The first 200 lines.
Dahulu, gagak berwarna putih.
Ada satu gagak angkuh.
Dia ingin menjadi burung tercantik.
Karena itu, dia pergi ke burung hantu yang bijak
dan meminta untuk diwarnai dengan warna terindah.
Merah, biru, kuning dan ungu.
Namun, dia tidak puas dengan warna-warna itu.
Dia ingin menjadi lebih cantik.
Setelah beberapa kali diwarnai,
bulunya yang putih menjadi hitam.
Bulu putih bisa diwarnai dalam berbagai warna.
Juga bisa diwarnai menjadi warna apa pun.
Tapi warna bulu kita sendiri
mungkin terkait dengan cara kita hidup.
"Angels in White. Episode 1"
"Sekolah Keperawatan Universitas Medis Keirin"
Nona Murakami Chizuru. - Ya.
Nona Yano Momoko. - Ya.
Nona Yamada Chinatsu. - Ya.
Kita akan memulai dengan praktik.
Kita akan belajar merapikan ranjang pasien hari ini.
Baiklah.
Pertama, sejajarkan ujung seprai ke tengah ranjang.
Lipat menjadi segitiga di bawahnya.
Agar kita tidak terluka saat melakukan ini,
dorong seprai dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
Berikutnya alas anti air.
Lipat menjadi kotak.
Sudah, lima menit.
Jadi, siapa yang mau mencoba?
Bagaimana dengan Kizaki dan Yamada dari kelompok satu?
Yamada, kamu harus berlatih.
Ya.
Lipat sisi kepala ke kiri.
Aku sudah berlatih keras dengan ranjangku sendiri.
Tapi kurasa aku sangat buruk dalam hal ini.
Ini kali pertama
aku melihat seseorang merasa stres karena hal seperti itu.
Hal seperti itu?
Jika aku tidak bisa melakukan itu, bagaimana bisa menjadi perawat?
Orang dari kelompok satu dan kelompok di kanan,
silakan membentuk kelompok empat orang untuk berlatih.
Apa kamu tahu? Kudengar akan ada
tes praktik saat ujian akhir.
Jika keempat anggota tim tidak lulus,
tidak ada yang mendapat nilai.
Ini buruk. Aku akan menghambat semua orang.
Ini cukup sulit, bukan?
Aku akan menyerahkan bantalnya kepadamu.
Tim itu tampak sangat cakap.
Sementara aku ceroboh.
Aku tahu itu.
Bawakan aku selimut.
Meski kita tidak lulus,
jangan mencemaskan aku.
Kenapa?
Berhenti? Tapi kamu sudah berusaha untuk bisa diterima di sekolah ini.
Sejak semula aku tidak ingin menjadi perawat.
Aku masuk hanya karena gagal masuk universitas nasional.
Aku akan mencoba lagi tahun depan.
Jangan mengatakan itu.
Atau kamu akan keluar cepat atau lambat.
Apa maksudmu?
Hanya setengah jumlah murid yang akan lulus.
Sebagian tidak bisa mendapat nilai yang cukup,
sebagian menyerah karena praktiknya terlalu sulit.
Sebagian bahkan harus ke psikiater karena mereka terlalu tertekan.
Apa itu sangat sulit?
Praktik tahun kedua sangat berat.
Kamu pasti sudah melihat raut wajah para senior.
Mereka selalu tampak tegang.
Keadaannya sangat sulit.
Katakan sesuatu.
Hei, kamu.
Tampaknya dia tidur dengan pacar Yokoi.
Dia mencuri pacar Yokoi. - Kamu ikut kencan buta
karena mereka dokter, bukan?
Touno, kamu lulusan sekolah hukum ternama
dan masuk sekolah ini, bukan?
Apa kamu sangat suka dokter?
Apa rencanamu?
Katakan sesuatu!
Pelajaran akan segera dimulai.
Apa belum cukup? - Diamlah, Tante.
Jika kamu tidak mau pacarmu direbut, kenapa tidak memberinya tali kekang?
Itu tidak bisa dihindari.
Pria selalu mengejar gadis seperti dia.
Gadis cantik seperti dia langka.
Tapi kepribadiannya buruk.
Kami tidak berkata apa pun.
Mari berteman baik.
Kita semua teman sekelas.
Aku tidak tertarik untuk berteman.
Sekresi gastrik dibagi menjadi
fase sefalik, fase gastrik, dan fase intestinal.
Kalian semua.
Bayangkan makanan favoritmu ada di depanmu.
Bisakah kamu merasa otakmu mengirim sinyal
untuk merangsang sekresi cairan lambung?
Baik, berikutnya fase gastrik.
Fase gastrik dimulai saat makanan memasuki perut.
Terima kasih. Datanglah lagi.
"Universitas Kanto"
"Ujian Matematika, kamus Bahasa Inggris"
Sesuaikan sudutnya agar kaki bisa dimasukkan
ke dalam baskom.
Suhunya harus antara 38 hingga 40 derajat Celsius.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
Ponsel dilarang saat pelajaran.
Aku akan menyita ponsel kalian.
Apa? - Benarkah?
Kenapa kamu bereaksi begitu?
Bagaimana kalian sangat menyepelekan hal ini?
Tidak apa-apa, Wakil Kepala Sekolah.
Kita biarkan saja untuk kali ini.
Kami akan benar-benar menyitanya lain kali. Mengerti?
Terima kasih. - Terima kasih.
Sekarang pergilah.
Pak Kepala Sekolah, berhentilah memberi kelonggaran kepada mereka.
Aku tidak bermaksud seperti itu.
Sekarang saatnya rapat Rumah Sakit Universitas.
Aku hanya kebetulan menemanimu hari ini.
Terima kasih. Aku berutang padamu.
Apa kamu kurang tidur?
Sekolah keperawatan cukup melelahkan.
Tapi kamu juga belajar untuk ujian masuk.
Tidak masalah karena aku melakukan hal yang aku suka.
Apa yang akan kamu lakukan setelah masuk universitas?
Apa kamu ingin melakukan pekerjaan lain?
Aku belum memutuskan. Aku akan putuskan setelah masuk universitas.
Kenapa kamu tidak menjadi perawat?
Sudah kubilang ini hanya tempat sementara bagiku.
Aku selalu berpikir untuk berhenti sekolah setiap pagi
sambil menatap Nightingale itu.
Aku akan mulai.
Apa ini panas? - Ini hangat.
Benarkah? Aku sudah memastikan bahwa ini 41 derajat Celsius.
Pasti itu sudah mendingin saat kamu menyiapkannya.
Pasti begitu.
Pokoknya, lakukan hingga akhir.
Sampo, bilas dan keringkan.
Benar. Aku akan melakukannya dalam 15 menit.
Hei, kamu mengenai wajahku.
Maaf. Aku akan menyekanya segera.
Selesai.
Dan waktunya
37 menit 40 detik.
Itu buruk.
Kizaki. Yamada.
Bisakah aku berlatih dengan kalian?
Tentu saja.
Itu jarang. Bagaimana dengan anak-anakmu?
Ibuku mengasuh mereka.
Aku senang kalian di sini.
Apa kamu bisa menjadi rekan latihanku?
Tentu saja. Aku juga meminta Rumi menjadi rekan latihanku.
Kamu mau berlatih apa?
Mandi di tempat tidur, merendam kaki...
Enema.
Kumohon!
Aku sungguh tidak mau melakukan ini.
Tarik napas dalam dengan memakai mulutmu.
Berapa kecepatan untuk menyuntikkan cairan enema?
Kecepatannya 50 mL selama 15 detik.
Ingatanmu bagus, Rumi.
Aku sangat buruk dalam mengingat langkah.
Aku akan memasukkan cairannya.
Baik. Aku sudah selesai.
Tolong tahan selama tiga menit.
Perawat, kurasa cairan itu keluar.
Terima kasih untuk hari ini.
Aku tidak berani meminta bantuan dari Touno.
Touno memang seperti itu.
Tapi aku tidak pernah melihat Touno tinggal untuk berlatih.
Apa dia tidak masalah dengan praktik?
Tampaknya dia bisa mengingat hanya dengan melakukannya satu kali.
Kurasa begitu. Dia pasti cerdas karena lulusan sekolah hukum.
Kamu juga tampak dewasa, Saeki.
Kamu masih butuh berlatih?
Itu karena aku membesarkan dua anak.
Berapa usia mereka?
Delapan dan lima tahun.
Meski aku menitipkan mereka di tempat penitipan anak,
aku tetap harus menjemput mereka tepat waktu.
Kamu sudah menikah dan bersuami, bukan?
Bukankah tidak masalah jika tidak masuk sekolah keperawatan?
Mungkin benar untuk mengatakan itu.
Aku harus pergi.
Aku harus menyiapkan makan malam.
Terima kasih banyak untuk hari ini!
Terima kasih.
Itu benar. Dia tidak perlu bekerja sangat keras untuk menjadi perawat.
Dia sudah menikah, jadi, seharusnya dia berfokus pada keluarga.
Sudah kubilang padanya itu akan sulit.
Masih ada pelajaran dan praktik besok.
Semangat.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.