The first 200 lines.
Yoon Jae?
Uh oh...
Masih?
Kau...
- Kau Gyung Joon? - Ya, Guru Gil Da Ran.
Rumah sakit. Ayo kita kembali ke rumah sakit.
Karena segalanya berubah di Rumah Sakit, ini kesalahan medis.
Jika kita pergi ke rumah sakit dan bicara dengan mereka, mereka akan menukarmu kembali.
Kau mau bilang bagaimana?
Ah... Orang ini tunanganku, namun tubuhnya tertukar dengan anak itu.
Jadi bertanggung jawablah dan tukar mereka kembali. Itu yang akan kau katakan?
Baiklah. Aku yakin akan dianggap gila, tapi mereka akan temukan cara memperbaikinya.
Benar. Kita akan dianggap gila, dan kita bertiga akan dikurung.
Kau, aku dan tubuhku yang berada di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah sakit.
Jika kau mau pergi, pergi sendiri saja. Aku tidak suka rumah sakit.
Hanya karena kau tidak suka, kau kira menghindar adalah yang terbaik?
- Jangan bertindak seperti anak kecil. - Aku masih kecil!
- Umurku 18 tahun. - Itu benar.
Dan anak kecil harus mendengarkan orang dewasa.
- Ayo pergi, Kang Gyung Joon. - Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.
Wajah ini bukan wajah anak-anak.
Sekarang kau mau bercanda denganku?
Kau tidak seharusnya bertindak seperti orang dewasa frustrasi dan jangan coba-coba menekanku.
Kenapa kau tidak bisa berpikir dengan tenang mendengarkan apa yang terjadi dari yang bersangkutan?
Baik. Bicaralah.
Aku... Dan Seo Yoon Jae mengalami kecelakaan.
Saat kami akan mati, roh kami keluar dari tubuh.
Tepat pada saat itu...
...roh Seo Yoon Jae mengira tubuhnya akan mati dan dengan egois bergegas masuk ke dalam tubuhku.
Yoon Jae... bukan tipe orang egois yang akan mengambil tubuh orang lain.
Terserahlah.
Karena tidak ada pilihan lain, rohku masuk ke dalam tubuh Seo Yoon Jae.
Ini semua terjadi karena Seo Yoon Jae masuk ke dalam tubuh yang salah.
Yoon Jae adalah orang yang bijaksana.
Dia bukan tipe orang yang akan salah menempatkan dirinya seperti itu.
Terserahlah!
Yang ini harus pergi...
Pasti ada semacam solusi entah itu hanya sekedar pertukaran yang tak terduga.
Yoon Jae...
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kenapa kau masuk ke tubuh seperti itu?
Apa? Tubuh seperti itu?
Aku juga tidak suka tubuh seperti ini!
Yoon Jae tidak minum soda, jadi bisa kau minum minuman lain?
Apa?
Ini bukan tubuhmu, tapi tubuh Yoon Jae.
Hingga segalanya menjadi normal, aku harap kau memperlakukan tubuhnya seperti sesuatu yang berharga.
Sesuatu yang berharga? Bagaimana?
Sama seperti yang selalu dilakukan Yoon Jae,
ketika kau haus, minum air putih bukannya minum soda.
Selain itu cuacanya dingin dan baju ini tipis. Kau tidak punya baju yang lebih tebal dan hangat?
Bahkan sebelumnya kau tidak diperiksa secara menyeluruh...
Astaga... Astaga, kau tergores di sini.
Apa yang akan kita lakukan?
Tunggu sebentar.
Nah... Sementara kau memeriksa tubuhku,
Aku berharap rohku bisa melepaskan diri, tapi tidak bisa, jadi harus bagaimana?
Jika kau terus seperti ini, kurasa rohku akan menjadi gila.
Kang Gyung Joon.
Kumohon jaga tubuh Yoon Jae baik-baik.
Bagiku... Dia seseorang yang sangat, sangat berharga.
Kalau begitu aku ke Rumah Sakit dan memeriksa apa tubuhmu baik-baik saja.
Beri aku ponselmu.
Ponsel?
- Siapa? - Pamanku.
Hubungi dia dan tanyakan bagaimana situasi di sana.
Halo?
Ah, ya, halo. Ini paman Gyung Joon?
Ya, aku rasa beritanya sudah sampai di sekolah.
Gyung Joon telah dipindahkan ke rumah sakit Seoul Hankuk.
Ya... Kalau begitu jika Gyung Joon sadar, mohon hubungi aku kapan saja.
Ya, ya...
Pamanmu bilang sudah dipindahkan ke Rumah Sakit di Seoul.
Aku dengar semuanya.
Pendengaran pria ini benar-benar tajam.
Ngomong-ngomong, kau tinggal di sini sendirian?
Jika paman dan bibimu datang, kau tidak boleh berada di sini dalam keadaan seperti ini!
Aku tinggal sendirian.
Mereka tidak punya alasan untuk datang ke sini. Kau boleh pergi.
Menurutmu kau tidak apa-apa sendirian?
Kau mengalami kecelakaan besar hari ini... Dan situasimu juga tidak normal.
Aku yakin kau benar-benar terkejut...
Sungguh kau tidak apa-apa tinggal sendirian?
Sepertinya kau ingin tinggal di sini dengan berpura-pura mengkhawatirkanku...
Tapi lupakan saja. Pergilah.
Aku pastikan akan tidur yang banyak untukmu.
Yang dia punya hanya makanan beku dan minuman soda.
Aku ingin tahu apa ia hanya makan makanan seperti ini?
Tubuhnya benar-benar besar.
Terlalu besar!
Aku tidak perlu ke sekolah.
Asik...!
Ups.
Kulihat ia membelikan segala sesuatunya untuk tubuh berharganya.
"Kumohon jaga tubuhnya baik-baik."
Aku tidak mau makan itu.
Diterjemahkan Oleh : CalVter
Kau di dalam sana, kan?
Benar, kan?
Kau kedinginan?
Tanganmu sangat hangat!
Pasti karena aku memegang kopi.
Kata orang suhu tangan sama dengan suhu hati.
Kurasa tanganmu sehangat ini karena hatimu begitu hangat!
Aku yakin kau satu-satunya orang yang tangannya sehangat ini.
Begitu hangat.
Orang yang memiliki tangan sehangat ini di dunia...
Hanya ada satu orang.
Dan di sinilah dia.
Da Ran baru saja pulang.
Kulihat dia keluar semalaman.
Aku yakin dia bersama Yoon Jae, benar, kan?
Apa puterimu keluar semalaman adalah hal yang menyenangkan?
Sebulan lagi mereka akan menikah, jadi peduli apa?
Karena Yoon Jae selalu mengantar Da Ran pulang ke rumah tepat waktu,
Aku khawatir ada sesuatu yang salah dengan Yoon Jae.
Tapi kurasa tidak...
Haruskah kita mengundang Yoon Jae datang hari ini dan membuatkannya belut panggang?
Jangan dibuat terlalu kentara dan membuat mereka menjadi malu.
Kau benar...
Hal seperti itu... Lakukan secara sembunyi-sembunyi.
Bagaimana kau bisa memberinya makan belut secara sembunyi-sembunyi?
Jika kau memasukkan belut sebagai isi pangsitnya,
menurutmu itu akan berhasil?
Pangsit belut?
Haruskah aku menumbuhkan jenggot?
Lagian ini bukan tubuhku.
Kenapa badanku gatal?
Apa pria ini memiliki kulit kering?
Maaf, maaf.
Da Ran!
Pria itu... Sepertinya Yoon Jae!
Tunggu! Tunggu!
Gil Da Ran!
Kakak ipar!
Gil Da Ran! Beri aku sedikit uang! Cepat! Cepat!
Cepat, cepat, cepat!
Pergilah...!
Jangan datang!
Aku... Kurasa aku akan gila!
- Tubuhku terbakar... - Apa katamu?
Lakukan sesuatu!
Lihat aku! Tubuhku terbakar!
- Apa kau gila? Kau kenapa? - Ayo lihat kesini!
Siapa orang itu?
Dia tunangan Da Ran.
Kenapa kakak ipar seperti itu?
- Kenapa kau bertingkah seperti ini? - Aku gatal... dan panas! Aku bisa gila!
- Astaga... Kenapa? - Ada yang salah dengan orang ini?
Orang ini sakit atau bagaimana? Lihat ini.
Kakiku juga... Kaki juga!
- Jangan bergerak! - Bokongku juga!
Kita harus bagaimana?
- Apa yang terjadi? - Entahlah! Entahlah!
Oh, tolong! Oh ibu, ayah! Oh tolong...!
Oh, Tuhan! Oh ya, di sana!
Oh tolong, tolong! Tuhan!
Melakukan tindakan tidak senonoh seperti itu di sekolah yang suci seperti ini...
Ini terjadi karena alergi jamur,
jika kau meminum obatnya dan memakai salep, kau akan segera membaik.
Seharusnya aku periksakan tubuhnya lebih cepat.
Memangnya ruang perawatan sekolah kita puskesmas?
Atau rumah sakit?
Tidak bisa dipercaya...
Pria itu bodoh atau bagaimana?
Maafkan aku...
Maafkan aku...
Uang yang ada di rumah sudah dihabiskan untuk membayar taksi tadi malam...
Tetapi karena hal aneh yang terjadi pada tubuhku, aku tidak bisa pergi ke rumah sakit.
Aku datang karena aku khawatir sesuatu terjadi pada tubuh berharga Yoon Jae...
Tapi... Apa kau mendapat banyak masalah?
- Kau baik-baik saja sekarang? - Ya.
Pria ini pastinya benar-benar sehat!
Maksudku obatnya bekerja seperti mantera pada tubuhnya!
Pastikan kau makan sesuatu setelah tiba di rumah.
Dan minum obatmu juga.
Ah! Jika saja dompetku ada, aku tidak akan merasa tidak nyaman seperti ini.
Segera setelah aku dapatkan dompetku kembali, aku akan mengembalikan uangmu.
Guru Gil... Kau dimarahi habis-habisan?
Ini karena aku sangat kecewa!
Kau tidak tahu betapa gagah dan terhormatnya Yoon Jae-ku!
Kau membuat orang-orang mengatai dia idiot...
Ini karena aku merasa bersalah pada Yoon Jae.
Pulang dan tinggallah di sana dengan tenang.
Jangan pergi-pergi dan menyebabkan masalah lagi.
Jika kau membutuhkan sesuatu... Aku akan membelikannya untukmu.
Kau akan membelikannya?
Lupakan saja! Jangan khawatirkan itu, aku yang akan mengurusnya.
Pulanglah. Jangan kemana-mana lagi, oke?
Apa dia tahu betapa bagusnya baju ini?
Jika tubuhku yang kenakan akan terlihat sangat bagus.
Aku terlihat seperti orang bodoh karena aku kenakan bajunya pada tubuh ini.
Bila kudapatkan dompetku kembali, akan kukenakan pakaian seperti ini.
Menantu...
Alangkah baiknya jika aku bisa bertemu denganmu sebelum aku pergi.
Panggilan Anda tidak tersambung...
Boleh tahu dimana kamar pasien Kang Gyung Joon?
Kamar 560.
Oke.
Dokter Seo sungguh beda hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.