The first 200 lines.
ELLYAS PICAL TERLIHAT MESRA DENGAN PACAR BARUNYA
Parah ini berita!
Beritanya apa?
Ini lo baca sendiri!
Ini kopinya, Bang.
Bang.
Itu apa yang dia baca?
'Kan dia nggak bisa baca.
Dia cuma bisa dua huruf, R sama P.
Rupiah!
Lo nggak perlu baca.
Lo lihat aja fotonya.
Elly sama pacarnya,
pacaran.
Foto kedua, Galaxy lagi latihan.
Kalau udah begini, kira-kira siapa yang kalah?
Udah deh,
jangan terpengaruh, Bang.
Ini kerjaan wartawan biar korannya laku.
Udah, buang aja!
Emang pacarnya siapa sih, Cun?
Nggak tau.
Joko!
Ini lo baca, Joko!
Astaga.
Lo 'kan buta huruf ya.
Gua lupa.
Sini.
Doktel gigi.
Dokter.
- Ini Bu, paketnya. - Iya, terima kasih ya.
Permisi.
Maaf, Tante.
Tante tahu, Elly mau jemput Rina, 'kan?
Tapi Rina nggak ada.
Dia harus pulang ke Ambon.
Selama ini kalian berdua,
diam-diam pacaran, 'kan?
Tante bisa pura-pura tidak tahu.
Tapi kalau sudah muncul di koran,
orang di seberang pulau juga pasti tahu, Elly.
Elly, tunggu sini.
Ini.
Untuk Nico.
Untuk Nico?
Ya sudah, ya.
El.
Ini.
Surat dari Rina untuk kamu.
Untukku?
Ya.
"Kakak Nico, terima kasih banyak
sudah mau baca surat ini,
untuk Elly.
Waktu kamu baca surat ini,
aku sudah dalam perjalanan pulang ke Ambon."
Aku harus pulang sebentar.
Tapi nanti juga kembali ke Jakarta untuk sidang skripsi.
Aku harap kamu tidak terganggu dengan kepulanganku.
Jangan sedih ya.
Kamu harus rajin latihan untuk pertandingan nanti.
Kaya biasa, aku cuma bisa kasih semangat dari jauh.
Kalau memang Tuhan berkehendak kita berdua bersama,
pasti tidak akan ada yang bisa menghalangi hubungan kita.
Sampai jumpa lagi, Elly.
Dengan penuh rasa cinta,
Rina Siahaya.
ELLYAS PICAL GALAXY (2)
Belakang sini sedikit sakit.
- Sini? - Iya.
Saya mohon Pak Anton, Elly jangan diganggu dulu.
Tapi saya harus dapat penjelasan dari Elly sekarang, Bang Khairus!
Kalau tidak, urusannya panjang.
- Dia butuh konsentrasi pada latihannya! - Terima kasih.
Ini untuk masa depan Elly, tidak bisa begitu pikirannya!
Pak Anton?
Skandal apa lagi ini, El?
Kamu harus jelasin ke saya. Jujur!
Tentang apa ini?
Kamu dituntut sama perempuan ini,
yang mengaku katanya kamu janjikan untuk nikahi.
- Perempuan siapa? - Lita Budianto! Ini ada fotonya.
Kenal kamu?
Kenal.
Kenal?
Iya.
Tuhan Yesus.
Sabar.
- Kalau kamu sabar, ada solusi... - Sabar gimana?
Beritanya sudah keluar kaya begini.
- Kamu mengerti, 'kan? - Iya.
Kamu selalu cari masalah ya!
Mama, sabar dulu.
- Dengar penjelasanku. - Iya, Mama.
Elly nggak salah, Mama.
Kamu juga!
Mama sudah minta kamu jaga Elly baik-baik, 'kan!
Iya, Mama.
Mama!
Duduk dulu.
Dengar dulu penjelasan Elly.
Demi Tuhan Yesus,
Elly nggak salah, Mama.
Elly nggak pernah janji apa-apa ke dia.
Elly cuma pernah tolong dia aja.
Betul, Mama.
Lita nggak ada hubungan dengan Elly.
Elly cuma selamatkan Lita,
karena dulu Lita punya utang.
Elly juga sampai berkelahi untuk menolong Lita.
- Betulkah? - Betul, Mama.
Kenapa kamu nggak cerita ke Mama?
Itu...
Kalau kamu cerita ke Mama,
Mama bisa kasih tahu kamu perempuan mana yang baik.
Jangan marah, Mama.
Sekarang antar Mama ke rumah Lita.
Mama mau bicara dengan dia.
Kalau perlu Mama tonjok mulutnya!
Jangan, Mama! Nanti masalahnya tambah besar.
Kenapa?
Dia yang bikin masalah 'kan?
Mama.
Maksud Elly itu,
Pak Anton sudah urus masalah ini.
Dia sudah siapkan pengacara buat Elly.
Bikin malu.
Mama!
Berat ini lawannya Ellyas Pical.
Mereka pakai dukun.
Dukun apa?
Itu di pojokan, lagi baca mantra.
Lihat mulutnya komat kamit.
Mr. Galaxy, pertandingan seminggu lagi.
Bagaimana persiapan anda menghadapi Ellyas Pical?
Mr. Galaxy bilang dia akan kalahkan Ellyas Pical dengan mudah.
Ellyas Pical terlalu sibuk mengurusi urusan pribadinya dibanding berlatih.
Jadi kalian bersiap saja, akan kehilangan juara dunia kalian.
Terima kasih.
Bung.
Gayanya Bung Yossi mirip sekali dengan Khaosai Galaxy.
Iya.
Elly kelihatan susah hadapi dia.
Ayo, Yossi! Jangan tanggung-tanggung. Desak dia terus!
Istirahat!
Elly! Itu Galaxy! Dia ingin rebut gelar!
El, cukup!
Cukup, El!
Elly! Cukup!
El, cukup.
Apa lagi, Pak Anton? Elly baru mulai latihan.
Saya butuh Elly sekarang.
Tapi kita 'kan baru mulai.
Ayo, El. Sudah ditunggu pengacara.
Nico, kamu jadi saksi 'kan?
- Saya? - Iya. Ayo, El!
Yossi, maaf ya.
Kacau semua programku!
Bung Elly yakin,
kalau tidak pernah menjanjikan untuk menikahi Lita?
Tidak pernah!
Bagaimana mau janji nikah? Pacaran saja tidak pernah!
Apa Bung Elly dan Lita pernah…
- Pernah apa? - …pernah melakukan hubungan suami istri?
Sembarangan!
Tidak pernah! Saya ini masih perjaka.
Jadi Bung Elly tidak menyangkal kalau telah membelikan sepeda motor buat Lita?
Ya, saya pernah beli motor buat Lita.
Nico yang antar itu motor ke Lita.
Ya, betul Bapak.
Tapi motor itu bukan sebagai tanda ikatan pernikahan?
Tidak!
Saya kalau suka perempuan,
tidak pernah pakai motor untuk ikat janji.
Saya kalau suka, cinta perempuan,
saya pakai hati buat ikat janji.
Sudah?
Sudah, Bung Elly.
Pak Anton.
Permisi, Bapak.
Pak Anton.
Boleh saya pinjam telepon?
saya mau telepon ke Ambon.
Saya mau kasih kabar sama Rina.
Saya takut Rina pikir saya ada masalah sama Lita.
Silakan.
- Nico. - Ya?
Terima kasih ya.
Sini!
Bantu aku, cepat!
- Telepon Rina. - Rina?
- Mana? - Ini.
- Halo. - Halo, Rina?
Ya, ini Rina.
- Ini Kakak Nico? - Ya, ini Elly mau bicara dengan kamu.
Sebentar.
Halo, Rina.
Elly?
Rina, jangan percaya ya.
Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Lita.
No comments yet. Be the first to leave one.