The Club

The Club (Kulüp)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Club S01E06-NF-WEB-DL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐍𝐅 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

Tags

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
BRip
Published on: 2022-07-23
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 178 lines.

SERIAL NETFLIX

THE CLUB

Miknya sudah siap, Tuan.

Permisi.

Boleh aku minta sesuatu?

Apa harus tetap setinggi ini?

Ini mikrofon utama panggung.

Jadi, kami hargai jika kau tetap di sini.

Bagaimana jika kubawa sambil menari?

Apa pun caranya, tampillah,

tapi kami sangat hargai jika mikrofon kami tak dipindahkan.

Ini sangat rapuh.

Bisa mengganggu. Plus, ini milik pemerintah.

Sudah siap?

Latihan singkat?

Silakan.

Mulai sekarang,

kau akan menuruti perintahku.

Jika Matilda keberatan, temui aku.

Aku tak peduli. Jika kau bosnya, kau bosnya.

Jika ingin dapat bagianmu, kau harus peduli.

Ada apa ini?

Susunan lama kembali.

Lihat. Semua berjalan.

Kau juga senang tinggal dengan putrimu.

Biarkan masa lalu menjadi masa lalu.

Jauhi dia, Aziz.

Jangan berkomplot lagi, Matilda.

Kurasa kau paham.

Kelab Istanbul.

Maaf?

Baik.

Tolong sambungkan ke 758-13.

Hasan!

Tunggu dekat telepon.

Ada apa?

Lakukan saja! Mereka akan menghubungkan Tn. Orhan.

Hasan!

Jangan biarkan siapa pun masuk ke kelab mulai sekarang.

Jaga semua pintu keluar. Tak ada jurnalis atau telepon.

Jika melihat sesuatu, kabari aku. Paham? Pergi.

Apa ada masalah, Tuan?

Lakukan saja. Ayo.

Kenapa kau menahannya di rumah, Orhan? Kondisinya buruk.

Kau tak bisa terus membiusnya sendiri. Tolonglah.

Dia bahkan tak bisa bicara.

Anggap kita bawa dia ke rumah sakit. Ada obatnya?

Sejujurnya, pengobatan modern menyarankan terapi kejut listrik.

Tapi tak bisa diprediksi.

Efek sampingnya juga banyak.

Termasuk kematian.

Tetap saja, ini tidak baik.

Kutunggu kabarmu.

- Halo? - Halo, Tn. Orhan.

Maaf mengganggumu selarut ini, tapi…

- Kapan ayahnya meninggal? - Pagi ini.

- Di mana Selim? - Kami tahan di ruangannya.

Mari kita rahasiakan ini.

Akan kuberi tahu dia pelan-pelan malam ini.

Tentu, Tuan.

Cabut kabel teleponnya jika perlu.

Sudah.

Bagus.

Matilda?

Aku akan mengawasi Tn. Selim.

Jika di belakang panggung tak bocor, ruang hijau aman.

Baiklah.

Pergilah. Aku sangat memercayaimu, Çelebi.

Mereka melumpuhkanku.

Aku dibuat terpaku pada mikrofon.

Bagaimana aku bisa bernyanyi tanpa menari?

Dengan segala hormat, kenapa kau setuju?

Kau harus latihan.

Bisakah tidak merokok?

Nanti bau asap.

Ibumu merokok. Dia tak akan sadar.

Menunggu seseorang?

Mudah bagiku, 'kan?

Kita bisa berhenti jika kau mau.

Aku tak bilang begitu.

Kau tahu bagian mana yang paling kusukai?

Tahi lalat ini.

Pergilah, İsmet.

Semuanya harus siap. Nak, kemarilah!

Maaf, Tuan. Kau tak boleh masuk.

- Aku jurnalis. Satu pertanyaan. - Tak bisa.

- Siapa yang izinkan masuk? - Aku mau menemui Selim Songür.

- Soal ayahnya. - Pergi!

Keluar!

Pergi!

- Pergi. - Keluarkan dia!

- Jangan melawan. - Ayo!

- Keluar! - Aku sedang mengisi dapur.

- Tolong pergi. - Ayo!

Sebentar.

Keluar.

Apa yang kau lakukan?

Apa kini kau preman?

Memang dia salah apa?

Ayo kembali ke ruangan, Tuan.

Kau mewakiliku.

Kau Selim Songür.

Koran tak akan menulis Çelebi yang memukulnya, tapi Selim Songür.

Jika kau tak bisa menahan beban itu, kami akan carikan pekerjaan yang cocok.

Ayo.

Kalian lihat apa?

Selamat datang.

Aku membawa kastanya.

Aku ingin bicara tentang tempo hari.

Aku mengerti. Siapa pun akan kewalahan.

Orang tuaku terlalu cerewet.

Cara bibiku melihat bibiku yang lain setelah kau pergi…

Dia pikir kau benar.

Kita bisa menunda pernikahan.

- Kita tak perlu menyenangkan mereka… - Mordo.

Pernah lihat tahi lalat ini?

Kurasa ini baru.

Kau punya tahi lalat di sana? Aku tak menyadarinya.

Di sini, Tuan.

- Selamat datang. - Terima kasih.

Selamat datang, Tuan.

Selamat datang, Tn. Halis.

Selamat datang, Nyonya. Semoga kabar Anda baik.

Terima kasih.

Akan kuberi tahu Tn. Orhan.

Tuan, Tn. Halis sudah tiba.

- Ke belakang panggung. - Baik.

Terima kasih. Silakan.

Ingat kau bertanya kenapa aku setuju dengan acara radio?

Aku membayangkan ayahku mendengarkanku di radio.

Kau tahu aku ingin ada di mana sekarang?

Di rumah ayahku, di kursi di sudut.

Meja sedang disiapkan. Meja makan yang layak.

Lalu, ayahku berkata, "Nesrin, nyalakan radio."

Saat dia mendengar suaraku di radio kesayangannya…

aku ingin menyaksikannya.

Waktunya 20 menit.

Kenapa terburu-buru?

Aku tak akan kabur lagi.

Kau tak akan dipecat. Tenang saja.

Aku tak akan kesulitan mencari pekerjaan.

Aku tak akan pergi sampai terpaksa. Kau harus tahan denganku.

Jika tak bisa, beri tahu Tn. Orhan.

Hei!

Aku bukan jurnalis malang yang bisa kau hajar.

Lain kali, akan kubuat kau menyembah-nyembah di kakiku.

Paham kau?

Itu hanya sekali.

Kita lihat siapa yang berlutut kepada siapa.

Kau pikir kau siapa?

Tn. Selim, tenang.

- Tahu diri, ya? - Tenang.

- Çelebi, pergi! - Keluar!

Kau mengancam bintang dan memukuli jurnalis. Kau akan rasakan!

Pelayan kurang ajar!

Keluar!

- Apa-apaan? - Tenanglah.

Tuan.

- Ini baru tiba. - Coba kulihat.

Bagaimana?

Aku mau tanya…

Ada hal penting yang harus kau lakukan.

Tentu, Tuan.

Luar biasa.

Aku yakin ibumu sangat bangga dengan tempat dan nominasi kalian.

- Begitu juga calon ibu. - Kau terlalu rendah hati.

Saat kau berpidato, yang aku yakin kau akan lakukan,

apa kau akan menyebutkan donasi ke orang Turki di Cyprus?

Karena ada rumor orang Yunani yang diam-diam membantu EOKA,

mari undang pengusaha untuk membantu Turki juga.

Yakinlah, jika rumor itu terbukti benar,

aku akan pertimbangkan.

Permisi.

Selamat menikmati.

Terima kasih.

Periksa riasanmu.

Tn. Selim?

AKU DIKABARI TENTANG KEMATIAN AYAH TERCINTAMU, NEJAT SONGÜR.

More Indonesian subtitles for The Club

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left