The first 200 lines.
Alih Bahasa: Artha Regina
Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau melakukannya? Kenapa, kenapa?
Tanganmu kenapa?
Luka, waktu aku kerja.
Kau itu ibunya Ji Seok.
Kau itu ibunya.
Ki Hoon.
Giliran siapa yang cuci piring?
Hari ini hari ke-64.
Kenapa kau melakukannya? Kenapa harus dia? Kenapa, kenapa?
Katakan saja aku punya kekurangan. Katakan saja begitu...
...meskipun aku berusaha yang terbaik.
Baik.
Katakanlah kau ingin bercerai.
Tapi teganya kau menyelingkuhiku?
Apa standarmu serendah itu?
Apa kau sebodoh itu?
Kau pikir bakal lebih mudah menceraikanku jika kau berselingkuh dengannya...,
...seandainya aku dipecat, dan aku menjadi tunawisma?
Kau pikir kau bisa bersama dengannya?
Terus nasib Ji Seok bagaimana?
Jika Ji Seok penting bagimu, kau harusnya tak melakukannya.
Aku minta maaf./ Jika kau memikirkan anak kita...,
...kau pasti takkan tega menghancurkan ayahnya seperti ini.
Teganya kau...
Kenapa, kenapa?
Bu, ini buat ramennya.
Taruh di sana./ Ya.
Kau mencuci itu juga? Tambah sabunnya.
Pakai air panas juga.
Kenapa kau tidak pakai sarung tangan? Tanganmu nanti tergores.
Tak bisakah aku mencuci piring terserah aku bagaimana caranya?
Tidak. Ibumu nanti memarahiku.
Jadi sabunnya harus berapa banyak yang kutambahkan?
Tujuh gram cukup?
Kukira kau akan marah pas pulang kerja, lihat rumah berantakan.
Jadi aku mencuci baju dan membersihkan rumah sepulang kerja.
Tapi sesampainya kau di rumah, kau langsung mempelajari berkas klienmu...,
...jadi aku tidak bisa membesarkan volume TV karena aku tidak ingin mengganggumu.
Kapanpun kau menginginkan sesuatu, aku selalu membelikannya buatmu.
Dan saat kau bilang kau mau dinas, aku percaya sama kau.
"Kurasa dia sibuk belakangan ini..."
Tapi aku tidak tahu ternyata kau selingkuh dengannya.
Goresan yang bagus sekali.
Berhentilah membuat mobilnya tergores. Aku sedih. Mobil itu dulu kesayanganku.
Mobil itu malah kuperlakukan lebih baik.
Kau dulu pasti memarkir mobil itu di sembarang tempat, 'kan?
Tapi aku memarkirnya di samping mobil yang cantik tiap malam.
"Bersenang-senanglah. Jangan bertindak hal bodoh."
Jika kau memarkirnya di samping mobil yang cantik...,
...besok paginya, pasti mobil itu kelihatan beda.
Dan setelah kau menyalakan kunci kontak...
Mobil itu langsung semangat./ Memangnya mobil itu laki-laki?
Memangnya itu mirip perempuan? Kau bahkan tak tahu jenis kelaminnya?
Kau tak bisa merasakan sifat maskulinnya?
Itu baru yang namanya mobil laki-laki.
Aku takkan memakirkan mobilku di samping mobil...
...yang seperti itu. Nanti mobilku minder.
Kaulah orang pertamaku, prioritasku.
Kau selalu mengungkit hal itu.
Kenapa itu hal penting?/ Tentu penting.
Jika kau orang pertama bagiku, maka aku juga harus...
...menjadi yang pertama bagimu. Cinta bukan urutan kedua.
Kalau aku urutan kedua bagimu, apa itu artinya cinta?
Apa aku urutan kedua bagimu?
Kau selalu bahas mau beli mobil besar.
Kau ingin beli mobil besar, biar kau bisa ajak jalan-jalan keluarga besarmu.
Kenapa keluarga yang berisikan 3 orang harus beli mobil sembilan kursi?
Setiap kali aku tanya kau dimana, kau pasti makan sama keluargamu.
Bisa-bisanya kau bilang kau makan dengan keluargamu?
Padahal aku tak ikut makan juga.
Aku tak ikut makan.
Aku pergi ke rumah ibumu buat masak kimchi setelah aku melahirkan.
Aku tahu kau paling senang kalau aku dekat dengan ibumu.
Jika aku memperlakukan ibumu dengan baik..
...kukira kau pasti memihakku suatu hari nanti.
Kita tidak kasih uang ke ibuku...
...tapi kita kasih uang 30 juta won ke ibumu buat pindah rumah.
Aku ingin agar kau sangat mencintaiku...
...sampai-sampai aku berperilaku baik pada ibu dan kerabat-kerabatmu.
Tapi tidak pernah sekalipun kau memihakku.
Ayo berangkat./ Santai saja.
Kalau kita menang, kita harus main lagi minggu depan.
Kau berambisi lagi buat main minggu depan.
Kalau kita masuk semifinal, kita nanti tanding di Pulau Jeju.
Aku saja yang bayar. Kita harus rajin main sebulan biar masuk semifinal.
Aku benci kompleks ini.
Dan aku benci semua orang yang bergaul denganmu.
Aku sudah kirim alamatnya di obrolan grup kita.
Ayo./ Dah.
Jangan berkelahi.
Ki Hoon-lah yang perlu menahan diri.
Tak usah. Kau naik mobil lain saja. Nanti mobilnya tergores lagi.
Hyung, masuklah./ Sampai jumpa.
Ayo./ Masuklah.
Ini tidak adil, karena orang-orang tidak tahu.
Mereka tidak tahu betapa kesepiannya aku karenamu.
Kau bertengkar sama Kakak Ipar?
Bertengkar apaan.
Hari ini aku takkan bertengkar dan berkelahi.
Aku harus berkelahi sama orang lain hari ini.
Aku akan mengumpulkan semua amarahku dan melampiaskannya pada bajingan itu.
Kau belum pernah dengar makian jahatku, 'kan?
Aku pasti sangat seksi saat nanti mengatakannya.
Kata-kata yang keluar seperti seni.
Kau takkan pernah dengar makian jahat di tempat manapun.
Dan semua perkataanku akan keluar dari mulutku secara berirama.
Ingat itu.
Tapi, jika aku hilang kendali...
...sebelum saatnya, pasti nanti aku tak berhasil memaki dia.
Karena itu, kapanpun aku harus membabi buta sama orang...
...aku harus memikirkannya seharian.
Besok, aku akan menghancurkan orang yang menghajarmu.
Kau ada masalah apa?
Nyetir sajalah kau.
Kau tak mau cerita?/ Memangnya aku adikmu, apa?
Sungguh, aku belum pernah dengar kau memanggilku, "Ki Hoon-AAA"...
...seperti itu lagi padaku.
Seolah-olah kau akan segera mati.
Masalah apa sebenarnya? Tanganmu luka semua.
Apa aku harus cerita semua masalah kerjaku sama kau?
Memangnya masalah besar apa buat menjadi direktur?
Baiklah! Aku akan percaya, kalau itu masalah kerjaan.
[Kurasa akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang saat nanti ku menutup mata]
[Kurasa akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang saat nanti ku menutup mata]
[Aku sudah tenang sekarang karena orang sebaikmu ada di sisi Ji An.]
Aku sudah buat keputusan.
"Kita harus pindah dari sini."
"Pasti semuanya akan berubah kalau kita pindah ke daerah lain."
Tapi tiap kali aku melihatmu diam saja saat aku bahas mau pindah rumah...
...aku mulai menyerah.
"Tak ada lagi yang bisa kulakukan lagi buat mengubah orang ini."
Aku sadar perkataanku ini tak bisa dimaafkan.
Aku sadar aku orang jahat atas perbuatanku
Setelah aku tahu, rupanya kau sudah tahu...
...aku serasa ingin mati.
Aku tidak percaya akan perbuatanku sendiri.
Aku ingin mati karena aku membenci diriku sendiri...
...dan karena aku merasa sangat menyesal padamu.
Oper sini!
Tidak!/ Pass!
Hei!
Kenapa kalian kelihatan capek sekali? Minum ini.
Apa ini?/ Itu bagus buat badanmu.
Bagus buat badanku?
Aku suka rasanya./ Nah.
Hei, bangunkan Dong Hoon./ Ya. Aku saja.
Dong Hoon, bangunlah. Sekarang giliran kita.
Aku tahu apa yang paling kau takutkan...
...dan apa yang ingin kau hindari.
Kau tidak berusaha mempertahankan pernikahan ini karena cintamu padaku.
Ya, 'kan?
Jika kau ingin tetap merahasiakan soal ini dari...
...ibumu dan Ji Seok, maka aku akan melakukannya.
Ayo! Di belakangmu!
Sedikit lagi!
Jika kau tidak tahan lagi hidup bersamaku dan ingin mengakhiri ini...
...maka aku siap.
Aku akan melakukan apapun keinginanmu.
Aku tidak ingin kau sengsara hanya karena kau ingin mempermudahnya bagiku.
Namun aku tidak tahu caranya mengakhiri hubungan ini...
...yang telah kita pertahankan selama 20 tahun.
Aku harus mulai darimana?
Kukira aku bisa melewati semua ini asal kau tidak tahu aku tahu...
...tapi sekarang sudah terlalu berat.
Bagi kita berdua.
Berapa nilainya.
Kalau ditambahkan, nilainya 57 poin. Berarti masuk Kualitas C.
Karena kasus lain ada buktinya, kita harus menurunkan nilai desainnya...
...ke Kualitas D. Kita hanya perlu mengurangi dua poin.
Coba kulihat desainnya.
Yang ini juga lemah./ Coba ke bawah lagi.
Bagian ini juga.
Jangan ubah apa pun. Ini sudah benar.
Tapi kita akan ditegur kalau kita tak memeriksa rekonstruksinya.
Insinyur struktural.../ ...hanya membuat evaluasi struktural.
Jangan jadi sok politis. Fokus saja ke aspek teknis.
Baik./ Baik.
Kita ganti hotel buat berjaga-jaga.
Daeyoung Hotel, Kamar 1403 jam 7.
Tapi aku harus menyerahkan laporan inspeksi ke kantor distrik besok.
Apa itu yang penting sekarang?
Jika hal seperti itu terjadi, kau seharusnya memberi tahu kami.
Bisa-bisanya kau menerobos masuk ruang CEO dan meninjunya?
Aku mohon maaf./ Kita harusnya jangan banyak tingkah!
Kita hanya harus berurusan dengan masalah Lee Ji An!
Jangan gegabah. Jika Direktur Park memberi tahumu sesuatu, beritahulah kami juga.
Kita mana bisa bersekutu dengan orang yang jauh di Busan.
Juga, berhentilah memperlihatkan ke orang, kalau kau itu seniornya CEO Do.
Tapi yah, memangnya ada orang yang lebih muda dari CEO Do?
Tapi ini beda. Mereka seperti mau beradu!
Aku yakin mereka akan mewawancarai Kadiv Song Suk Bum juga.
Lalu bagaimana dengan kita?
Adakah orang yang tidak senang di bawah kepemimpinan Manajer Park?
Seseorang yang berani angkat bicara tentang dia tanpa rasa bersalah?
Kalau begitu, kita kembali ke pilihan awal saja.
Kadiv Yoo Tae Suk.
Kau tak apa, kalau Kadiv Song ikut wawancara juga?
Wawancaranya cuma 10 sampai 20 menit.
Dia hanya harus menjawab pertanyaan yang berkaitan denganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.