The first 200 lines.
k4mandanoe
Pak?
Kurasa dia tidak ingin bicara padamu.
Tahu dari mana?/ Karena dia sudah mati!
Pak...
Pak...
Halo?
Ada orang di situ?
Ada orang di situ?
Kucing sialan.
Kucing sialan.
Kau yakin baik-baik saja, Sayang?
Baiklah, terserah apa katamu.
Kurasa ini akan baik untuk kita.
Awal yang baru, suasana baru.
Mendorong ke arah yang benar.
Lihat betapa indahnya di sini.
Kurasa sebaiknya kita tinggal di sini saat kita sudah tua.
Jangan berpikir begitu.
Beginilah cara hidup. Seperti orang yang bebas.
Orang yang bebas./ Ya, orang yang bebas.
Apa maksudmu?
Kau tahu, menyatu dengan alam. Pohon kehidupan.
Di sinilah manusia berasal.
Bukan di kota dengan banyak populasi dan konflik.
Lihatlah tempat ini!/ Terlalu besar.
Aku suka suara kereta api dan bus...
...dan bau kencing saat jalan ke stasiun.
Tolong kembalikan aku./ Tidak./ Kumohon!
Tidak.
Kumohon!/ Tidak.
Kumohon./ Apa-apaan ini?
Hentikan!
Hentikan atau aku...
Kau mau apa?/ Aku balas memukulmu.
Baiklah.
Kau merasa seperti pria sejati?
Kenapa kau jadi brengsek seperti ini?
Karena.
Aku taruh di mana...
Ini dia.
Kau mau sesuatu?
Ya, kehidupanku kembali.
Benarkah?
Hei, Semuanya.
Di sini orang-orangnya aneh.
Ini dia.
Apa?/ Kenapa kau minum sambil nyetir?
Rose, sudahlah.
Hentikan mobilnya.
Baik.
Keluar.
Sekarang.
Masuk, Harry.
Ayo, Harry.
Iya.
Cepat./ Diam!
Kita tersesat?
Tentu saja tidak.
Jadi kita ada di mana?
Di hutan.
Masa?/ Ya./ Aku bisa melihatnya.
Tapi serius, dimana?/ Kita hampir sampai di kabin.
Tunjukkan posisinya di peta./ Hei, kau bisa tenang?
Aku bisa tangani ini.
Jelas kau bisa, karena lihat dimana kita sekarang.
Bisa kau berhenti jadi orang yang menyebalkan?
Baiklah.
Kenapa kalian tidak menjual kabin itu?
Itu tempat keluarga yang bernilai.
Jadi tolonglah...
Kalau tempatnya jelek, aku akan meninggalkanmu.
Tidak jelek!
Aku tidak tahan dengan tempat ini.
Apa yang tidak bisa kau tahan?
Entahlah, kita habiskan 5 jam di mobil.
Rose, Rose./ Apa?
Tolong, beri aku ruang./ Baiklah, kita pergi.
Ayo.
Menurutmu ada yang tinggal di sini?
Entahlah.
Aku tidak ingat rumah ini sama sekali.
Ya Tuhan.
Menyeramkan.
Dan kau yakin ini tempatnya?
Ya, kemarilah.
Itu kabinnya di sana, di seberang danau.
Baiklah, pasti ada orang yang tinggal di sini.
Kuharap begitu, aku mau ke kamar mandi.
Pergilah ke sana!/ Tidak, itu nomor dua.
Ada yang bisa dibantu?
Kami mencari...
Mencari...
Kami mencari perahu untuk menyeberang danau.
Kabin kami ada di sana./ Ya, benar.
Baiklah...
Kau punya kamar mandi, kan?
Aku benar-benar harus ke kamar mandi.
Maaf, kamar mandinya rusak.
Baiklah.
Kau keberatan mobil kami parkir di sini?
Ini lahan pribadi. Tidak boleh.
Aku tidak bermaksud mengganggu...
Tapi kau sudah mengganggu.
Oke, kami cuma mau menyeberang danau untuk ke kabin.
Itu saja.
Ya.
Baiklah, kemari.
Kau lihat kabin itu, di seberang danau?
Itu kabin orangtua-ku.
Jadi?
Jadi, waktu kami masih kecil, kami naik perahu...
...dan menyeberang danau.
Kami hanya berharap itu masih bisa dilakukan.
Ya, tentu.
Tapi kau tidak boleh parkir di sini.
Baik, akan kupindahkan./ Ya.
Ayolah.
Oke.
Baiklah, semoga harimu menyenangkan.
Bisakah kita...
Bisakah kita menikmati keheningan?
Sekali ini saja.
Baiklah.
Astaga.
Tidak ada sinyal!
Tenanglah sekali ini saja. Santai.
Serius?/ Ya!
Ini membuatku stres...
...karena cuma kau yang bisa diajak komunikasi.
Misalkan aku jatuh dan kakiku patah...
...dan kau harus hubungi 911 atau...
Aku baru saja SMS di mobil.
Mungkin gangguan sementara.
Sialan!
Brengsek.
Ini salahmu!
Aku bahkan tidak mau ikut ke sini!
Hei, tenanglah.
Itu cuma ponsel.
Aku tidak percaya ini.
Bahkan itu bukan toilet sungguhan!
Itu toilet sungguhan./ Brengsek kau.
Aku benci kau, Harry.
Harusnya aku dengarkan Ibuku, dia membencimu./ Benarkah?
Ya, dia benar tentangmu./ Benar soal apa?
Bahwa kau pecundang!
Seperti itulah./ Dia bilang begitu?
Tidak, aku mengarangnya!
Dasar jalang.
Apa katamu?
Jalang!
Dasar brengsek.
Rose, Rose, hentikan!
Hentikan!
Rose, hentikan!
Kemari.
Mendorongku?
Itukah jawabanmu untuk semua masalah hidup?
Mendorongku?
Kita kembali saja. Cari motel atau apalah.
Aku ingin tetap di sini.
Serius?
Oke?
Mungkin tidak seminggu, tapi satu malam, itu cukup.
Tidak. Aku tidak mau. Tidak mungkin.
Apakah seburuk itu?/ Ya, benar.
Kau tahu, jaraknya 100 mil ke motel terdekat.
Kau benar-benar mau nyetir sejauh itu?
Kita sudah melakukan perjalanan seharian.
Aku lelah. Aku bisa tertidur sambil berdiri.
Kau tidak lelah?/ Tidak.
Aku akan jalan meskipun jauh, untuk pergi dari sini.
Jangan buang abu di sofa.
Tidak.
Tidak, tidak.
Kau yakin kau parkir mobilnya di sini?
Kau juga melihatnya!
Hari ini makin sempurna.
Sialan.
Aku...
Bicara saja./ Apa?
Bicara saja biar aku bisa dengar yang kau bilang.
Baiklah.
Aku pikir kalian sudah pergi sejam yang lalu.
Maaf, apa?
Kurasa aku melihat mobilmu pergi.
Benarkah?/ Ya, benar.
Benarkah? Harry, kau kunci pintunya?
Tentu aku kunci./ Kau yakin?
Ya!/ Tunjukkan kuncinya.
Ayo.
Bagus. Dasar bodoh.
Bodohnya orang.
Brengsek!
Jangan diam saja, telepon polisi!
Tidak ada sinyal./ Bagus.
Kau punya telepon yang bisa kami pinjam?
Maaf, aku tidak punya telepon.
Yang benar saja.
No comments yet. Be the first to leave one.