Disappointing Husband

Disappointing Husband (残念な夫。)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Zannen na Otto ep02 (848x480 x264)
A Commentary by Asmodeus.
[VIU] Perfectly Synced for (848x480 x264)

Tags

x264
480
Published on: 2017-04-13
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Formulir Permohonan Cerai"

Terima kasih sudah menjagaku.

Kenapa? Kamu tidak bahagia?

Katakan.

Chi.

Kenapa kamu tidak bertanya pada dirimu sendiri?

Aku bisa berubah, Chi.

Sekarang kamu bilang ingin berubah.

Sudah terlambat.

Apa yang terjadi?

Cerai!

Cerai, cerai, cerai...

Cerai, cerai, cerai...

Begitu banyak Chisato...

Tidak. Ini tidak mungkin!

Yoichi. - Ya, sebentar.

Di mana krimnya?

Sebentar. - Lama sekali.

Apa yang kamu lakukan? Berikan padaku.

Aku tidak bisa menemukannya.

Kamu tidak bisa menemukannya?

Bukankah ada di sana?

Kamu masih belum berubah.

Bukan begitu, Hana?

Baiklah.

Kita buat kulitmu menjadi sangat halus, ya?

Baiklah, sini.

Kenapa?

Tidak apa-apa.

Aku akan membuang ini.

"Buku Harian Hana"

Aku tidak bisa. Akhir pekan ini Yoichi ada pekerjaan.

Tentu aku mau menemuimu. Sudah lama kita tidak bertemu.

Tapi aku tidak bisa pergi.

Maaf.

Pak Ogawa masih belum tiba.

Biasanya dia sangat tepat waktu.

Itu benar.

Pak Ogawa.

Maaf aku terlambat. - Tidak apa-apa.

Selamat pagi. Silakan masuk.

Selamat pagi. Mari bekerja dengan baik.

Sesuai permintaanmu tempo hari, kami desain kembali lantai dua.

Maaf.

Aku sudah memutuskan tidak membangun rumah itu lagi.

Apa?

Tapi kita sudah tanda tangan kontrak.

Kamu tidak suka desain kami? - Bukan begitu.

Sebenarnya, semalam...

Semalam... - Semalam...

Aku resmi bercerai.

Apa?

Jangan keras-keras.

Silakan ikut aku.

Silakan. Silakan duduk.

Itu seperti petir di siang bolong.

Semalam aku menemukan catatan keuangan keluarga kami.

Biasanya aku tidak memerhatikannya.

Aku menemukan sesuatu dalam catatan itu.

Formulir permohonan cerai?

Bagaimana kamu tahu?

Tebakan saja. - Tapi kamu benar.

Jadi, aku bertanya pada istriku untuk apa formulir itu.

Dia bilang sudah berpikir matang

dan ingin bercerai.

Begitu rupanya.

Setelah satu malam, akhirnya aku bicara dengannya.

Kenapa ini terjadi?

Aku sudah berusaha membujuknya, tapi pendiriannya sudah teguh.

Tolong tenang, Pak.

Semua ini sudah berakhir. - Jangan begitu pesimis.

Silakan.

Pak Ogawa.

Begitu rupanya. Jadi, itu yang terjadi.

Kamu mengalami perkembangan.

Apa maksudmu? - Soal menangani klien.

Kalau terus begitu, kamu boleh mengelola bisnis ini.

Aku saja tidak bisa berpura-pura menangis.

Jadi, itu maksudmu.

Ada apa? Aku memujimu.

Terima kasih.

Ada masalah apa?

Pagi-pagi kamu sudah muram.

Kamu seperti telah menemukan formulir permohonan cerai juga.

Tidak mungkin.

Apa dia mau meminta cerai?

Itu...

Itu mustahil.

Karierku sukses dan aku setia.

Mungkin aku salah membaca. - Mungkinkah?

Aku harus melupakannya.

Bisakah? Setelah menemukan itu?

Kalau begitu, aku akan menanyakannya.

Lebih baik ini dijelaskan secepatnya dengan bertanya padanya.

Jangan terburu-buru.

Jangan membahayakan dirimu. Kamu bisa diledakkan.

Diledakkan? Kamu membuatku takut.

Mungkinkah istrimu mengalami depresi pascamelahirkan?

Depresi pascamelahirkan?

Konon jika tidur wanita terganggu setelah melahirkan,

dia bisa merasa seolah terperangkap di penjara.

Tidak bisa kubayangkan. - Aku juga.

Dulu istrimu bekerja purnawaktu sebelum punya anak, bukan?

Sekarang dia seharian di rumah.

Pantas suasana hatinya berubah-ubah.

Apa itu berarti istriku depresi?

Jangan pernah remehkan efek labilnya hormon pascamelahirkan.

Sulit untuk mengendalikan emosi setelah melahirkan

karena hormonnya cenderung sangat kacau.

Kamu harus hati-hati menanganinya. Aku harus pergi sekarang.

Panas sekali.

Siapa itu? Kamu mengenalnya?

Tidak.

Pokoknya, cobalah mengubah suasana hati istrimu.

Aku perlu membuatnya riang lagi.

Tapi kamu harus sabar dan tenang layaknya lelaki sejati.

Jangan khawatir, kamu akan menemukan caranya.

Sabar dan tenang.

Sabar dan tenang.

Aku pulang. - Selamat datang.

Ada apa? - Tidak apa-apa.

Ada apa? - Tidak apa-apa.

Aku hanya lapar.

Kamu belum makan?

Astaga. - Maaf.

Apa ini? Undangan pernikahan?

Itu dari Tomoko.

Dia mendapati dirinya hamil, jadi, pernikahannya dipercepat.

Mendadak sekali.

Kapan pernikahannya?

Sabtu. Tapi sudah kutolak.

Meski itu kesempatan baik untuk bertemu teman-teman kuliahku.

Teman-teman antusias soal itu.

Teman lama? Antusias? Artinya...

Akhirnya aku bebas!

Lama tidak berjumpa. Aku senang sekali.

Ini dia.

Bagaimana kalau kamu hadir di pernikahan itu?

Kamu bisa bertemu teman-teman lama.

Bagaimana bisa pergi seperti ini?

Rambutku berantakan, jadi, aku harus ke salon.

Salon? - Aku tidak bisa pergi.

Bagaimana kalau kamu ke salon?

Hana tidak bisa kuajak ke sana.

Semua orang tahu itu.

Kalau aku ingin pergi ke tempat seperti itu,

maka kamu harus menjaga Hana.

Begitu rupanya.

Kamu tidak pernah jaga anakmu seorang diri, bukan?

Aku...

Karena itu, undangannya kutolak sebab tahu kamu tidak bisa.

Lagi pula, kamu harus bekerja pada akhir pekan.

Tidak apa-apa.

Aku sudah menyimpan banyak cuti. Aku bisa cuti pada hari Sabtu.

Bagaimana kalau kamu pergi bersenang-senang?

Ada apa denganmu?

Kamu tidak pernah sepengertian ini.

Mungkinkah kamu selingkuh?

Bukan begitu,

aku memikirkan cara meringankan bebanmu dan membiarkanmu santai.

Kamu serius? - Tentu.

Terima kasih, Yoichi!

Aku senang sekali. Ini hebat.

Halo.

Selamat datang.

Suasana hatimu bagus hari ini.

Beberapa hari yang lalu,

akhirnya aku mengeluh pada suamiku tentang persalinanku.

Setelah itu aku merasa jauh lebih baik.

Begitu rupanya. Itu bagus sekali.

Suamiku bahkan mengizinkanku untuk rihat sejenak.

Terima kasih atas nasihatmu. - Sama-sama.

Kamu beruntung punya suami pengertian.

Masuklah.

Terima kasih.

Dia senang menerima kalung itu.

Benarkah?

Silakan masuk.

Tempo hari aku memintanya memilihkan hadiah untuk istriku.

Kamu begitu perhatian pada istrimu, Pak Sudo.

Kadang aku bahkan membantu istriku untuk menjaga anak kami.

Mengesankan.

Aku selalu cemas anakku menangis kalau mendekatinya,

karena itulah tidak berani kucoba.

Kamu akan mengetahuinya.

Selain itu, kamu akan mendapat kepercayaan anakmu saat menjaganya.

Kamu sungguh hebat.

Kita sudah tiba. Mari masuk.

Kamu akan mengetahuinya.

Lelaki tidak mengerti, bukan?

Mereka kira kaum ibu langsung tahu cara merawat anak-anaknya.

Saat baru mulai menjaga anakku, aku selalu gugup.

Tekanan dari menangani nyawa orang lain sangatlah besar.

Mereka tidak akan pernah paham. - Benar sekali.

Setiap hari aku tegang. Saat bayi tidur terlalu tenang,

aku mencemaskan pernapasannya.

Aku tahu, aku juga begitu. - Aku juga.

Aku juga dulu begitu.

Dan aku selalu bermimpi buruk karena sangat tertekan.

Benar.

Disappointing Husband subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Disappointing Husband

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left