Central Park

Central Park

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Central Park S02E06 1080p WEB H264-EXPLOIT
A Commentary by MarBot
retail from AppleTV .

Tags

web
1080
Published on: 2021-07-16
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hai. Musik, bukan begitu?

Suka biola?

Tidak? Tidak suka? Tak apa-apa.

Kau suka, 'kan? Ya, kau suka. Ayo jalan-jalan.

Tempat bermain yang asyik di bawah sini. Akustiknya bagus.

Tak banyak pejalan kaki. Kebanyakan orang kencing.

Kita bisa dengar suara kencingnya karena akustiknya yang bagus.

Aku ingin menyampaikan cerita berbeda hari ini.

Ini bisa disebut sebagai cerita masa lalu.

Ini tak melibatkan Owen, Paige, dan anak-anak.

Tidak secara langsung, tapi kurasa penting.

Peran mereka juga kecil.

Mereka lakukan hal baik, tapi...

Aku lolos dari labirin.

- Bagus. - Terima kasih.

...tak banyak saat ini.

Cerita hari ini tentang kejadian semalam

dan juga di masa silam.

Kejadiannya di tempat ini yang menampilkan bayangan yang cukup besar di taman.

Ya, Brandenham adalah tempat

yang menampilkan bayangan besar yang kuceritakan tadi.

Kalian akan menyadari aku terus mengatakan "bayangan"

karena itu juga nama dalang kriminal licik yang sangat misterius, jahat,

dari masa lalu kota ini: Bayangan.

Itu, kawan, adalah permainan kata. Mainkan pembukaan spesial.

Kau menjalani gaya hidup istimewa Punya semua barang mewah

Berkalung zamrud Bercincin berlian

Pikirmu tak mungkin ada hal buruk Tapi saat itulah kau keliru

Pikirmu kau sendirian Tapi bayanganmu

Selalu mengikuti

Bayangan datang Bayangan datang

Bayangan datang Bayangan datang

Menara gadingmu menjulang tinggi Kehidupanmu ada di atas

Sangat tinggi

Griya tawang, pramupintu, chef pribadi

- Memotong sayuran - Potong, potong

Semua benda berkilau kesayanganmu Disimpan dalam brankas

Dalam brankas

Tapi itu tak ada artinya Ketika Bayangan

Menghampiri

Bayangan datang Bayangan datang

Bayangan datang Bayangan datang

Jika kau tinggal Dalam kastel orang-orang bodoh

POLISI HAMPIR MENDAPATKAN BAYANGAN

Lalu ada jemari

LUPAKAN BAYANGAN MASIH SULIT DITANGKAP

Yang mengincar perhiasan keluargamu Wah, wah, wah, wah

Gelar dan penghargaanmu

- Bayangan tak peduli - Tentu tidak

Tapi jika ada benda berkilau disimpan

- Bayangan akan ada di sana - Sudah dicuri

Jika kau berbalik Dan mau meminum martini

Habiskan

Begitu kau berbalik Bayangan sudah mencuri...

Oh, benar. Diam-diam.

Bayangan

BIRDIE MEMPERSEMBAHKAN BAYANGAN

Kalungku dicuri.

Dan sandalku.

Tunggu, tidak, ada di sini. Tapi kalungku hilang. Tidak!

Ini parah.

Dia akan menggosipkan ini ke semua orang kerempeng yang congkak

- dari sini sampai Saint-Tropez. - Mungkin.

Tak kusangka dia menelepon polisi.

Ya. Padahal kalungnya hanya bernilai $600.000. Apa yang dia pikirkan?

Ajukan keluhan ke resepsionis. Kita traktir sarapan.

Biarkan pihak asuransi mengurus sisanya.

Tenang saja.

Hank Zevansky, Penjamin Asuransi Knickerbocker.

Oh, bagus. Asuransi kacangan.

Ny. Brandenham, Hank Zevansky.

Aku dari Penjamin Asuransi Knickerbocker.

- Bu. - Tak perlu kenalan dengannya.

- Helen. - Maksudku, ini Helen.

- Salam kenal. - Berapa usiamu?

Pesona Bitsy Brandenham yang terkenal.

Aku sangat renta sampai ruamku punya ruam.

Lelucon itu pasti hanya lucu satu kali. Mungkin di Abad Pertengahan.

Ya, saat aku paruh baya.

Jadi, menurutmu ini penipuan?

Apa dia memalsukan pencurian ini demi mendapatkan asuransi?

Itu kalung ketiga favoritku. Ya ampun!

Itu selalu memungkinkan.

Lihat dia. Pura-pura sedih, 'kan?

- Menurutmu dia berbohong? - Aku yakin dia bersalah.

Mungkin perhiasan itu disembunyikan.

Halo. Hai. Sekali lagi, turut prihatin.

- Akhirnya. Kenapa lama sekali? - Maaf, Ny. Brandenham.

Apa? Aku belum sarapan.

Mungkin seteguk saja. Aku lama tak minum Bloody Mary...

Pesan sana sendiri.

Apa kalian penyelidik asuransi boleh minum saat kerja?

Aku akan pensiun.

Jika sudah seusiaku, aturan tak selalu berlaku.

Kau pasti paham.

Jangan bawa-bawa aku ke klub bangkotanmu.

Sebaiknya kuperiksa sekeliling.

Hei, wow. Lihat di sana.

- Apa? Siapa? - Lupakan. Itu Sal.

Hai, Sal. Jangan biarkan dia menaburkan bubuk sidik jari menjijikkannya di sini.

Bercanda. Aku hanya meledekmu, Sal.

Obrolan yang menyenangkan, Ny. Brandenham.

Di mana mereka menemukan dia? Tunggu, minumanku. BM-ku hilang satu.

Dasar pencuri bodoh. Ingin sekali kutendang selangkangannya.

Jika sudah selesai, bisakah kau tak berdiri di situ?

Dan kenapa baumu seperti itu? Apa yang kau makan?

- Salmon. - Salmon? Memang kau beruang?

- Aku sedang diet. - Jadi, kami semua harus menderita?

Kau tak bisa berfoya-foya sejenak?

Ny. Brandenham.

Astaga. Kau menakutiku. Sedang apa kau di balik itu?

Aku sedang memeriksa.

- Berapa lama lagi kau di sini? - Akan kuusahakan cepat.

Atau secepat gerakan pak tua ini.

Hampir berdiri.

Astaga. Cepatlah.

Ny. Vanderweef menginap di sebelah selagi kasus ini diselesaikan.

Kenapa? Agar dia bisa meratap semalaman soal kalung konyolnya itu?

Dengar, hubungi wali kota.

Suruh dia menugaskan polisi yang lebih tampan

dan tidak bau untuk kasus ini sekarang.

- Dia bisa mendengarmu. - Apa? Tidak.

Tak ada yang bisa menembus bau yang menempel di badannya itu.

- Aku bisa mendengarmu. - Ny. Brandenham, senang kau mampir.

Pencurian ini kurasa memiliki kesamaan dengan pencurian Bayangan.

Dengan pencurian Bayangan?

Bereng... Tidak. Jangan. Jangan ucapkan kata itu padaku.

Apa? Bayangan?

Bayangan.

- Bayangan. - Bayangan itu tak nyata.

Dia hanya karangan pers.

Untuk bahan gosip New York dan para remaja terangsang di api unggun.

- Apa? - Siapa itu Bayangan?

Kau ingat. Itu ada di semua koran 60 tahun silam.

- Pasti pernah kau baca. - Tidak. Kau kira umurku berapa?

Jujur, aku tak tahu. Antara 40 dan 90 tahun.

Itu 56 tahun silam. Sangat menarik.

Saat itu aku masih kecil.

Rambutku masih lebat.

Aku bisa tampil menarik dengan gaya apa pun.

Rambutku panjang sebelum jadi polisi,

lalu kupotong cepak, dan aku suka juga.

- Ya. Baik. - Ya.

Pertama, Bayangan merampok Brandenham.

Lalu dia merampok hotel mewah lainnya, dan lain-lain.

Ya, dia merampok hotel mewah.

Perampokan di kamar di lantai tertinggi.

Di kamar dengan keamanan ekstra dan ada Jacuzzi.

Tak ada yang pernah dituntut dan ditangkap.

Di malam pertama, aku harus menjaga pintu,

menahan wartawan dan orang-orang kepo.

Tapi seru sekali melihat kerja detektif.

Aku mau kerja sif dobel jika bisa.

- Aneh. - Lalu, aku ikuti cerita

di koran seperti orang lain.

Situasi makin menarik saat mereka menemukan kartu panggil.

- Kartu panggil? - Ya.

Beberapa pencuri meninggalkan semacam ciri khas.

Awalnya, kami tak tahu si Bayangan punya kartu panggil,

tapi itu karena dia sembunyikan dengan cermat di kamar itu.

Kita harus teliti mencarinya, harus beruntung.

- Jadi, apa itu? - Pembungkus kusut

dari salah satu cokelat kecil yang ditaruh hotel di bantal.

Bukankah itu hanya sampah?

Itu ada bentuknya. Agak mirip patung kecil.

- Berbentuk apa? - Penis.

Dengan pelir. Bentuknya asal.

- Penisnya atau pelirnya? - Keduanya.

Tapi bisa dipahami jika dilihat baik-baik.

Yang benar saja. Ini konyol.

Kau menemukan sampah di lantai dan melihat hal yang ingin kau lihat.

Semacam kertas mesum.

Sebenarnya kuanggap itu lucu.

Disembunyikan seperti itu, meledek polisi,

caranya cukup cerdas.

Sudah cukup. Hentikan.

Apa? Kau tak ingin menangkap si Bayangan setelah selama ini?

Ini tak berkaitan dengan Bayangan.

Cerita Bayangan itu nyaris menghancurkan tempat ini.

Butuh 20 tahun untuk membangun kembali reputasi kami setelah itu.

Kami harus mengadakan konvensi batu peliharaan.

Aku harus berkeliling memuji batu mereka.

Ya ampun.

Kau bukan detektif sungguhan, Pak Zevansky.

Kau pulang saja dan menonton

Special Insurance Victims Unit atau sesuatu?

Itu klaim polis setengah juta dolar.

Atasanku tak suka menulis cek sebesar itu

sampai aku merangkak dan menggeledah tempat ini.

- Aku paham perasaan itu. - Baiklah. Ini dia.

Aduh. Pelan-pelan.

Sepuluh menit lagi. Aku akan rebahan.

Astaga. Masih saja di sini.

Tolong katakan kau sudah mati dan kau hanya hantu depresi.

Maaf. Aku hanya teliti.

Aku tak bisa berhenti memikirkan kesamaan antara ini dan...

- Jangan katakan. - Baik.

- Di mana Salmon Rushdie? - Ganti sif.

Polisi berikutnya pasti dalam perjalanan.

Aku mau menjual kamar di lantai ini lagi.

More Indonesian subtitles for Central Park

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left