The first 200 lines.
"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"
EPISODE 4
Mustahil Mantra Cinta-nya ampuh.
Kenapa seyakin itu?
- Kau pikir aku ditolak? - Tidak.
Jae-gyeong memang menyukaimu.
Lalu, aku
juga menyukaimu.
Menyukaiku?
Pak Kwon suka?
Kau tahu dari mana? Dia memberitahumu?
Kau mengabaikan ucapanku selanjutnya?
Apa?
Itu mustahil.
Kemustahilan itu terjadi.
Sayang sekali,
orang yang minum ramuan cinta yang kau buat
dengan mencampur banyak bahan
adalah aku.
Kenapa kau meminumnya?
Aku yakin menaruhnya di meja Pak Kwon.
Aku cek rekaman CCTV.
Lihatlah sendiri.
RUANG RAPAT 03
Tidak mungkin.
Kenapa kau minum?
Kau juga kidal. Kau tak mengerti?
Kau kidal?
Tidak, walau tangan kiriku indah.
Kenapa kau minum dengan tangan kiri?
Bagian kiri otakku bermasalah, jadi tangan kananku kadang sakit.
Aku mulai sering pakai tangan kiri.
Itulah yang terjadi saat itu.
Aku tanpa sadar mengulurkan tangan kiriku dan minum air itu.
Kenapa harus air itu?
Aku bekerja keras membuatnya.
Mantranya pun hanya untuk sekali.
Seharusnya buat dia meminumnya dengan pasti dan diam-diam.
Aku menderita karena rencanamu yang kurang matang.
Bertindaklah.
Untuk apa?
Karena melukai orang.
Pasal 257 ayat 1, penyerangan. Itulah kejahatan yang kau lakukan.
Aku akan dikira telah menembakmu.
Kau menembakku dengan peluru cinta.
Saat tertembak, jantungku berdebar.
Aku tak mau jantungku berdebar melihatmu.
Namun,
jantungku berdebar.
- Jangan buat berdebar. - Itu di luar kuasaku.
- Aku kena mantra. - Kau bilang tak percaya.
Aku mengajakmu bepergian setelah meninggalkan rapat itu.
Kenapa aku mengajak secara spontan?
Saat kau menegaskan tak akan tidur di mobil,
tapi kemudian tertidur lelap,
kuturunkan pelindung sinar matahari.
Kenapa aku tiba-tiba menjadi baik?
Saat kau mengenakan gaun putih untuk Mantra Penyembuhan,
kuanggap kau cantik.
Terlebih lagi, saat kau bersama Jae-gyeong,
aku cemburu.
Aku tak akan bersikap begitu tanpa Mantra Cinta.
Benar, bukan?
Jangan memelas.
Jantungku berdebar.
Sial.
Aku tak punya waktu untuk menaksirmu.
Aku seharusnya kesakitan dan bersembunyi
karena masalah pribadi.
Patahkan mantranya sekarang.
Bagaimana caranya?
Kau serius mengira aku penyihir?
Cari solusinya bagaimanapun caranya.
Karena aku minum ramuan cinta, aku mungkin cemburu
serta mengganggumu dan Jae-gyeong.
Astaga, bagaimana ini?
Ini membuatku gila.
Aku harus bagaimana?
Aku baru ingat.
Bagaimana denganmu? Sudah membaik?
Entahlah.
Coba pikirkan.
Aku merapal dua mantra.
Mantra Cinta ampuh dan Mantra Penyembuhan tidak.
- Apa itu logis? - Coba pikir.
Kau merapal Mantra Cinta, lalu Mantra Penyembuhan.
Itu urutan mantranya.
Baik. Mari bicara lagi begitu kau sembuh.
Jika Mantra Penyembuhan memang ampuh,
aku akan yakin Mantra Cinta juga.
Kau mau lepas tangan?
Baiklah.
Jika menurutmu begitu.
Ya.
Apa lagi sekarang?
Lihat.
Kakiku tak mau bergerak.
Karena aku rindu kau.
Bagaimana menjelaskan ini?
Astaga.
Jangan pergi…
Pergilah.
Ayo, Jang Sin-yu.
Astaga.
Aku seharusnya sadar saat dia mengaku anak anjing.
Dia memang berengsek.
Perkataannya tak logis.
HIDUP
Aku harus bagaimana
dengan perasaan geli ini?
Jae-gyeong memang menyukaimu.
Apa karena dia menyukaiku?
Aku mengajakmu bertemu
karena ingin bertanya.
Kenapa kau menyukaiku?
Saat bekerja di Kantor Dong-gu Onju,
aku pernah meninjau tempat penampungan anjing.
Ada pengaduan tentang gonggongan anjing yang keras.
Aku melihatmu di sana.
Manajer proyek bilang
kau sudah lama menjadi sukarelawan.
Kau tertipu oleh anggapan
kalau pencinta hewan pasti orang baik.
Namun, kau tahu?
Hewan juga ditelantarkan oleh pencinta hewan.
Aku sering berharap…
tidak memiliki keluarga.
Aku baik kepada anjing telantar,
tapi apatis kepada keluargaku.
Aku tampak baik dari luar,
tapi sebenarnya tidak.
Jika aku bukan orang seperti ini,
saat kau menyatakan perasaanmu kepadaku,
aku akan senang.
Aku sedih karena itulah aku.
Jadi, carilah yang lebih baik dariku.
Carilah yang lebih baik dariku.
Kukira kau sempurna.
Namun, kau kesepian.
Gi-dong,
apa menurutmu aku tampak kesepian?
Ya.
Kau punya aura kesepian di musim gugur. Semacam itu.
Itu terjadi jika terlalu lama melajang.
Kau seharusnya pacari Hong-jo.
Dia manis. Kesempatanmu hilang.
AYAH
Tanggal kerja lapangan Onjeong-dong sudah ada?
- Belum. - Tolong segera tentukan.
KOTA ONJU
AYAH AKAN KE BALAI KOTA JIKA KAU ABAIKAN
PENGACARA JANG SIN-YU
Sudah kuduga pada akhirnya Aku akan mencintaimu
Di hari pertama kita bertemu
Siapa?
Kenapa orang di sekitarku lancang?
Maksudmu aku lancang?
Aku bilang begitu karena
kau tak ketuk pintu.
Kenapa tak mengetuk pintu sebelum masuk?
Tolong ketuk pintu sebelum masuk.
Aku tak mau.
Kupon yang kuterima kemarin karena memberi tahu tujuan Pak Won.
Akan kupakai salah satunya.
Kupon tak mengetuk pintu.
Mau disia-siakan untuk ini?
Aku yang pilih waktunya.
Akan kupikirkan kapan memakai dua lagi.
Soal tanggal kerja lapangan Onjeong-dong,
kapan kau kosong?
Kapan pun boleh.
Bagaimana
dengan Pak Kwon?
Dia tampak bahagia hari ini?
Tidak.
Dia menanyakan apa dia terlihat kesepian.
Kusuruh dia memacari Hong-jo.
Itu bukan urusanmu! Lantas? Dia bilang mau?
Kurasa dia tak akan memacari Hong-jo.
Dia terus terlihat kesepian.
Jadi, tak ada apa-apa.
Mau ke mana?
Membuat pengakuan.
Su-jeong dan Sae-byeol mengurus hutan bersama-sama.
Ya.
Cakupan bisnis ini cukup luas dan melibatkan anggaran yang besar.
Lalu, kau?
Aku akan ganti label pohon di Gunung Onju pekan ini.
Pekan depan, meninjau sarana bermain,
menyiapkan festival kembang api, dan…
Tugasmu cukup banyak.
Saat aku cuti,
apa Pak Gong merundungmu?
Tidak.
Aku tak menanyaimu, Pak Gong.
Aku menanyai Hong-jo.
Tidak terjadi apa-apa.
Aku akan bergabung dengan satgas yang dipimpin Wali Kota.
Pak Gong, bagilah tugas dengan lebih adil.
Lalu, pengumuman terakhir.
No comments yet. Be the first to leave one.