The first 200 lines.
Gong Tae-Kyung?
Apa katamu?
Ibuku tidak pergi ke sekolah?
Ya, aku akan meneleponmu ketika ibuku kembali.
Episode 8
- Paman. - Yeon-Doo.
Sepertinya toko bisa langsung dibuka. Segalanya terlihat baik.
Kita baru saja melihat interior toko dan memberi kudapan ke para pekerja.
Bagus sekali. Tapi ibu pergi ke mana?
Aku ditelepon bahwa ibu tidak pergi ke sekolah.
- Apa? - Apa?
Apa? Ada apa?
- Ah, ada apa ini? - Lepaskan.
Apa ini?
Rumah siapa...
...Aku menemukan rumah Gong Tae-Kyung. Pyeongcha-dong nomor 521.
Jangan remehkan ibu!
Kirimkan foto dan alamatnya!
Kalau tidak akan kuhabisi kamu.
- Kakak! - Yeon-Doo!
Bagaimana ini?
Permisi.
Ini rumah Gong Tae-Kyung, bukan?
Gong Tae-Kyung.
Benarkah di sini rumah Gong Tae-Kyung?
Siapa wanita yang tak punya aturan itu?
Mengapa ia terus memanggil namamu?
Aku akan keluar.
Kamu berpikir aku akan mundur begitu saja?
Tidak akan! Ayo masuk!
Aku mau melihat wajah orang tuamu.
Tenanglah.
Lepaskan!
Aku harus menegur orang tuamu karena memiliki anak tak bertanggung jawab.
Aku tak akan membiarkan anakku jadi ibu tunggal.
Kalau tidak menikah, aku tak akan membiarkannya melahirkan anak itu.
Yang harusnya dimarahi adalah Yeon-Doo, bukan orang tuaku.
Apa? Omong kosong apa ini?
Kemarin aku melamar Yeon-Doo.
- Apa? - Itu benar.
Aku mau menjadi ayah bayi itu tapi aku ditolak.
Tae-Kyung? Astaga!
Halo.
Siapa ini?
Apa yang kamu lakukan di sini?
Itu...
...sepertinya aku salah alamat.
- Kalau begitu, - Nona...
...kamu baik-baik saja?
Sepertinya kamu sedang mencari seseorang.
Apakah ayah bayi itu tinggal di sekitar sini?
Itu...
Sebentar, ya.
Tae-Kyung.
Ibu, aku pergi ke klinik karena ada pasien mendesak.
Aku akan pulang malam.
Bagaimana dengan wanita aneh tadi?
Mengapa dia mencarimu?
Begitukah?
Untunglah bukan perkara besar.
Jangan lupa makan.
Baiklah.
Maaf memotong pembicaraan kita. Anakku menelepon.
Tidak apa-apa.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Nona.
Ya?
Kita sering bertemu sepertinya ini takdir.
Di sini sulit mendapat taksi. Naik mobil kami saja.
Aku merasa tidak enak kalau kamu pergi begitu saja.
Terima kasih telah mengantarku.
Nyonya ingin mengajakmu makan sekali dalam waktu dekat.
Tidak perlu. Tolong sampaikan padanya aku berterima kasih untuk hari ini.
Apa ayamnya sudah selesai digoreng?
Ibu?
Kamu sudah datang?
Mengapa kamu ada di sini? Apa yang kamu pikirkan?
Ibumu memintaku datang.
Ibuku?
Mengapa kamu baru datang?
Rasanya sangat canggung tanpamu.
Orang ini benar-benar...
- ...ayo keluar. Cepat. - Tunggu.
Kamu berani mengusir tamu undanganku?
Ibu...
Jangan panggil aku ibu. Katanya kamu tak mau menikah dengan menantuku.
Menantumu?
Menikah atau tidak mulai hari ini dia menantuku.
Dia keluargaku.
Jangan usir menantuku yang berharga. Kalau tidak mau, kamu saja yang keluar.
Ibu!
Apa yang kalian lakukan? Bawa keluar kalau sudah selesai.
- Ya. - Ya.
Apa yang dibawa keluar?
Duduklah.
Yang nyaman saja seperti di rumah sendiri.
Aku suka caramu makan.
Kamu tinggal di daerah orang kaya, jangan bilang ayahmu presdir perusahaan?
Paman ini.
Memangnya yang tinggal di sana semuanya presdir?
Ia memang seorang presdir. NX Grup.
NX?
NX Grup yang itu?
Benarkah?
Bagaimana ini?
Ini pertama kalinya aku melihat seorang konglomerat.
Kami bukan konglomerat.
Perusahaannya bahkan tidak masuk 30 besar.
Tahun lalu aku tidak lolos wawancara di sana.
Karena paman kaya, belikan aku laptop.
Oh Soo-Gyeom!
Apakah bedanya? Meski konglomerat di sini hanya menantu.
Harus kita periksa.
Apa menurutmu soju ini cocok untuk selera konglomerat?
Bukan...
...bukan minumannya tapi gelasnya...
...silakan tuang di sini.
Kamu sangat riang. Aku menyukainya.
Menantu, terimalah dari ibu mertua.
Baik.
Terima kasih.
Dia benar meminumnya?
Ibu, tolong beri aku satu gelas lagi.
Aku akan melakukannya. Sini aku tuangkan.
Sekarang aku bisa hidup.
Akhirnya aku merasa seperti di rumah.
Baguslah cucuku. Minum airnya.
- Airnya saja enak. - Airnya enak?
Di mana kakak ipar? Dia tidak di rumah?
Sedang tidur di kamarnya. Dia harus banyak istirahat.
Karena kehamilannya?
- Kalau kakak? - Masih ada pekerjaan di kantor.
Kak Tae-Kyung juga pergi ke klinik.
Kita bersaudara memang seperti bubuk kacang saja.
Yoo-Myung.
Tak apa-apa. Aku bisa mandiri karena kakak-kakakku.
Meski Se-Jin masuk, tetaplah mandiri.
Jangan jadi adik ipar yang merepotkan.
Ibu...
Tidak apa-apa.
Karena kita sudah kenyang, ayo kita buka koperku.
Ini buku untuk nenek.
Edisi pertama Little Prince dari New York.
- Aku akan membacakannya untukmu. - Ya.
Ini syal untuk ibu.
Sering-seringlah keluar menghindari Nenek.
Anak ini...
Untuk melihat Ibu yang masih bersinar dan cantik,
Ayah mendapat kacamata hitam.
Yoo-Myung memang pintar mencari hadiah.
Aku akan membanggakanmu di depan semua orang.
Astaga.
Pasti sulit tinggal di asrama untuk mendapat gelar doktor.
Tapi, kamu masih merawat kita.
Nenek sudah mengirimku sampai ke luar negeri untuk belajar.
Jadi apa yang sulit?
Tidak ada untukku?
Kue beras pun tak ada?
Astaga!
Apa ini?
Bukankah itu pakaian dalam pria?
Sepertinya begitu.
Astaga, ini terlihat sangat vulgar.
Sepertinya ini bukan baru tapi bekas.
Mengapa ada benda seperti ini di tas profesor kita?
Oh, ini?
Teman sekamarku sering membawa pacarnya.
Pakaian dalamnya ada di mana-mana.
Akan aku buang nanti.
Astaga.
Pasti seperti itu.
Pasti begitu.
Carikan dia rumah lain selain asrama.
Ini buruk untuk Yoo-Myung yang masih polos.
Aku akan mencarinya.
Aku jadi dicurigai meski tak perlu.
Aku akan menaruh barang di kamar.
Aku masih sama seperti sepuluh tahun lalu, bukan?
Bukalah hadiah anda juga, Nyonya.
Ya, haruskah?
Astaga, sepertinya ada sesuatu di belakang buku.
Apa?
Yoo-Myung?
Jay, mengapa kamu lama menjawab?
Hei, apa yang terjadi?
Katanya kita tak bisa saling menghubungi saat di Seoul.
Mengapa kamu menaruh pakaian dalam di tasku?
Aku hampir ketahuan.
Pakaian dalam? Apakah aku menaruhnya?
Bagaimanapun aku senang bisa mendengar suaramu.
Aku juga.
Aku merindukanmu, Jay.
Nenek.
Apa ini?
Apa maksudnya kali ini juga beruntung?
Sudah berapa kali kamu menggunakan alat tes kehamilan?
Lalu apa maksud semua foto dengan pria ini?
Nenek...
Kamu sudah bicara dengan asramanya?
Ya, dia keluar enam bulan yang lalu.
No comments yet. Be the first to leave one.