The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
BERDASARKAN THE KINGDOM OF GODS
Kau tak boleh...
melihat bilik tidur Paduka Raja.
Kau mengerti?
Baik, Tuanku.
RAJA SUDAH WAFAT. ANGIN BARU AKAN BERTIUP.
- Kami pantas mati! - Kami pantas mati!
Lebih dari 100 pemberitahuan yang sama dipasang
di seluruh Hanyang kemarin malam.
Paduka Raja, yang masih hidup,
disebut sudah wafat?
Tangkap semua yang memasang ini,
menulis ini,
atau menyuruh menulisnya.
Tangkap mereka semua.
Bunuh seluruh keluarga dan kerabat mereka!
Begitu juga dengan...
mereka yang diam saja saat pemberitahuan itu muncul...
di seluruh ibu kota.
Tuanku, tolong ampuni aku.
Tuanku, tolonglah!
Maafkan aku, Tuanku.
- Kumohon! - Tuanku!
Tolong ampuni aku!
Klan Haewon Cho sedang menangkapi pelajar muda.
Astaga! Kau sedang apa?
Tidak! Gyeong-seok!
Gyeong-seok! Astaga!
Gyeong-seok!
Tangkap mereka!
Sepuluh hari sudah berlalu sejak Paduka Raja sakit campak.
Hanya dua orang yang melihatnya selama sepuluh hari terakhir,
yaitu Ketua Dewan Negara, Cho Hak-ju dan putrinya, Ratu kedua.
Tidak heran banyak rumor buruk
soal wafatnya Paduka Raja menyebar.
Berhenti!
Kami menerima laporan 89 pelajar dari institusi di dekat Hanyang
bekerja sama untuk memasang pemberitahuan buruk ini.
Mengakulah!
Yang pertama mengaku akan diampuni!
Siapa pengkhianat sesungguhnya dari bangsa ini?
Lewat sistem pembagian harta dan pemerasan,
keluarga jahat sang ratu sibuk menumpuk harta untuk mereka sendiri.
Para pengkhianatnya?
Lihatlah Klan Haewon Cho!
Lancang sekali kau! Tutup mulutmu!
Klan Haewon Cho hanyalah serangga...
yang mengisap darah masyarakat.
Mereka tak berbeda dengan babi yang makan kotoran.
Mungkin lebih baik jika Paduka Raja wafat.
Dia raja lemah yang menyerahkan bangsa ini
kepada Tuan Cho Hak-ju, ketua dari para babi itu!
Lancang sekali kau!
Kau bilang lebih baik Paduka Raja wafat?
Kau mengakui pengkhianatanmu?
Lalu siapa yang kau maksud dengan "angin baru"?
Siapa raja baru yang ingin kau layani?
Apakah Putra Mahkota?
TONGMYEONGJEON
Yang Mulia.
Kau sudah ada di kamarku berhari-hari
meski aku tak bisa bergerak.
Ayah sudah sakit selama sepuluh hari,
tapi tak ada yang bisa kulakukan untuknya.
Aku sedih tak bisa memenuhi tugasku sebagai putranya.
Tolong izinkan aku masuk ke istana Raja
dan tinggal di sisi Ayah.
Ayahmu terbaring sakit karena campak.
Jika kau tertular olehnya dan sakit saat merawat Paduka Raja,
siapa yang akan memimpin bangsa ini?
Sebagai ratu dan kepala keluarga kerajaan, aku tak mengizinkannya,
jadi tolong pergi.
Jawab saja pertanyaanku.
Apakah Ayah...
benar-benar masih hidup?
Kau mungkin sudah belajar cara berbakti terhadap ayahmu,
tapi tidak terhadap ibumu.
Kenapa kau membangkang kepadaku di hadapan para pelayan?
Apa kau begitu membenciku?
Atau apakah kebencian itu lebih terhadap...
adikmu yang belum lahir?
Paduka, aku tak berani...
Jika itu tak benar...
silakan kembali.
Apa yang kau tunggu? Antar Putra Mahkota.
Aku harus menemui ayahku.
Aku akan pergi ke istana Raja.
Yang Mulia, kau sudah lupa?
Ratu memerintahkan agar Yang Mulia tak memasuki istana Raja.
Minggir.
Kubilang minggir!
Tolong mengertilah.
Kau melayani siapa?
Siapa yang kau anggap raja di sini?
Ayahku atau Klan Haewon Cho?
Apa ada orang di seluruh kerajaan
yang tak menuruti perintah Klan Haewon Cho?
Yang Mulia.
- Tolong mengertilah! - Tolong mengertilah!
Panggil Mu-yeong.
Yang Mulia.
Kenapa kau membuang sesuatu yang harganya lebih dari upahku setahun?
Jika kau ingin merengek...
seharusnya kau mengarahkannya kepada sang ratu.
Sifat terbaik putra mahkota ialah setia pada keluarga.
Aku tak bisa mengabaikannya. Aku bisa digulingkan.
Wanita itu mungkin belum dewasa,
tapi dia tetaplah ibuku.
Aku mengerti.
Yang Mulia benar-benar putra yang setia.
Aku punya tugas untukmu.
Apakah itu...
Apakah itu pergi ke istana Raja dan menemui Paduka Raja?
Ambil jurnal di Balai Pengobatan Kerajaan.
Pengawal istana menjaga jurnal itu setiap saat.
Mana mungkin aku bisa mengambilnya?
Pir dari Naju, buah delima dari Gochang,
dan permen jahe yang disiapkan oleh dapur Kerajaan...
Apa kau lupa semua yang kau curi dariku?
Yang Mulia.
Pikirkan istrimu, yang mendukungmu
sampai kau lulus ujian wajib militer
pada usia 40 tahun.
Kau mencuri dari mejaku untuk membawanya kepada istrimu yang baik
yang akhirnya mengandung
setelah menikah sepuluh tahun, bukan?
Yang Mulia, aku tetap tidak bisa.
Sampai kapan kau akan memanfaatkan itu?
Jika mereka tahu bahwa kau mencuri dari mejaku...
kau akan dipecat.
Aku akan dipecat jika aku tertangkap mencuri jurnal itu.
Aku mengerti.
Kudengar malam ini akan ada hidangan panekuk daging.
Tapi jika kau tak bisa, lupakan saja.
Jika menyelinap masuk sebelum fajar saat pergantian penjaga...
aku mungkin bisa mengambil jurnal itu.
Para penjaga tak akan terlalu waspada sebelum fajar.
Mungkin bisa kuambil jika aku menyelinap saat pergantian jaga.
Paduka Raja hilang?
Maafkan aku.
Aku hanya pergi sebentar...
Jika kau ingin hidup, temukan dia.
Sekarang!
Ayah...
hilang?
Sedang apa di sini, Yang Mulia?
Tadi ada...
hal menakutkan di koridor.
Menakutkan?
Suaranya mirip binatang buas.
Berbau darah dan aroma yang tak enak.
Itu bukan manusia. Bentuknya seperti monster.
Itu mustahil.
Monster di istana Raja?
Yang Mulia pasti salah.
Kau tak memercayaiku?
Yang Mulia pasti lemah sehabis berlutut dalam penyesalan berhari-hari.
Kembalilah ke kamarmu
dan minta tabib memeriksamu.
Minta para pelayan Yang Mulia mengantarnya.
Kau menemukan ayahku?
Apa maksudmu?
Paduka Raja...
sedang berbaring di ranjangnya.
Dia berbaring di ranjangnya?
Aku akan memeriksanya sendiri.
Yang Mulia, tolong hentikan.
Ayah, ini Chang.
Tolong hentikan, Yang Mulia.
- Buka pintunya. - Tidak!
Buka sekarang!
Kau lancang mengacungkan...
pedangmu kepadaku?
Ini perintah sang Ratu.
Aku hanya menegakkan hukum istana.
Apakah komandan dari Tentara Kerajaan
boleh melukai keluarga kerajaan?
Jika boleh...
serang aku.
Di mana ayahku?
Kenapa?
Apa kau mencemaskan keselamatan ayahmu?
Aku melihat...
monster mengerikan di dalam istana Raja.
Aku juga melihatnya.
Seorang putra yang berpura-pura mencemaskan ayahnya
sementara diam-diam berharap ayahnya mati
agar mendapat keselamatan dan kekuasaan.
Itulah monster yang kulihat.
Tidak hanya itu,
tapi aku juga melihat monster
yang penuh pikiran jahat
yang berniat memanfaatkan sang putra untuk membunuh Paduka Raja
dan mengambil alih negara ini.
Darah monster itu memenuhi halaman
Biro Investigasi Kerajaan.
Begitu darah itu meluap, pemimpin konspirasinya...
raja baru yang ingin mereka tempatkan di takhta, akan ditemukan.
Ketika waktunya tiba...
No comments yet. Be the first to leave one.