The first 200 lines.
Menantuku kenapa?
Gadis
yang dinikahi Ji Seok...
Aku akan menghubungi Anda setelah kami kembali.
Sampai saat itu, tutup mulut Anda.
Ada apa dengannya?
Dia adalah...
"Tae Ran"
Pernikahan Go Ya berjalan lancar.
Kurasa setidaknya Kakak harus melihat fotonya.
Apa-apaan kamu ini?
Lanjutkan perkataanmu.
Ada apa dengan gadis yang dinikahi Ji Seok?
Aku tahu ini soal apa.
Na Ra yang menyuruhmu melakukan ini.
Dia ingin kamu mencari tahu soal gadis
yang dinikahi Ji Seok.
Bukan begitu.
Katakan kepadanya.
Katakan kepadanya bahwa Go Ya gadis baik
dan dia membuat Ji Seok sangat bahagia,
jadi, kalian berdua jangan ikut campur.
- Apa? - Pastikan
kamu menyampaikan itu kepadanya.
Sa Ra.
Maksudku, Bu Oh!
Sa Ra.
Ada apa ini?
Sa Ra. Bu Oh!
Ini membuatku gila.
Dia kakak ipar sekaligus besanku. Astaga.
- Lewat sana. - Baik.
Ji Seok, kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kamu berkeringat.
- Perutmu sakit? - Ya, sedikit.
Ini gawat. Ayo, kita ke dokter.
Aku baik-baik saja. Aku bisa menahannya.
Ayo...
Ji Seok. Astaga.
Sakit sekali?
Bagaimana ini? Ji Seok.
Ji Seok menikah hari ini.
Yang benar saja.
Sulit dipercaya aku tidak tahu soal ini.
Sial.
Astaga, kenapa dia terus meneleponku?
Ya, apa?
Aku berkali-kali menelepon. Kenapa kamu tidak menjawabnya?
Aku tidak mendengarnya. Ada apa?
Kamu bisa keluar sekarang?
Astaga.
Taman ini berantakan.
Seperti hatiku yang dihancurkan pria itu.
Ji Seok, kenapa harus kamu?
Sial. Dia pasti sudah gila.
Sulit dipercaya.
- Apa? - Kakak masih kesal
- karena tidak diundang? - Apa maumu?
- Kakak sedang tidak ingin bicara. - Kakak sudah melihat fotonya?
Pernikahannya berjalan lancar. Kuharap Kakak tidak kesal lagi.
Itu berjalan lancar karena kakak.
Jika bukan karena kakak, mereka tidak akan menikah.
- Tadinya kakak mau mengacaukannya. - Jangan bilang begitu.
Akhirnya putri Kakak menemukan kebahagiaannya.
Setidaknya Kakak harus merestuinya.
Bukan saatnya bagi kakak untuk memberi restu.
Kamu tahu siapa yang menikahi Go Ya?
Tentu saja tahu.
Pria itu dari keluarga kaya dan pekerjaannya bagus.
Dia juga tampan.
Apa sebutan anak muda zaman sekarang?
Benar, dia seperti sedan mewah.
Dia bukan mobil rongsok seperti Kakak.
- Apa? Beraninya kamu bilang begitu! - Tidak usah kesal.
Kakak melihat dia sangat bahagia di foto itu.
Dia juga banyak tersenyum hari ini.
Sebelumnya aku tidak tahu
senyumnya sangat cantik.
Dia tidak pernah bisa tersenyum karena perbuatan Kakak,
tapi kini senyumnya kembali.
Restui saja dia, ya?
Kamu tidak tahu apa pun. Hei, Tae Ran.
Pria yang menikahi Go Ya adalah keponakannya Oh Na Ra.
Kamu yang akan marah besar jika mengetahuinya.
Astaga.
Omong-omong, aku harus bagaimana sekarang?
Kakak iparku akan menjadi besan.
Keluarga kacau macam apa ini?
Astaga.
Kamu menjatuhkan ini.
Sudah lama, ya.
Ya.
- Kamu makan di sini? - Aku baru mau pergi.
Ada yang menungguku.
Maaf.
- Halo. - Aku terlambat, ya?
Kamu tidak bisa datang lebih awal?
Kenapa?
Mantan suamimu baru saja makan di sini.
Aku tahu. Aku bertemu dengannya di luar.
Sungguh?
Apa kamu juga melihat wanita yang bersamanya?
- Wanita? - Dia bersama seorang wanita.
Dia tidak bisa berhenti tersenyum.
- Mereka pasti punya hubungan. - Hei.
Apa masalahnya?
Kini aku sudah menikah dengan pria lain.
Dia juga harus menikah.
Maaf aku membuatmu menunggu lama.
Aku berpapasan dengan mantan istriku.
Begitu, ya.
Apa? Mantan istrimu?
Ya.
Kamu baik-baik saja?
Dahulu kamu kesulitan melupakannya.
Terkadang aku memikirkan
hal yang harus kulakukan
jika berpapasan dengannya.
Tapi sulit membayangkannya.
Membayangkannya saja membuatku sulit bernapas.
Aku mengerti.
Aku juga sulit bernapas saat melihat mantan suamiku bersama istrinya.
Aku merasa dikhianati karena sudah memercayainya.
Tapi itu tidak semenyakitkan bayanganku.
Sungguh? Baguslah.
Kurasa karena kamu bersamaku.
- Apa? - Karena tahu
kamu menungguku di luar,
entah bagaimana aku merasa tenang.
Syukurlah kamu bersamaku
saat aku berpapasan dengan mantan istriku.
Mari berangkat.
Maaf karena kita ketinggalan pesawat.
Kamu tidak dengar kata dokter?
Kamu bisa pingsan jika memaksakan berangkat.
Aku tidak mau menjadi janda.
Kram perut tidak separah itu.
Serta kini aku sudah baik-baik saja.
Aku merasa lebih baik setelah disuntik di UGD.
Ada yang membuatmu stres saat kita menikah?
- Apa? - Maksudku,
dokternya bilang begitu.
Aku juga cemas.
Kamu baik-baik saja pagi tadi,
tapi mulai gelisah tepat sebelum pernikahan.
Benarkah?
Apa terjadi sesuatu?
Apa yang membuatmu tegang?
Tentu saja aku tegang.
Aku berada di samping gadis cantik ini seharian.
- Aku serius. - Aku juga.
Mari cari penerbangan lain besok.
Yang benar saja. Kita tidak akan pergi.
Dokter bilang kamu harus beristirahat.
Lagi pula aku tidak akan bisa beristirahat jika di sampingmu.
Jantungku berdebar cepat.
Turuti perkataanku.
Kamu akan kesakitan untuk beberapa hari ke depan,
dan mungkin akan kram lagi.
Kita akan tetap di sini.
Maksudmu kita akan berbulan madu di sini?
Kenapa tidak? Di sini bagus.
Kita bisa memandangi langit dan laut, kamu juga bersamaku.
Maafkan aku. Kita akan bepergian lain kali.
Biarkan aku menebus ini.
- Baiklah. - Mari kita ke pantai.
Tidak. Kamu butuh istirahat.
Kemarilah.
Ayo.
Tidurlah, ya?
Kamu tahu?
Aku pernah membaca bahwa kita akan mirip dengan orang
yang paling kita sayangi di masa lalu.
Di kehidupanku selanjutnya, mungkin aku akan mirip denganmu.
Kalau begitu,
aku akan mirip denganmu.
Coba tebak apa yang akan kulakukan dalam tiga detik.
Tiga, dua, satu.
"Bagaimana kita bisa begitu saling merindukan?"
"Selama ini kita begitu dekat"
Go Bong.
Astaga!
Apa kita tidur bersama?
Tidak. Itu mustahil.
Hei, Berandal.
- Apa yang terjadi semalam? - Apa maksud Bibi?
Apa kamu harus menginap sehari sebelum kakakmu menikah?
Biar kujelaskan.
Menjelaskan apa?
Kamu tidur di mana semalam?
Di rumah Yeon Hee.
Ibu tidak percaya.
Bagaimana bisa dia membiarkanmu menginap di sana
padahal kakakmu akan menikah keesokan harinya?
Begini...
Ternyata pria yang dia sukai
adalah kakak dari kakak iparnya.
Dia mau menikahinya?
Tidak boleh?
No comments yet. Be the first to leave one.