The first 200 lines.
Sinterklas!
- Selamat hari raya. - Terima kasih.
Ini gila.
Aku tak tahu harus tertawa atau menangis.
Jika keadaan terus seperti ini,...
...aku harus membawa kursi untuk makan malam Natal di sini.
Sudah kubilang, terlalu banyak yang kau kerjakan.
- Omong-omong... - Tidak.
Maaf. Aku harus pergi lima menit lagi.
Aku belum membeli apa pun untuk Ned.
Setidaknya aku tak lagi bingung harus tertawa atau menangis.
Aku berjanji akan kembali jika bisa.
Tak apa, aku yang akan menutup.
Daftar Natalku akan selesai sendiri dengan keajaiban.
Sebaiknya bergegas dan memilih sesuatu.
Kita punya banyak pekerjaan.
Menurutmu Ibu akan menyukai yang ini?
Berapa harganya?
- Dua puluh lima dolar. - Ya, dia akan menyukainya.
- Hei. Ini untuk ibumu? - Ya, tapi jangan dibungkus.
Dia akan lebih suka jika aku membungkusnya sendiri.
- Aku pembungkus hadiah yang baik. - Aku yakin itu.
Apa kau sudah mengirim suratmu untuk Sinterklas?
Ya.
Aku yakin dia akan langsung membacanya begitu menerimanya.
Kuharap begitu.
- A _ Apa yah! yang terjadi?
Ayah, kau tak apa-apa?
Ya, aku tak apa-apa. Hanya sedikit terbakar.
- Kenapa ini terus terjadi? - Aku tak tahu, ini aneh.
Ini sangat dingin.
Tak apa-apa. Mungkin Sinterklas akan memberiku yang baru.
Kau harus memeriksakannya ke dokter. Jadi, ini akan kukirim saja.
Akan kubungkus dan memberikannya kepadamu besok.
Itu bagus, terima kasih.
Ya, aku hanya butuh tanda tanganmu di sini,...
...dan akan kuurus semuanya.
Ada apa? Anak itu tampak sangat ketakutan.
Ya, ada alasannya.
Kau mau aku menambahkan ini ke daftar pengiriman Ned besok?
Tidak, kurasa ini butuh sentuhan spesialku.
- Silakan masuk. - Aku dari Same As It Never Was.
Kupikir Sinterklas telah menjadi muda dan cantik.
Lebih tepat letih dan pusing.
Aku ibu William, Claire.
Senang bertemu denganmu. Di mana aku harus meletakkan ini?
Hai. Letakkan saja di meja. Kebanyakan barang itu untuk stafku.
Aku harus membawanya besok.
- Bagaimana dengan tanganmu? - Ternyata radang dingin.
Dokter tak percaya aku mendapatkannya dari PDA.
Aku segera kembali ke sana. Ya, ini William.
Kita harus memasukkannya ke tawaran Chambers.
Ya, aku paham.
- Masa yang sibuk. - Ya, tiba-tiba saja begitu.
- Kau tampak kedinginan. Mau teh? - Ya.
Hei, apa ini kakekmu?
Ya, Kakek Howard, ayah tiri ayahku.
Dia kelihatannya menyenangkan.
Begitu juga pohonnya, kau mengerjakannya dengan bagus.
Terima kasih. Kau boleh membantu jika mau, ayahku mulai teralihkan.
Tentu.
- lbumu tak mau membantu? - Dia tak tinggal di sini lagi.
- Maaf. - Tak apa-apa.
Mereka masih mencintaiku dan itu bukan salahku.
Lebih baik mereka tinggal terpisah sekarang.
Orang tuaku juga berpisah, jadi, aku tahu betapa sulitnya itu.
Tapi mereka akan kembali bersama saat Natal.
lbuku akan pindah lagi ke sini...
...atau kami akan membeli rumah baru seperti di Florida,...
...dan memulai lagi karena semua bahagia di Florida.
Kedengarannya menyenangkan.
Kau ingat di toko saat kau bilang hal aneh terjadi kepada ayahmu?
- Ya. - Hal aneh seperti apa?
Entahlah. Hal seperti...
Ayah, lihat! Yang ini ada wajahnya!
ltu tak penting. Tidak, jika itu memasuki arbitrase,...
...kita akan mendapat lebih dari 60% pemegang saham di sisi kita.
- Boleh kulihat? - Ya.
Lihat? Ada wajahnya. Tahun lalu itu tak ada di sana.
ltu juga bergerak.
Ya, baik. Aku harus pergi.
Mari berhenti bermain-main dan menyelesaikannya. Ayo.
lni dia.
lni teh herba, kuharap kau tak keberatan.
Aku punya madu yang enak...
- Ayah! Nenek, tolong! - William, kau tak apa-apa?
Kau baik-baik saj?
- Ya, aku tak apa-apa. - Akan kuambil sesuatu.
Kau yakin kau tak apa-apa, Ayah?
Aku ingin dia tahu seperti apa rasanya kehilangan segalanya!
Bisakah kau melihat kami?
Hei, kesibukan setelah jam kerja baru dimulai beberapa jam lagi.
Aku bisa menangani ini sekarang jika kau mau berbelanja lebih awal.
Lebih awal? Lebih awal adalah berbelanja di bulan November.
Kini aku membicarakan berbelanja putus asa.
Tapi aku harus memeriksa beberapa hal dahulu.
Tunggu, kau tetap takkan mengadakan makan malam Natal di rumahmu.
Ya. Jangan tanya bagaimana. Kuharap Sinterklas...
...akan memberiku Rachel Ray untuk Natal,...
...dan mungkin dia bisa menanganinya.
Aku tahu ini mungkin tak benar di duniamu,...
...tapi tak bisakah situasi ini menunggu hingga setelah hari raya?
Situasi yang kau maksud adalah arwah gentayangannya, 'kan?
- Ya sama saja... - Tidak, itu tak bisa menunggu.
Ada terlalu banyak kecemasan dan energi buruk di rumah itu.
Hantu itu bisa menjadi kuat dengan sangat cepat.
- Dia benar-benar mengincar William. - Lalu apa yang kau cari?
Apa pun yang bisa kutemukan soal William Taylor.
Musuh, kematian kerabat.
Satu-satunya kematian baru yang bisa kutemukan adalah ayahnya,...
...tapi aku melihat fotonya di rumah mereka, dan itu bukan dia.
Sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaannya?
Kuharap tidak.
Pekerjaannya di bidang merger dan akuisisi.
Perusahaannya sering mengambil alih. Aku tak paham, itu sangat korporasi.
Orang seperti itu pasti punya banyak musuh besar.
Mungkin kau harus berkonsentrasi pada pengambilalihan bermasalah...
...atau orang yang kehilangan pekerjaan saat merger.
ltu ide bagus. Setidaknya itu akan mempersempitnya.
Menjadi sekitar seratus.
Ayah?
- Kurasa ada orang di rumah ini. - Apa kau yakin?
Ya, aku mendengar mereka di bawah.
Baik, kemarilah, Riley.
Riley, kau telepon 911 dan jangan keluar dari kamar ini.
Ayah, ada apa?
Bukan apa-apa, hanya...
...mainan.
Semua baik-baik saja. Akan kuantar kau kembali tidur.
Bagaimana ini masuk ke dalam pesananku?
ltu tak ada di pesananmu karena kami tak menjualnya.
Apa itu memiliki kendali jarak jauh?
Mungkin aku harus membelinya untuk Ned.
Hanya kau yang mengantar hadiah-hadiah ini.
Kau satu-satunya orang yang ada di rumah kemarin.
Jadi, apa yang terjadi?
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Aku turun, kotaknya terbuka, dan mainan ini terbang.
Apa kau mengalami banyak hal aneh belakangan ini?
Ya, kurasa.
Apakah ada orang di sekitarmu yang baru saja meninggal?
Ayah tiriku meninggal dua tahun lalu.
- Berapa usianya? - Delapan puluh sembilan.
Tidak, bukan dia.
Apa maksudmu...
Tunggu, Bruce Spencer.
Orang yang pernah bekerja denganku...
...dan dia meninggal saat kecelakaan pesawat.
- Tunggu. - Permisi.
Apa hubungannya dengan hal ini?
Hai.
Maaf. Kami sangat sibuk.
Bisakah kau memberiku satu hari? Aku akan meneleponmu besok.
Kurasa aku bisa menolongmu. Maaf.
Hai. lni yang kutemukan di belakang.
Sayang, aku tak tahu kau sudah pulang.
Maaf, aku baru saja masuk.
Sebelum pergi, ada pengiriman besar yang harus kucatat.
Ayo, tidurlah.
Aku harus menyelesaikan satu hal... lni dia.
Bruce Spencer adalah CEO...
...perusahaan Barnes & Stowe Properties yang kesulitan.
Perusahaannya dibeli oleh perusahaan tempat William Taylor bekerja,...
...lalu dia tewas dalam kecelakaan pesawat."
Sangat tragis, tapi apa kaitannya?
Di sini dikatakan, Spencer mengalami masa sulit,...
...sejak penjualan perusahaannya. Dia merasa dicurangi.
Perusahaannya dinilai terlalu mahal.
Dia kehilangan rumah dan semua uangnya.
Bagus. Jadi, dia yang menghantui William Taylor.
Kasus selesai, saatnya tidur.
Tapi dia tak terlihat seperti hantu yang kulihat.
Melinda, kau membuat dirimu lelah. Kau harus beristirahat.
Tak ada yang tak bisa menunggu hingga besok.
- Kau benar. - Ya.
Aku akan membereskan ini dan segera naik.
- Jim? - Siap dan menunggu.
- Apakah kau Bruce Spencer? - Tidak, aku bukan Bruce.
- Lalu siapa? - Ayolah, menurutmu siapa?
- Tak mungkin. - Ya, aku Sinterklas.
- Tak mungkin. - Ya, aku Sinterklas.
Aku harus bertanya sesuatu padamu.
Aku tak mengerti kenapa kau bisa melihatku.
Biasanya hanya anak-anak yang bisa melihatku.
- Ya, karena aku bisa melihat... - Tunggu untuk pertanyaannya.
Yang aku perlu tahu,...
...apa kau di sini untuk menolongku atau hanya akan menghalangiku?
Mari kita membicarakan tentang dirimu terlebih dulu.
Mengapa kau pikir kau adalah Sinterklas?
- Kenapa kau pikir kau adalah kau? - Karena aku memang aku.
ltu dia.
Mungkin kau bingung. Apa kau melihat cahaya?
Apa kau perlu menyeberang?
Tidak, yang harus kulakukan ada di sekitarku.
Kenapa kau berusaha menyakiti William?
Aku tak menyakiti William, aku ingin menolong Riley.
Aku mendapat surat darinya.
Aku sudah menolong anak-anak selama yang bisa kuingat.
"Sinterklas, tolong, aku hanya ingin ayahku kembali untuk Natal."
- Aku tak paham. - Kau bilang aku yang bingung?
No comments yet. Be the first to leave one.