Release info

구미호뎐1938 Tale of the Nine Tailed 1938 S02E05 230520 HDTV-NEXT
A Commentary by surya_27895
Ripped from Amazon, Resync for NEXT ver. EP05 (RT 01:08:45)

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2023-05-21
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Perlu kuinjak-injak dia?

Ayo kita injak-injak.

Dasar…

Kau selalu cuci tangan sehabis kencing?

Tahu ada bakteri apa saja di tangan kita?

E. coli, norovirus, dan banyak lagi!

Jangan sentuh kereta bayinya!

- Jangan dibunuh. - Kenapa?

Asosiasi orang tua harus menjadi teladan bagi anak.

Kau terlalu memanjakan anak.

Perhatian, Semuanya.

Izinkan aku menyingkirkan pengalaman traumatis kalian hari ini.

Astaga.

Hari ini, kami tak menghajar kalian dan kalian tak datang ke Myoyeongak.

Lihat yang kita temukan.

Jadi Yeon tak cuma satu?

Ah-eum.

Kau Yeon yang masih berduka atas wanita itu.

Padahal ada aku di hadapanmu.

Mati saja.

Tunggu.

Kumohon, jangan pergi.

Aku merindukanmu.

Aku begitu merindukanmu sampai mau hilang akal.

Jangan pernah tinggalkan aku lagi…

Ah-eum.

Sialan.

Kenapa aku masih mengharapkanmu?

Moo-yeong telah kembali.

Apa kau ingat?

Saat kita bertiga berbalapan, kau selalu finis lebih dahulu.

Aku selalu memperhatikanmu saat lari.

Hanya kau.

Seperti kala itu…

aku hanya bisa menyaksikanmu menjauh.

Hong-joo?

Selamat tidur, Yeon Tahun 1938.

Kau yang waktu itu, 'kan?

- Tunggu. Apa maksudmu? - Kau tak bisa membohongiku.

Kau mencuri seluruh perhiasan di rumahku!

Mana buktinya? Memangnya kau punya CCTV?

CC… Oh.

Jadi begitu cara mainmu?

Besok kau muncul di berita utama.

"Orang yang merampok tujuh rumah bangsawan tambang emas."

- Tidak, rumah yang lain bukan aku! - Kau baru saja mengaku?

Sial.

Berikan kamera itu. Kau tak punya hak memotretku!

- Berikan kemejanya dahulu! - Berikan kameranya!

Berikan…

- Aduh, apa-apaan sih? - Berikan kepadaku!

Aduh!

Kau ini apa?

Bagaimana kau pulih secepat itu?

Bisa dibilang, ini memang…

Ini memang keahlianku. Aku tak mati meski ditembak.

Luka tembakan ini…

Aku tak memercayaimu, tapi kalau kau berkata jujur…

Apa pendapatmu soal imperialisme Jepang?

Apa?

Untuk apa Gubernur Jenderal menginginkan Mi-ho?

Jika hadiahnya senilai sebuah rumah, ini serius, bukan?

Mau lihat sesuatu?

Sekarang, tebak ada di mana.

- Wah… Kok bisa? - Baiklah. Sekali lagi.

Bagaimana bisa? Tebakannya selalu benar.

Katanya, bayi buangan membawa hoki, tapi bakat bayi ini memang berjudi.

Kau akan menjadikanku kaya raya, 'kan?

Sebentar…

Kekayaan dan keberuntungan…

Apakah dia "dewi fortuna"?

DEWI FORTUNA - DEWA PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Katanya, dewi fortuna bisa memilih mau bersarang di mana.

Kita sudah berusaha memindahkannya, tapi dia tetap kembali.

Biasanya mereka bersarang di bawah tanah, menjadi ular atau katak tak berwajah.

Jadi kau siapa? Beri tahu aku dong.

Cepat atau lambat, Gubernur Jenderal akan menemukan kami.

Topeng Merah Putih juga akan datang.

Apakah tinggal di sini keputusan terbaik bagi keselamatannya?

Jung Dae-seung dari Kepolisian Jongno?

Ular itu mencoba memakai kami sebagai tameng manusia.

Sejak Nyonya Ryu pergi, ke mana saja kau saat situasi kacau?

Apa maksudnya? Apakah Aprikot yang mengadukan kita?

Tidak. Aku tak memberi tahu siapa pun soal bayi itu.

Dasar bodoh. Kau pikir dia seperti dirimu?

Jangan hina aku, Bodoh!

- Kau mencubitku? - Aduh!

Kenapa kalian tampak berantakan?

Kami bertemu dengan harimau besar saat mencari bayi itu.

Ia bilang, "Beri aku tteok," jadi kuberikan, tapi ia tak mau.

Ia lebih memilih rasa madu.

- Kau sudah gila? - Aku bersungguh-sungguh, Pak.

Ya, 'kan?

- Ya, dia benar. - Begitulah adanya.

Ada harimau, Pak.

Kau pasti dirasuki sesuatu.

Sesuatu yang bukan manusia.

Siapa kau?

Aku menemukan lokasi bayi itu. Dia di Myoyeongak.

- Aku akan segera mengambilnya. - Jangan kau.

Ada iblis Joeson yang cukup kuat di sana.

Biar aku saja yang datang.

Kau tak boleh terlihat memasuki rumah gisaeng.

Identitasmu bisa terbongkar.

Si pemilik Myoyeongak… Dia wanita yang kaujumpai di kereta api?

- Benar. - Manfaatkan dia.

Aku tahu kelemahan si Jalang itu.

Adikku seorang gisaeng di sana.

Pastikan ucapannya.

Aku juga mendengar seseorang membagikan sejumlah emas di daerah kumuh.

Di mana?

Kau mau memihak siapa, Bu?

- Tuan Lee Yeon atau Tuan Moo-yeong? - Entahlah.

Mereka adalah satu-satunya temanku.

- Kedua temanku itu akan memulai perang. - Sebaiknya jangan diganggu.

Siapa pun yang kaubela, pada akhirnya kau hanya akan terluka.

Tidak. Akulah yang harus melukai mereka.

Mungkin…

aku memang harus membunuh salah satu dari mereka.

Minumlah.

Apakah sulit bekerja untukku?

Kita sudah saling mengenal selama 17 tahun, Bu.

Andai tak ada kau, aku pasti sudah dibunuh oleh para tentara Jepang itu.

Banyak anjing domestik yang dibunuh akibat Aksi Pembantaian Anjing Liar.

AKSI PEMBANTAIAN ANJING LIAR

AKSI YANG MEMBANTAI 1,5 JUTA ANJING UNTUK DIAMBIL KULIT DAN BULUNYA DALAM PERANG

Semasa aku menjadi dewi gunung,

manusia biasa membawakan biji-bijian untuk memohon bantuanku.

Awalnya, aku mengabulkan permohonan mereka agar terlihat baik.

Tapi manusia menjadi lemah dan jahat karena mendapatkan segalanya tanpa upaya.

Kau selalu bilang,

"Kita bukan protagonis di dunia manusia."

Kita punya medan perang masing-masing.

Manusia, begitu pun kita.

Medan perangku di sini.

Aku akan melayani satu majikan selamanya.

- Teruslah mencari! - Baik!

Cari di tiap sudut!

Hei, sudah mencari di situ? Di sini sudah?

Cepat!

- Sudah mencari di sini? - Cari yang benar.

Kumohon, ampunilah aku!

Ampunilah.

Bau harum darah.

Tuan Lee Yeon!

Kau keluar sambil telanjang dada? Menggelikan sekali.

- Lihat siapa yang kubawa. - Kalian bekerja sama?

Kenapa kau membawa korban kita kemari?

Aku tertangkap, tapi kami sudah berbaikan.

Kukira kau seorang detektif. Detektif juga suka mencuri?

Saat itu situasinya mendesak. Kuharap kau bisa memakluminya.

Kau sama sekali tak menyesal?

- Aku pernah menyelamatkanmu. - Santai, santai.

- Kembalikan perhiasan curiannya. - Tunggu sebentar.

- Jangan kembalikan Penggaris Emas itu. - Oke.

Dan polisi sedang mencari Mi-ho sekarang.

Percayalah padanya. Dia pejuang kemerdekaan.

Pencuri juga membesarkan anak? Atau anak itu curian?

- Kau andal dalam seni bela diri? - Apa kaitannya?

Jadi jangan cari gara-gara.

- Aku bisa membantaimu. - Apa katamu, Berandal?

Penggaris yang terbuat dari emas hilang. Ke mana hilangnya, ya?

Nanti akan kuganti.

Astaga, Gyeongseong memang yang paling kusukai.

Lihatlah sikap mereka. Mereka dari suatu organisasi.

Dengan pemilik Myoyeongak? Gubernur Jenderal memanggilmu.

Nanti aku kembali.

Sudah pertimbangkan tawaranku?

Biar kutanya satu hal. Kenapa harus gerakan kemerdekaan?

Dengan kekayaan sebanyak ini, kau bisa berbelanja dan main golf semaumu.

Awalnya, aku menyelidiki kematian kakakku.

Lalu, jiwa patriotismeku

ingin membalas pengkhianatan ayahku.

Alhasil aku punya kamerad,

dan mendengar kabar kematian mereka hampir tiap hari.

Bahkan dengan kekayaan sebanyak ini, aku masih berutang.

Karena aku belum mati.

Kenapa kau memilihku?

Aku dalam pengawasan karena kondisi keluargaku, dan kau…

SEPULUH RIBU WON

…punya rahasia.

Mau atau tidak?

Di era kekacauan Joseon ini,

aku malah sibuk mengurus pecandu opium saat itu.

Itu selalu membuatku menyesal.

Siapa sangka aku tiba di tahun 1938

dan berjumpa dengan aktivis yang kebetulan mirip istriku?

Ini pasti takdir.

Kepolisian Gyeongseong malam ini.

Akan ada yang datang membawa krisantemum putih.

Karena aku sudah dirampok, kita danai saja peti perang kita.

Aku harus bagaimana? Kurasa aku terkena neurosis.

Kau bisa bermain piano?

Tidak juga, aku…

Aku hanya bisa memainkan do-re-mi-re-do.

Bawa dengan hati-hati, Kamerad.

Kamerad?

Kamerad…

Senang berjumpa denganmu. Aku Kepala Komisaris, Ryuhei Kato.

- Aku mengundangmu karena… - Aku sudah dengar di jalan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left