Gypsy

Gypsy

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

GYPSY-Episode9-WEBDL
A Commentary by unickunru

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2017-07-12
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Penerjemah : Unickunru *_*

Kita akan keluar sebentar lagi, Stevie, Aku janji, okay?

Oh, shit.

Bisa kuminta?

Yeah, tapi kita kehabisan susu.

- Tanyakan tetangga. -Pergilah.

Um, letakkan kursinya kali ini.

Aku saja.

Makasih sudah datang. Aku benar-benar keluar.

Tak masalah. Aku agak buru-buru.

Yeah, biar kuambil uangku.

Jadi kamu pengedar Frances.

-dan kamu? -Bapak kostnya.

Selama beberapa hari.

Sidney di band bersamaku.

Makasih, bung.

Bisa kudapat nomornya?

Mungkin aku ingin membeli darinya.

Oh, dan ketahuilah, Ambien sungguh mengeluarkan sisi gelapmu.

-Kuharap aku tidak.. - Tak masalah, bung.

Kamu punya handuk?

Pakai saja milikku.

Ticket, tolong?

Sayang, tiketmu.

Terima kasih.

Aku masih tak merasa enak soal sore ini.

Kurasa kita harus jadwal ulang.

Jika kita di ruangan itu,

Dolly akan mengira urusannya lebih besar dari itu.

Okay, tapi sms aku setelahnya, okay?

Tentu saja.

Grand Central, pemberhentian akhir.

Tolong periksa barang pribadi anda.

Pemberhentian akhir, Grand Central Station.

Aku sudah merindukanmu.

Oh, dan kamu tak harus cemburu lagi.

Kenapa?

Sam. Dia memblokirku di Instagram,

dan... entahlah, awalnya kukira

ini karena Emily dan cara brengseknya,

kemudian aku sadar dia pasti sudah melihat foto kita.

Foto apa?

Jangan marah. Aku tahu kataku sudah menghapusnya, tapi...

Itu umumnya untuk fans Vagabonds,

dan banyak komentar soal betapa seksinya kamu.

Dan aku tak bisa membantahnya.

Tunggu, kamu yakin?

Maksudku, bagaimana kamu tahu dia lihat fotonya?

Ayolah, itu akan benar-benar membuatnya pergi.

Seksualitas dan semua masalah itu.

Kamu yakin tak bisa ikut?

Aku ada janji temu.

Terapi. Puas?

Kamu membicarakanku?

Mungkin.

Daah.

Jean, ada wanita yang bertanya tentang kamu di depan.

-Oh, yeah? -Katanya dia ibu Allison.

Aku sudah coba hubungi dia selama 48 jam ini,

dan aku tahu dia biasanya datang kesini di hari Rabu.

Dia sering mengubah jadwalnya, jadi dia sebenarnya tak datang hari ini.

Apa dia sudah menghubungi?

Dengar, Margaret, um...

Aku bisa konfirmasi kalau Allison adalah pasienku,

tapi aku tak bisa membocorkan rincian apapun, menurut hukum.

Ini adalah keadaan yang meringankan, bukan begitu?

-Apa kalian berhubungan? -Apa maksudmu?

Dia sudah tinggal denganku beberapa bulan belakangan.

-Tinggal denganmu? Kukira.. -Yeah.

-Bagaimana dengan Tom? -Siapa Tom?

Itu temannya yang pernah dia sebut.

Kami bertengkar, lebih parah dari biasanya.

Dan aku merasa sangat bersalah

karena dia pergi, dan aku belum dengar kabar darinya,

dan kupikir aku sudah memberinya uang agar menemuimu empat kali seminggu,

jadi kamu pasti lebih tahu dari aku.

Dengar, seperti kataku, sesi kami benar-benar rahasia, jadi...

Aku sangat khawatir kalau aku membuatnya kesal dimana dia mungkin

kembali dengan obat-obatan lagi.

Yeah, aku paham kerisauanmu.

Saat aku dengar kabar darinya,

Aku bisa jamin akan menyuruhnya menghubungimu.

Bagaimana kondisimu?

Aku turut prihatin mendengar soal kesehatanmu.

Aku baik saja, apa maksudmu?

Tak apa.

Allison, ini Jean.

Uh, bisa kamu telpon saat kamu dapat ini?

Makasih.

Hey, sedang apa ibu Allison disini?

Dia ingin meminta sesi keluarga.

Mereka berusaha keras pada hubungan mereka.

Dia belum dengar soal ponsel?

Yeah, kurasa dia tinggal dekat sini dan ingin membicarakannya langsung.

- Allison tidak hadir? -Tidak.

Dia tetap melanjutkan pertemuannya?

Yeah, dia berkomitmen pada pemulihannya.

Sudah kubilang.

Okay.

Jadi...

Allison?

Allison.

Hai. Aku mencari Tom.

Dia pindah, kamu tak diberitahu?

Apa kamu tahu dimana aku mungkin menemukan dia?

Jangan tanya, jangan bilang.

Itu lelucon. Senyum, nona.

Yeah, aku, uh...

Aku sebenarnya mencari gadis yang dulu tinggal disini.

-Allison? -Yeah, kamu melihatnya?

Tidak, dia tak disini belakangan ini.

Kamu punya nama, Curious George?

Tahu tidak? Um...

Sudahlah, makasih.

-Ibu! -Lihat, dia masih disini.

- Hey, sayang. -Hai, Ibu.

Gadis cantik, pokoknya cantik.

Jadi, kami mengurusi daftar nama.

Dia dites tinggi pada skala untuk ADHD.

Yeah, aku sudah memeriksa tes itu. dan variable itu tampak..

Yeah, aku pernah dengar kritikannya,

tapi aku dilatih melihat yang orang tua cendrung ingin poles.

Ada yang lain untuk dipertimbangkan, anak yang cenderung menunjukkan ADHD

enam kali lebih lebih mungkin menunjukkan varian gender.

Aku sudah membaca soal diaspora gender, jadi...

Seperti yang kamu tahu, kemudian...

ini mungkin soal seksualitasnya, tapi saat ini,

pastikan tetap mengijinkannya menunjukkan dirinya sendiri.

Bagaimana situasi di rumah?

Baik.

Maksudku, yeah, bagus.

Hubungan pernikahan baik?

Yes.

Ada yang bekerja lebih lama, perubahan rutinitas?

suamiku mengerjakan proyek

yang lebih menuntut dari biasanya.

Bagaimana denganmu?

Kamu adalah pengasuh utama.

Apa ada perubahan pada prilaku, mood, dan konflik pribadimu?

Tak ada diluar kebiasaan.

Bagus, jadi...

Aku akan rekomendasikan Dolly mencoba satu periode pengobatan.

Aku cuma merasa aku akan mendapat resep.

Aku tak bilang sebenarnya akan mulai memberi obat padanya.

Aku ingin mendapat opini kedua,

karena kupikir dia tak butuh diobati..

Kupikir kamu akan temukan semua dokter yang berkata hal yang sama.

Kita hanya akan memastikan.

Kamu ingin bicara pada dokternya langsung?

Sungguh, rasanya kamu tak mempercayaiku.

Aku tak mengatakan itu. Jangan membuatku mengatakan itu.

Aku sungguh berpikir kamu yakin

jika kamu bisa memperhatikan masalah pembelajarannya,

lalu itu akan memecahkan hal lainnya yang kamu risaukan.

Tidak, aku tak bilang cuma itu. Aku hanya ingin fokus pada kelulusannya,

dan itu tampak satu-satunya hal yang bisa kita kontrol.

Tapi tidak. Dolly tak menyukaimu.

Bukan sebagai murid, bukan dengan cara dia berpakaian,

dan itu tak masalah.

Aku tak yakin darimana asalnya semua ini.

Rasanya kamu punya banyak kemarahan terpendam pada masalah ini.

Hey, jangan analisa aku saat ini, okay?

Ayah, aku dingin. Bisa kamu selimuti aku?

Ya, tentu bisa. Ayolah, sayang.

Aku ada sesuatu yang ingin kuperlihatkan.

Awalnya aku tak yakin apa yang harus kulakukan.

Dia bagian dari diriku, itu masuk akal dia meninggalkan tanda.

Jadi ini seekor phoenix.

Burung phoenix secara berkala membakar dirinya sampai mati,

kemudian muncul kembali dari abu.

Emily pikir itu masuk akal, simbolisnya, sejak aku membuatnya.

Aku senang situasi jadi membaik dengan Emily.

-Benarkah? -Yeah.

Tentu saja, apa maksudmu?

Aku sudah mencari tahu.

-Sam-- -Tidak.

Kamu ingin aku terikat dengan Sidney.

Membuatku sakit dan membutuhkanmu.

Membuatmu berkuasa.

Dengar, Sam, aku, um...

Aku tahu situasi berakhir di catatan aneh di sesi terakhir kita,

tapi aku hanya memaksamu menantang perasaanmu.

Maksudku, itu pekerjaanku, membantumu.

Aku ingin percaya Sidney adalah kutukan.

Virus... ini, ini hal yang buruk.

Tapi aku sudah mulai memandang situasi secara berbeda.

Dia adalah berkah.

Bahkan, tanpa dia, aku tak pernah sampai padamu.

Dan kamu membantuku berubah, yang membawaku kembali pada Emily,

dimana aku seharusnya berada.

Itu bagus.

Ingat yang sudah kamu katakan saat dia mencuri Stevie?

Apapun yang menghubungka aku ke Sidney adalah saat untuk melepaskan.

Tapi masih ada satu hal yang kuperlukan untuk dilepas.

Kamu.

Kamu hal pengingat terakhir yang menghubungkanku pada Sidney.

Dan aku akhirnya dalam tempat yang bagus dan membuat keputusan hidup yang penting.

Dan saat aku memandang kedepan, aku tak menjadi orang yang melihat diri sendiri

dalam terapi selamanya, tahu?

Tunggu, Sam. Sidney hanya salah satu topik kita disini,

More Indonesian subtitles for Gypsy

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left