The first 200 lines.
Vampir berasal dari kuburan dan memangsa manusia untuk bertahan hidup.
Kita sering melihatnya di film dan menjadi bagian dari mitos dan legenda.
Abad ke-13.
Masyarakat takut dan percaya vampir adalah roh jahat yang tak berwujud.
Abad 16. Rasa takut terhadap vampir melanda manusia...
...dan menyebabkan Kematian Hitam yang misterius.
Vampir menjadi simbol ketakutan.
Abad 21. Apa yang paling kita takutkan?
- Kau Adalah Vampirku. - Hanya begitu? Tak seram. Biasa saja.
Kau tak suka? Di film ini vampir seperti sebuah simbol. Aku suka itu.
Aku tak berharap kau mengerti.
Tapi kau bahkan tak punya satu halaman pun.
Aku punya.
Seharusnya kau menulis tentang kisah cinta yang melodrama...
...dimana ada pasangan yang putus-sambung hingga 12 kali.
Apa salahnya kisah ini? Aku tak menulis tentang dirimu.
Jadi kalian resmi atau tidak? Kau seperti sudah 30 tahun.
Aku bingung.
Kau benar, ini bukan sinetron biasa.
Jadi kuputuskan untuk membatalkan pertunangan itu.
Apa?
Aku tak bisa merawat ibunya yang sakit.
Tentu saja kau harus bisa. Itu ibunya.
Jadi kau putus dengan dia?
Dia yang memutuskan lebih dahulu dan tak pernah menelepon sejak itu.
- Dia tak meneleponmu juga? - Apa aku harus meneleponnya?
- Sudah dulu. Nanti kutelepon lagi. - Baiklah.
Aku tak akan menjualnya.
- Baru saja aku akan meneleponmu. - Bagaimana kabarmu?
Ibuku minta agar diambilkan bunga perilla.
Aku dengar tentang pertunanganmu.
- Kau baik-baik saja? - Apa? Ya, aku baik.
- Ibuku ingin menikmati ini. - Kau bilang ibumu suka itu.
Aku yakin dia akan merasa jauh lebih baik sesudahnya.
Itu semua alami, jadi beri sebagian untuk ibumu.
Terima kasih. Aku hargai itu.
- Berapa? - Tak usah kau pikirkan.
- Bisnis tetap bisnis. - Baiklah. Jadinya 10 dolar.
- Maaf, kubayar nanti. - Tak apa-apa.
Ibuku pasti akan sangat menyukainya.
Terima kasih.
- Kau ingin kupeluk? - Hati-hati.
Joo-hyeong.
Mau pergi minum-minum?
Kyu-jeong sudah hampir sampai.
- Di mana kita? - Kenapa kau mabuk sekali?
Ini, Kyu-jeong.
- Jangan, hentikan. - Apa maksudmu hentikan?
- Harus kerja pagi. Kutelepon nanti. - Aku harus bilang apa pada Ji-soon?
Dia hanya meneleponmu saat dia kesal.
Kau harus menjadikannya resmi dan hilangkan kecemasanmu.
- Aku setuju. - 3.000 dolar bagi penemu anjing hilang.
Tetapi bagaimana jika orang mengira aku penipu?
Pada waktunya orang akan tahu yang sebenarnya.
Itu yang aku maksud. Andai semua orang sepertimu.
- Kalian sudah berdamai? - Tunggu dulu.
Hei, Sayang. Aku sudah memikirkannya. Sebaiknya tidak. Rasanya itu salah.
Hei, Teman. Jangan ribut. Ini sudah larut malam.
Halo. Kau baru pindah ke sini? Ini sudah larut sekali.
Ayahku manajer di sini. Apa kabar?
Kau butuh bantuan?
Apa?
- Apa? - Kenapa mengendap-endap?
Mengendap-endap?
Kini kita bertetangga, jadi kupikir..
Rasanya aku tak pernah minta bantuan padamu.
- Kyu-jeong. - Ayah.
- Jenius? - Ya.
IQ-nya 210 dan dia Master Quiz yang termuda.
Mungkin masa kecilnya berat.
- Mirip aku saat aku masih muda. - Bagaimana ayah bisa ada di sini?
Sejak itu aku merahasiakan identitasnya.
Dia juga suka membayar 3 kali lipat dalam situasi tertentu.
Jangan tanyakan pertanyaan pribadi dan anggap seolah dia tak ada.
Sepertinya dia tidak normal. Entahlah, aku tak mengerti.
Profesor, coba lihat ini.
Akhirnya kutemukan.
- Apa itu? - Kau sungguh tidak tahu?
Prediksi Nostradmus, akan ada meteor menabrak bumi, bisa jadi kiamat.
Biasanya binatang bisa mendeteksinya lebih dulu daripada manusia.
Penemuan nomor 997?
Hujan. Naik motor.
Kini aku tak perlu khawatir kalau harus mengantar barang.
Kau sosok yang langka di masyarakat. Aku sangat menghormatimu.
Lima puluh dolar.
Aku punya jumlah yang tepat.
Siapa yang mau membelinya?
Aku akan menantikan penemuanmu yang ke 998.
Kembalilah jika sudah berhasil. Jaga dirimu.
- Ayah. - Apa?
Bisa minta tolong?
- Bisa pinjam 10 ribu? - Tidak bisa.
Aku minta tolong pada ayah dan lihat apa yang dilakukannya.
Lihat, ini bahkan tidak bisa menyala. Ayolah, Ibu.
Dia ingin agar kau tahu diri. Memang sudah waktunya.
Aku akan lakukan itu jika tulisan vampirku sudah selesai.
Vampir? Ini tentang kau? Gadis 30 tahun hisap darah ibunya.
Bukan tentang ayah, bukan aku, dan kisahku akan sukses.
- Bayangkan sebagai investasi. - Diam.
Kau bisa gunakan pensil atau gigit jarimu dan gunakan untuk menulis.
Ibu macam apa Ibu ini? Mengancam anaknya agar menikah.
Beberapa tahun lagi sudah tidak ada yang mau.
Banyak yang harus kucapai.
Kau tak dapat sepersen pun kecuali kau cari suami untukmu.
Sudah 7 tahun aku kerja di sini dengan bayaran 10 dolar sehari. Aku punya hak.
Panas sekali.
Apa?
Aku merasa bisa menulis dengan lebih baik jika minum secangkir Americano.
Kau bisa dapatkan kopi dari mesin penjual otomatis itu.
Membuatku gila saja.
- Kehilangan peliharaan? - Dia jadi gila saat anjingnya hilang.
- Apa ini? - Mengganti uangmu.
Tidak perlu.
- Karena kita sekarang sudah.. - Bisnis tetap bisnis.
Ingat saat pertama kali kita bertemu?
Aku datang ke tokomu dan kau memintaku untuk memborgolmu.
Kau bilang sedang menulis tentang detektif.
Sejak itu menurutku detektif sosok yang romantis.
Aku dapat peringatan karena kau.
Karena menghilangkan kunci dan salah menahan orang.
- Kenapa baru sekarang kau ceritakan? - Itu adalah masa yang indah.
Saat itu kau sangat lucu. Andai kita bisa kembali ke masa itu.
- Aku juga. - Siapa itu?
Kau kenal dia?
Dia penyewa baru di gedung ayahku.
Kelihatannya mencurigakan.
Hidangan Bunga Samping 'Kami melayani para pelanggan kami'
Kami sudah tutup.
Masuklah kalau begitu.
Masing-masing harganya 10 dolar.
- Apa yang kau lihat? - Kang Nam Gul tanpa bawang putih.
Aku akan ikuti semua jadwal di sini, aku terima apapun menu hari itu.
Harus siap jam 9 setiap malamnya, paham?
Apa?
Jika kutemukan ada bawang, kudenda 100 kali dari yang ada dalam kontrak
Semua tertulis di sini.
Lihatlah.
Kontrak Kang Nam Gul.
Namamu Kang Nam Gul?
Lucu sekali.
Apa itu membuatmu senang?
- Kenapa harus kulakukan ini? - Kupikir kau menyediakan makanan.
Seribu.
Seribu. Kau ingin aku melakukan apa?
Akan kutandatangani surat kontraknya.
- Bisa kita tandatangani? - Kau setuju persyaratannya?
Itu ada 20 lembar pecahan 50 dolar. Hitunglah.
Tidak perlu. Aku percaya padamu.
- Kau akan pergi sekarang? - Apa masih ada yang lainnya?
- Apa kita pernah bertemu? - Aku tak pernah lupa wajah orang.
Bisa tolong minggir?
- Ada masalah, Sayang? - Baterainya jelek sekali.
Mau ganti? Punyaku cuma tahan seminggu.
Kenapa tak minta ponsel baru pada ahli penemu itu?
Apa kali ini bisa mencapai teater?
Tentu.
Tetapi ayah, masalahnya tidak sesederhana itu.
Tak ada yang sederhana. Tak apa, meski kau akhirnya gagal.
Kusiapkan kau duduk dengan seseorang minggu depan, jangan kau kacaukan.
Jika kau ingin tidur di rumah.
- Kenapa tak kau siapkan ayahmu? - Aku sudah menikah. Kini giliranmu.
Aku juga punya pacar.
Saat ini menuju seksi 24.
Ada keadaan darurat, jadi saat ini aku tak bisa.
Tentu, aku mengerti. Tetapi, sebenarnya..
Aku datang untuk melaporkan sesuatu.
Kau selalu melindungi pemukiman ini.
Aku ingin membantu. Aku punya sebuah petunjuk.
- Petunjuk? - Pria yang menurutmu aneh itu.
Oh, ya dia.
Dia tak suka bawang putih, taringnya panjang dan amat waspada.
Dia juga punya banyak uang.
Tak seharusnya kukatakan padamu hal ini, tetapi...
...kami temukan seekor peliharaan mati semalam, darahnya kering.
Sungguh?
Kau polos sekali. Gunakan imajinasimu yang kau gunakan untuk ide-ide film.
Masuklah.
Itu punyaku?
Tanpa bawang putih, itu janggal bagi makanan Korea.
Aku tak tahu jadi seperti apa rasanya.
Berapa?
Jadi mahal, karena khusus untukmu. Tanpa bawang putih.
Lima puluh dolar.
- Kenapa tinggal di sini jika kaya? - Apa harus kujawab?
Menyenangkan.
Cocok bagi ilmuwan sepertiku yang tak ingin diganggu.
- Ilmuwan? - Kau belum pernah lihat?
Sudah pernah ke kawasan ini sebelumnya?
Aku baru datang ke sini kemarin.
Kau makan ini di tempat asalmu? Kenapa tak makan bawang putih?
Di mana kau dilahirkan dengan gigi sepanjang itu?
- Minggir. - Dasar berengsek.
Apa ada alasan tertentu kau hanya keluar di malam hari?
Dari bumi hingga lapisan ozon jaraknya 13-50 km.
Itu juga semakin menipis untuk melindungi kita dari sinar UV.
Kau paham sekarang?
Itukah dia? Apa pekerjaannya?
- Dia seorang ilmuwan. - Aku tak suka ilmuwan.
- Dari mana ibu? - Aku pergi jalan-jalan.
- Kenapa tak pakai bawang putih? - Tidak seburuk itu.
No comments yet. Be the first to leave one.