The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
KEBANGKITAN SUPERSTAR TURKI
Ini sisa susu yang tumpah.
Sudah kubilang jangan repot-repot.
Silakan.
Rasanya enak.
Pasti.
Foto pertamamu?
Ya.
Punyaku diambil saat usiaku 12 tahun. Foto bersama di panti asuhan.
Tak masalah bagiku. Itu tak perlu.
Pikirkanlah.
Seseorang membunuh alasan keberadaanmu
dan pergi.
Seolah kau benih yang buruk.
Setidaknya kau punya ibu.
Kau tahu toko kelontong di ujung?
Seorang pemuda dan ibunya dahulu tinggal di bangunan itu.
Tak ada yang tahu di mana ayahnya.
Dia datang dan pergi sesukanya.
Suatu hari, ada kebakaran di bawah.
Wanita itu lari ke bawah dengan panik.
Pintunya terbuka. Dia melihatnya.
Dengan pakaian dalam.
Rupanya, si berengsek itu
berselingkuh dengan wanita di bawah.
Dia terbakar habis.
Wanita itu?
Merawatnya berbulan-bulan.
Mengobati, memandikan,
memberi makanan, minuman, lengkap.
Pemuda itu?
Dia bahkan tak tahu soal itu.
Dia tidak tahu.
Begitulah keluarga, Aysel.
Haruskah kusuruh pergi?
Dia tak akan pergi.
Kau tak apa?
Kau harusnya dengarkan sebelum pergi.
Dengarkan apa tepatnya?
Ibu membunuh ayahku.
Ibu merahasiakannya dariku. Mau dengar apa?
Bagaimana Ibu bisa menjelaskan?
Ibu harus bilang apa?
"Ibu menembak ayahmu." Begitu?
"Dia hancurkan keluarga Ibu
dan meninggalkan Ibu, jadi, Ibu tembak."
Apa itu akan berhasil?
Ibu ditinggal saat usia 17 tahun, jadi, Ibu menembak seseorang.
Aku sendirian selama 17 tahun,
tapi Ibu menyiksaku karena mencintai İsmet.
Karena Ibu tak mau kau mengalami hal yang sama.
Ibu tak mau kau berjuang sendirian.
Ibu melakukan yang menurut Ibu benar.
Ibu bukan ibu yang sempurna, tapi Ibu sudah berusaha.
Itu salah Ibu jika Ibu gagal.
Apa dia tahu tentangku?
Ibu juga membohonginya, 'kan?
Dia tak tahu.
Ibu wanita yang egois.
Ibu meninggalkanku bertahun-tahun,
lalu muncul dan mengaku ibuku.
Aku sempat berharap.
Kita mengambil risiko, mencoba.
Tapi Ibu masih menyembunyikan sesuatu,
masih minta dikasihani.
Raşel…
Pergi. Aku tak mau dengar.
Tolong, Raşel.
Dia tak akan menjagamu. Ibu sudah bilang.
Tidak.
- Dia tak bisa. - Bisa!
- Tidak! - Bisa!
Kami akan menikah.
Hei.
Berhenti, kau.
- Tasula! - Jangan ganggu aku!
- Beraninya kau menyuruhku berhenti? - Aku tak mau.
Lihat aku.
Aku sangat mabuk. Aku marah pada seseorang. Banyak hal.
- Berhenti membesar-besarkan. - Apa aku mempermasalahkannya?
Kau datang kepadaku. Tak mabuk sama sekali.
Lihat aku, Tasula.
- Kau tak bisa pergi begitu saja dariku. - Lepaskan.
- Paham? Kau tak bisa… - Lepaskan!
Ada apa ini?
Kau merasa penting karena kau bekerja untuk Ali?
Pergi!
Dia juga punya orang.
Ada apa?
Tak ada.
Pergi.
Pergi!
Ini hasil bisnismu dengan Ali.
Kau diusir, tapi masih licik.
- Jaga mulutmu. - Tidak. Jaga langkahmu.
Kini, aku tangani belakang panggung.
Sepertinya kau lupa.
Tn. Çelebi, Tn. Orhan memanggilmu.
Ada tamu.
Sederhananya, Tn. Orhan,
ini waktu terbaik untuk berinvestasi.
Bangsa kita harus memanfaatkan
pengusaha Turki yang luar biasa sepertimu.
Aku ingin bisnisku berkembang.
Hebat.
Ada banyak bangunan yang cocok untuk investasi di jalan ini.
Aku yakin banyak non-muslim yang ingin menjual.
Pilih saja bangunannya.
Aku suka peluang seperti orang lain, tapi kenapa mereka menjual?
Mereka tak bahagia di sini.
Terutama orang Yunani.
Aku tak sadar.
Mereka juga tidak.
Çelebi, masuklah. Perkenalkan, Tn. Kürşat.
Selamat datang, Tuan.
Çelebi bukan sekadar asistenku. Dia mengelola ini lebih baik dariku.
Kau terlalu baik.
Jadi, kau tak perlu khawatir tentang tempat ini
saat kau pergi mencari investasi.
Sepakat?
Untuk bangsa Turki.
Aku tak minum selagi bekerja.
Kau tak hanya bekerja di sini lagi. Anggap dirimu bos.
Jika kau bilang begitu.
Baiklah.
Bawalah, bawalah ke Beyoğlu
Bawalah, Sayang
Bawalah ke Istanbul, bawalah
Bawalah, Cinta, bawalah
Bawalah
Bawalah ke Beyoğlu
Bawalah, Sayang
Bawalah ke Istanbul
Bawalah, Cinta, bawalah
Jadi…
Permisi.
Aku akan segera kembali.
Selamat pagi.
Apa ini?
Kami diundang untuk manggung, jadi, kami datang.
Hacı, bayar mereka dan antar keluar.
Ya, Nyonya.
Itu dia.
Bagaimana mereka?
Mereka akan bergabung malam ini.
Perayaan Anatolia sejati
untuk Pengusaha Terbaik Tahun Ini.
Dia layak dapat itu.
Kita tak bisa rayakan sebelumnya, jadi, ini bagus.
Bukankah ini masih pagi?
Kau masih marah kepadaku?
Entah bagaimana dia mendengar kita.
Kukira kita berdua.
Aku kaget.
Aku paham. Kau masih marah.
Akan kuluruskan dengan Raşel.
- Tak usah. - Ayolah!
Selim Songür yang hebat akan mengunjunginya.
Dia tak bisa menolak.
Juga, apa maksudmu, tidak?
Aku berkorban banyak untuk kalian.
Dia harus menemui ibunya. Setidaknya dia bisa lakukan itu.
Di mana mereka?
Mereka pergi, Tn. Selim.
Kenapa?
Apa kau akan menampilkannya di panggung?
Sejak kapan kau jadi bos acaraku?
Aku tak akan minta mereka pergi jika tahu kau serius.
Kau tak menganggapku serius lagi?
Bukan begitu.
Bos kesayanganmu
bisa mendapatkan penghargaan itu berkat badut ini.
Ada apa? Apa aku tak cukup baik untuk Tn. Orhan?
Selim, tenanglah.
- Kita punya konsep… - Aku punya konsep!
Tak ada latihan hari ini! Pergi!
Ada apa ribut-ribut?
Aku bertanya kepadamu.
Kau yang menjalankannya.
Belakang panggung milikku lagi.
Selain itu,
mulai sekarang,
seluruh kelab ini
adalah milikku dan hanya milikku.
Itu tak akan terjadi.
Aku tak mau kau perintah.
Bicaralah dengan Tn. Orhan.
Matilda, apa Tn. Selim di sini?
Matilda.
Matilda!
Kau tak apa?
Tn. Selim belum datang.
Kurasa dia di penjahit.
Tak apa-apa.
Lain kali, akan kutemui.
- Jaga dirimu, Nyonya. - Silakan.
Makan, Sayang. Kau makan untuk dua orang.
Karena ini hidup kita sekarang…
Ibu, bisa berhenti?
No comments yet. Be the first to leave one.