Release info

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E38-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-08-19
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Masuklah.

Akan kubiarkan kalian bicara.

Kau...

Ayah Hyeonjae diadopsi.

Ayah, duduklah. / - Ya.

Mari?

Mungkin karena putriku seusia denganmu.

Aku tidak bisa melewatkanmu begitu saja.

Kau punya seorang putri?

Jungeun.

Jungeun.

Aku ayahmu.

Namamu Jungeun.

Lee Jungeun.

Kenapa kau pergi? Jangan pergi.

Hidupmu sangat bahagia.

Entahlah.

Aku membayangkan banyak hal saat kemari.

Maafkan aku.

Sudah cukup aku tahu.

Kini aku tahu siapa ayahku.

Jungeun!

Jungeun!

Minho, kurasa dia marah kepadaku.

Apa yang kulakukan? Sekarang bagaimana?

Kami pernah bertemu sebelum pertemuan keluarga.

Aku melihatnya dua kali setelah kelas yogaku.

Sekali, kami hanya berpapasan.

Di lain waktu, aku bahkan bicara dengannya.

Aku tidak tahu.

Kukira aku akan langsung mengenalinya

jika bertemu dengannya.

Tapi aku tidak tahu.

Maksudku, aku ayahnya.

Bagaimana bisa ayah tidak mengenali putrinya?

Ayah tahu, ini sudah lama sekali.

Kurasa

aku bersikap egois.

Aku tidak tahu apa yang dialami Jungeun.

Kakakku akan bersama Jungeun sekarang.

Mereka pasti sangat bahagia.

Mereka berdua akan menangis bahagia.

Impian seumur hidup Ayah akhirnya terwujud.

Bagaimana jika mereka pulang bersama hari ini?

Tentu saja, mereka akan pulang bersama.

Gyeongcheol sudah menunggu hari ini

seumur hidupnya.

Dia harus membawanya pulang.

Aku tidak sabar bertemu dengannya.

Dia kehilangan orang tuanya saat masih kecil.

Dia pasti melewati masa-masa sulit.

Semua masa sulit sudah berakhir bagi Jungeun.

Kau tahu kenapa?

Gyeongcheol memiliki gedung dan rumah ini.

Dia akan berikan semuanya pada Jungeun.

Tidak. Kurasa tidak, Ibu.

Dia juga punya Gyeongae dan kau.

Apa anak-anakmu akan datang malam ini?

Ya. Hyeonjae sibuk menyiapkan pernikahannya,

jadi, dia akan terlambat.

Dan Yunjae akan pulang setelah bekerja.

Benar juga. Hyeonjae akan menikah.

Selamat.

Ya? / - Bagaimana hasilnya?

Apa Ayah bertemu dengannya?

Ya.

Astaga. Mereka bertemu.

Astaga. Aku turut bahagia untuk mereka.

Jadi, bagaimana? Apa mereka pulang bersama?

Jika benar, aku harus bersiap.

Hanya Ayah dan aku yang pulang.

Ayah, ayo pulang.

Jangan murung.

Kau sudah melampaui gurumu.

Rasanya baru kemarin kuajari kau mengemudi.

Aku pandai mengingat apa yang kupelajari.

Bagus.

Cari stasiun pengisian daya terdekat.

Aku tahu masih cukup waktu sampai pernikahan,

tapi kita terdesak

untuk membuat rencana pernikahan.

Itu karena kita berencana

merenovasi rumahmu.

Itu akan menjadi rumah kita.

Rumah kita.

Itu terdengar sangat menegangkan.

Aku senang kau senang mendengarnya.

Kau menyukainya? / - Ya.

Astaga.

Lihat itu.

Masuklah.

Semua bagus. Kita datang ke tempat yang tepat.

Ya, akan terlihat lebih bagus dengan pintu baru.

Aku tahu.

Bagaimana dengan yang ini? Terlihat cukup unik.

Keren.

Hyeonjae, aku suka ini.

Kau terdengar sangat bersemangat.

Selalu menyenangkan melihat hal baru.

Bukankah menyenangkan karena kau bersamaku?

Ya.

Aku akan menemui orang tuaku malam ini.

Ya. Mereka pasti gembira.

Andai aku bisa mengucapkan selamat pada mereka.

Kau akan bertemu bibiku nanti.

Kau bisa menyelamati mereka saat itu.

Omong-omong, ada hal yang belum kukatakan.

Baiklah.

Ada apa?

Tentang ibuku.

Ibuku juga menemukan orang tua kandungnya.

Benarkah? / - Ya.

Itu berita bagus. Aku tidak percaya ini.

Tapi kurasa ibuku belum siap menemui mereka.

Benarkah?

Ceritakan soal kakekku menemukan putrinya.

Maka dia mungkin akan berubah pikiran.

Mungkin karena putriku seusia denganmu.

Aku tidak bisa melewatkanmu begitu saja.

Kukira dia orang yang baik dan ramah.

Tapi bagaimana bisa dia meninggalkan putrinya?

Hei.

Sedang apa di sana? Kapan kau pulang?

Kau pergi tanpa memberitahuku tadi.

Sekarang, kau tidak menjawab pertanyaanku.

Ibu mau pergi?

Ya. Ibu ingin keluar dan mencari udara segar.

Aku akan membuat makan malam.

Ada apa dengannya?

Dia tidak terlihat baik saat pergi.

Dia terlihat lebih buruk sekarang.

Makanlah ini.

Kau membuat bulgogi? / - Ya.

Ada ikan layur? Aku mau itu untuk makan malam.

Tapi aku membuat bulgogi untuk makan malam.

Aku tahu, tapi kau bisa bertukar.

Aku tidak mau.

Sujeong.

Kenapa bersikap tidak biasa?

Apa yang kulakukan?

Biasanya kau tidak mengutarakan pikiranmu.

Kau hanya melakukan yang kuminta.

Kau bilang akan terus melakukan itu.

Kenapa kau bersikap sebaliknya?

Tak ada gunanya bersikap baik dan menahan diri.

Kukira akhirnya aku bisa tenang sekarang.

Kenapa kau sangat agresif?

Ibu bisa bersantai dan melakukan apa pun.

Aku juga akan melakukannya sekarang.

Kau merasa tak bisa bertindak sesuai keinginan?

Ya.

Kau merasa terhambat sejak tinggal bersama kami,

tapi aku merasa begitu seumur hidupku.

Kenapa dia tidak membawa Jungeun pulang?

Entahlah.

Mari tanya kapan dia pulang. / - Astaga.

Aku pulang.

Hai.

Halo.

Hai.

Kau pulang lebih awal.

Ibu bilang akan ada bibi. Aku harus pulang.

Astaga. Dia sudah dewasa.

Ibu, aku tidak akan bilang dia sudah dewasa.

Dia agak terintimidasi. / - Bukan begitu.

Tidak, dia sudah dewasa.

Ini hadiah dari calon besan kita,

adiknya Mirae.

Halo.

Selamat datang. / - Kalian datang bersama?

Kami bertemu di luar.

Apa Kakek belum pulang?

Dia dalam perjalanan.

Kau tampak cantik, Haejun. Kau membeli bunga?

Ya, ini hadiah penyambutan untuk bibi Yunjae.

Kita tak membutuhkannya. Dia tidak ikut pulang.

Kenapa kita tidak membutuhkannya?

Bunga selalu bagus.

Apa Seongsu-ku baik-baik saja di kantor, Bu Sim?

Kau tidak perlu memanggilku begitu.

Panggil aku dengan namaku.

Bagus. Akan kulakukan sekarang, Haejun.

Ayah.

Akhirnya dia pulang.

Gyeongcheol. / - Selamat.

Selamat. / - Kau pasti senang.

Ya, terima kasih, Semuanya.

Bagaimana rasanya bertemu dengannya?

Dia mirip denganmu atau ibunya?

Gyeongcheol, kenapa kau tampak sedih?

Apa ada masalah?

Aku mau ke kamar. Kalian bersenang-senanglah.

Gyeongcheol.

Kami berkumpul untukmu, tapi kau pergi?

Ada apa? Kau bilang kalian sudah bertemu.

Tidak mungkin ada masalah.

Dia pasti kewalahan dan bahagia.

Ya. Kau bisa kehilangan kata-kata

jika terlalu bahagia.

Begitukah?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left