The first 200 lines.
Bong Pal!
Hyun Ji!
Kau baik-baik saja?
Hyun Ji!
Hyun Ji, kau baik-baik saja? Bangunlah.
Hyun Ji.
Apa ada orang disini?
Hyun Ji.
"Kim Hyun Ji"?
Kenapa kartu pelajarnya ada di sini?
Kau sudah datang rupanya./ Kau kembali lebih cepat.
Acaraku telah dibatalkan.
Apa ada yang terjadi?/ Tidak ada.
Oh iya. Dokter.
Ada orang datang mencarimu.
Aigoo.
Kau sudah datang.
Ini bukan kamar mandi.
Kau pasti salah masuk.
Sepertinya.
Memang aku salah masuk.
Kalau begitu, aku permisi.
Tunggu.
Bukannya kau datang kemari untuk menemuiku?
Betul.
Aku datang ke sini...
...untuk menanyakan bagaimana perkembangan Bong Pal di kampus.
Begitu ya?
Ya.
Bong Pal sangat rajin dan aktif di kampus.
Baguslah.
Aku khawatir...
...karena dia agak sulit bergaul.
Biksu...
Aku punya cerita menarik untukmu.
Beberapa hari yang lalu, aku menyelamatkan seekor kucing.
Ketika aku sampai di tempat...,
...kucing itu terjebak dalam kipas angin kecil.
Kupikir kucing itu tak sengaja masuk kesana.
Namun...,
...kucing itu terjebak terlalu dalam...,
...jadi kucing itu tidak bisa keluar.
Meskipun rasa sakit hebat yang dirasakan kucing itu...,
...kucing itu terus terjerembab lebih dalam...
...mengikuti suara kipas angin itu.
Kau tahu apa yang terjadi pada kucing itu?
Kucing itu...
...meninggal kesakitan...
...karena tidak bisa bernapas dengan baik.
Cerita itu tidak menarik sama sekali.
Apa iya?
Kupikir itu menarik.
Ada pelajaran juga dibalik cerita ini.
Meskipun aku merasa seperti aku mengajar ikan untuk bisa berenang...,
...tapi aku harus mengajarimu pelajaran ini dari Buddha.
"Orang yang menikmati melakukan perbuatan jahat..."
"...tidak akan mampu membebaskan diri..."
"...dari tali kebencian dan permusuhan yang diakibatkannya."
"Jika kau memiliki hati yang penuh dengan rasa amarah...,"
"...karma akan membalas perbuatanmu..."
"atas semua dosa yang telah kau lakukan."
Pelajaran yang bagus ya.
Memang.
Jangan lupakan itu.
Ajaran itu berlaku untuk semua makhluk...
...meski kau bukan manusia sekalipun.
Entah itu kau itu binatang atau hantu.
Dokter.
Iya./ Ada tamu dari...
...dari Komunitas Perlindungan Hewan.
Ah. Baiklah.
Aku akan segera kesana.
Ya.
Terima kasih.
Aku akan mengingat apa kata-katamu.
Hati-hati di jalan.
Maaf datang bertamu malam-malam begini.
Ya.
Ada apa kemari?
Ah, begini.
Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan...
...atas apa yang terjadi pada suamimu.
Apa dia meninggal karena kecelakaan?
Kenapa kau bertanya tentang masa laluku?
Bukankah kasus ini sudah ditutup?
Ada yang aneh dari kasus ini.
Saat itu, kau berada di rumah bersama dengan dia 'kan?
Betul.
Lalu bagaimana bisa kau tidak tahu kapan itu terjadi?
Kupikir dia lagi di luar.
Tadi siang, aku mendatangi TKP.
Tinggi badannya sama denganku.
Menurutku itu cukup mustahil...
...bisa jatuh di atas pagar balkon.
Bagaimana menurutmu?
Menurutku...
...ada orang yang mendorongnya dari belakang.
Itulah pendapatku.
Profesor Joo Hye Sung bersama denganmu di rumah, 'kan?
Saat itu, apa yang dia lakukan?
Bu.
Tolong pergilah.
Tak ada yang perlu kujelaskan padamu.
Oh...
Kalau begitu...
Boleh aku bertanya lagi?
Terima kasih atas waktunya.
Terima kasih.
Bagaimana keadaannya?
Napas dan denyut jantungnya stabil. Jadi jangan khawatir.
Apa dia baik-baik saja?
Ya. Sepertinya dia agak terkejut.
Dia akan bangun setelah istirahat cukup.
Terima kasih.
Sama-sama.
Sepertinya kau harus pergi.
Baiklah.
Maaf.
Ini ponselnya.
Aku permisi.
"Kim Hyun Ji"?
Kenapa kartu pelajarnya ada di sini?
Apa hubungan antara mereka?
Hentikan dan pergilah.
Aku harus kerja.
Ayolah. Harap bantu kami, Pak.
Tolong. Kumohon padamu.
Bisa gila aku ini.
Halo./ Apa ada masalah?
Pak, tolong bantu kami.
Tolong temukan pelaku tabrak lari yang menimpa Hyun Ji.
Siapa anak-anak ini?/ Mereka sudah...
...memohon pada kami untuk menemukan pelaku itu.
Hentikan, pergilah./ Tunggu.
Bukannya kalian yang pernah datang kemari...
...karena komentar pedas di Internet itu 'kan?/ Kau ingat kami rupanya.
Iya, benar.
Bukan kami sebenarnya yang menulis komentar pedas./ Kami sudah menghubungimu sepanjang hari.
Apa kalian yang menghubungiku sampai 11 kali?
Iya./ Iya.
Ceritakan tentang kasusnya./ Baik. Jadi begini...
Aku punya teman. Teman yang cantik.
Dia seperti bidadari.
Cukup. Siapa namanya?/ Namanya?
Namanya Kim Hyun Ji. Dia mengalami kecelakaan tabrak lari...
...dan koma selama lima tahun. Dia baru-baru ini sadarkan diri...,
...tapi dia kehilangan ingatannya.
Aku merasa kasihan padanya.
Kasihan pada Bong Pal juga.
Karena itulah kami harus menemukan pelakunya.
Temukan dia, ya Pak?
Itu kecelakaan tabrak lari di Seokjeong-dong.
Aku menghubungi polisi lalu lintas. Tapi tidak ada saksi mata.
Jadi penyelidikan dihentikan.
Penyelidikannya dihentikan?
Temanku di rumah sakit berjuang dengan koma yang dialaminya sementara pelakunya...
Baiklah. Kalian sebaiknya pergi sekarang.
Tidak, tidak akan.
Pak. Tolong selidiki lagi kasus ini.
Jika kalian tidak berhenti sekarang, aku akan memborgol kalian.
Baiklah. Kami akan menunggu kabar darimu.
Tolong ya, Pak?
Tolong selidiki lagi kasus ini.
Kami tidak bisa langsung menginvestigasi ulang kasus meski kami ingin melakukannya.
Tidak ada saksinya.
Aku sudah jelaskan pada kalian berulang kali.
Hei, bawa keluar orang ini. Pergilah sekarang.
Pergi.
Tunggu sebentar./ In Rang, hentikan.
Kau membuatku malu./ Tidak, tunggu.
Pak. Jangan begini.
Tolong temukan pelakunya.
Tolong selidiki ulang kasusnya.
Tolong selidiki lagi kasus ini./ Baiklah.
Terima kasih./ Iya.
Aku lelah.
Oh ya, Pak Kepala ingin bicara denganmu besok.
Kenapa?/ Ya apa lagi?
Sepertinya dia tahu kau menyelidiki Profesor Joo.
Ada terlalu banyak rintangan dan tidak ada yang berjalan sesuai rencana.
Bong Pal.
Bong Pal.
Bong Pal.
Bong Pal.
Kenapa kau minum banyak sekali?
Kenapa ya? Tidak ada. Aku cuma minum saja.
Bong Pal./ Iya.
Biar kucium kau.
Astaga. Apa yang kaulakukan? Menjijikkan.
Kenapa memangnya? Kau dulu selalu menciumku...
...waktu kau masih kecil. Cium aku.
Hentikan. Ini tidak masuk akal.
Aku bukan anak kecil lagi.
Berbaringlah.
Benar, kau sudah dewasa.
Aku sangat lelah.
Biar kubuatkan teh madu.
Tidak perlu.
Aku tidak perlu teh.
Air saja.
No comments yet. Be the first to leave one.