The first 200 lines.
"Semua karakter, lokasi, organisasi, dan kejadian"
"dalam film ini hanyalah fiksi."
"Episode 5"
"Khusus ambulans"
"Ruang Operasi"
"Rumah Sakit Universitas Dongbu
Di mana Jang Min-gi?
Baru saja dibawa ke ruang operasi.
Kita berhasil menangkapnya lagi.
Usaha yang bagus.
Seorang warga tertembak saat penangkapannya.
- Bagaimana... - Kenapa kau di sini?
Kau kukeluarkan dari kasus ini, 'kan?
Komisaris hampir sampai.
Jangan coba-coba mengungkit itu di depannya!
Astaga, hasil saja yang dipedulikan,
prosesnya tidak?
Sial.
Dasar...
- Hei. - Siapa kau?
Hei, ada kamera.
Sialan.
Cukup.
Kau masih menganggap berkelahi sebagai solusi, ya?
Sudah kubilang zaman sudah berubah.
Hei, kau membunuh Kang Su?
Untuk apa aku membunuhnya?
Kami seperti saudara.
Kau sudah tak bisa lagi menyakitiku.
Paham?
Ganti rugi untuk kameramu.
- Ayo. - Baik.
Mereka takkan mau naik ambulans.
"Instalasi Gawat Darurat"
Ayo.
Ke sini.
Permisi! Ada pasien darurat!
Kemarilah.
"Kepolisian Geumpyeong Menangkap Pembunuh Berantai, Jang Min-gi"
Siang ini, pukul 15.00,
sejumlah detektif Kepolisian Geumpyeong
berhasil menangkap buronan pembunuh berantai, Jang Min-gi,
setelah pengejaran yang panjang dan menegangkan.
Jang Min-gi tertembak dalam aksi penangkapan
dan tengah dirawat oleh dokter bedah terbaik di Korea.
Begitu dia siuman, kami berencana memulai penyidikan
mengenai dua pembunuhan yang terjadi saat dia buron.
Bagaimana kondisi Jang Min-gi saat ini?
Menurut dokter, dia akan selamat.
Kami dengar seorang warga juga tertembak. Benarkah itu?
Ya, warga itu adalah orang
yang membantu Jang Min-gi melarikan diri.
Dia terluka
selagi berusaha melindungi Jang Min-gi.
Keduanya akan segera pulih.
Aku ingin menekankan
bahwa penggunaan senjata dalam proses penangkapan itu
sangat diperlukan dan sesuai prosedur.
Tembak aku.
Tembak saja!
Jangan!
Kau tak apa?
Kau nyaris tak selamat.
Di mana yang lain?
Sedang mendapat perawatan darurat.
Untungnya, lukanya tak parah.
Sebentar.
Halo? Aku di rumah sakit. Ada apa?
"Instalasi Gawat Darurat"
Syukurlah kau baik-baik saja.
Ya. Kita dihajar habis-habisan.
Untung saja lukamu tak parah.
Padahal aku bos kalian.
Tapi aku malah membebani kalian.
Aku malu dengan diriku sendiri.
Jalani saja hidup kalian masing-masing.
- Baik. - Baik.
Sialan mereka.
Sedikit pun tak ragu.
Hei...
Mereka semua pergi ke mana?
"Bantuanmu akan selalu kuingat, Teddy Jeong"
"Bantuanmu akan selalu kuingat"
"Teddy Jeong"
Kau di sini rupanya.
Para pasien tadi belum membayar perawatan.
Apa?
Apa...
Aku tak bawa dompet. Bisa bayarkan? Kuganti berkali lipat.
Aku tak bawa dompet.
Bisa bayarkan?
Kuganti berkali lipat.
Ya.
Memangnya dia burung walet yang balas budi ke Heungbu?
Berapa biayanya?
Sudah merasa mendingan?
Jangan, kau belum boleh bergerak.
Pelurunya menembus bahumu.
Jang Min-gi bagaimana?
Operasinya sudah selesai, dia sedang beristirahat di ICU.
Min-gi.
"Markas Investigasi Khusus"
Perhatian.
Selama ini, kalian tak sempat pulang ataupun mandi.
Terima kasih atas kerja keras kalian untuk menangkap Jang Min-gi.
Kapol akan menepati janjinya
dan mentraktir kita makan iga panggang!
- Asyik! - Hore!
- Daging iga! - Daging iga!
Kumpul di restoran daging sapi di seberang jalan.
- Baik. - Cepat.
- Aku lapar sekali. - Senangnya.
- Tak sabar. - Kita akan makan daging.
Aku sampai mengiler.
Hei, Dae-jin.
Pemerkosa berantainya sudah masuk DPO?
Aku lupa.
Namanya Jang Seong-su, 'kan?
Boleh aku makan daging iga dahulu?
Komandan bilang kau boleh ikut,
meski kau tak berkontribusi.
Tak usah. Aku hanya tertarik daging sapi prime cut.
Restorannya tak menjual itu.
- Guratan lemak tak begitu penting. - Bodoh.
Guratan lemaknya itu yang terpenting.
Yang terpenting kedua baru asam lemak.
Jika kau begitu serbatahu,
kenapa gagal menangkap Jang Min-gi?
Sini kau. Akan kugurat pipimu.
Nanti kukerjakan setelah makan malam.
Tak usah. Santai saja.
Kukerjakan sendiri.
Astaga.
"TEAM BULLDOG: OFF-DUTY INVESTIGATION"
"TEAM BULLDOG: OFF-DUTY INVESTIGATION"
Apa? Kenapa kau kembali?
Ibuku menelepon.
Aku bilang kami akan makan iga,
lalu aku disuruh minum obat agar bisa makan banyak.
Jika kau tak mau dagingnya, bisa kuambilkan selada dan bawang putih.
- Sudahlah, makan sana. - Ya.
Suplemen untuk wanita menopausal, Restart
Tolong analisis DNA di sini secepatnya.
Baik.
Terima kasih.
- Sampai jumpa lagi. - Ya.
Dia pasien terakhirku, 'kan?
Ya. Tapi
detektif yang datang tempo hari kembali lagi.
Detektif?
Kukira kasus Lee Seon-mi sudah ditutup.
Kulihat di berita, pelakunya ditangkap.
Hari ini, aku datang karena Pak Jang Seong-su.
Kopi ini mengingatkanku pada Central Park di New York.
Itu kopi instan dari Korea.
Rasanya tak seperti yang berasal dari Lake Park.
Kenapa anak itu?
"Anak itu"?
Panggilan yang aneh untuk kekasih.
Apa kau lebih seperti ibu baginya?
Kau ingin tahu sekali soal hubunganku.
Anak itu...
Maksudku, Pak Jang Seong-su,
dicari atas pembunuhan Lee Seon-mi.
Apa?
Bukankah pembunuh berantai yang sempat buron itu
pembunuh Nona Lee Seon Mi?
Seluruh negeri tahu itu.
Pada hari pembunuhannya, Pak Jang
merusak semua kabel CCTV di dekat TKP.
Saat kami menjalankan tes DNA pada jasad Lee Seon-mi,
terbukti pelakunya adalah pria bermarga Jang.
Setahuku, pembunuh berantai yang ditangkap juga bermarga Jang.
Kau mencurigainya berdasarkan marga?
Mungkin, dia kaki tangannya.
Jadi, jika kalian berkomunikasi,
suruh dia menyerahkan diri dan jangan mempersulit diri
sebelum situasi memburuk.
Terima kasih atas kopi instan Korea ini
yang rasanya seperti kopi New York.
Ya, ini kopi instan rupanya.
Hei, Anak Muda. Apa harimu buruk?
98 kali.
Aku ditolak perusahaan 98 kali.
Sepertinya akan sampai 100.
Apa katamu?
Maaf.
Apakah masyarakat ini masalahnya?
Atau akukah masalahnya? Aku tak tahu lagi.
Tentu saja kau masalahnya. Kau minum-minum di siang bolong.
Maaf.
Tapi selagi masih muda, kau punya energi.
Di hari tua, yang tersisa hanya memar,
baik pada tubuh atau hatimu.
"Tahun 2010"
"Pesta Publikasi Anggota Majelis Park Jang-su"
"Bedah Buku"
Hei.
Pisahkan buku-buku
- untuk Pak Park Jang-su. - Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.