Single’s Inferno

Single’s Inferno (솔로지옥)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Single’s Inferno S01E08 NF-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐍𝐅 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-06-16
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

KIM HYEON-JOONG

MOON SE-HOON

SHIN JI-YEON

KIM JUN-SIK

KANG SO-YEON

CHOI SI-HUN

AN YEA-WON

SONG JI-A

OH JIN-TAEK

KIM SU-MIN

SEONG MIN-JI

CHA HYUN-SEUNG

Aku ingin pergi ke Pulau Surga bersama Moon Se-hoon.

Akhirnya…

Mari lihat ekspresi Se-hoon!

- Ayo tunjukkan! - Kita mau lihat ekspresinya.

Moon Se-hoon.

Moon Se-hoon dipersilakan keluar dan pergi bersama Shin Ji-yeon ke Pulau Surga.

Sampai jumpa.

Bersenang-senanglah.

- Dia membara - Sampai jumpa.

- di menit terakhir. - Ya.

Moon Se-hoon.

Kau menduganya?

- Aku? - Ya.

Tidak, aku…

- Kau menduganya, ya? - Hanya sedikit,

tapi tidak mengharapkan apa pun.

- Sungguh? - Ya.

Kita pergi lagi.

- Kau senang pergi denganku, 'kan? - Ya.

- Apa yang akan kita lakukan hari ini? - Hari ini? Ayo menyantap makanan enak!

Ya.

Ini luar biasa.

Ini kesuksesan Se-hoon di Pulau Neraka ini.

- Ini perkembangannya. - Benar, dia berkembang.

Kini giliran pemenang ketiga, Kang So-yeon.

Silakan pilih orang yang ingin kau ajak berkencan di Pulau Surga.

Aku penasaran dengan pilihan So-yeon.

Hyun-seung. Hari ini pasti Hyun-seung.

- Sepertinya dia memilih Jin-taek. - Aku juga berpikir begitu.

- Kurasa Hyun-seung. - Pasti dengan Jin-taek.

Aku benar-benar bingung.

Karena selama ini, aku sudah dua kali pergi ke Pulau Surga bersama Jin-taek.

Aku tidak mempunyai waktu untuk mengenal tentang pria lainnya.

Jadi, kupikir apa sebaiknya aku juga mengenal yang lain?

Itu yang kupikirkan.

Ini benar-benar tidak bisa kubayangkan.

Jangan sampai So-yeon melakukan pertualangan sia-sia.

Aku ingin pergi ke Pulau Surga bersama…

Orang yang dipilih Kang So-yeon adalah…

Cha Hyun-seung…

- Cha Hyun-seung… - Apa?

- Cha Hyun-seung… - Apa?

- Cha Hyun-seung… - Apa?

- Namun, Cha Hyun-seung memilih Ji-a. - Hyun-seung terlihat suka.

Cha Hyun-seung punya teman, Oh Jin-taek.

- Cha Hyun-seung punya teman, Oh Jin-taek. - Apa?

- Sudah kuduga. - Jin-taek, dipersilakan keluar

- Cha Hyun-seung punya teman, Oh Jin-taek? - dan pergi bersama So-yeon

- ke Pulau Surga. - Aku tak menyangka.

Bersenang-senanglah.

- Apa ini? - Apa ini?

Apa ini?

Sungguh?

Kau memilihku?

Ini asyik, 'kan?

- Terima kasih. - Sama-sama.

Kita terlalu sering pergi.

Ini sudah ketiga kalinya. Ini seperti bulan madu mereka.

Padahal bulan madu biasa pun hanya tiga hari dua malam.

- Mereka pasangan suami istri. - Akhirnya

- Ji-a, - Hyun-seung.

Hyeon-joong, dan Hyun-seung yang tersisa di Pulau Neraka.

Mereka bertiga.

Aku menjadi penasaran dengan situasi di Pulau Neraka.

- Aku juga. - Keadaan akan sengit.

Benar.

Min-ji tampak kesepian lagi.

Sejak datang ke sini, aku hanya melihatnya tertawa sekali

di awal kedatangannya.

Sebenarnya suasana hatiku tidak enak sejak tadi.

- Kapan? Saat mengobrol dengan Se-hoon? - Ya, setelah mengobrol dengannya.

Se-hoon bahkan mengupaskan kulit ubi untuk Ji-yeon.

- Kapan? - Ya.

- Sungguh? - Waktu makan siang.

Aku sengaja tidak melihat ke arah mereka.

- Itu bagus. - Ya.

Apa ini?

- Astaga, hujan? - Dari bunyinya, sepertinya deras.

Anginnya kencang, ya?

- Ini benar-benar jadi Pulau Neraka. - Benar.

PULAU NERAKA PUKUL 17.00

PULAU SURGA PUKUL 18.00

Meski hujan, tempat itu nyaman.

- Ya. - Semuanya terasa baik.

Itu benar.

Kita makan perlahan saja supaya tak sakit perut.

- Ya. - Ya?

Mau minum?

Bersulang!

Aku benar-benar ingin makan ini.

- Sungguh? - Ya.

Su-min, terima kasih banyak.

Aku ingin menangis. Air mataku sungguh mengalir.

Berapa usiamu?

- Usiaku? - Ya.

Usiaku 30 tahun.

- Sungguh? - Ya.

- Bagaimana? Apa aku terlalu tua? - Astaga, kau begitu awet muda.

- Awet muda? - Ya.

Berapa usiamu?

Aku 24 tahun.

- Usiamu 24 tahun? - Ya.

Begitu, ya.

Apa pekerjaanmu?

- Aku bekerja sebagai model iklan dan… - Begitu rupanya.

Aku model profesional.

Biasanya aku menjadi model untuk produk kecantikan.

Aku sangat senang dipotret.

Jadi, begitulah pekerjaanku.

KIM SU-MIN, 24 TAHUN MODEL PRODUK KECANTIKAN

- Bukankah dia begitu cantik? - Bagaimana lesung pipinya secantik itu?

- Dia model kecantikan. - Senyumnya membuat perasaan kita senang.

- Hal pertama yang membuatku penasaran - Ya.

adalah alasanmu memilihku.

- Apa alasannya? - Kenapa aku memilihmu waktu itu?

- Hari ini. - Hari ini?

Aku penasaran dengan alasanmu memilihku hari ini.

Aku pernah bilang kalau aku mencemaskanmu.

Ya.

Saat mendengarmu berkata begitu,

kukira kau mengasihaniku.

- Tidak. - Aku berpikir begitu.

Apa aku terlihat

- menyedihkan? - Tidak.

Hanya saja

aku terus memikirkanmu.

Yang di pikiranku hanya "Si-hun."

- Si-hun. Mau pergi mengobrol? - Boleh. Ayo jalan-jalan.

- Kita tidak punya banyak waktu mengobrol. - Benar.

Katamu tipe idealmu

adalah wanita sepertiku.

Ya, itu benar.

- Berdasarkan penampilan. - Perkataanmu

membuatku memikirkannya.

Awalnya aku merasa heran. Aku juga berpikir tak mengetahui apa-apa.

Jika kau datang sejak hari pertama,

mungkin aku akan mengajakmu mengobrol lebih dahulu.

Kau orang yang memiliki kesan paling dekat

dengan tipe idealku.

Begitu, ya.

Namun, alasanku tidak bisa terburu-buru mendekatimu

karena aku membutuhkan banyak waktu untuk introspeksi diri.

Karena itu aku kesulitan untuk mengajak orang lain mengobrol lebih dulu.

Saat kita mengobrol waktu itu,

aku menjadi berpikir positif.

Aku merasakan ketulusanmu.

Begitu, ya.

Aku senang.

- Kau tahu yang membuatku berdebar? - Apa? Karena memanggilmu?

Kau yang pertama

memanggilku keluar dari kesepian.

Aku sangat berterima kasih padamu. Aku sangat senang.

Berkat itu, kita banyak mengobrol

dan bisa sampai kemari, 'kan?

Senangnya.

Omong-omong, kurasa tak baik

jika dia terus berterima kasih begitu.

Begitukah?

Seharusnya dia menimbulkan kesan kalau dia suka dan peduli padanya.

Juga menimbulkan perasaan kalau mereka serasi.

Namun, kesannya bukan seperti itu. Dia seperti ingin mengatakan,

"Terima kasih sudah membuatku keluar

- dan menyelamatkanku." - Benar juga.

Dari sudut pandang Su-min. Itu bukan hal yang ingin didengarnya.

- Aku juga berpikir begitu. - Kesannya begitu.

Omong-omong, Si-hun yang paling menderita di antara mereka.

Benar.

- Saat perasaannya begitu menderita, - Ya?

dia mungkin menganggap itu sebagai tali untuk menyelamatkannya.

- Itulah yang paling dibenci wanita. - Sungguh?

Padahal wanita akan berharap mereka memiliki perasaan yang sama.

- Namun, dia berterima kasih. - Ya.

- Dia berterima kasih. - Tentu.

- Itu rasa terima kasihnya yang tulus. - Ya.

PULAU SURGA KANG SO-YEON DAN OH JIN-TAEK

Malam terakhir.

Tidak menyangka kita akan bersama sampai hari terakhir.

- Hari ini kau kelelahan. - Ya.

Ini memang melelahkan.

Kenapa tiba-tiba?

Kau terus melompat-lompat dalam hatiku kemarin.

Karena itu kau kelelahan.

Kau benar-benar melompat-lompat.

Kau tak pernah berubah.

Kau punya saudara?

Aku punya adik perempuan.

- Begitukah? - Ya.

More Indonesian subtitles for Single’s Inferno

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left