Release info

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E06-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-04-26
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ini kelompok warna dingin.

Perhatikan saat aku membaliknya

dan tunjuk jika ada warna yang cocok untukmu.

Tentu.

Tunggu sebentar.

Yang ini.

Kenapa kau tidak mencari lagi?

Tentu.

Yang sebelumnya lebih baik.

Benar. Tentu saja.

Warna hangat lebih cocok untukmu.

Haruskah kubuang pakaianku yang berwarna dingin?

Itu tidak perlu.

Jauhkan diri saja dari warna-warna itu.

Pilih warna yang lebih dingin untuk luaran.

Benar.

Apa selanjutnya? Apa aku harus berbelanja?

Bukankah lebih baik memilih dari yang kau punya?

Kalau begitu, kita harus ke tempatku.

Apa?

Aku harus di lokasi dalam enam jam,

jadi, kita harus bergerak.

Aku juga akan diberi naskah, jadi, mari bergegas.

Pak Lee, bagaimana jika aku menunggu di luar?

Kenapa?

Kau tidak keberatan aku masuk seperti ini?

Ya, tidak keberatan.

Jika itu aku, aku akan sibuk membersihkan kamar.

Mari?

Tentu.

Kau bisa memakai sandal ini.

Baik.

Terima kasih.

Ruang gantinya di sebelah sini.

Benar.

Kurasa lebih baik

pilih tampilan bersih untuk acara ini.

Begitu rupanya.

Apa?

Tolong bungkus kado ini.

Baiklah.

Yang ini.

Yang itu.

Bagaimana dengan jas yang cocok dengan itu?

Kedengarannya bagus.

Aku pandai dalam hal yang melibatkan keahlian,

jadi, aku juga akan menata rambut dan riasanmu.

Terima kasih.

Kau yakin aku tak merepotkanmu?

Waktuku tidak gratis.

Benar. Ya, aku tahu itu.

Syuting dimulai pukul 17.00, jadi, cepatlah.

Setelah rambut dan riasanmu selesai,

kau akan berganti pakaian dan pergi.

Ini sebabnya aku benci tampil di TV.

Merepotkan sekali.

Izinkan aku membantu.

Ada apa denganku?

Aku sama sekali tidak lapar.

Tentu.

Aku tahu kau tak pandai berbohong.

Tentu saja.

Kita harus makan. Bagaimana kalau pasta?

Kau suka aglio e olio?

Ya, aku suka!

Kau baik-baik saja?

Baik.

Ayah tampak sangat kesal tadi,

dan maafkan aku.

Kenapa kau minta maaf?

Aku tidak tahan dengan siapa pun

yang mendatangimu seperti itu.

Kita melalui masa sulit,

tertawa bersama, dan menangis bersama.

Aku bersyukur dan bangga dengan dirimu.

Bagaimana jika kita mampir makan sup pangsit?

Kita akan meminta Gyeongae membuatkannya.

Buatannya lebih enak.

Gyeongae, kau di mana?

Di sini.

Kau sedang apa?

Astaga, kau membuat sup pangsit?

Kedengarannya lezat.

Belilah. Tak ada lagi yang membuat pangsit.

Yang siap saji lebih enak.

Aku tidak akan memintanya.

Aku membawakan hadiah untukmu.

Terima kasih. / - Sama-sama.

Aku memikirkanmu tiap kali makan sesuatu.

Itu bisa dijadikan sup pangsit yang lezat.

Baiklah. Aku akan memberimu sedikit.

Tolong ingat bahwa aku tidak meminta.

Siapa di atas?

Semuanya, termasuk anak-anak.

Pangsitmu berbeda dari buatan restoran.

Haneul, Bada, dan Hae.

Aku tidak mau memberi mereka makanan instan.

Baiklah. Ambil ini semua.

Benarkah?

Terima kasih, Gyeongae!

Sial.

Ayah, cepat.

Tunggu sebentar.

Waktu Ayah hanya sampai hitungan kelima.

Waktu Ayah hanya lima detik.

Ayah keluar!

Itu tidak adil.

Satu, dua. / - Dua!

Tiga. / - Tiga.

Bagus!

Ya! / - Anak-anak,

tak akan kuajak kalian ke kafe slime Sabtu ini.

Ayah! / - Ayah, kumohon!

Anak-anak, cukup!

Ayah, jangan! / - Seongsu.

Seongsu? / - Itu Nenek!

Nenek! / - Anak-anakku yang manis.

Nenek!

Hai, Ibu. / - Hei.

Apa yang kalian lakukan?

Aku yakin kalian melompat-lompat.

Tidak mungkin. Kami tidak melompat.

Tapi kau melakukannya. / - Kau melompat.

Sudah kuperingatkan, tapi mereka terbawa suasana.

Maafkan aku, Ibu.

Mainkan Jenga lagi,

aku akan membantu ibumu membuat makan siang.

Baiklah. / - Baiklah. Ayo.

Aku membawakan pangsit dari bibimu di bawah.

Andai kau datang lebih cepat.

Makan siang sudah matang.

Kata-kata yang tepat adalah "Terima kasih."

Rasanya kau tidak menghargai pemberianku.

Terima kasih, Ibu.

Sora, bukan semuanya untukmu.

Ambil dan kembalikan sisanya.

Anak-anak makan banyak.

Kami harus menambahkan kue beras agar kenyang.

Mereka mungkin berebut, untukmu saja semua.

Baiklah. Pangsit siap saji

sama bagusnya belakangan ini.

Kau harus membelinya.

Tunggu.

Bibi membuatkan ini untuk kita. Ayo kita coba.

Aku akan mengambil beberapa.

Ibu tidak keberatan?

Kenapa kau bertanya? Lakukan saja sesukamu.

Karena kami menghargai pendapatmu.

Bagaimana aku akan mengalahkannya?

Astaga, aromanya enak sekali.

Omong-omong, pukul berapa kau pergi?

Aku akan pergi setelah makan siang.

Astaga, ini konyol.

Ada masalah?

Mereka bilang tinggal dengan menantu

membuatmu sangat pusing.

Aku sangat setuju.

Benar sekali.

Aku membawakannya pangsit,

tapi dia merajuk dan bilang aku terlambat.

Bagaimana aku tahu kapan waktu yang tepat?

Tidak mungkin. Aku yakin kau membuatnya kesal.

Maksudmu aku berbohong?

Gyeongae memberi kita pangsit?

Kalau begitu, seharusnya kau langsung pulang.

Kenapa kau ke atas dan membuat masalah?

Aku tidak membuat masalah.

Gyeongae sangat perhatian.

Dia pasti sangat frustrasi sekarang,

tapi dia bahkan membuat pangsit untuk kita.

Kenapa dia frustrasi?

Kau selalu siap membicarakan Gyeongae

kapan saja.

Ada apa dengannya? Kenapa dia frustrasi sekarang?

Ayah kandung Minho

mewariskan makam keluarganya untuknya.

Itu bagus.

Apa dia bisa lebih beruntung?

Sementara itu, tidak ada yang memberi kita uang.

Ayah masuklah lebih dahulu.

Kenapa tidak bersama-sama?

Aku harus membersihkan mobil.

Baiklah.

Ayah.

Ayah.

Ke mana dia pergi?

Apa?

Dari mana saja kau?

Aku sedang di sekitar sini.

Kapan kau akan mengambil alih gimnasium ini?

Dalam tiga bulan. / - Haruskah membuat kontrak?

Aku butuh alasan untuk menolak tawaran lain.

Baiklah. Mari lakukan itu.

Kau bilang preminya 30.000 dolar, bukan?

Ya.

Tapi tak ada yang membayar premi belakangan ini.

Itu hanya untuk tempat yang bisnisnya lambat.

Gimnasium ini berjalan lancar.

Kau mau diskon?

Tidak. Aku akan bayar premi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left