The first 200 lines.
Subtitle By Disney+HostarID
SEMUA TOKOH DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 13
Aku akan masuk dahulu.
Aku akan berteriak "Yeong-ro" sebagai sinyal. Lalu masuk lewat kuil.
Kita harus membunuhnya.
Baik, Tuan.
Kapten, bunuh mereka semua saat kuberi perintah menembak.
Kau penembak jitu. Jadi, aku percaya tak akan meleset.
Kau harus menyingkirkan mereka tanpa ketahuan.
Jangan khawatir, Tuan. Akan kubunuh apa pun yang bergerak.
Aku kembali, Tuan.
Dia tetap direktur ANSP. Apa tidak apa-apa?
Hui-jun, kulakukan ini
untuk negara dan rakyat kita.
Dia cuma mau menyelamatkan putrinya.
Kita tak bisa menyerahkan takdir kita kepadanya.
Jika rencana pemilu ini berhasil,
aku akan menjadikanmu anggota Perhimpunan Dongsim.
Kau harus memanjat tangga
untuk membantuku menjadi calon presiden.
Saat aku masuk Akademi Militer,
aku telah bersumpah melayanimu, Tae-il.
Bagus.
Yeong-ro.
Ayah.
Ya?
Benarkah Ayah akan membunuh kami semua?
Tentu saja tidak.
-Siapa yang memberitahumu? Itu konyol. -Tolong hentikan.
Aku tahu yang Ayah pikirkan hanya memenangkan pemilu.
Apa maksudmu? Ayah sungguh ingin menyelamatkanmu.
Bukan hanya aku. Ayah juga harus selamatkan teman-temanku! Para murid!
Ada lebih dari 30 murid di asrama!
Ini semua salahku.
Tidak.
-Kenapa kau berpikir begitu? -Jangan bergerak.
Kakakku juga...
Yeong-u
meninggal karena aku.
Jika teman-temanku juga mati,
aku tak akan bisa...
Yeong-ro.
Kumohon.
Ayah akan berusaha membujuk mereka agar tidak menyakiti siapa pun.
Jangan bergerak!
Yeong-ro!
Tidak!
Apa Ayah hanya akan menyelamatkanku?
Ayah akan membunuh dia dan semua temanku di dalam, bukan?
Apa yang dia lakukan?
Yeong-ro.
Kakakmu meminta Ayah melindungimu.
Saat menarik napas terakhirnya,
Yeong-u meminta Ayah menjagamu.
Ayah ingin menyelamatkanmu lebih dahulu karena kau putri ayah.
Kau tidak mengerti?
Tembak!
Apa itu tadi? Mereka akan masuk tanpa memberitahuku?
Sial. Ikuti aku.
Woo! Ikuti aku dengan kamera!
-Cepat! Halangi sisanya! -Apa?
Cepat!
-Kau, ikut aku! -Tunggu.
Bagaimana dengan kami?
Masuklah!
-Yeong-ro! -Masuklah!
Mundur!
Jangan tembak!
Tahan tembakan!
Siapa yang menembak?
Yeong-ro.
Yeong-ro.
Tak apa.
Tak apa.
Kau aman.
Tahan tembakan!
Bunuh dia.
Aku direktur ANSP! Tahan tembakan!
Tuan Eun!
Tuan Eun!
-Tuan Eun. -Mereka membawa seorang reporter.
Tuan Eun!
Minggir. Tuan Eun!
Sial!
Kami butuh tim medis.
-Ambilkan tandu! -Kuulangi!
-Cepat! -Direktur tumbang.
-Tuan Eun tak sadarkan diri! -Cepatlah.
Lebih cepat!
Aku khawatir sesuatu terjadi padamu.
Aku jadi takut.
Lagi pula, kita akan mati dalam sepekan.
Kita semua akan mati?
Jaga ucapanmu.
Tutup mulutmu.
Kau prajurit Republik kita yang hebat,
dan kau memohon ampun kepada musuhmu?
Percintaan dengan putri direktur ANSP?
Atas dasar itu saja, kau harus ditembak mati.
Putri direktur ANSP?
Yeong-ro?
Eung-cheol.
Yang tersisa untuk kita sekarang adalah perang habis-habisan.
Cari lentera di ruangan.
Listrik akan diputus sebelum mereka masuk.
Jika mereka masuk, aku akan jaga basemen.
Sendirian?
Lepaskan aku.
Kau tak menyuruhku mati di tangan musuh dengan terikat seperti ini, bukan?
Jangan, Kamerad Lim.
Jika kita melepaskannya, dia akan mencoba membunuhmu lebih dahulu.
Jika listriknya terputus, naiklah ke lantai dua bersamanya.
Aku mengerti.
Aku harus bagaimana? Aku harus cari jalan keluar sebelum mereka masuk.
Wanita itu. Dasar gadis licik.
Dia berpura-pura menjadi putri pemilik toko kue beras selama ini?
Putri direktur ANSP yang bisa membunuh kami semua...
Tunggu.
Bagaimana jika kumanfaatkan itu?
Radio.
Aku harus menemukannya lebih dahulu.
Kenapa kau tidak memberiku hormat?
Bagaimana keadaan Eun?
Lukanya parah, mereka akan tahu pasti setelah operasi.
Lalu?
Dia akan selamat atau tidak?
Dokter bedah terbaik di Korea yang akan mengoperasinya.
Aku yakin dia akan selamat.
"Apa yang terjadi?"
Reporter terus menanyakan itu. Apa yang harus...
Kau serius bertanya?
Dia berusaha masuk untuk menyelamatkan putrinya
dan mata-mata sial itu menembaknya.
Lim Soo-ho menembaknya? Di depan Yeong-ro?
Terakhir kali...
Dengar, Bedebah. Kau tak tahu dia mata-mata Utara yang bersenjata?
Kau melihat betapa paniknya dia memprovokasi kita.
Kau masih mengira dia takkan begitu?
Baik. Aku akan memberi tahu reporter bahwa itu yang terjadi.
Jika orang berpikir Eun tertembak saat negosiasi untuk selamatkan sandera,
dia akan dipuja sebagai pahlawan lagi.
Sial.
Halo?
Halo, Dokter. Apa kabar?
Dia tertembak?
Bagaimana keadaannya?
Kau harus menyelamatkannya. Kumohon.
Baik. Aku akan segera ke sana.
Itu seharusnya tugas rahasia.
Namun, mereka menembak direktur ANSP?
Berita terkini MBS.
Direktur Eun Chang-su dari ANSP ditembak mata-mata bersenjata
di dekat asrama Universitas Hosu.
Di peristiwa yang belum pernah terjadi,
dua anggota SWAT terbunuh di TKP.
Kita akan mendengar dari reporter di TKP untuk detail lebih lanjut.
-Reporter Wi? -Para bedebah itu...
Apa yang terjadi?
Itu bohong. Jangan percaya kata mereka.
Ada orang yang terbunuh atau terluka, tetapi kau tak menembak?
Lalu maksudmu, itu salah tembak?
Kami tak ingin membuat publik lebih marah. Untuk apa kami menembak mereka?
Sampai kita tahu apa yang terjadi,
kalian harus tetap di ruang doa. Sekarang.
Berdiri, semuanya. Ayo.
Yeong-ro gagal meyakinkan ayahnya, bukan?
Siapa yang menembak mereka? Kau pasti punya firasat.
Firasatku
Eun Chang-su menentang menggunakan kekerasan karena Yeong-ro.
Jadi, mereka mengambil kesempatan untuk menyingkirkannya.
Jika itu benar,
mereka tidak akan ragu membunuh para murid.
Pergilah ke ruang doa.
Benar. Ke ruang doa...
Ruang doa.
Tidak!
Tak apa.
Tak ada yang akan mati.
Jangan khawatir.
Maaf, Tuan.
Aku berusaha keras menghentikannya,
tetapi dia pergi untuk mengeluarkan putrinya, lalu...
Beraninya mereka menembak tangan kananku!
Mereka hanya pion. Itu takkan dilakukan tanpa perintah Utara!
Itu tidak benar, Tuan.
Karena mereka tahu Utara mencoba membunuh mereka,
mereka tidak mematuhi perintah negaranya.
Tidak mematuhi?
Mereka mengirim orang bodoh untuk lakukan rencana penting yang akan menentukan
nasib negara kita?
Pergi dan bunuh komunis itu sendiri sekarang!
Baik, Tuan!
Aku akan masuk dan membunuh mereka malam ini!
Jangan khawatir, Tuan!
Aku bersumpah...
Apa-apaan? Sejak kapan Eun Chang-su menjadi tangan kanannya?
Bukankah dia bilang ingin menonton Olimpiade bersamaku?
Apa tak apa-apa jika penyanderaan tak berlangsung sampai pemilu?
Kita unggul sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.