The first 200 lines.
"Episode 37"
Pak Lee.
Kamu menyukainya? Aku memilihnya setelah banyak pertimbangan.
Ya, aku suka.
Ini indah.
Izinkan aku memakaikannya.
Aku mengkhawatirkan ukurannya, tapi ukurannya sempurna.
Namun... Kenapa kamu memberiku cincin ini?
Aku punya keberanian sekarang
untuk memberi tahu orang-orang apa arti dirimu bagiku.
Aku ingin kita menjadi pasangan resmi.
Apa tanggapanmu?
Apakah terlalu cepat untuk mengakhiri hubungan rahasia kita?
Tentu saja tidak.
Aku selalu siap untuk momen ini.
Seperti kataku, kamulah yang kutunggu.
Jadi, jika kamu tidak keberatan, aku juga.
Nona Park, terima kasih sudah bersabar denganku.
Aku juga minta maaf karena membuatmu menunggu begitu lama.
Aku senang kamu tahu.
Ketahuilah bahwa aku akan bersikap keras kepadamu
untuk menebusnya,
jadi, bersiaplah.
Baik.
Aku tidak keberatan dimarahi olehmu,
tapi aku khawatir
bersamaku akan membuatmu berada
dalam situasi menyakitkan lagi.
Apa menurutmu
aku menyatakan perasaanku kepadamu tanpa memikirkan itu?
Jadi, jangan khawatir.
Tunggu.
Apa ini berarti
kita bisa bergandengan di depan umum sekarang?
Benar. Kita akan bergandengan sampai muak.
Baik!
Ini cincin yang cantik.
Kamu sangat menyukainya?
Ya, aku menyukainya.
Cincin ini adalah bukti bahwa kamu menyukaiku.
Aku tidak perlu memberi petunjuk
agar kamu membelikan cincin untukku.
Kamu cepat tanggap.
Kamu punya yang dibutuhkan untuk menjadi pacarku sekarang.
Terima kasih atas pujiannya.
Namun, Pak Lee...
Aku tidak peduli pendapat orang lain,
tapi aku khawatir
tentang pendapat Jae Ni, Se Chan, dan Se Jong
tentang kita berkencan.
Karena besok hari ulang tahun Se Jong,
kita bisa mengajak anak-anak pergi naik kereta luncur.
dan memberi tahu mereka saat makan malam di vila.
Bagaimana?
Tentu.
Namun, aku gugup.
Tidak perlu.
Percayalah kepadaku dan ikuti saja arahanku.
Nona Park, apa yang kamu lakukan?
Tidak perlu bergandengan begini.
Orang-orang akan melihat kita.
Siapa yang peduli jika pilihannya milik kita?
Itulah yang kuinginkan hari ini.
Selain itu, aku ingin dunia mendengarku.
Mulai hari ini, kami pasangan resmi!
Nona Park, jangan lakukan ini. Orang-orang akan melihat kita.
Ini hari pertama kami sebagai pasangan resmi!
Itu benar. Sungguh, Semuanya.
Semuanya,
pria di sana adalah pacarku.
Cepatlah, Pacar.
Ini dia.
Ini saus baru yang dibuat Dae Bum.
Kami mengundang Kakak ke sini untuk meminta pendapatmu.
Astaga. Harus kuakui itu tampak enak.
- Kamu benar. - Mari kita coba.
Rasanya juga enak.
- Benarkah? - Ya, enak.
Sepertinya ini pemenangnya.
Bukankah Ibu mengatakan itu karena Ibu adalah ibuku?
Tidak, paman rasa bukan itu masalahnya.
- Ini enak sekali. - Aku setuju.
- Kamu! - Apa...
Jang Mi Sook, kamu penipu.
Dasar penipu!
Ini rencanamu selama ini. Kamu terlibat.
Ini sebabnya kamu menyabotase kesempatan Se Ryeon untuk menikah.
Apa masalahmu denganku sampai menghancurkan hidup putriku?
- Tidak, jangan! - Tolong lepaskan dia.
- Tunggu. - Lepaskan!
Lepaskan dia sekarang juga!
Kamu! Aku akan menuntut.
- Silakan pergi. - Lepaskan aku!
Aku akan menuntutmu. Sial!
Dasar monster!
- Kak Mi Sook baik-baik saja? - Kakak baik-baik saja?
- Astaga. - Boleh aku minta segelas air?
Air? Tentu saja.
Apa yang baru saja terjadi?
Pak Cha, hentikan ini. Kamu ingin kehilangan pekerjaanmu?
Astaga. Gun, jangan.
Pelan-pelan, ya?
Sulit dipercaya. Dasar parasit.
Aku akan menuntut seluruh keluargamu.
Baiklah, silakan.
Biar kutelepon polisi untuk Anda.
Akan kulaporkan Anda mengamuk.
Baiklah, silakan! Akan kupastikan kalian semua dipenjara.
- Apa ini polisi? - Jangan lakukan ini.
Seorang wanita membuat keributan di restoran kami.
Kami butuh bantuan.
Sulit dipercaya.
Ini belum berakhir!
Astaga.
Maaf sudah mengganggumu. Dia pergi setelah kutelepon.
Tentu. Semoga harimu menyenangkan.
Kenapa kamu melakukan sesuatu yang bisa membuatmu dipecat?
Seharusnya kamu menjaga emosimu.
Ibu, untuk apa jika dia mengamuk di restoran kita?
Ibu tidak mengerti
kenapa dia merasa perlu menyerang kita seperti ini.
Apa sesuatu yang dia makan membuatnya gila?
Kenapa dia menjambak rambut kakak Soo Chul yang tidak bersalah?
Bu Wang adalah ancaman.
Bagaimana dia bisa seperti ini?
Ibu, aku harus kembali ke kantor.
Jam makan siang hampir berakhir.
Tentu.
Pergilah, Paman.
Nenek, ayo masuk.
Bagaimana jika keluarga itu memecat pamanmu karena ini?
Pekerjaan itu kesempatan sekali seumur hidup baginya.
Aku yakin dia akan baik-baik saja. Ayo masuk.
Apa? Maksudmu ini pernah terjadi?
Ya, Kak Mi Sook.
Dia mengamuk karena Dae Bum memacari putrinya.
Mereka bertemu secara tidak sengaja dan mulai berkencan,
tapi dia menuduh seluruh keluarga
menjebak putrinya ke dalam hubungan.
Kakak tidak akan bisa membayangkannya.
Dia masuk ke rumah kami dengan memakai sepatunya
dan melempar uang ke wajah Soo Chul,
menyuruh kami menjauhi putrinya.
Astaga.
Dia selalu menyebut kami parasit dan Dae Bum gigolo.
Aku tidak peduli sekaya apa keluarganya.
Itu tidak memberinya hak untuk meremehkan kami.
Andai aku tahu dari awal.
Tidak pernah terpikir olehku bahwa Dae Bum
yang mengencani Se Ryeon.
Jika tahu, aku tidak akan
mengatur kencan buta antara dia dan putra CEO Jinsa Corporation.
Kak Mi Sook, kami tidak peduli.
Aku tidak peduli sekaya apa keluarga itu.
Kami tidak mau terlibat dengan orang yang meremehkan kami.
Bu Wang itu.
Apa dia baru saja menyerangmu
karena kamu memberi tahu putrinya
bahwa tunangannya memiliki putri kandungnya?
Benar.
Dia pasti sudah tahu bahwa aku kakaknya Soo Chul
dan mengira aku sengaja merusak pertunangan itu.
Atau mungkin dia pikir aku melakukannya
untuk memberi Dae Bum dan Se Ryeon kesempatan lagi.
Aku tidak peduli apa niatmu.
Bagaimana dia bisa marah seperti itu saat kamu memberitahunya
tentang pria muda yang memiliki putri berusia tujuh tahun?
Aku sama sekali tidak mengerti.
Putrinya harus menikah
agar dia bisa menerima saham perusahaan.
Dia berharap bisa mendapatkan sebagian saham putrinya,
tapi rencananya menjadi bumerang lagi.
Astaga. Aku mengerti uang itu sangat berarti baginya,
tapi bagaimana bisa seorang ibu memanfaatkan putrinya sendiri?
Hidup mungkin tidak baik kepadaku,
tapi aku tidak pernah berniat memanfaatkan putriku sendiri.
Se Ryeon.
Kita sudah ditipu oleh Bu Jang sejak awal.
Ternyata Bu Jang, wanita itu,
salah satu keluarga parasit, kakak Pak Park.
Dia bibi si pengeruk harta.
Mereka punya rencana besar,
jadi, mereka sengaja mendekati kita.
Dia ingin kamu membatalkan pernikahanmu dengan Seung Ho,
jadi, dia memberitahumu tentang putri Seung Ho.
Ibu. Dia tidak berbohong
soal Seung Ho punya putri.
Dia bisa saja membiarkannya.
Namun, dia membocorkan itu.
Ibu.
Ada apa dengan Ibu?
Kalau begitu, Ibu ingin aku menikahi Seung Ho
tanpa tahu apa pun?
Hanya demi saham?
Baiklah. Ibu bahkan tidak membutuhkan putri Ibu.
Ibu hanya membutuhkan sahamku.
Tidak. Bukan begitu, Se Ryeon.
Beri tahu saja Young Guk bahwa kamu berubah pikiran
dan minta dia mengembalikan setidaknya separuh sahammu.
Kenapa kamu membuang-buang uang?
No comments yet. Be the first to leave one.