The first 200 lines.
Fb : Adi Heryanto & IG : adiheryanto402
Donasi BCA : 8180472941 / Donasi OVO : 089505229520
"EXchange 3"
Kita kedatangan tamu istimewa hari ini.
Kali terakhir dia di sini,
dia menarik perhatian orang dengan reaksi melayangnya.
Melayang? - Ya.
Dia Kim Yo Han dari WEi. - Halo.
"Kim Ye Won"
Halo. Aku Kim Yo Han yang melayang. Senang bertemu denganmu.
Itu menjadi topik pembicaraan. - Kim Yo Han yang melayang?
Banyak orang bilang itu seperti permainan mencuri bantal.
Jadi, aku sangat tertekan hari ini.
Mungkin aku harus lakukan tendangan lutut terbang.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Dahulu kamu berlatih taekwondo. - Ya.
Apa ada adegan di episode-episode berikutnya
yang membuatmu terbang lagi?
Mereka bukan Dark Knight,
tapi setiap malam... - Benar.
Banyak hal gila terjadi saat malam hari.
Emosi mereka meledak seperti petasan.
Memikirkan episode pekan lalu membuatku lelah.
Ini Episode 17, jadi, aku penasaran bagaimana mereka akan...
Kenapa? - Tersisa tiga episode lagi?
Ya. - Benar.
Astaga. - Astaga.
Kenapa waktu berlalu begitu cepat?
Tinggal empat episode lagi untuk ditonton.
"Ini hari yang baru"
"Dong Jin yang pertama bangun seperti biasanya"
"Dia membereskan kekacauan dari malam sebelumnya"
Langit hari ini bagus.
Benar.
Kita pergi sekarang? - Ya.
Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
"Da Hye dan Jong Eun pergi ke Green Yard untuk berlari"
"Ju Won memulai pembacaan pagi"
"Buku itu ada di Paket Putus Cinta yang dia mendapat dari Seo Kyung"
Aku dapat buku yang kuberikan kepada Seo Kyung di Paket Putus Cinta.
Aku membacanya saat bangun pagi ini.
Ada catatan di buku itu.
Hal-hal seperti, "Mari kita lakukan perjalanan musim dingin."
Dan dia menggambar bintang di halaman
yang bertuliskan "Seseorang yang aku suka."
Itu juga tertulis, "Aku mencintaimu."
Saat melihatnya,
aku merasa
agak sedih.
Aku terus berpikir,
"Bagaimana kami bisa berakhir seperti ini?"
Perasaannya pasti bercampur aduk. - Kurasa begitu.
Astaga.
Ini luar biasa.
Cuacanya luar biasa. - Aku sangat bahagia sekarang.
Cuacanya sempurna. - Aku ingin berolahraga.
Ini sempurna. - Apa?
Cuacanya sempurna. - Benar.
Ini sempurna untuk lari. - Benar.
Baiklah. Ayo. - Ayo.
Apa ini terlalu cepat? - Tidak, ini tidak cepat.
Ini indah sekali.
Astaga.
Hanya kita yang ada di sini. Bagus sekali.
Ini menyenangkan. - Benar.
Cuaca dan segalanya. Ini luar biasa.
"Dong Jin keluar untuk menonton mereka"
Apa itu Ju Won?
Bukan, itu Dong Jin.
Pagi-pagi sekali...
Cuacanya bagus sekali.
Ini bagus sekali. Aku tidak tahu bisa berlari seperti ini.
Kamu sudah makan?
Sedikit. - Begitu rupanya.
Kenapa kamu tidak makan dari itu, bukan dari piring?
Apa?
Kenapa kamu makan dari tisu? - Aku tidak mau mencuci piring.
Sejak kemarin, kenapa... - Apa?
Sekarang menurutku itu lucu.
Aku merasa tidak enak kamu makan mi instan setiap hari.
Kamu makan mi instan setiap hari.
Aku juga makan telur.
Benarkah? - Ya.
Berhenti mengatakan hal seperti itu.
Kamu makan mi gelas setiap hari.
Kubilang aku juga makan telur.
Ini indah.
Ini tampak lezat.
Itu luar biasa. - Kelihatannya enak sekali.
Apa ini? Daun perilla?
Tonkatsu dengan daun perilla. - Kedengarannya enak.
Itu sangat enak.
Keju kemangi yang terbaik.
Apa? - Seperti kencan kenangan Yu Jung.
Begitukah?
Ya. - Tempat kenangan Yu Jung.
Makanannya enak, bukan? - Itu lezat.
Dia makan banyak. Sungguh. - Benarkah?
Tadinya aku mau makan dua hidangan.
Tapi dia makan hampir satu setengah.
Dia rakus. - Dia kesulitan menanganiku.
Benarkah? - Ya.
Kamu mendapat pesan. - Karena aku makan banyak.
Sungguh? - Aku makan sebanyak pria.
Lebih dari pria. - Astaga.
Kenapa? - Kita mengadakan pesta barbeku.
Benarkah? - Ya.
Akhirnya! Itu yang paling ingin kita lakukan.
Hwi Hyun, kita akan mengadakan pesta barbeku hari ini.
Hari ini? - Ya.
Bersama-sama? - Kami akan membeli daging.
Benarkah? - Ya.
Semuanya. - Ya?
Kita mengadakan pesta barbeku hari ini.
"Mereka senang dengan berita tentang pesta"
Kita mengadakan pesta barbeku,
jadi, Chang Jin, Min Hyung, dan aku akan membeli daging.
Benarkah? - Sampai nanti.
Sampai jumpa.
Ada yang ingin kamu makan?
Apa yang ingin kumakan?
Tapi...
Kurasa kami serahkan kepadamu. Kamu akan mengurusnya dengan baik.
Baiklah. Biar kutangani. - Baiklah.
Aku pandai membuat barbeku.
Baiklah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa. - Baiklah.
Hai, Ju Won.
Kamu mau ke mana? - Apa tidurmu nyenyak?
Apa? - Apa tidurmu nyenyak?
Tidak.
Kenapa tidak?
Kamu baik-baik saja? - Apa?
Kamu baik-baik saja? - Ya.
Kamu tidak tampak baik-baik saja. - Apa?
Kamu tidak tampak baik-baik saja.
Kamu mau ke mana? Kamu mau ke kamarmu?
Ya. Sampai nanti. - Baiklah.
Yu Jung. - Ya?
Kamu jatuh cinta kepada Kwang Tae?
Tidak. Sama sekali tidak!
Tidak.
Kurasa dia mencoba memancingnya
dengan mengatakan itu. - Benar.
Setelah perbincangannya dengan Seo Kyung malam sebelumnya,
dia mungkin merasa agak canggung dan tidak nyaman.
Di saat seperti ini, jika dia yakin dengan perasaannya,
dia harus lebih menunjukkannya. - Benar.
"Ada apa dengan pesan kemarin?"
Kurasa mereka harus membicarakan hal seperti itu.
Mereka harus bicara. - Benar.
Mereka sudah berbincang dengan baik sampai saat ini,
jadi, kuharap mereka punya waktu untuk bicara.
Sedikit kesalahpahaman
bisa merusak segalanya. - Benar.
Mereka jarang berbicara kemarin. - Kurasa begitu.
Waktunya tidak banyak lagi. Sudah waktunya
mereka harus memperjelas semuanya.
Jika tidak, mereka bisa bingung.
Itu tidak akan berhasil. - Tapi Ju Won terus
terpengaruh oleh Seo Kyung. - Benar.
Aku penasaran bagaimana hasilnya.
"Kim Kwang Tae"
"Lee Yu Jung"
"Lee Ju Won"
"Lee Seo Kyung"
"Cho Hwi Hyun"
"Lee Hye Won"
"Seo Dong Jin"
"Song Da Hye"
"Choi Chang Jin"
"Kong Sang Jeong"
"Seo Min Hyung"
"Lee Jong Eun"
"EXchange 3"
"Episode 17. Kisah yang belum diceritakan"
"Hari yang santai di Pulau Jeju"
Aku memberikan wawancara.
Jadi... - Apa...
Jadi... - Kamu memberikan wawancara?
Aku menangis sedikit.
Aku tahu seperti apa rasanya.
Aku tidak mau menangis, tapi tidak bisa menahan air mataku.
Kamu mudah menangis?
Aku menangis saat berbicara. Saat aku kesal
atau membicarakan pertengkaranku,
aku terus menangis.
Kalau begitu, kamu bingung antara Ju Won dan Dong Jin?
Tidak,
itu antara Ju Won dan orang baru.
Tidak ada siapa pun. - Siapa pun itu?
Siapa pun itu. - Orang baru?
Aku ingin berkencan denganmu sekali lagi.
Tapi aku tidak punya kesempatan. - Benar.
Kencan kita terlalu singkat. Kencan pilihan.
Itu singkat,
dan kamu salah paham kepadaku.
Benar. Sejak hari itu,
aku selalu berpikir, "Hwi Hyun tidak punya perasaan romantis untukku."
Itulah yang kurasakan.
No comments yet. Be the first to leave one.