The first 200 lines.
SAKURAJIMA
BANDARA KAGOSHIMA
Perhentian berikutnya adalah Jalan Perbelanjaan Tenmon-kan.
Untuk menghindari cedera, bersiaplah untuk perhentian mendadak.
Lampu Festival Musim Panas?
Ya. Mau coba?
Tentu.
Tiga saudari lagi?
Ya, kami bertiga.
Benarkah?
Kalian sangat akrab.
Apa aku melihat serangga di tehku?
Apalagi di cangkir favoritku
Aku mencucinya dengan sangat baik Setiap kali, bukan?
Aku membayangkan itu akan bersih selamanya
Apa maksudmu ada serangga di tehku?
Seperti belalang dalam sangkar? Mustahil, bukan?
Betapa memalukannya bagiku
THREE SISTERS
JALAN PERBELANJAAN MASAGO
Apa itu cukup?
Seharusnya banyak.
Berapa banyak yang sudah selesai?
Sakae, kau mau ke mana?
Membantu di toko orang tuaku.
Terima kasih.
Aku punya bohlam dan timah.
Terima kasih, Shige.
Selamat siang!
Kau pasti suami Namie.
Ya, benar.
Sudah kuduga itu kau.
Dia bilang kau tampan.
Tidak juga.
Masuklah.
Aku pulang.
Tidak ada orang?
Ibu? Ada tamu.
Pak Hirakawa?
Ibu Mertua.
Sudah lama sekali tak bertemu.
Benar.
Aku terkejut kau datang jauh-jauh kemari.
KEIKO, SHIZUE, DAN SAKAE NAKAZONO SHINPEI ARIMA
Kau tiba hari ini?
Ya.
Di sini panas, bukan?
- Duduklah. - Terima kasih.
Di Tokyo juga panas.
Aku akan menyalakan ini.
Terima kasih.
Aku adik Namie, Sakae.
Aku Hirakawa. Senang bertemu denganmu.
Aku terkejut kau mengenaliku.
Aku melihat foto pernikahannya.
Di Papua Nugini, bukan?
Selandia Baru.
Aku keliru.
Lagi pula, keduanya di selatan.
Pasti mahal sekali.
Yah...
Uang yang terbuang sia-sia. Terutama sekarang.
Ini masih belum resmi.
Satu hal.
Apa Namie mengatakan sesuatu?
Hanya bahwa dia mengisi formulirnya.
Aku masih belum menandatanganinya.
Kau harus segera menandatanganinya.
Lembap sekali.
Lama tak bertemu, Pak.
Dia masih belum menandatangani surat cerainya.
Bantulah ibumu.
Lebih cepat lebih baik.
Kenapa kau kemari?
Sebenarnya...
Aku sungguh minta maaf.
Apa?
Maaf keadaannya menjadi seperti ini dengan Namie.
Aku membawa sesuatu.
KUE PISANG
Aku tahu agak konyol membawa manisan ke penjual manisan.
Namie tidak ingin bertemu denganmu lagi.
Maaf kau datang jauh-jauh kemari. Tapi begitulah adanya.
Tapi kumohon, Pak.
Tolong biarkan aku bicara dengannya.
Dia menolak menemuimu.
Ayah, kumohon!
Aku harus bicara dengannya.
Kau tahu aku bercerai dari ibunya.
Aku bukan ayah mertuamu.
- Sebaiknya kau pergi. - Kumohon, aku hanya perlu menemuinya.
Sudah cukup!
Kumohon kepadamu.
Jangan sentuh aku!
Jangan sakiti dia!
Lepaskan dia!
Kau baik-baik saja?
Ini salahmu. Kau bersikeras aku menemuinya.
Maafkan aku. Dia punya sabuk hitam aikido.
Bagaimana lenganmu?
Kakak, mohon bantuannya.
Ini ditaruh di mana?
Toko bunga.
Lalu ini?
Itu...
Di sudut.
Ini untuk rumah Iwamoto.
Baiklah.
Ini semua ditaruh di sana.
Namie tidak akan kembali untuk sementara.
Ke mana dia pergi?
Dia sedang menjalankan tugas.
Bersiap untuk festival besok.
Benar juga, Festival Musim Panas. Aku punya kenangan indah.
Kau tahu festival kami?
Dia berasal dari Miyakonojo.
Ya, aku lupa.
Ya, kita berbagi festival yang sama.
- Kau sudah pulang? - Belum.
Sudah lebih dari dua tahun, kan?
Kemurkaan para dewa akan menimpamu.
Sudah terjadi.
Selera humor yang bagus.
Sayangnya, Namie sudah memutuskan.
Terkadang kau harus menyerah.
Ada pelanggan menunggu!
Aku datang.
Layani dia.
Maaf membuatmu menunggu.
Aku akan membawakan manisan.
Tidak perlu repot-repot.
Kau masih di sini?
Kenapa bercerai?
Kami belum bercerai sampai aku tanda tangan.
Kau tampan. Ada wanita lain, ya?
Tentu saja tidak.
Sakae, ayolah.
Kau selingkuh, bukan? Aku yakin begitu.
Maafkanlah Sakae.
- Tidak apa-apa. - Silakan.
Terima kasih.
Maaf ini bukan barang mewah.
Kau baik sekali.
Betapa bodohnya membawa manisan ke penjual manisan.
Tepat di tengah.
Lebih ke kanan.
Selamat siang.
Nona muda Tiger Sweets.
Kapan kau kembali?
Tadi.
- Sendirian? - Ya.
Aku ingin melihat festivalnya.
Kau selalu diterima di permandian air panasku.
Aku berjanji tidak akan mengintip.
Pasti indah saat semuanya menyala.
Sebaiknya aku pergi.
Kudengar ada masalah dengan suaminya.
Siapa yang bilang begitu?
Aku tukang daging. Aku mendengar semua gosip.
Kakaknya, Shizue, sama cantiknya.
Sama saja. Mereka berdua menakjubkan.
Jangan coba-coba. Kau tidak punya kesempatan.
Mungkin dengan yang termuda?
Siapa yang membantu kita bersiap?
Itu Sakae, yang termuda.
Tapi dia tidak setara.
Kejarlah dia.
Tidak, aku lebih suka saudari lainnya.
Yang termuda mirip ayahnya.
Tidak seperti yang lain, dia jelas putri Shinpei.
Sekarang untuk bubuk teh hijau.
Ada yang membicarakan kita.
Sedikit lagi.
Sudah berapa lama kau di Tokyo?
Sejak kuliah. Sekarang sudah 26 tahun.
Aku tidak pernah meninggalkan Kagoshima.
Tahun lalu adalah kunjungan pertamaku ke Tokyo.
Maaf aku tuan rumah yang buruk.
Sama sekali tidak. Aku menikmati Disneyland bersama Namie.
Kami bersenang-senang.
Baru tahun lalu kalian berdua tampak sangat bahagia.
Aku pulang.
Dia kembali.
Mereka masih punya. Ini berat.
Namie, Pak Hirakawa datang.
Aku membeli seribu, jadi, aku dapat diskon.
Bagus.
Dia bertanya kenapa banyak sekali.
Kubilang, "Datanglah besok dan lihat sendiri."
Begitu?
Aku akan kembali bekerja.
Permisi.
Sudah lama tidak bertemu.
Kau tampak sehat.
Kau tidak menjawab teleponku atau membalas surelku.
Itu tidak pantas.
Sekarang kau memakai dialek lokal?
Aku lahir dan dibesarkan di daerah ini.
Kau merokok lagi, ya?
Apa itu masalah?
No comments yet. Be the first to leave one.