The first 200 lines.
15 Agustus 1936.
Hari di mana aku sadar rasanya...
Ketika negaramu diperbudak.
Olimpiade Berlin, Jerman.
Aku pergi bersama Tim Hoki kami.
Dulu namanya Tim India Inggris.
Adolf Hitler adalah seorang diktator Jerman.
Ia baru saja menghina India dalam pidatonya.
Jadi rakyat India yang tinggal di Jerman...
Sangat marah.
Mereka memprotesnya.
Bahkan ingin memboikot Olimpiade.
Hal ini membuat Inggris sangat gelisah.
Hasilnya...
Para pengawal akan selalu mengawasi kami...
Seakan kami bukan tim, namun berlian Kohinoor.
Itu aku, Tapan Das.
Manajer Muda, tapi sebenarnya hanya kuli angkut yang dipuja.
Hanya bagasi tambahan.
Tapi pemain kami adalah yang terbaik di dunia.
Dua medali sudah dimenangkan...
Dan ke sini demi medali ketiga.
Setiap pemain kami adalah juara sejati.
Imtiaz Shah. Sadiq Abdullah.
Aman Singh. James Cullen.
Harvinder Singh.
Tapi juara dari para juara adalah kapten kami...
Samrat.
Ayo, India! Kalian bisa!
Ayo, India! Ayo, India!
Samrat!
Semoga berhasil!
Samrat!
Semoga berhasil, Nak!/ Samrat!
Samrat, semangat!/ Terima kasih.
Semoga berhasil, Samrat!
Samrat!
Samrat!
Ini bendera nasional kita! Bendera kita yang sebenarnya!
Hei! Turun!
Hidup Revolusi!
Hidup Revolusi!
Hidup Revolusi!
Hidup Revolusi!
Hidup Revolusi!/ Hidup Revolusi!
Hidup Revolusi!
Hidup Revolusi!
Revolusi!
Hidup Revolusi!
Hidup...
Hidup Revolusi!
Hidup... Hidup Revolusi!
Selamat datang di final hoki lapangan 1936!
Pagi ini kita akan tahu siapa pembawa pulang medali emas Olimpiade.
Hari ini meriah sekali...
Stadion dipenuhi luapan penonton yang bersemangat.
Bahkan sang Führer berada di sini untuk menonton!
Hidup!
Sebagai protes atas pidato Adolf Hitler...
Terhadap perjuangan kemerdekaan India...
Kontingen India menolak menghormatinya.
Di satu sisi, ada juara bertahan...
Dua Olimpiade terakhir, India Inggris.
Dan di sisi lain, ada tuan rumah Jerman...
Yang belum terkalahkan selama turnamen ini.
Kedua tim memasuki lapangan.
Kita di sini menaruh harapan besar pada pertandingan kali ini.
Bola di titik tengah...
Tos awal.
Jerman menguasai bola.
Umpan terobosan oleh kapten Jerman, Rudolf...
Bola berada di lapangan Jerman.
Penyelamatan bagus oleh Sadiq!
Oper ke Ashley...
Ashley melihat Imtiaz...
Imtiaz memasuki area D Jerman dari tengah...
Bola pada Harvinder, Harvinder memukul!
Kiper Jerman menghalau dengan baik!
Pemain India kembali menguasai bola...
Operan cepat oleh mereka...
Samrat menguasai bola, giringan bagus...
Pukul... dan gol!
Berkat gol dari Samrat pemain mematikan Inggris India ini...
Mereka memimpin 1-0.
Kembali bola dikuasai tim Inggris India...
Imtiaz maju ke depan...
Tekel sangat keras oleh Otto Hanke terhadap Samrat!
Kini bola dikuasai tim Jerman...
Tipuan bagus oleh kapten Rudolf...
Dia memukul tepat di sasaran...
Dan gol!
Jerman seimbangkan kedudukan.
Skor menjadi Jerman 1, Inggris India 1.
Skor menjadi 1-1.
Gottfreid melewati Harvinder...
Umpannya mengarah ke kapten, Rudolf...
Tekel brutal lagi terhadap Imtiaz oleh Kruger!
Wasit belum mengeluarkan kartu.
Becker mendekati mulut gawang...
Tapi refleks cepat Aquib Ansari menyelamatkan India Inggris dari kebobolan!
Jerman mencuri bola... Peluit babak pertama dibunyikan.
Hei, Samrat...
Kau lihat umpan-umpan pendek Jerman itu?
Artinya mereka telah memelajari permainan kita.
Mereka menantang kita.
"Setiap kau mencetak gol, kau kami hajar."
Nazi bedebah ini...
Bermain kotor.
Bolehkah aku bicara.../ Mata wasit sudah buta.
Percuma berharap keadilan wasit.
Kurasa mereka sudah berlatih dengan baik.
Samrat...
Kita harus ganti strategi.
Kumohon bolehkah aku bicara?
Bicaralah, Bengali.
Selama ini, kita bermain untuk Inggris.
Tapi sekarang...
Bermainlah untuk ini!
Kau sedang apa, Pengganggu?
Kau tahu bendera ini dilarang.
Jika orang Inggris tahu, kita akan dipenjara karena pengkhianatan.
Memang sekarang kita bebas?
Samrat...
Selamat datang di babak kedua.
Sejauh ini, dua gol telah tercipta di babak pertama.
Dan skor tetap imbang 1-1...
Antara Jerman dan India Inggris.
Pemain berada di posisi.
Tim India Inggris menguasai bola...
Younis mengoper ke Sadiq...
Sadiq umpan ke Samrat...
Samrat menghancurkan barisan pertahanan Jerman...
Dia memukul, dan gol!
Otto! Otto!
Sepertinya terjadi perkelahian antara Otto Hanke dan Samrat...
Samrat terjatuh!
Wasit memperingatkan Otto Hanke...
Dan menghadiahkan pukulan penalti untuk India Inggris...
Tapan, sudah cukup.
Aku akan membuat aduan resmi sekarang.
Tangani mereka.
Bila Samrat tidak kembali ke lapangan karena cedera...
Jerman mendapatkan peluang...
Untuk memenangkan pertandingan.
Samrat cedera lumayan parah...
Hei, itu pelanggaran juga!
Tunjukkan pada mereka, Samrat!
Samrat kembali memasuki permainan!
Samrat kembali ke lapangan!
Penonton Jerman pun memberi Samrat tepuk tangan...
Atas kecintaan dan komitmennya pada permainan.
Sadiq dorong bola ke Harvinder...
Kemampuan yang baik oleh Harvinder...
Dia mengumpan ke Samrat...
Samrat memukul dan gol!
Itu gol keempat India!
Dengan ini, India Inggris mencetak gol kelima mereka!
Harvinder mengumpan lambung, Imtiaz menyambut bola...
Dan gol!
Skornya sekarang 6-1!
Samrat melewati pemain Jerman...
Masuk dan gol lagi!
India Inggris 7, Jerman 1!
India! India! India!
Ayo, India!
India Inggris benar-benar telah menghancurkan...
Harapan tim Jerman...
Akan medali emas di kandang mereka pada final kali ini.
Ayo, India!/ Ayo, India!
Ayo, India!/ Ayo, India!
India mencetak gol ke-8!
Sudah pasti Jerman tak bisa membalas!
India Inggris secara meyakinkan mengalahkan Jerman 8-1!
Dan mengamankan Medali Emas ketiga di Olimpiade!
Emas... India Inggris!
Hadirin sekalian, dimohon berdiri...
Untuk Lagu Kebangsaan India Inggris.
Ini kemenangan terbesar Samrat.
Kemenangan terbesar.
Tapi juga bukan kemenangan sama sekali.
Karena bendera Inggris yang berkibar di atas kami berteriak...
Kau tidak merdeka!
Pada hari itu Samrat dan aku bersumpah.
Bahwa kami akan kembali ke Olimpiade sebagai negara merdeka...
Mendapatkan Emas, dan menghormati bendera triwarna kami.
Saat itu aku tidak tahu...
Bahwa jutaan lelaki di negaraku memimpikan hal yang sama.
Khususnya generasi muda.
Hari-hari berlalu...
Dengan menggandeng mimpi baru...
Saat kami memulai, Tak ada yang menahan kami.
Waktu terus merangkai cerita baru...
Setiap momen adalah misteri.
Tiada yang tahu ada apa di sana.
Karena petualangan membuka...
Gandengan mimpimu...
Berkilau bagai emas, Bersinar terang.
Selalu bersama kita, Ke mana pun kita pergi.
2 September, 1939...
Jerman menginvasi Polandia dan memicu perang.
No comments yet. Be the first to leave one.