The first 200 lines.
Ini dia.
Ini. Kau mau?
Leon?
Leon ada di sana?
Hai Son.
Ibu kembali.
Beck!
Sonny!
Sonny!
Kau tidak bisa membiarkan dia lari keliling kota seperti binatang buas!
Dia bisa tertabrak!
Aku tidak peduli.
Aku tahu.
Aku tidak peduli.
Oh, sialan, Steve!
Oke.
Oke.
Terima kasih kawan.
Selamat berakhir pekan.
Ayo, kita keluarkan perahunya.
Leon!
Bagaimana kabar ayahmu?
Aku tidak tahu. Kau sudah melihatnya.
Ya. Dia tampak seperti sampah.
Ya.
Bagaimana dengan ibumu, dia datang kemari?
Kau sangat tidak berharga!
Kau bahkan tidak bisa merawatnya lagi!
Beck membutuhkan aku, ibunya.
Kau tidak akan pernah melihat kami lagi!
- Kami tidak membicarakannya. - Dia melakukan urusannya sendiri.
Aku sudah lama tidak melihatnya.
Ayahmu dan aku sudah kembali ke masa lalu.
Aku akan melakukan apa pun untuknya, yang berarti aku akan melakukan apa pun untukmu.
Ya.
Hei?
Oh, Beck?
Kau ingin kue? Aku punya beberapa.
Tentu saja.
Aku tidak tahu apa aku menyukai ini.
Sama.
Itu ibumu yang di sana?
Itu hanya perempuan gila.
Ya.
Sebaiknya aku pergi.
Apa yang terjadi nona-nona?
Tidak, tidak ada apa-apa?
Astaga! Di sini,
baunya seperti seseorang sedang membuang sampah.
Aku bersumpah demi Tuhan, Vance.
Hanya cara baru dan menarik yang membuatku terpesona
setiap hari dengan sampah ini, kawan.
Anjing di atas roti gandum, kawan.
Ya ampun, sangat ramah.
Kami semua tahu keluargamu makan kotoran.
Menyekop kotoran ke dalam mulutmu.
Sampah. Sampah.
Seluruh keluarga. Seluruh keluargamu sampah, kawan.
Sialan. Jujur saja, sulit dipercaya.
Sekelompok sampah. Bajingan pemakan kotoran.
Resep keluarga.
Mulai keluar dari pori-pori mereka, kawan.
Sialan
bau, kawan.
Ada kacang di kumis kecilmu
yang menggemaskan itu.
Kudengar aku akan jadi ayah tirimu yang baru.
Hei, apa pendapatmu tentang itu?
Aku yakin itu membuatnya merasa aneh, kawan.
Bagaimana rasanya mengetahui aku akan menyeka pantatmu?
Memandikanmu.
Berada di antara celah-celah itu.
Mengambil ibumu,
untuk menggempurmu.
Sampai jumpa, Vanes.
Baiklah kawan.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Leon!
Sampai jumpa, Leon!
Aku sudah merindukanmu.
Tembakan yang pas.
Kau dengar itu?
Aku tidak mendengar apapun.
Dengarkan.
Eh mm mm.
Ayo.
Hai.
Kenapa ibu ingin aku pergi bersamanya?
Karena kau masih kecil dan dia merindukanmu.
Dia tidak merindukanmu dan ayah?
Tidak.
Apa ayah merindukannya?
Ya. Kukira begitu
Sama seperti dulu.
Ya.
Siapa bilang?
Beberapa anak-anak dari sungai.
Hei, hei, hei.
Hei! Apa kabar Presley?
Ziese.
Senang bertemu denganmu, kawan.
Kau sudah makan siang?
Ya.
Aku pergi ke The Princess.
Kau pergi ke The Princess.
untuk makan siang?
Aku di sini, kau tidak meneleponku.
Aku tidak selera makan siang di tempat sialan ini.
Mungkin ada
obat batuk di sakuku.
Astaga!
Bukankah seharusnya kau keluar
menangkap seseorang atau sesuatu.
Aku masih istirahat makan siang.
Sialan.
Astaga, bagaimana dengan Bobby?
Nihil, Tetap saja nihil
Tabrak lari itu sulit, bukan?
Kau masih berpikir pelakunya seseorang dari sekitar sini?
Mungkin.
Kau memikirkan seseorang?
Sial! Kau melihat teman-temanku?
Lain kali aku ke sini, kita harus makan siang.
Sebaiknya begitu, keparat.
Telepon aku.
Dengar MoFos. Bisa aku mendapatkan perhatianmu?
Pesta dermaga di tempatku malam ini.
Kau baik-baik saja, Ayah?
Kukira aku hanya lelah atau apalah.
Ya.
Tunggu abangmu.
Apa yang kau lakukan hari ini?
Banyak, Apa yang kau lakukan?
Ibu datang hari ini.
Kau bicara dengannya?
Tidak, aku bersembunyi. Ayah pas tidur.
Jangan terlalu dipikirkan.
Lagi!
Lakukan lagi.
Aku punya kendali penuh.
Benarkah?
Ya.
Oh! Aku melihat pelangi.
Halo sayang! Kau terlihat makin besar.
Hai bu.
Aku tidak ingin pergi bersamamu.
Aku ingin tinggal di sini bersama Leon dan ayah.
Dia tidak ingin berhubungan denganmu.
Kenapa kau begitu membenciku?
Di mana ayahmu?
Kau tahu dia tidak ada di sini.
Aku akan membawanya bersamaku minggu depan,
kami akan pergi.
Dengan si psikopat?
Psiko?
Dia bukan psikopat, Leon.
Dia manis.
Dalton tidak manis.
Apa masalahmu?
Aku ibumu.
Kau tidak mengenalnya Leon.
Kau beruntung tidak harus melihat ibu dan ayah seperti ini.
Kau tidak mengenalinya.
Di sini indah.
Aku mencintaimu Bobby.
Ya, kami belum pernah ke sini
selama satu setengah tahun terakhir.
Tornado menerjang.
Mengambil tremku.
Mengambil separuh atap rumahku.
Tempat ini menyebalkan!
Sangat menyebalkan!
Laki-laki itu memotong rumput di sebelah.
Oke. Ya.
Dan kukira dia membunuhnya.
Dia berhenti memotong rumput.
Aku berkata, kau membunuh tetanggaku.
Oh sial.
Ayo ngeseks dengan istriku, kawan.
Woo!
Itu luar biasa!
Begitulah cara melakukannya!
Begitulah cara melakukannya di danauku, kawan!
Begitulah cara melakukannya di sini!
Bisa nongkrong!
Ini hari yang hangat.
Pastinya.
Yah, kita berhasil pulang!
Buka itu.
Oke.
Lompat ke kanan.
Aku hargai.
Tidak masalah, kita akan langsung masuk ke sini.
Oh, rasanya nyaman sekali.
Wooo!
Aku ingin terjun ke danau lagi, kawan.
Di sinilah keajaibannya kawan.
Aku ikut dalam penekanku.
Aku suka pistol.
Senapan.
No comments yet. Be the first to leave one.