The first 200 lines.
Jodohku
Episode 37
- Selamat pagi Dokter Cheng. - Selamat pagi.
Kenapa kau ada di sini?
Luo Yue izin cuti hari ini. Aku menggantikannya untuk setengah hari.
Selamat pagi, Bos!
Ada apa dengan Luo Yue? Apakah dia sakit?
Apa yang Luo Yue minta adalah izin cuti.
Sepertinya, dia pergi ke hotel untuk wawancara.
Apakah kau ingin kopi atau teh?
- Tidak keduanya. - Kau kerja saja.
Selamat pagi, Bos.
- Hei, Lao Zhou. - Cheng Hao.
Kenapa kau ingat meneleponku?
Kau sangat tidak jujur. Gu Yao sudah kembali, kan?
Grup kelas kita sudah meledak seperti orang gila. Kau sungguh bisa menyembunyikan sesuatu.
Aku tidak peduli. Segera atur reuni kelas. Semua orang ingin bertemu dengannya.
Tidak, kalian harus bertanya padanya terlebih dulu.
- Bertanya apa? - Halo Dokter Cheng.
Jika bukan Gu Yao berkata bahwa dia sudah kembali, kami pasti tidak akan tahu. Telepon ini untuk pesta penyambutan.
Kau harus mengaturnya. Segera pilih tempat dan aku akan beritahu semua orang.
Kalian bicarakan saja. Aku tidak masalah dengan apapun.
Ada apa denganmu? Kau tidak begitu proaktif akan masalah Gu Yao lagi. Ada sesuatu yang salah denganmu.
Gu Yao sudah berkata bahwa dia tenang dengan apapun yang kau atur.
Baiklah. Aku akan menanyakan pendapatnya terlebih dulu.
- Baiklah. Aku akan menunggu kabar darimu. -Baiklah.
Bos Cheng.
Ini adalah grafik pasien. Mohon tanda tangan.
Baiklah.
Apakah kau sudah melihat pesan yang teman sekelas kita postingkan di grup kita?
Sudah.
Maaf ya, aku sendiri yang memberitahu Xiao Min bahwa aku sudah kembali.
Tak kusangka bahwa dia akan segera menyeretku ke dalam kelompok.
Dan kemudian, semua orang mulai meminta reuni.
Itu wajar.
Semuanya sudah lama tidak bertemu denganmu. Mereka pasti ingin bertemu denganmu.
Aku tidak pernah menyangka bahwa bahwa semuanya akan mencemooh seperti ini dan mereka bahkan berkeras agar kau mengaturnya.
Itu juga sudah seharusnya.
Memesan restoran untuk semua orang bukanlah masalah besar.
Tapi masalahnya adalah jadwalku penuh besok.
Aku mungkin baru akan selesai setelah jam 8/9 malam.
Tidak masalah. Kita pasti tidak akan bubar secepat itu.
Kau kerja saja dulu. Datang saja setelah selesai. Selama kau datang, kami akan menunggumu.
Jika kau tidak bisa datang untuk setengah putaran pertama, maka datanglah di setengah putaran kedua.
Kita bisa menyanyi sambil menunggumu di KTV.
Baiklah. Aku coba kalau begitu.
Aku akan berusaha untuk tidak membunuh kesenangan semuanya.
Sepakat ya. Aku akan membalas semuanya sekarang.
Kau tidak boleh ingkar.
Dokter Gu, halo.
Dokter Gu, pemerah bibirmu merek apa? Cantik sekali.
Aku akan memberi pesan teks tentang itu nanti.
Terima kasih.
Aku kebetulan mencarimu.
Masih ada berapa janji temu yang dimiliki Dokter Cheng sore ini?
Aku tidak mengingatnya. Aku akan memeriksanya setelah makan.
Baiklah.
Jika Dokter Cheng bisa selesai lebih awal,
kami bisa menghadiri reuni kelas bersama.
Dia tidak memberitahumu?
Malam ini kami akan mengadakan reuni kampus.
Jika bukan karena teman kami terus mengungkit masa lalu,
aku hampir lupa seberapa banyak yang sudah aku lalui bersama Cheng Hao.
Ini juga sama saat aku kembali kali ini. Dia membantu banyak hal untukku.
Takut bahwa aku tidak hidup dengan baik, menjaga diriku yang mabuk,
dan bahwa membiarkan aku tinggal di rumahnya.
Cheng Hao masih tetap Cheng Hao yang dulu.
Hanya saja aku baru menyadarinya sekarang bahwa dia sungguh baik.
Dia bahkan berkata bahwa dia tidak akan pernah meninggalkanku.
Katakan, hubungan semacam ini bukankah cukup kuat?
Aku tidak tertarik dengan masalah di antara kalian berdua.
Kau juga tidak perlu secara khusus datang kemari untuk memamerkannya di hadapanku.
Benar juga.
Tetapi masalah ini sepertinya sungguh berhubungan denganmu.
Kenapa kau memiliki ini?
Bukankah aku tinggal di rumah Cheng Hao sekarang?
Saat dia datang mengunjungiku, kurir kebetulan datang.
Saat aku melihatnya, aku juga terkejut.
Tidak kusangka Cheng Hao akan merobeknya.
Dan dia bahkan ini sepenuhnya hanya candaan.
Ini tidak sah. Dia bahkan memintaku untuk membuangnya.
Kurasa kau mungkin ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan.
Kemudian aku menempelkannya kembali dan membawanya untukmu.
Sebenarnya aku lumayan berterima kasih padamu.
Jika bukan karenamu, aku tidak akan kembali.
Jika aku tidak kembali, aku tidak akan bertemu dengan Cheng Hao lagi.
Mengingat kembali masa kuliah kami membuatku menghela nafas.
Cheng Hao dan aku hampir melewatkan satu sama lain.
Sungguh. Aku sungguh berterima kasih padamu.
Kaulah yang membebaskanku dari genggaman seorang pria yang tak pantas untuk dicintai,
supaya aku bisa melihat siapa pria yang lebih baik.
Ini adalah surat pengunduran diriku.
Aku sudah menemukan pekerjaan baru.
Setelah minggu ini, itu artinya bulan depan, aku tidak akan datang kemari lagi.
Ini juga berlaku sebagai pemberitahuanku lebih awal. Cari saja penggantiku.
Oh ya.
Apakah kau ingin membatalkan janji temu untuk sore ini?
Aku akan tetap di klinik.
Sini. Sini. Biar Da Huang mengambil foto kita. Da Huang! Ayo, ambilkan foto grup kami! Da Huang!
Ayo... foto grup. Ayo!
Da Huang, sini...
Da Huang, kita ambil foto grup.
Ayo, 1, 2, 3!
Cheese!
Huang gua! (labu pahit)
- Kirimkan padaku. - Apa kau memiliki kehidupan yang baik ketika di Amerika?
Ayo... 1, 2, 3!
Cheese!
Kau hanya minum sebanyak itu?
Lama tidak berjumpa.
Nona!
Nona!
Kau mengagetkanku.
Aku ada janji dengan Dokter Cheng untuk mencabut gigi. Bisakah aku bertemu dengannya sekarang?
Nama.
Chen Zhong Guo.
Cepat. Aku masih harus melakukan sesuatu.
Ini. Ini adalah formulir informasi pasien. Silakan isi.
Merepotkan sekali.
Pena. Pena.
Maaf.
Mohon jujur dengan catatan medis yang lalu dan alergi medisnya. Dan lalu tandatangani.
Baik. Baik. Benar-benar, bukankah ini hanya melalui proses yang benar?
Cepat selesaikan dengan konsultasiku. Masih ada yang harus kulakukan setelahnya.
Nona! Nona!
Cepat lakukan konsultasinya. Masih ada yang harus kulakukan.
- Apa kau menandatangani di bagian akhirnya? - Sudah. Sudah. Lihat.
Baiklah. Ikut aku.
- Ayo. Ayo. Kita lakukan satu ronde. - Ayo. Ayo.
[Mereka mengatakan jika kau masih tidak datang, mereka akan menghukummu dengan minuman.]
Silakan duduk.
Untuk mencabut gigi.
Halo.
Masih ada pasien yang menunggu. Setelah kasus ini, apa kau masih menerima yang lainnya?
Apa kau ingin aku terus menemui pasien?
Aku akan mendengarkan rencanamu.
Anak muda, bisakah kau menyelesaikan konsultasiku terlebih dulu?
Masih ada yang harus kulakukan setelahnya.
Kalau begitu, lakukan pekerjaanmu terlebih dulu.
Apa kau sudah mengisi catatan medismu?
Aku bisa melihat ada begitu banyak yang kosong di sini.
Tidak masalah. Tidak masalah. Bukankah ini hanya mencabut gigi?
Cepat cabut giginya. Aku masih punya permainan kartu selanjutnya.
Mohon jangan terburu-buru. Ini adalah komponen yang sangat penting.
Apa kau yakin bahwa jantung dan tekanan darahmu normal?
Tidak masalah. Tidak masalah. Kesehatanku sangat bagus!
Cepat cabut giginya.
Dokter Cheng, anestesinya sudah mengambil efeknya.
Dokter Cheng!
- Tadi dia masih baik-baik saja. Mungkinkah ini alergi anestesi? - Cepat telepon ambulans!
Ayo. Ayo.
Gu Yao, bagaimana bisa Cheng Hao masih belum datang?
- Dia bilang dia akan terlambat. - Cepat telepon dia. Suruh dia bergegas.
- Bisakah dia tidak hadir untuk acara sebesar ini? - Benar. - Apa yang sekarang kau lakukan?
Jika kau memerlukan sesuatu ke depannya, cari saja aku.
Bersulang.
Gu Yao, kenapa kau minum sendirian?
Minum lagi.
Inis alahku. Aku tidak memastikan catatan medisnya dengan baik.
Saat itu, dia terburu-buru. Lalu aku langsung menemaninya ke klinikmu.
Aku tidak mengikuti protokol untuk memastikan setiap datanya satu per satu.
Apa yang harus kita lakukan, Cheng Hao? Apa akan ada masalah?
Jangan takut.
Bagaimanapun, dia adalah pasienku.
Aku yang akan bertanggung jawab.
Tentu saja, ini tanggung jawabmu.
Lao Chen memiliki masalah jantung.
Ini karena dokter busuk yang hanya sembarangan memberikan perawatan dan bermain-main! Itulah sebabnya, dia berada di dalam ruangan itu!
Kuberitahu kau, jika dia tidak bisa keluar dari ruangan itu, aku akan menuntutmu sampai kau membayar dengan nyawamu!
Bibi... jangan marah.
Aku adalah dokter gigi yang bertugas. Akulah yang mencabut giginya.
- Sebelumnya, pasti ada masalah yang tidak kujelaskan dengannya--- - Bukan itu yang terjadi.
Dia lah yang tidak mengisi kondisi jantungnya.
Kami punya dokumentasinya. Kami punya lembar informasinya.
Apa maksudmu?
Ayahku masih belum sadarkan diri di dalam dan kau mulai menyalahkan sekarang?
Tidak. Tidak. Kami bukan menyalahkan.
Jangan khawatir.
Jika itu ditentukan bahwa memang salahku, aku pasti akan bertanggungjawab sampai akhir.
Bagaimana bukan salahmu? Jika itu bukan salahmu, siapa yang disalahkan?
- Kuberitahu kau-- - Cukup! Sudah cukup! Berhenti bertengkar!
Ini rumah sakit. Kami masih mencoba menyadarkan pasien.
Dokter, bagaimana keadaan suamiku?
Jangan panik. Pasien sudah keluar dari bahaya.
Tapi selama proses resusitasi, jantungnya berhenti lumayan lama,
menyebabkan kerusakan ireversibel pada otaknya. Berdasarkan penilaian awal kami,
ketika pasien bangun, bicara dan pergerakannya akan terpengaruh.
Untuk detilnya, kita harus menunggu sampai pasien bangun untuk membuat kepastian yang lebih mendalam.
Baiklah. Sini. Tolong beri jalan.
- Ayah... - Lao Chen...
Ayah!
Lao Chen...
- Ayah! - Minggir.
- Ayah! - Bangunlah...
Aku tidak akan melepaskan kalian berdua! Tunggu saja!
Ayah!
Halo, mohon bayar terlebih dulu.
Baik.
Dokter, bagaimana keadaannya?
Keadaannya tidak sebagus itu. Pasian masih belum sadarkan diri.
No comments yet. Be the first to leave one.