The first 174 lines.
Episode 35
Pedang yang tajam dan kuat, menaklukkan setiap rintangan.
Awalnya lemah, setelah itu digunakan pendekar hebat untuk bertarung.
Pedang yang bagus.
Tak heran, Dugu Qianbei dengan pedang ini menjadi pendekar hebat.
Pedang lembut pohon murad, 30 tahun sudah digunakan.
Secara tidak sengaja mencederai orang benar, menyesal akhirnya, membuangnya ke lembah yang dalam.
Ternyata ada satu pedang yang pendek.
Pedang berat tak bersisi.
40 tahun sebelumnya, mengendalikan dunia persilatan.
Seberat itukah?
Tetua Guan dihentikan oleh belati, juga tidak lebih dengan cara begini.
Saudara Rajawali, pedang ini beratnya sekitar 3 sampai 4 Kg.
Dan lagi, lihatlah, kedua sisinya tidak tajam, pedang ini bagaimana bisa membunuh?
Banyak teknik pedang di dunia persilatan ini...
Kebanyakan pedang ringan, tapi Dugu Qianbei ini bisa mengatasinya.
Pertarungan yang tak mudah dikuasai dan mudah kalah.
Ini pedang kayu.
Setelah umur 40, aku tak lagi dibatasi oleh pedang apapun.
Rumput, pohon, bambu dan batu semuanya bisa menjadi pedangku.
Sejak itu, aku harus mengembangkan ilmuku secara bertahap, hingga aku bisa menang tanpa senjata apapun.
Kungfu Dugu Qianbei benar2 mencapai yang tertinggi.
Seorang yang tidak kenal, bagaimana aku bisa jadi tandingannya?
Ini benar-benar berat!
Saudara Rajawali, kau mau aku menerima pedang berat ini?
Saudara Rajawali.
Kau memberiku empedu ular ini lagi?
Karena kita sudah jadi teman baik sekarang,
Bagaimana aku bisa menolak kebaikanmu?
Saudara Rajawali, empedu ular yang kau berikan padaku benar2 bermanfaat.
Napas jadi normal, titik akupuntur mengalir mudah, semuanya menjadi leluasa tidak terhalang.
Racun di tubuhku, setiap kali efeknya datang, potensinya menjadi kurang.
Kau menyelamatkanku, aku benar2 tak tahu bagaimana membalasmu.
Kritikanmu benar, kau luar biasa.
Bagaimana bisa, tidak bermanfaat?
Akulah Yang Guo, yang hilang kepercayaan.
Sebenarnya, aku tak punya banyak teman dalam hidupku.
Aku tidak mengira di akhir2 hidupku...
Aku masih bisa bertemu Rajawali dan menjadi teman.
Nampaknya Dewa tidaklah kejam.
Saudara Rajawali. Kau mau bertarung denganku?
Aku hanyalah orang kecil dan kau adalah seniorku.
Aku pastinya bukan tandinganmu.
Karena kau punya semacam sikap yang baik, maka aku Yang Guo akan menerima tantanganmu.
Pedang ini benar2 terlalu berat.
Bahkan pedang Quan Zhen dan Giok Perawan tak bisa dibandingkan dengan pedang ini.
Saudara Rajawali, kau punya tenaga yang hebat, walaupun aku bukan tandinganmu...
Kau tak boleh perlakukan aku sebagai Mantan seniormu Dugu.
Yang Guo, Yang Guo, bagaimana kau bisa menjadi tidak berguna?
Saudara Rajawali sudah lama bersama2 dengan senior Dugu
Lihatlah ia mematuk dengan cepat untuk menyerang balik, kungfunya sangat cerdik
Ketika bosan, kebanyakan Dugu Qianbei yang menetap di gua.
Ia mampu melakukan pertarungan pada lawannya. Kerangka senior Dugu sudah membusuk..
Kungfu luar biasa ini akan musnah.
Mungkin juga mampu mencapai tingkat Guru senior ini.
Saudara Rajawali ini bisa dibilang terhebat di dunia persilatan.
Sekarang, saudara Rajawali ini terlepas dari statusnya datang mengajarimu berlatih pedang, sebaliknya kau ketakutan.
Bukankah kau merasa tidak enak terhadap saudara Rajawali?
Saudara Rajawali, mari kita lanjutkan berlatih.
Saudara Rajawali, kau telah melatihku dengan pedang ini selama berhari2.
Pedang berat yang ada di tanganku sekarang ini,
Aku menjadi semakin lebih terbiasa.
Senior Dugu menulis 8 kata di tebing, "Pedang Berat tak bersisi, ilmu hebat tak bekerja"
Benar2 batasan yang bermakna.
Semakin biasa2 saja, seorang pendekar pedang...
Semakin sulit untuk menghadapi lawan.
Benar.
Jika sebelumnya tidak berlatih dasar ilmu makam kuno,
Hari ini, walaupun sedikit petualangan..
Juga pastinya tidak bisa mencapai keadaan ini.
Saudara Rajawali tak bisa bilang bahwa dia punya kekuatan yang luar biasa.
Dia juga mengikuti hari2nya Dugu Qianbei.
Setiap hari bisa menyaksikan pertarungannya.
Ingat selesaikan sedikit metode untuk maju atau mundur, itu saja.
Bagaimanapun seluruh kisahnya, tetap saja banyak2 terima kasih pada Bibi.
Tapi Bibi, kau dimana lagi?
Bibi. Bibi.
Bibi, kau ada disini.
Bibi!
Kau jangan kemari.
Ada apa?
Saat aku menghilang, kau bahkan tidak mencariku.
Kau tidak memiliki aku di hatimu sama sekali.
Aku tak mau bertemu lagi.
Bibi, kau salah paham.
Aku mau mencarimu dan rindu padamu.
Lalu, kenapa kau masih disini?
Aku...
Jangan berkata lagi, aku benar2 kecewa padamu.
Bibi!
Bibi, jangan pergi.
Jangan berkata lagi. Semuanya sudah terlambat.
Aku tak mau melepaskanmu. Aku tak mau meninggalkanmu.
Kau pikir, kau bisa menghentikanku cara begini?
Bibi!
Bibi, kau ada dimana?
Dia pasti menghilang.
Aku akan pergi mencarinya.
Saudara Rajawali, Bibiku menghilang.
Aku perlu mencarinya, karena dia orang yang paling penting di hidupku.
Ketika aku menemukannya, aku akan kembali dan belajar kungfu darimu, bagaimana?
Saudara Rajawali, aku tahu...
Aku mengecewakan hatimu, tapi sekarang aku tak punya pilihan untuk menyerah begitu saja.
Jika aku tak bisa menemukan bibiku, aku tak mampu konsentrasi berlatih kungfuku.
Apa yang kau inginkan?
Kau mau aku mengikutimu?
Tempat ini sangat indah.
Tumbuhan merah bertumbuh di daerah selatan, aku tak mengira begitu banyak disini.
Kau sedang apa, saudara Rajawali?
Apa?
Sepanjang hidup tidak kehilangan seseorang, hanya sebuah surat cinta.
Telah gagal sepenuhnya.
Siapa orang yang skilnya tinggi ini?
Apa ini peninggalan dari senior Dugu?
Kebanggaan terbesar dalam hidupku adalah aku tak pernah kehilangan.
Itulah kenapa aku berani merubah namaku jadi "Qiubai"
Sebenarnya bukan mencari kehilangan, melainkan diri sendiri yang berlebihan.
Ketika aku sudah tua, dan memikirkan kembali masa mudaku, aku temukan itu lucu,
Siapa yang tidak kehilangan sebelumnya?
Walaupun mereka tidak kehilangan, mereka hilang waktu dan diri mereka sendiri.
Jujur saja bagiku itu tidak.
Aku pernah kehilangan seseorang, Walaupun aku tidak membawanya..
Dalam hidupku, dia tidak menghilang dari pikiranku.
Namanya He Xiang.
Tolong! Tolong!
Pendekar, kumohon, selamatkan aku.
Kau siapa?
Kau, Dugu Qiubai.
Apa kau mencariku untuk balas dendam atau bertarung?
Aku mohon padamu, untuk selamatkan nyawaku.
Menyelamatkanmu?
Orang2 itu telah membunuh ayahku, mereka mau membunuhku sekarang.
Aku benar2 tak punya jalan untuk bertahan hidup.
Aku dengar orang2 itu bilang kungfumu yang terhebat.
Aku mohon padamu, aku mohon padamu untuk melindungiku.
Aku tak mau menjadi pengawal seseorang.
Bagaimana kalau aku bersedia memberikan segalanya sebagai imbalan?
Jika kau bersedia menolongku, aku bisa berikan segalanya
Lepaskan pelukanmu. Lepaskan.
Kenakan pakaianmu.
Cepat kenakan pakaianmu dan pergilah dari sini.
Aku hanya ingin hidup. Tak bolehkah aku lakukan ini?
Wanita itu disana! Jangan biarkan dia kabur!
Bunuh dia!
Para pembunuh mengejarku, apa kau benar2 tak mau menolongku?
Kau bukan manusia!
Pertolongan tak berharga ini, hanya mengotori pedangku.
Terima kasih telah menyelamatkanku.
Cepatlah pergi.
Tapi kau menyelamatkanku. Aku belum membalasmu.
Wanita sangatlah rumit. Cepatlah pergi.
Kau terus2an mengikutiku, apa persisnya yang kau mau?
Makanlah buah Pir ini.
Aku tahu, kau tak mau aku mengikutimu.
Aku hanya ingin membalas jasa kepada penyelamatku.
Makanlah ini
Ayo.
Ambillah.
Kuberikan padamu.
Nona, minumlah denganku.
Nona, jangan pergi!
Nona!
Nona!
Siapa kau? Mengapa menghalangiku?
Mengapa kau melakukan ini semua?
Mengapa kau melakukan ini? Apa semua karena uang?
Aku...
Aku pikir, kau wanita baik2.
Tak tahunya, kau ini memalukan.
Nona! Nona!
Nona! Arakmu!
Nona, ini arak yang kau inginkan!
Nona!
Kenapa kau miliki guci arak ini?
No comments yet. Be the first to leave one.