The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Bumper.
Pada tahun 2003, seorang pria besar yang tak dikenal
menari gembira di atas meja di…
rumah sakit jiwa terbengkalai.
Salah satu tempat terseram yang pernah aku kunjungi.
Dia sungguh gila.
Gila atau tidak…
- Gila! - …selama hampir 20 tahun,
film abadi yang dicintai ini
mengisi dunia dengan keceriaan Natal dengan…
Bernyanyi dengan lantang.
- Pemeran dan krunya… - Bukan siapa-siapa.
Dan beberapa orang terkenal.
Jimmy the Dream. Dia bagaikan mimpi bagiku, ya.
Namun, film Natal yang menginspirasi ini tak muncul begitu saja.
- Aku mau membuat animasi gerak henti. - Dengan inspirasinya sendiri…
Sangat mirip Rankin/Bass.
Siap, Sinterklas?
…diikuti dengan masalah hukumnya sendiri.
Apa?
Ini film yang berkesan atau yang membuat kita dituntut?
Komedi Natal yang tak diragukan…
Kau payah.
…kelucuannya…
Studio tidak menyukainya.
…terus dipertanyakan.
Kau benar-benar gila
karena berpikir Will Ferrell harus menjadi pemeran utama…
- Tidak. - …dari apa pun.
Dan seperti Buddy sendiri,
pembuatan film Natal klasik ini adalah kisah permulaan yang polos dan sederhana…
Kini aku harus bagaimana?
…yang melalui ketekunan, tumbuh
menjadi salah satu film Natal klasik paling mengejutkan sepanjang masa.
Jangan ke mana-mana. Dia akan melepaskan celananya.
Tak mungkin ada cara lain.
Inilah The Holiday Movies That Made Us.
Saatnya memulai persiapan untuk Natal yang akan datang.
Elf, bukan sekadar kisah kehidupan
tentang pria tinggi dan kikuk yang mengira dirinya elf.
- Itu konyol! - Cukup konyol.
Dia bertualang mencari…
- Ayah! - …yang selalu marah.
- Kau mau uang? - Dia membuat semua orang marah…
Panggil aku "elf" lagi!
…dan menarik janggut orang…
seraya jatuh cinta…
Aku jatuh cinta, dan aku tak peduli siapa yang tahu.
…dan menghangatkan hati ayahnya yang dingin,
pada akhirnya, menyelamatkan Natal.
Namun awal kisah ini…
Dimulai jauh dari Kutub Utara.
Malahan, dimulai di Philadelphia pada tahun 1970-an,
yaitu dengan seorang anak Yahudi
yang memiliki pandangan tak lazim soal Natal.
Hanukkah itu hebat,
tetapi ada yang istimewa tentang Natal.
Banyak yang istimewa soal Natal.
Kau lari ke bawah. Ada hadiah di sana.
- Jangan lupa kalau… - Di luar dingin. Di dalam hangat.
- Namun yang paling disukai David… - Aku sangat suka film Natal.
- David menonton film Natal… - Setiap saat.
Sampai waktu menunjukkan tahun 1993, saat dia pergi meninggalkan Philadelphia…
Mengarungi lautan permen karet berputar.
…menuju ke Hollywood untuk mengejar karier menulis naskah film Natal.
- Namun, dia malah bekerja di… - Pabrik lingerie. Ya.
Kehidupan yang indah.
Jika kau ingin tahu tentang tali spageti, tanyalah aku.
Namun, menjalani kehidupan seorang pemuda tak cukup bagi David.
LA mengejutkanku.
Selama Natal, udaranya panas dan aneh,
jadi, untuk membuat diriku merasa betah,
aku menyewa semua film-film Natal.
Namun, saat dia menonton salah satu film favorit
dari masa kecilnya,
sebuah ide menyala bagi David, seperti bohlam.
Kami menyebutnya…
Rudolph.
- Yang mirip David di LA… - Rudolph itu kikuk.
Dia tak bisa berbaur.
Dia mencari tempat yang cocok baginya.
Siap, Sinterklas.
Dengan mengaitkan penderitaan rusa kutub malang ini,
David Berenbaum punya ide…
- Aku punya ide. - …yang mengubah Natal selamanya.
Aku mengubah Rudolph menjadi elf raksasa.
- Lalu ide itu dinamai… - Elf.
Benar.
Jadi, dengan hati yang penuh ketulusan Natal
dari Rankin and Bass,
David mulai membuat kisah Natal
tentang elf bernama Buddy di Kota New York.
Aku tak cocok di mana pun.
Elf itu lucu.
Awal yang bagus.
Konyol dan absurd.
Namun, sekali lagi…
Salah satu ciri khas film Natal adalah harus memiliki kebesaran hati.
Jadi, untuk Elf…
Perjalanan emosional Elf selalu merupakan kisah ayah dan anak…
Yang, bagi David, sangatlah penting.
Ayahku meninggal saat aku masih kecil,
jadi, dorongan emosional film ini adalah mencari ayah.
Aku tahu cara menceritakannya…
Ayah, aku menyayangimu.
…yang bisa aku hubungkan pada tingkat itu.
Aku tahu perjalanan itulah yang kuinginkan untuk Buddy.
Dengan naskah yang sudah rampung, saatnya berbelanja di hari Natal.
Kutunjukkan naskahnya pada agenku. Dia bilang bagus.
Dan tahu-tahu, dia punya studio.
Rumah produksi untuk satu tahun.
Dan seperti itulah, Elf dimulai.
Jadi, mereka langsung melakukan audisi,
dan tak heran, mereka ingin membuatnya
dengan legenda komedi Saturday Night Live,
tetapi bukan yang kau pikirkan.
Mereka ingin menjadikannya film Chris Farley.
Hei, lihatlah, aku diselimuti serbuk elf!
- Filmnya akan berbeda. - Film yang David…
- Sangat berbeda. - …tak mau buat.
Jadi, karena dia sangat peduli dengan naskahnya,
David memutuskan untuk menunggu selama satu tahun…
agar bisa keluar dari kontrak itu dan bertemu seseorang di kafe ini.
Seseorang yang benar-benar memahaminya.
Seseorang seperti produser Jon Berg.
Aku menemui penulis baru setelah membaca naskahnya.
Dia bukan siapa-siapa…
Aku bukan siapa-siapa.
…yang tak punya rekam jejak, tetapi berbakat.
Itu benar.
Dia menginginkan manajer, dan aku bilang, "Aku akan jadi manajermu."
Sesuai kebutuhannya, seseorang dengan rekam jejak.
Aku orang biasa yang tak punya rekam jejak.
Namun dia punya rekan, Todd Komarnicki.
- Saat mereka bertemu untuk minum kopi… - Kami hanya bisa traktir kopi.
…Jon memberikan tawaran.
Aku tak bisa mentraktir dia makan siang.
Lalu apa yang bisa ditawarkan Jon?
Will Ferrell sebagai Buddy.
Maaf, aku terlambat…
Jon dan aku tahu naskah ini dibuat khusus untuknya.
Apa planet favoritmu?
Ada ciri khas Will dalam Saturday Night Live.
- Apa? - Kepolosan abadi.
Lintingan besar penuh persahabatan dan ganja.
Ada yang terpancar dari orang itu.
- Lihatlah aku! - Dan cara Jon dan Todd melihatnya…
- Itu penting untuk Buddy si Elf. - Aku sangat suka tersenyum.
Itu sebabnya Will terasa cocok.
Pasti keren.
Namun mengingat standar David yang tinggi, apa mereka bisa meyakinkannya…
Bagus! Hebat! Ayo kita lakukan.
Meski usahamu keras, jawabanmu benar.
Jadi, pertanyaannya adalah,
bisakah Jon Berg memberikan Will Ferrell?
Tentu saja.
Saat tawa gugup keluar dari produser pemula ini…
Lucu, terkadang menjadi produser baik
adalah bermain bola basket Sabtu pagi di lapangan tenis di rumah agennya.
Jon mengikat tali sepatu dan bersiap menembak.
Atau melewatinya.
Aku bermain dengan Jason Heyman, mewakili Will Ferrell.
Kuajukan filmnya. Dia baca, dia suka.
Dia mengirimkannya ke Julie Darmody, manajer junior Will saat itu.
Dia menyukainya. Dia mengirimkannya
kepada orang terpenting dalam hidup Will, Jimmy Miller.
Jimmy menyukainya dan mengirimkannya kepada Will.
Will akhirnya membacanya, dan orang-orangnya bilang dia bersedia,
dan itu memulai semuanya.
- Jadi, tim tiga orang yang tak terkenal… - Ya.
- …membuat orang ini berkata… - Ya.
Kini, tantangan terbesar mereka adalah membuat studio mengatakan…
- Ya. - Aku menelepon orang-orang di studio.
Aku berpresentasi.
Aku bilang, aku punya naskah bagus…
- Ya? - …dan Will Ferrell pemainnya.
Ya!
- Aku ingin mereka bersemangat. - Ya!
- Namun… - Semua orang menolak.
Perbuatanku selalu salah.
Salah satu hal termudah di Hollywood, bagi siapa pun, adalah berkata…
- Tidak. - Kebanyakan, kau dengar…
- Tidak. - Tidak?
Tidak.
Namun mereka mendengar hal lain yang amat mengejutkan.
Mereka bilang, kau benar-benar gila
karena berpikir Will Ferrell harus jadi pemeran utama…
Tidak!
…dari apa pun.
- Dia bukannya… - Tidak terkenal.
- Memang benar Will punya… - Sedikit rekam jejak.
- …dalam film. - Benar.
Diam.
Sulit sekali berpikir,
"Ada momen sebelum Will Ferrell menjadi bintang besar."
Aku serasa minum obat gila!
Namun saat itu, Will hanya baru berperan dalam A Night at the Roxbury.
Yang sebenarnya bukan film yang… sukses.
Dan itu tak sesuai harapan.
No comments yet. Be the first to leave one.