Hometown Cha-Cha-Cha

Hometown Cha-Cha-Cha (갯마을 차차차)

Download Indonesian Subtitle

Release info

갯마을 차차차-Hometown-Cha-Cha-Cha-E03-NEXT-NF
갯마을 차차차-Hometown-Cha-Cha-Cha-E03-WEB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2021-09-04
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Suara Desa Gongjin…

- Terima kasih. - Makanannya enak.

- Terima kasih. - Selamat jalan.

- Taekwon! - Satu.

- Taekwondo! - Taekwondo!

Yoon Hye-jin! Paket!

Ini adalah suara Yoon Hye-jin, wanita asal Seoul,

saat berlari keluar menerima paket.

Kenapa? Terimalah.

Ya.

EPISODE 3

Kau tetap bekerja hari Sabtu?

Ya. Jin-seok, kurir area ini, patah tulang. Jadi, aku menggantikannya.

Itu bukan kabar baik.

- Tak perlu tanda tangan? - Tak usah. Wajahmu sudah cukup.

Wajah sepertimu sulit dicari di Gongjin.

- Kau menghinaku, ya? - Bisa jadi.

Lucu sekali. Kau pikir kau tampan?

Di Seoul, wajah sepertimu lebih banyak daripada bekas permen karet di jalanan.

Baiklah. Aku pergi.

Lebih banyak daripada cumi-cumi yang masuk pelabuhan Gongjin pagi ini.

"Hai."

- Bagaimana? - Lumayan.

Aku tak bisa pergi ke medan perang dengan baju zirah yang lumayan.

- Maksudmu pernikahan temanmu? - Tepat.

Teman-temanku akan berkumpul,

membicarakanku yang buka klinik di desa.

Rasanya seperti ditusuk.

Ini akan menjadi pertempuran berdarah.

Kalian para dokter gigi memang jahat.

Di antara mereka semua, aku yang paling tidak jahat.

Kalau begitu, kenapa kau tak membeli langsung ke toko?

Aku juga ingin begitu.

Tapi di desa ini tak ada mal.

Benar juga.

Hanya ada satu cara untuk bertahan.

Yoon Hye-jin!

Yoon Hye-jin!

- Bagaimana? - Cantik.

- Kurang bagus, ya? - Yoon… Yoon Hye-jin!

Yoon Hye… Yoon Hye-jin!

Bagaimana?

Terlalu feminin, ya?

- Seperti gaun acara penghargaan? - Ya.

Yoon Hye-jin!

Yoon Hye-jin

Yoon Hye-jin

Yoon Hye-jin

Berlebihan?

- Ini sulit. - Tentu saja.

Pyo Mi-seon…

Ini punyamu, 'kan?

Tidak seperti orang kaya, ya?

- Seperti orang kaya. - Sungguh?

- Ya. - Ada yang kurang.

Yoon Hye-jin!

Apa-apaan ini?

Kau dirasuki hantu belanja daring?

Hari ini agak banyak. Maaf, ya.

Astaga. Memangnya…

kau membeli apa dari berbagai negara?

Amerika, Jerman, Inggris…

Paketmu datang dari seluruh dunia.

Aku hanya membeli baju secara daring. Ini bukan urusanmu.

Badanmu satu, kenapa butuh baju banyak sekali?

Teroris mode sepertimu tak akan mengerti.

Baju itu yang penting fungsional. Kau tak tahu.

Terserah kau saja.

Ini karena kau mulai mendapat pasien, 'kan?

Kapan kau bisa menabung dan pergi ke Seoul?

Aku akan ke Seoul hari Minggu ini. Kenapa?

- Minggu ini? - Ya.

Ada urusan penting.

Setelah ini tak akan ada paket lagi, jadi, jangan cerewet.

Lipstik itu warna apa?

Wajahmu langsung terlihat cerah.

- Benarkah? - Ya.

- Bagus? - Ya, cantik.

Berputarlah.

Bagus sekali!

Sempurna. Pergilah ke pertempuran!

- Aku pergi. - Ya, pergilah.

Jangan lupa beri makan landaknya.

Ya.

Padahal sepatu ini paling cocok…

Maaf, ya.

Gara-gara aku, pasanganmu terombang-ambing di lautan.

Astaga. Kukira kau orang lain.

Kau juga.

Hari ini aku tak memesan apa-apa.

- Ya. Hari ini aku punya permintaan. - Apa?

Kudengar kau akan ke Seoul hari ini.

- Mari pergi bersama. - Apa?

Semuanya ada urusan di Seoul.

Bu Gam-ri mau mengantar kepiting bumbu untuk anaknya.

Bu Mat-i… Topinya cantik.

Bu Mat-i mau ke pesta ulang tahun pertama cucu temannya.

Bu Suk-ja mendapat kabar pinggang anaknya terkilir,

jadi, dia diminta menjaga cucunya.

- Tenang saja. - Kita harus bicara.

Kenapa tiba-tiba sekali?

Kita searah. Tak masalah, 'kan?

Ayo berangkat.

- Baiklah. - Ya.

Tak apa, 'kan? Ayo. Dia akan mengantar kita.

Aku bisa gila.

Baiklah.

Stoplesnya sudah tertutup rapat, 'kan?

Ya, sudah tertutup rapat. Jangan khawatir.

- Kau ganti mobil? - Itu tidak penting.

Apa-apaan ini?

Waktunya cukup? Kita mampir ke banyak tempat.

Kita bicarakan nanti.

Kenapa kau membawa banyak sekali?

Ini tidak banyak.

Aku khawatir tak cukup untuk lima orang.

Kau membuat kue kentang? Ini kesukaanku.

Saat di dalam mobil…

kita harus mengunyah terus agar tak mabuk darat.

Ini untuk Bu Dokter. Buka mulutmu.

Tidak usah. Aku sedang menyetir…

- Apa yang kau lakukan? - Jangan bicara sambil mengunyah.

Bu Gam-ri, kenapa tidak makan?

Aku masih kenyang karena sarapan terlalu banyak.

Makanlah satu. Dia sudah membuatkan.

Ada apa?

Ini kurang matang.

Kenapa keras sekali?

Gigimu yang bermasalah. Kenapa menyalahkanku?

Kalau tak suka, jangan dimakan.

Gigimu sakit? Kenapa tidak bilang dari awal?

Mintalah kepada Bu Dokter agar diberi harga murah.

Cerewet sekali! Jangan bicara yang bukan-bukan.

Datanglah ke klinik gigiku. Akan kuperiksa dengan baik.

- Astaga. - Astaga.

- Astaga. - Kalian baik-baik saja?

Aku kaget sekali. Jantungku seperti mau loncat.

Astaga. Apa yang terjadi?

Orang seperti itu SIM-nya harus disita.

Kenapa kau mengejarnya?

Aku akan memberi tahu kesalahan yang dia lakukan.

Jangan. Kau mau menjadi seperti dia?

Hei!

- Kenapa kau menyetir seperti itu? - Tak bisa dipercaya.

- Kau hampir menyebabkan kecelakaan. - Apa?

Jangan mendahului tanpa menyalakan lampu sein.

- Yang penting tidak menabrak, 'kan? - Apa katamu?

Aku tak menyebabkan kecelakaan. Apa maumu?

Tolong jangan diulangi lagi. Kau bisa menyebabkan kecelakaan.

Jangan sampai ada korban lain.

Ini hal sepele. Kenapa kau mengejarku dan membuat keributan?

Wanita jalang seharusnya dilarang menyetir.

Apa? Jalang?

- Hei! Jaga ucapanmu! - Sial…

Sialan! Bedebah itu bilang apa?

Bajingan! Setelah menyetir seperti itu, kau masih berani bicara begitu?

Hei, Keparat!

Akan kusobek paru-paru dan ginjalmu,

lalu bermain lompat tali dengan ususmu!

Nenek itu sudah gila!

Ya, Berengsek!

- Bedebah kurang ajar! - Sial!

Berengsek! Mau kabur ke mana? Kembali! Sialan!

Keparat! Berani-beraninya dia bicara seperti itu.

Ibuku berasal dari Beolgyo.

- Begitu. - Ya.

Ya.

Bagaimana ini?

Kue kentangnya jatuh di lantai mobil.

- Sayang sekali. Bagaimana ini? - Di situ ada tisu basah.

Di sini?

UNDANGAN PERNIKAHAN

TEMPAT ISTIRAHAT

SATE OTAK-OTAK KUE KENARI

Kau mau?

Kau masih bisa makan setelah semua yang terjadi?

Tentu saja. Kentang panggang di tempat istirahat paling enak.

Tidak, soddeok-soddeok paling enak.

- Mau kubelikan? - Tak usah.

Kenapa mereka belum kembali?

Aku akan terlambat.

Waktunya masih cukup.

Kenapa terburu-buru? Kita jalan pelan-pelan saja.

Sambil melihat gunung itu.

Terserahlah.

Mau kubelikan soddeok-soddeok ?

Cepatlah kemari.

- Mau ke mana? - Mereka ke mana?

Mau ke mana lagi sekarang?

Menyebalkan.

Sangat menyebalkan.

- Suk-ja pandai menari. - Ayo, Bu Suk-ja!

Baiklah!

- Bagus! - Ya!

Permisi. Boleh kumatikan musiknya?

Apa?

Aku lebih suka menyetir dengan tenang.

Matikanlah. Kita tak boleh mengganggu orang yang menyetir.

Kau tak bisa bersenang-senang.

Kau juga diam.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left