
Bukan hanya nyawanya saja yang panjang,
dia juga tahu cara mengendalikan orang.
Jika dia kembali,
kita celaka.
Hei, sedang apa kalian di sini?
Apa lagi yang kalian rencanakan?
Keluar dari sini!
Apa maksudmu? Ini kamarku.
Kamu sudah lupa rumah ini milikku?
Kamu yang seharusnya pergi.
Tidak masuk akal.
Ibuku akan segera kembali, tapi kamu bilang kamar ini milikmu?
Pergi!
Tidak akan.
Bahkan meski Bu Sa kembali,
tidak akan ada yang berubah.
Tidak akan ada yang berubah?
Biar aku sendiri yang mengubahnya.
Astaga. /- Aku akan membunuh kalian.
Kenapa kamu melakukan ini? /- Apa? Kenapa aku melakukan ini?
Kurang ajar. /- Bibi.
Lepaskan. /- Lepaskan aku.
Aku belum selesai. Hei, kalian!
Hei!
Lepaskan aku!
Kenapa kamu menghentikanku?
Akan kubunuh mereka dan kurebut kembali kamar ibuku.
Dengan begitu, dia pasti mau pulang.
Bibi.
Mereka tidak akan pergi meski Bibi melakukan hal ini.
Se Joon, jangan menghentikannya.
Biarkan Bibi menjambak rambut mereka untuk melepaskan kemarahannya.
Nenek adalah ibunya. Bibi berhak melakukan hal itu.
Bibi, lakukan apa pun yang membuat Bibi puas.
Benar sekali. Aku seharusnya membunuh mereka
alih-alih menjambak rambut mereka.
Astaga, kepalaku.
Bu Sa masih hidup?
Aku tidak percaya.
Bagaimana mungkin?
Kita baru merayakan peringatan ulang tahunnya beberapa hari lalu.
Ini seperti salah satu drama gila
yang ditulis penulis naskah terkenal, Kim Soon Ok.
Maksudku ini jauh lebih mengejutkan daripada dramanya.
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Saat ibuku sekarat,
Pimpinan Geum memberinya pil agar jantungnya berhenti berdetak.
Lalu dia menukar peti matinya.
Apa yang kubicarakan?
Bagaimanapun, ibuku masih hidup.
Astaga. /- Tapi
dia tidak mau kembali ke rumah.
Kenapa? Dia seharusnya kembali jika masih hidup.
Pimpinan pasti sangat senang melihatnya lagi.
Aku tahu.
Gye Hwa dan Dal Hee yang licik itu masih tinggal di rumah kami.
Tidak heran dia tidak mau kembali.
Lantas kamu akan diam saja dan tidak mencari Bu Sa?
Tentu saja tidak.
Sudah pasti aku akan mencarinya dan membawanya pulang.
Ibu...
Pria bernama Pimpinan Geum itu
memberikan gambar ini yang katanya adalah gambar ibuku.
Tapi aku tidak tahu apa artinya.
Dia bilang ini pesan dari ibuku.
Tunggu sebentar.
Ada gunung, rumah, dan bebek.
Apa ini? /- Ini lukisan klasik.
Tunggu, apakah ini ekspresionisme? Sulit sekali dimengerti.
Kamu paham ini?
Bebek besar ini sepertinya adalah orang tua.
Tiga bebek ini tampaknya anak dari bebek ini.
Aneh.
Kamu tahu, sudah sewajarnya bagi bebek ada dalam satu kawanan.
Anak bebek biasanya mengikuti orang tuanya.
Kamu benar.
Anak-anak bebek ini mengarah ke sini sementara induknya ke arah sana.
Ada sesuatu yang terjadi di antara mereka?
Mungkinkah
ini pesan dari Bu Sa untuk Pimpinan?
Kurasa dia benar.
No comments yet. Be the first to leave one.