Release info

Well Intended Love S02 E12-14
A Commentary by Saixixifans1
Wetv

Tags

other
Published on: 2020-03-05
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saya ingin...

Katakanlah nanti setelah kita selesai bermain kartu, oke?

Kamu...

Kamu...

Sudah. Sudah. Sudah.

Foto.

Linlin.

Bukan.

Kalian...

kalian tidak boleh bekerja sama

untuk membohongi saya sendiri.

Saya percaya kamu pasti bisa menjadi penolong untuk kita.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti bunga yang sedang menanti datangnya musim semi.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kumpulan awan yang tidak tahu arah pergi

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti tetesan hujan yang jatuh di atas hati lembut ini.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kehangatan dan kenyamanan api di musim dingin

Dalam matamu, tersimpan bintang-bintang,

tersimpan seluruh galaksi Bimasakti.

Bersinar dalam hatiku, dalam seluruh kehidupanku.

Menjagamu adalah sebuah rahasia,

adalah satu-satunya kekuatan bagiku.

Waktulah sebagai bukti bagi diriku

alasan untuk mencintaimu.

Saya masih tetap menyukaimu,

seperti bunga yang sedang menanti datangnya musim semi.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kumpulan awan yang tidak tahu arah pergi

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti tetesan hujan yang jatuh di atas hati lembut ini.

Saya masih sangat menyukai dirimu,

seperti kehangatan dan kenyamanan api di musim dingin.

Tujuan Cinta S2

Episode 12

Cut.

Sini lihat dulu pemutaran ulangnya.

Pak Sutradara, bagaimana?

Sangat bagus.

Putar dulu ya.

Ayo. Duduk.

Terutama bagian ini.

Ini indah sekali.

Sudah cukup. Pulanglah.

Baik. Terima kasih, Pak Sutradara.

Saya pergi dulu.

Baik. Oke.

Sampai jumpa, Pak Sutradara.

Kak Xia Lin, kamu tidak apa-apa kan?

Tidak apa-apa kan?

Tidak apa-apa, Pak Sutradara. Kamu kerja dulu saja.

Saya tidak apa-apa. Saya tidak apa-apa, sungguh, tidak apa-apa.

Hati-hati ya.

Saya pergi dulu.

Kamu kerja saja.

Pelan-pelan.

Pulang. Pulang. Pulang.

Terima kasih, Pak Sutradara.

Kak Xia Lin, masih sakit tidak?

Tidak apa-apa, saya hanya tidak sengaja menabraknya saja.

Tidak separah itu.

Pelan-pelan. Pelan-pelan.

Kamu duduk disana dulu.

Duduk dulu.

Linlin.

Kakak Jiang.

Ada apa ini?

Tidak apa-apa, hanya tidak sengaja menabrak saja.

Kamu jangan khawatir.

Ini kenapa baru masuk tim langsung terluka?

Tidak apa-apa, hanya menabrak sesuatu.

Yuyuan, kamu beritahu sopir,

suruh kemudikan mobil ke sini.

Baik.

Linlin, saya sudah memikirkannya ketika saya pulang.

Saya memang tidak tepat dalam masalah itu.

Saya mau minta maaf padamu.

Kakak Jiang, saya juga tahu kamu memiliki posisimu sendiri.

Bagaimana istirahatmu dua hari ini?

Apakah kamu dan Ling Yizhou masih baik-baik saja?

Ling Yizhou mungkin sudah menganggap masalah putus ini

sebagai sungguhan.

Linlin, kamu adalah seorang artis yang memiliki impian,

ingin merekam karya yang lebih baik dengan kemampuan sendiri

untuk ditunjukkankepada semua orang.

Hal mengenai perasaan biarkan mengalir begitu saja.

Kakak Jiang, kamu tenang saja.

Saya tidak akan menunda pekerjaan.

Saya juga tahu apa yang sebenarnya saya inginkan.

Saya yakin kamu bisa menanganinya dengan baik.

Nanti minta Yuyuan untuk membawamu ke rumah sakit untuk periksa ya.

Saya sudah ada janji dengan seorang sutradara di sore hari,

jadi saya tidak menemanimu pergi.

Baik.

Saya antar kamu naik ke mobil.

Tidak apa-apa, Kakak Jiang.

Kamu lihat saya sama sekali tidak ada apa-apa.

Sungguh tidak apa-apa?

Hanya tidak sengaja menabrak sesuatu.

Tidak apa-apa.

Kak Xia Lin,

untungnya tidak apa-apa.

Jadwal perekaman kita

masih bisa dilaksanakan sesuai rencana awal. Ayo.

Yuyuan,

kamu kembali dulu saja.

Saya mau menunggu seorang teman di sini.

Apakah menunggu Bos Ling?

Apa yang kamu pikirkan?

Kebetulan teman saya juga akan datang ke sini untuk periksa.

Kamu kembali dulu beri tahu Kakak Jiang kalau saya sudah tidak apa-apa,

suruh dia untuk tidak perlu khawatir.

Tapi kita...

Kamu kembali saja.

Saya sudah tidak apa-apa.

Kembali saja.

Baiklah.

Kembali saja.

Dokter.

Saya...

Kenapa kamu kembali lagi?

Saya...

Dokter, sakit saya ini

apa perlu diperiksa lagi atau tidak?

Foto CT Scan, USG dan lain-lain.

Jantung saya juga agak sakit,

bisa tidak rekam EKG?

Kepala saya juga sangat pusing,

apakah saya mengalami gegar otak?

Nona, di sini adalah departemen ortopedi.

Pemeriksaan yang mau kamu lakukan ini

hanya bisa dilakukan di departemen lain.

Selain itu, kakimu ini

benar-benar tidak apa-apa.

Saya kira kamu adalah dokter umum.

Baiklah. Terima kasih, Dokter.

Sama-sama. Sama-sama.

Benar-benar tidak apa-apa ya.

Dokter,

kalau begitu

departemen psikiatri...

Belakangan ini sibuk bekerja.

Semuanya sangat baik.

Kaki terkilir juga termasuk sebagai kebaikan di atas kebaikan.

Halo, apakah kamu Nona Xia Lin?

Benar, itu kamu.

Kami semua adalah tim medis Lingshi,

ahli dalam bidang ortopedi.

Saya dengar kakimu terluka,

kami datang ke sini untuk mengobatimu.

Ayo. Bantu Nona Xia naik ke kursi roda.

Hati-hati ya.

Pelan-pelan. Pelan-pelan.

Hati-hati kaki. Hati-hati kaki.

Oke. Ayo.

Hati-hati ya, jangan sampai menabrak.

Bagus kamu Ling Yizhou.

Kamu sudah menunjukkan kenyataannya,

bahkan juga mencari begitu banyak ahli dokter.

Kalau bukan kamu siapa lagi?

Baik.

Kalau tidak bermain secara kotor kelihatannya tidak bisa.

Jangan salahkan saya mengeluarkan jurus pemungkas.

Saudari-saudari, tunggulah kabar baik dari saya.

Benar-benar maaf,

Xia Lin

tidak menyukai karakter pemeran utama wanita ini,

jadi dia tidak mau mempertimbangkan peran ini.

Baik.

Kita kerja sama lagi lain kali.

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Tuan, Nyonya sudah datang.

Mumu, kenapa kamu sudah kembali?

Suamiku, kita adalah suami istri,

tentu saja harus tinggal bersama.

Bukankah kamu bilang kamu mau menenangkan diri dulu?

Saya sudah cukup tenang.

Kamu lihat, kaki saya terluka.

Dan juga saya tinggal sendiri itu sangat tidak nyaman.

Baiklah. Saya naik dulu untuk melihat-lihat kamar.

Kamu kerjakan saja pekerjamu.

Maaf.

Saya tadi tidak berdiri dengan stabil.

Turunlah.

Apakah ini kamarmu?

Menurutmu?

Ini adalah kamar yang saya siapkan untukmu.

Saya tidak mau pisah denganmu,

saya mau satu kamar denganmu.

Kakimu terluka,

saya takut kamu mengganggu saya.

Tapi

saya takut kalau tidur sendirian.

Bukankah kamu sebelumnya juga tidur sendirian?

Sekarang berbeda.

Saya susah untuk mengambil barang sendiri.

Karena kamu terluka,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left