The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
Di taman area Bango-dong,
ada banyak darah ditemukan.
Ini Taman Bermain Damsong.
Ada kaki...
Ada kaki wanita di kantong sampah makanan!
Kinerja kejaksaan yang tidak efisien
menyebabkan publik diliputi ketakutan tadi malam.
Ini bukan kasus pembunuhan liar.
Tunggu!
Bagaimana cara kita menghitungnya?
Korban tanpa identitas tewas karena penyakit.
Lalu darah di wastafel dan kakinya
diketahui milik satu orang, tapi dia belum meninggal. Jadi...
diketahui milik satu orang, tapi dia belum meninggal. Jadi...
Kesimpulannya,
tidak ada empat korban.
Apa Jung Hee Joo, gadis di motel, satu-satunya korban?
Lalu ini
pemeriksa medis LFN, Dokter Baek Beom.
Halo.
Halo.
Omong-omong, ada perlu apa kamu ke sini?
Urusan pribadi.
Baik. Begitu rupanya.
Kami akan pergi.
Sampai jumpa.
Tunggu.
- Ya? - Apa hari ini
kamu sudah menyentuh jenazah?
Ya.
Selalu ada orang mati
di rumah sakit.
Kenapa kalian mempermalukanku di depan Jaksa Agung?
Maafkan aku.
Kepala Gal.
Bersiaplah untuk konferensi pers dan buat koreksi
sebelum pers mendapatkannya terlebih dahulu.
Kita harus minta maaf. Tidak ada pilihan lain.
Ya, Pak.
Omong-omong,
bukankah akan lebih baik
jika Jaksa Eun yang mengadakan konferensi pers?
Apa?
Aku?
Benar. Akan lebih baik jika kamu yang mengadakan konferensi pers.
Benar.
Jaksa berperangai lembut pasti akan lebih baik
daripada yang agresif sepertiku.
Benar. Tepat sekali.
Kamu benar sekali.
Jaksa Eun, jangan khawatir.
Ini hal yang baik.
Kita pikir para korban dibunuh,
tapi ternyata tidak.
Bukankah ini melegakan? Bukankah begitu?
Ya. Itu benar, tapi...
Jangan hanya berdiri di sana. Siapkan konferensi pers.
Ya, Pak.
Benar. Di mana Wakil Kepala Do sekarang?
Suruh dia kembali sekarang.
Ya, Pak.
Baiklah. Mari kita lihat.
Baik. Tunggu.
Mari kita mulai dari pukul 12.20 tanggal 25 Mei.
Pukul 12.20 siang?
Aku akan memutarnya.
Di sini. Ini pukul 12.20.
Seharusnya lewat sekarang.
Jaksa Do,
mengingat lokasi jendela...
Tunggu, si berengsek ini kemari bukan untuk mengisi bensin?
Ada kamera yang lebih dekat ke mesin pengisi bahan bakar?
Tunggu.
Yang ini sudut pandangnya lebih baik.
Yang ini.
Apa?
Apa ini?
Tunggu. Itu kotoran merpati.
Sial. Mereka buang air besar di kamera lagi.
Sial. Aku tidak bisa melihat apa-apa karena itu.
Yang benar saja. Kotoran itu menutupi pelat nomor.
Mereka seharusnya membersihkannya.
Apa yang terjadi?
Apa itu? Dia pergi tanpa menerima kembaliannya?
Aku ingat sekarang.
Dia memberiku cek.
Saat aku mau meminta tanda tangannya, dia malah pergi.
Tidak mungkin bisa dilacak.
Apa yang kamu lakukan di sana?
Karena dia tidak menandatanganinya, aku menulis pelat nomornya.
Jika ada masalah, bosku akan mengurangi gajiku.
Kamu masih menyimpan ceknya?
Belum kami depositokan, jadi, mungkin masih di sini.
Tunggu sebentar.
- Ini. - Terima kasih.
"Cek 100 dolar"
"24D 7225"
Mari kita cari.
"24D 7225"
Ini dia.
Kenapa kita harus mengadakan konferensi pers seperti itu?
Aku tidak percaya ini konferensi pers pertamamu.
Dia tidak mau terlibat dengan masalah ini.
- Cepat. - Astaga.
- Ini dia. - Astaga.
- Akan kuikat rambutmu. - Ini tidak benar.
Kita sudah bekerja keras, bukan?
Nona Eun, tolong lihat ke atas.
- Bagus. - Buat dia terlihat cantik.
Saat semua reporter menghidupkan
lampu kilat, wajahmu tidak akan secantik itu.
Itulah sebabnya aku memakaikan bedak.
Aku perlu menepuk wajahnya.
Karier Jaksa Kepala Gal sudah tamat dan Wakil Kepala Do sudah pergi.
Hanya kita yang bisa disalahkan.
Ayolah. Seseorang harus melakukannya.
Nona Eun! Jangan takut!
Mengerti?
Maafkan aku.
Kenapa tanganku gemetar?
Para reporter akan membombardirnya dengan pertanyaan.
Pastikan kamu tidak terbawa suasana.
Jika tidak, reporter akan mengkritikmu.
Lihatlah bagian atas bibir mereka, bukan mata mereka.
- Lihat ke sana. - Benar.
Di mana Wakil Kepala Do pada saat seperti ini?
Jangan khawatir. Dia akan segera kembali.
Karena kamu sudah cantik,
riasan ini tidak membuatmu terlihat jelek.
- Selesai! Aku sudah selesai. - Baik.
- Lihatlah. - Baiklah.
Ini dia.
Apa... Apa-apaan ini?
Ada apa? Aku mencoba menunjukkan betapa lelahnya dirimu.
Lingkaran hitam karena susah tidur akibat bekerja terlalu keras.
Aku membuatmu terlihat agak pucat.
Ini bagus. Kamu mau lingkaran hitam yang lebih dalam?
Tidak. Ayolah.
Ini tidak benar.
Astaga.
- Kenapa? - Apakah seburuk itu?
Tidak, itu terlihat sangat alami.
Halo, saya Jaksa Eun Sol dari Kantor Kejaksaan.
Saya akan memulai pengarahan tentang pembunuhan liar
di Bango-dong.
Setelah menjalani autopsi darurat dan memeriksa
jasad, darah, dan pergelangan kaki
dari pembunuhan yang dimulai pada tanggal 25,
LFN mengonfirmasi bahwa tiga dari empat kasus
bukanlah korban pembunuhan.
- Apa? - Mereka bukan korban?
Lalu, apa kebenaran di balik pembunuhan liar itu?
Sudah dikonfirmasi bahwa si pembunuh dengan sengaja
membuatnya tampak seperti pembunuhan liar
untuk menghalangi penyelidikan kami.
Satu-satunya korban dari insiden pembunuhan
ternyata adalah Nona Jung yang ditemukan
di motel.
Bukankah itu berarti kalian salah sejak awal
dan membuat orang panik serta merasa takut?
Kami sangat menyesal karena menyebabkan kegemparan.
Para jaksa dan polisi akan berusaha keras
untuk menyelesaikan kasus ini.
Kalian pikir permintaan maaf saja cukup?
Siapa yang akan bertanggung jawab karena membuat masyarakat cemas
dengan informasi yang salah?
Kami percaya bahwa memberikan peringatan
sebelum menerima hasil autopsi
adalah langkah tepat.
Jadi, maksud kalian, ini bukan pembunuhan liar?
Apa yang terjadi pada korban?
Aku sudah menduganya.
- Mereka seperti dubuk. - Benar. Astaga.
- Lihat. - Apa?
Apa yang dia lakukan di sini? Dia datang untuk menonton?
- Aku rasa begitu. - Astaga.
Ada tamu menunggu Anda.
"Tamu"?
Siapa?
Pelakunya sangat teliti dan cerdas.
Dia menyamarkan TKP seolah-olah semuanya kasus pembunuhan.
Kami menduga dia memiliki banyak pengetahuan
dalam kedokteran forensik dan investigasi.
Karena itu, kami akan melakukan investigasi yang sangat berbeda.
Kami akan menyelidiki latar belakang, keberadaan,
dan pola kejahatan pelaku.
Tinggalkan kami.
Beraninya kamu datang ke sini?
Kita akan mulai dari titik awal kasus Jung Hee Joo.
- Ya. - Baiklah.
Silakan masuk.
Maaf aku terlambat.
Wakil Kepala Do!
Ya ampun, kamu melihat beritanya?
Kamu seharusnya datang sedikit lebih awal.
Kami menunggu. Selamat datang kembali.
Kamu tidak perlu memberi selamat. Di sinilah tempatku.
Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.