I Live Alone (Home Alone / 나 혼자 산다)

I Live Alone (Home Alone / 나 혼자 산다)

Download Indonesian Subtitle

Release info

나혼자 산다 I Live Alone E302 190712-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 302 [VIU Ver.] "Na Rae's Days Full of Love"

Tags

other
Published on: 2019-07-13
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Chobok, Awal dari Hari-Hari Terpanas Tahun Ini"

Senang melihatmu. - Senang melihatmu.

Tunggu. Siapa ini? Panas sekali.

Ini pria kompetitif.

Pria yang berapi-api dengan daya saing.

Biar kukatakan ini lagi untuk informasi kalian.

Aku hanya berusaha keras membuatnya mudah

untuk timku. - Astaga.

Jika itu permainan individu, aku akan tidak tertarik.

Apa kamu bilang tidak tertarik? - Tidak tertarik.

Aku... - Kamu mau aku mengumpatmu?

Maksudku, kamu bilang, "Satu, dua, satu, dua."

Bagaimana bisa orang yang tidak tertarik mengatakan itu?

"Satu, dua, satu, dua"

"Itu terdengar agak akrab"

"Kencan, kencan"

"Satu, dua, satu, dua"

Itu berlebihan. - Memang!

"Dia berargumen dia tidak kompetitif, tapi itu berlebihan"

"Itu lucu"

Aku sudah melihat bagian akhir pratayang pekan lalu.

Tentang apa itu? - Itu gila.

"Pratayang yang menjadi topik hangat"

"Seksi"

Itu berhenti di tampilan panas. - Benar.

Berdasarkan adegan itu,

kurasa mereka memakai kamera yang dipakai pada Choong Jae.

Yang mahal itu? - Ya.

"Itu benar"

"Kualitasnya memang berbeda"

"Itu terlihat seperti adegan dari drama anak muda"

"Itu jarang ditemukan pada anggota lainnya"

Itu kamera yang sama.

Itu kamera yang sama yang selalu kita gunakan.

Tidak, itu tidak pernah digunakan pada kita sebelumnya.

Itu... - Mereka pakai aplikasi atau apa?

Tidak, itu...

Tidak bisakah kita gunakan itu pada Kian84?

Benar. - Kalian berdua bertengkar.

Maaf? - Kalian berdua bertengkar.

Tidak, kami berdamai.

"Mengemudilah, Bung"

"Dia mencari gara-gara"

Setelah itu,

aku meneleponnya untuk minta maaf. - Itu membuatku gila.

Aku meneleponnya dahulu sebab aku lebih muda.

Menurutmu kamu kelewatan? - Tapi sejujurnya,

aku mengharapkan dia bilang itu tidak apa-apa.

Baik. - Tapi dia tidak melakukannya.

Tidak. Hei. - Kamu tahu dia bilang apa?

Jadi, kubilang... - Kian84.

"Aku sangat menyesal. Kurasa aku melewati batas."

Lalu katanya, "Benar. Kamu melewati batas."

Tidak. - Itu kebenarannya.

Kupikir dia akan berkata, "Itu tidak apa!"

"Aku tidak keberatan." - Astaga.

Kalau begitu, berdamailah di sini.

Benar. Berdamailah. - Pegangan tangan.

Datang ke tengah. Pegangan tangan. - Astaga.

Cepat. Itu gaya lama. - Pikirkan apa salahmu.

Coba permainan "Begitu Rupanya". - Ya.

Bilang "begitu rupanya" setelah mendengar pendapat satu sama lain.

Pegangan tangan sekarang. - Baik, Kian84.

"Berpegangan dengan erat"

Maaf aku menyuruh-nyuruhmu dan bilang, "Bung".

Tapi itu... - Aku melewati batas.

Tidak. - Kamu bilang, "Begitu rupanya."

Begitu rupanya. Begitu rupanya. - Aku tidak akan pernah begitu lagi.

Aku tidak akan pernah mengusilimu.

"Apa?"

Dia tidak akan pernah?

Kamu bilang mau mengakhiri persahabatan kita.

Kamu harus bilang, "Begitu rupanya."

Begitu rupanya.

Maaf sudah bersikap tidak dewasa.

Meskipun aku lebih tua darimu,

sikapku tidak seperti itu. - Tidak, aku melewati batas.

Pelukan! - Pelukan!

"Kemarilah, Kian84"

"Baik, Henry"

"Pelukan perdamaian yang indah"

Pelukan.

"Melegakan sekali"

Jangan benci aku.

Itu Mokpo! - Lama tidak berjumpa!

Kali terakhir... - Kita semua pergi ke sana bersama.

"Na Rae tiba dengan dandanan rapi"

Astaga, kamu berdandan rapi. - Itu cantik.

Cuaca di sini menyenangkan.

"Dia juga membawa banyak barang"

Kamu membawa begitu banyak hadiah.

Aku mau ke Illo.

Baik.

"Dia naik taksi ke Illo-eup"

"Apa yang membawanya ke rumah kakeknya?"

Hari ini...

Apa yang kamu pakai?

Aku ganti pakai baju kerja.

Aku akan menemukan rahasia itu.

"Cukup tegas"

Aku akan membuat anggur dan selai

buatan sendiri.

Kenapa ada begitu banyak lalat?

"Tiba-tiba?"

Apa aku bau?

Semenjak aku lahir,

ada pohon bernama loquat di halaman.

Itu loquat? - Loquat...

Itu mirip aprikot,

tapi itu sangat manis.

Itu bukan alat musik? - Bukan.

Aku juga mengira itu nama alat musik.

Itu buah loquat.

Itu warna minuman keras berusia 30 tahun.

Rasanya menakjubkan.

Sungguh? - Aku pergi untuk membuat itu.

Aku sudah mencoba semua jenis buah,

tapi tidak pernah mencoba loquat. - Memang, bukan?

Kurasa aku belum pernah coba. - Loquat.

"Dia menuju ke sana tanpa jeda, dengan antusias"

Apa itu membawa kembali kenangan?

Ya. - Sekolah Musim Panas Na Rae.

Itu di mana kita berlari. - Itu cantik sekali.

"Atas perintah Asisten Si Eon"

"Mereka berlari sepanjang sawah dengan menyegarkan"

Itu benar-benar damai.

Itu sangat cantik. - Kamu bisa turunkan aku di sini.

Aku akan jalan kaki dari sini.

"Hai, Na Rae"

"Diam"

Kakek!

Lama tidak berjumpa.

Aku ingat struktur rumahnya. - Ya.

Kakek. Halo.

Aku mengupas bawang di atas sana. - Benar.

"Dua tahun lalu, mereka mengupas bawang di atas bangku kayu itu"

Kakek. Halo.

Na Rae, kamu sudah datang. - Ya.

"Park Man Bae, kakeknya Na Rae"

Itu kakek dan nenekmu.

Kakek!

Dia belum berubah, bukan?

"Dua tahun yang lalu"

"Para anggota Klub Pelangi mengunjungi"

"Kakek neneknya Na Rae"

"Bagaimana kabarmu?"

Nenek. - Nenek!

Ya. - Putriku sudah datang.

"Oh Yang Rye, neneknya Na Rae"

Apa kabar? Apa?

Kamu pasti melalui banyak hal.

Sama sekali tidak. - Aku tahu.

Memang.

Aku seharusnya berkunjung selama musim sibuk.

Apa? - Selama musim sibuk.

Suruh orang-orang itu datang dan membajak ladang.

"Orang-orang itu." - Itu kata kakek dan nenekku.

"Orang-orang itu"

"Kami tidak yakin apa mereka membantu"

Kamu seharusnya mengajak mereka kemari.

Seharusnya begitu.

Aku seharusnya mengajak mereka. - Benar.

Mereka tidak bisa kuajak kali ini. - Astaga.

Aku mendengar darinya belakangan

bahwa seseorang mengerjakan ladang kacang tanah.

Tapi dia harus mengerjakan ulang seluruh ladang.

Astaga. - Itu kacau total.

Sungguh? - Itu bukan aku.

Siapa yang melakukannya? - Siapa mengerjakan ladang kacang?

Siapa yang melakukannya? - Siapa mengerjakan ladang kacang?

Henry dan aku melakukannya.

"Kami menyesal"

Apa kamu ingat? - Kamu melakukannya sendiri.

Mereka bertengkar lagi.

Mereka harus dipisahkan.

Kami tidak bertengkar. Aku hanya bertanya apa dia ingat.

Mereka begitu dekat saat itu.

Mereka menyebut satu sama lain manis.

"Mereka menyebut satu sama lain manis"

Cara mereka memandang satu sama lain begitu berbeda sekarang.

Matanya begitu berbeda sekarang.

Hei, Henry. - Tidak, itu tidak benar.

Coba dibuka.

"Kakeknya Na Rae membuka hadiah"

Kakek bilang ingin memiliki Bumi.

Bumi? - Jadi, aku membawanya.

Maksudku bukan yang kecil seperti ini.

Aku menginginkan yang asli. - Astaga.

Impiannya adalah menaklukkan Bumi.

Sungguh? - Menaklukkan?

Astaga.

Tapi ini Bumi terbaik yang kuketahui.

Itu bola Bumi.

Aku harus menaklukkan peta dunia.

Kakekmu menggemaskan sekali.

Kenapa Kakek ingin memiliki Bumi?

Aku tidak bisa lagi pergi berwisata karena sudah tua sekarang.

Jadi, aku ingin melihat peta dunia sebagai gantinya.

Nenekku tidak bisa pergi berwisata

karena dia menjadi mual sepanjang waktu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left